Selasa, 25 Juni 2013

You Are My Dream *5


“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu mengejar Shilla, Sivia dan Agni.

Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..

BRRUUUKKKK

“AAAAA” teriak Ify.

Ify menabrak tubuh tinggi seorang cowok. Dia tidak tahu siapa karena dia menutup matanya karena sudah ketakutan. Yang dia fikirkan sekarang betapa malunya dia kalo dia saat ini terjatuh. Dia pasti akan malu sekali.

“Ify” kaget Shilla, Sivia dan Agni berhenti berlari dan membalikan badan mereka melihat Ify. Awalnya mereka kaget melihat Ify. Bukan hanya mereka bertiga, tapi semua orang yang ada disana.

Ify mengira dia sudah jatuh tergeletak dilantai dan ditertawakan anak-anak satu sekolahan. Tapi Ify tidak merasakan tubuhnya sakit karena jatuh. Malahan sekarang Ify merasa tubuh nya sedang ditopang sepasang tangan.

Perlahan Ify membuka matanya. Melihat tangan siapa yang menopang tubuhnya.

1.. 2.. 3.. “Rio?!” kaget Ify. Kini wajah Ify dan Rio berjarak kurang dari 30cm. Ify dapat melihat setiap lekukan wajah manis Rio dan mata indah Rio. Begitu juga Rio.

DEGGG

Jantung mereka berdua berdetak cepat.

“kenapa nih? Kok gue deg-degan sih ngeliat mata Ify?” batin Rio.

Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Alvin dan Cakka yang melihat itu langsung meneriaki Ify dan Rio “CIEEEE EHEM EHEM YANG PAGI-PAGI UDAH PELUKAN EHEM” teriak mereka. *oh iya, Alvin, Gabriel dan Cakka juga ngeliat adegan RiFy itu dan kini mereka berdiri dekat Sivia, Shilla dan Agni*

Mendengar teriakan sahabat-sahabat mereka, Rio dan Ify langsung kaget dan melepaskan pegangannya.

“sorry ga sengaja” kata Rio gugup. Dia salting. Rio menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

“i.. iya gapapa kok. Thanks ya” jawab Ify gugup. Rio mengangguk langsung berlari ke kelas dengan perasaan senang, berbunga-bunga dan malu karena disorakin anak-anak sekolahan.

Satu sekolahan melihat adegan Rio dan Ify tadi. Banyak yang berbisik-bisik tak enak tentang Rio dan Ify. Termasuk dua orang cewek cantik yang sangat tidak suka Ify dekat dengan Rio. Sudah semenjak kelas X mereka memantau Ify dan Rio karena mereka tahu Rio dan Ify dekat dan sampai sekarang selalu satu kelas. Mereka Angel dan Zahra.

Menurut mereka berdua, tidak ada yang boleh dekat dengan Rio selain Angel. Lalu apa hubungannya dengan Zahra? Zahra itu sahabat Angel dari dulu, tapi lebih tepatnya disebut anak buah Angel. Karena Zahra selalu saja disuruh-suruh Angel ini-itu.

Ify menghampiri ketiga sahabatnya yang berdiri tak jauh dari nya. Ketiga sahabatnya sudah bersiap-siap untuk meledek Ify “cie Ify yang pagi-pagi udah dipeluk pangeran impian” ledek Shilla, Sivia, dan Agni.

Wajah Ify memerah tersipu malu “apa sih kalian? Udah ah ke kelas lagi yuk, udah mau bel nih” ajak Ify.

“masuk kelas gara-gara udah mau bel atau…” ucapan Shilla sengaja terputus dan langsung ditimpal Sivia dan Agni “mau ketemu sang pujaan hati lagi?” ledek mereka.

“ih apaan sih? udah ah. Buruan masuk” ajak Ify lalu berjalan duluan dan diikuti ketiga sahabatnya.

TEEETTT

Benar saja, tak lama mereka masuk kelas bel pun berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai. Buk Winda guru Fisika sudah masuk ke kelas mereka –Ify Cs dan Rio Cs-. Pelajaran pun mulai berlangsung.

*

Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka kini sedang kebingungan. Ditangan mereka kini sudah ada nampan makanan mereka. mereka bingung mau duduk dimana. Soalnya meja di kantin sudah penuh semua. Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka melihat-melihat ke sekeliling kantin. Siapa tau mereka bisa gabung dengan orang yang mereka kenal.

Mata Rio terhenti pada meja yang sedang di duduki oleh empat orang gadis yang sedang berbincang diselingi dengan tawa. Lebih tepatnya mata Rio tertuju pada gadis yang berkacamata yang sedang duduk di meja itu.

“kita duduk disana aja” ajak Rio kepada sahabat-sahabatnya. Mata Rio masih tak berpindah melihat gadis yang ber kacamata itu.

Gabriel, Alvin dan Cakka bingung dimana Rio mengajak duduk “dimana?” tanya mereka bertiga.

Rio tidak menjawab tapi dia malah berjalan duluan ke meja yang dia maksud. Sahabat Rio hanya mengikuti Rio saja

“kita boleh duduk disini?” tanya Rio kepada keempat gadis itu mewakili sahabat-sahabatnya. mata Rio lebih tepatnya menatap gadis yang berkacamata. Gadis itu sadar bahwa dirinya sedang ditatap Rio tak hentinya. Dia Cuma diam menunduk.

“hah?” kaget Sivia. Tak biasanya empat cowok ini mau gabung dengan mereka.

“oh.. boleh kok boleh duduk aja” lanjut Shilla. Agni masih sibuk dengan bakso yang dimakannya. Jujur dia paling tidak suka dengan salah satu cowok diantara mereka berempat. Cakka. Karena Cakka selalu berusaha mendekati Agni. Namun Agni selalu menolak mentah-mentah karena satu alasan. CAKKA PLAYBOY.

Cakka sudah sangat senang sekali bisa makan semeja dengan Agni. Gabriel yang semula nya tidak bermaksud ingin duduk disebelah Agni langsung diselip oleh Cakka. Dengan gerak cepat Cakka duduk disebelah Agni dan dengan senyum mupeng nya._.v “Ck..” Agni berdecak kesal.

Rio memilih duduk disebelah Ify. Shilla yang semula nya duduk disebelah Ify diminta Rio bergeser. Shilla yang sengaja ingin member Ify kesempatan langsung saja bergeser sehingga ditengah-tengah Shilla dan Ify kini ada Rio.

Alvin memilih duduk disebelah Sivia. Sedangkan Gabriel bingung sendiri mau duduk dimana. Akhirnya dia memilih duduk disebelah Shilla. Jadilah mereka duduk berpasang-pasangan.

Bersambung…

Maaf ya kalo banyak typo nya-_- maklum saya khilaf ._.v follow juga twitter aku @elviraeryos (: mention aja buat kasih kritik dan saran ttg cerbung-cerbung aku. atau mau kasih usul buat new cerbung aku juga boleh, dengan senang hati aku terima usul nya :D



2 komentar: