“emang siapa sih cewek yang bisa buat lo jatuh
cinta sama galau gini?” tanya Rio.
Cakka menatap sahabatnya satu per satu dengan
ragu. “siapa?” tanya Debo penasaran.
“jangan kaget kalo gue bilang” kata Cakka
takut-takut. Semuanya mengangguk dengan mantap.
“sama…..”
“sama?”
“sama…..”
“sama siapa?”
“sama…….”
*
Pagi ini tidak seperti biasanya disekolah.
Biasanya pagi sebelum bel masuk saja dua kubu artis itu pasti selalu adu mulut.
Tapi pagi ini, salah kubu itu tidak terlihat pagi ini seperti pagi-pagi
sebelumnya.
Redbag sedang makan di kantin sekarang. Cakka
terlihat lesu sekali sama dengan redbag yang lainnya. Namun redbag lainnya
masih bisa bercanda gurau, beda dengan Cakka.
“Cak, diem aja lo. kenapa?” tanya Rio.
“menurut lo?” jawab Cakka sinis. Saat ini dia
sangat malas sekali untuk diajak berbicara.
“ye.. segitu nya lo. susah amat, bisa kan lo
bbm dia aja? Atau sekalian aja nelfon ntar malem. Kan satnite tuh” usul Debo.
Mendengar usulan Debo, ada benarnya juga. Wajah
Cakka langsung berubah menjadi sangat ceria “bener juga kata lo Deb. Tapi….”
“apa? ga punya nomer handphone nya? Pin bb nya?
Apaan lo. kata nya playboy, gitu aja masih ga punya” ledek Gabriel.
“emang lo punya?” tanya Cakka dengan wajah
mupeng nya (?)
Gabriel mengangkat dagu nya lalu melirik ke
Alvin memberi kode bahwa Alvin ada nomer handphone dan pin bb pujaan hati Cakka
yang dimaksud itu.
Alvin yang sedang sibuk melahap makanannya
seketika bingung. Dari tadi dia tidak menghiraukan sahabat-sahabat nya itu
berbincang, dia sibuk dengan bakso yang ada di hadapannya kini “apaan?” tanya
Alvin bingung.
“beneran lo ada nomer sama pin bb nya Eby?”
tanya Cakka tak sabaran.
Alvin bingung siapa Eby yang dimaksud Cakka
“Eby? Eby siapa?”
“Eby.. yang gue ceritain semalem” jawab Cakka.
“perasaan semalem lo ga bilang nama nya Eby
deh”
“Eby panggilan sayang gue buat dia” jawab Cakka
sambil menaik turunkan alisnya.
Gabriel, Rio, Alvin dan Debo bergidik geli
melihat tampang Cakka seperti itu._.
“sayang.. sayang. Pala lo soak” sindir Rio.
“biarin aja” jawab Cakka lanjut melahap bakso
nya.
“jadian aja belom sok-sok panggilang sayang lo”
sindir Gabriel.
“eh jangan salah lo. suatu saat nanti, gue
bakalan bisa ngedapetin hati dia. Dan feeling gue bilang, kalian berempat juga
bakalan ngalamin sama kayak gue” jawab Cakka.
Gabriel, Rio, Alvin dan Debo tak mengerti
maksud perkataan Cakka yang terakhir. Mereka saling beradu pandangan
mengisyaratkan “maksud kata Cakka tadi apa?”
*
Blink sedang sibuk di kantor management nya
mempersiapkan kepergian mereka ke luar kota untuk manggung besok. Pagi ini
mereka siap untuk berangkat. Mereka akan manggung di beberapa kota dan
kemungkinan mereka izin untuk tidak sekolah selama 1 minggu.
“gimana Vi? Udah siap?” tanya Febby kepada
Sivia yang sedang memeriksa koper nya kembali.
“udah kok Feb. yang lain mana?” jawab dan tanya
Sivia.
“yang lain udah ke mobil duluan. Berangkat
sekarang aja yuk?” ajak Febby. Sivia mengangguk lalu mengikuti Febby menuju
mobil karena Shilla, Ify dan Pricilla sudah menunggu disana.
*
Tadi waktu sedang makan di kantin, Gabriel
dapat telfon dari management nya. Mereka diminta sepulang sekolah berkumpul di
kantor management nya. Ada hal penting yang akan mereka rapatkan.
Redbag kini sudah berada di ruang meeting
kantor management nya. Mereka masih menunggu Big Bos mereka datang *maklum
ceritanya big bos orang sibuk. Dan jangan tanya ke aku management redbag dan
blink apa. terserah readers aja mau nya management apa. okey?._.v*
CKLEK
Pintu dibuka. Ternyata big bos datang. Redbag
yang awal nya asik ketawa-ketiwi seketika terdiam melihat big bos mereka.
“siang big bos” sapa Redbag se-sopan mungkin.
Biar persenan ditambah kali ya…. *harap abaikan readers*
“hmm” jawab Big Bos. Wajah nya serem coy. Ga
senyum dikit pun *curhat* Big bos duduk masih dengan wajah seram nya.
“hmm.. ada apa ya bos kita disuruh kesini?”
tanya Gabriel selaku Leader Redbag.
“tunggu dulu. Kita masih nunggu clien” jawab
Big Bos. Redbag mengangguk saja tanda mengerti.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar