1…
2…
3…
Serentak mereka melihat ke atas panggung.
Melotot, menganga, kaget. Hanya itu yang bisa dilakukan blink. Mereka tak
percaya bisa bertemu redbag di café ini.
“mampus beneran ada mereka” kaget Shilla. dia
menutup wajah nya dengan buku menu yang ada di meja mereka duduk.
“gimana ini kalo sampe mereka tau ada kita
disini?” ujar Ify kini. Dia menutup wajahnya dengan tas nya. Blink yang lain
juga ikut menutup wajah mereka. ada yang pake tas, pake buku sekolah, buku
menu.
*
Redbag sudah menyanyikan lima lagu dari album
mereka. kini seorang MC naik ke atas panggung. Redbag masih berdiri di atas
panggung. Mereka pura-pura ga tau kalo ada blink disana.
“nah tadi kan udah liat redbag tampil nih,
mumpung ada lima cewek-cewek cantik disini gimana kalo kita panggilin juga ke
atas panggung?” tanya MC itu kepada penonton. Penonton sudah tahu siapa yang MC
maksud. Blink juga sudah mengira bahwa yang dimaksu itu mereka.
”naik.. naik.. naik” teriak penonton.
“gimana?
BLINK? Bisa naik ke atas panggung sebentar?” tanya MC dari atas panggung ke
blink.
“gimana nih? Kita disuruh naik ke atas
panggung” ujar Ify cemas. Yang lain juga ikut cemas.
“udah, sekarang kita naik aja dulu. Kita harus
professional guys” ujar Febby. Yang lainnya berpikir sebentar lalu mengangguk.
Mereka berdiri dengan ragu menuju panggung.
Kini Blink sudah berada di atas panggung.
Terlihat redbag tersenyum manis kepada mereka. lebih tepatnya sok manis.
“nah gue mau tanya bentar nih sama blink.
Barusan dibelakang panggung gue cek twitter nih ya, semuanya heboh bicarain
blink sama redbag. Katanya kalian ada hubungan nih. Tadi gue juga denger dari
bisik-bisik penonton disini. Ayo dong jawab semuanya pada penasaran loh” tanya
MC kepada Blink.
Sontak blink kaget. Gossip dari mana itu?
“sekarang gue tau kenapa tadi orang-orang bisik-bisik kea rah meja gue sama
anak-anak duduk. Ternyata gosipin init oh” batin Sivia.
“kita ga ada apa-apa kok sama redbag. Kita Cuma
temen sekolah aja” jawab Shilla tegas.
“trus kalian kesini ngapain? Katanya kalian
nungguin redbag ya? Wah segitunya” tanya MC lagi mewakilkan beribu pertanyaan
di otak penonton. Sivia, Pricilla, dan Ify
kesal dengan pertanyaan ga bermutu dari sang MC. Ada-ada saja gossip.
“tadi kita pulang sekolah langsung kesini buat
pergi makan siang. Ga maksud kok buat nemenin redbag. Kita juga ga tau kalo
redbag bakal manggung disini” jawab Febby ramah. Hanya Shilla dan Febby yang
hanya buka suara karena Sivia, Pricilla dan Ify sedang tatap-tatapan tajam
dengan redbag.
“oke. Kalo gitu sekarang gue mau nanya sama
redbag nih. Bener ga apa yang dijawab sama bink tadi?” tanya MC kini kepada
redbag. “kepo banget sih nih MC rese” batin Pricilla menggerutu.
Redbag tersenyum “gimana ya.. jangan dipikirin
lah kata mereka tadi. Masih malu-malu aja kali mereka” ujar Gabriel. blink
kaget dengan jawaban Gabriel. perlahan, perlahan blink mendekat kearah redbag.
“wah, bisa jelasin sedikit ga sebenernya blink
sama redbag itu ada hubungan apa sih?” tanya MC.
“kita bakalan jelasin semuanya, tapi ga
sekarang. Nanti blink sama redbag bakalan adain
konferensi pers buat ngejelasin semuanya. Yang penting ini kabar bahagia
buat monster dan blinkstar” jawab Rio.
“nah buat fans nya redbag sama blink nih yang
penasaran ada apa sih sebenernya antara redbag sama blink? Semuanya bakal
mereka jelasin di konferensi pers nanti.” Promosi MC ke penonton (?)
“kira-kira konferensi pers nya kapan nih?”
tanya MC lagi. *MC kepo banget ya? Penulis aja kesal sendiri sama nih MC.-.*
“secepatnya” jawab Alvin kini.
“oke deh. Makasih banget buat blink yang udah
mau naik ke atas panggung dan wawancara sebentar.” Blink tersenyum dan
mengangguk lalu berniat turun dari panggung.
Sebelum Blink turun dari panggung, Debo
membisikan sesuatu kepada MC. Entah apa itu penulis juga ga tau ._.
Belum blink turun dari panggung, MC langsung
mencegah “sebentar blink. Bisa kalian sekarang nemenin redbag nyanyi satu lagi
terakhir lagi? ini permintaan loh” ujar MC. Blink saling bertatap sebentar,
lalu dengan aba-aba dari Ify dan Shilla akhirnya mereka mengangguk.
Redbag tersenyum penuh kemenangan kali ini.
mereka mendapat tatapan tajam dari blink yang mengartikan “awas kalian habis
ini”.
Intro lagu Peri Cintaku pun sudah mengalun.
Mereka berdiri dengan posisi Pricilla-Alvin di pojok kiri, disusul Sivia-Debo,
ditengah ada Shilla-Gabriel, disusul dengan Ify-Rio lalu terakhir Febby-Cakka.
Fyi, personil redbag selain bisa main alat
music juga jago nyanyi. Walaupun Gabriel bagian vocal, dia juga jago main
gitar. Kali ini mereka nyanyi Peri Cintaku berlima. Semua personil redbag
nyanyi dan di dampingi blink disebelah mereka masing-masing.
[Gabriel]
Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku
[Rio]
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Huuuuuu
Huuuuuu
[Cakka]
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
[Debo]
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Huuuuuu
[Alvin]
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
[REDBAG]
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(Marcell-Peri cintaku)
Bersambung…
Ehem ehem author keselek nih *eh eciee ada apa
nih redbag sama blink? Ehem... liat next part aja yuk :p jangan lupa follow
twitter aku @elviraeryos kirim juga kritik dan saran kamu ke mention aku
tentang cerbung-cerbung aku yabg udah kamu baca. And thanks udah mau ngeluangin
waktu kamu buat baca cerbung aku yang super duper ngebosenin ini-_- saya hanya
penulis abal, harap dimaklumilah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar