“mana sih Gabriel sama Shilla? Udah 10 menit
nih kita tungguin” kesal Ify. Sudah 10 menit dia sama Rio berdiri di depan
mobil nungguin Gabriel Shilla. Tadi ditelfon mereka berdua bilang mereka sudah
nunggu di mobil.
“tunggu dulu Fy, bentar lagi paling mereka juga
sampe” ujar Rio. Benar saja, tak lama Gabriel dan Shilla datang dengan saling
berpegangan tangan dan senyum merekah dibibir mereka masing-masing. Rio dan Ify
kaget melihat Gabriel dan Shilla saling berpegangan tangan seperti itu.
“sorry tadi kita makan dulu hehe” ujar Shilla
masih berpegangan dengan Gabriel.
Rio dan Ify masih menganga “he’eh gapapa” jawab
mereka seperti terhipnotis.
“kalian berdua kenapa?” tanya Gabriel. dia
melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rio dan Ify.
“hah apa? Kenapa? Ada apa? Why? What?” tanya
Rio dan Ify serentak.
“ye.. lo berdua tuh bengong aja kerjaannya.”
Ujar Shilla
“kok lo berdua pegangan tangan gitu? Udah
jadian ya lo berdua?” tanya Ify heran. Sontk Gabriel dan Shilla kaget dan
melepas genggaman tangan mereka.
“hah? Engga kok engga” jawab Shilla gugup. “iya
nih belum jadian kok. Iya ga Shil?” jawab Gabriel juga tak kalah gugup nya
dengan Shilla.
“cie berarti lo ngarep jadian sama Shilla dong
Iel?” goda Rio. Gabriel jadi salting sendiri dan menggaruk-garuk tengkuk nya
yang tak gatal.
“hehe iya. Lagian gue juga udah jujur sama
perasaan gue sama Shilla. Tapi kita belum pacaran kok.” Jawab Gabriel.
“puas kan lo berdua ngerencanain ini semua”
kata Shilla kini to the point kepada Rio dan Ify. Mereka berdua kaget.
“ma..ksud lo apa Shil? Kita ga ngerti deh” alibi Ify pura-pura ga ngerti.
“ck.. pura-pura ga tau lagi lo. lo berdua kan
yang nyusun rencana ini? nyuruh kita berdua taruhan sama kalian? Ngaku ga lo
berdua?” ujar Gabriel kini penuh selidik. Rio dan Ify sudah gugup tak ada
alasan lagi.
“ngg.. gimana ya. Duh.. gimana nih Fy?” bisik
Rio kepada Ify. Ify hanya mengangkat bahu.
“oke oke kita jujur. Emang kita berdua yang
ngerencanain ini semua. Sorry” lirih Ify.
Gabriel dan Shilla saling melirik “santai lagi
Fy. Bahkan kita makasih banget sama lo berdua. Berkat kalian, kita jadi tau apa
itu artinya Cinta.” Ujar Shilla sambil tersenyum. Ify dan Rio bertatapan tak
percaya.
“jadi kalian saling jatuh cinta?” tanya Rio.
Gabriel dan Shilla bertatapan sebentar lalu mengangguk tersenyum.
“payah nih sohib gue. Masa nembak Shilla aja
susah amat? Jelas-jelas Shilla udah jatuh cinta sama lo” ledek Rio yang
mendapat hadiah pukulan dijidat mulusnya.
“kita berdua mau saling kenal satu sama lain
dulu dodol” jawab Gabriel.
“jadi, kapan lo mau nembak Shilla?” tanya Ify
kini.
“gue mau cari waktu yang tepat” Gabriel menaik
turunkan alisnya.
*
Sudah setengah semester Shilla dan Gabriel
bersama namun tanpa hubungan apa-apa. Minggu dean cara Pensi sudah akan
diadakan. Shilla berencana akan menyumbangkan suara emas nya dan Ify mengiringi
nya bernyanyi dengan piano.
Malam ini Shilla melmun di balkon kamar nya.
Dia memikirkan apa kah Gabriel benar-benar cinta dengannya. Sudah enam bulan
semenjak Gabriel jujur terhadap perasaan nya, namun dia belum juga menyatakan
cinta nya.
“sampe kapan Iel? Udah enam bulan kita HTS-an,
tapi lo belum nembak gue juga. Kadang ngeliat lo duet sama artis cantik di tivi
gue cemburu, tapi gue ga ada hak buat cemburu sama lo” lirih Shilla memandangi
langit malam cerah.
*
Hari ini Gabriel, Rio, Shilla dan Ify sedang
istirahat di kantin. Mereka bercanda-canda dan tertawa bersama. Namun tidak
untuk Shilla. Dia murung dengan mengaduk-aduk minuman nya tak jelas. Gabriel yang
melihat tingkah aneh Shilla bertanya-tanya sendiri dalam hati nya “Shilla
kenapa sih?” batin nya.
“Shil” panggil Gabriel namun tak ada jawaban
dari Shilla.
“Shilla” panggil Gabriel lebih keras lagi.
sontak lamunan Shilla terbuyarkan oleh panggilan Gabriel.
“eh iya Iel ada apa?” tanya Shilla.
“seharusnya gue yang nanya. Lo kenapa? Lo
sakit? Mau gue izinin pulang?” tanya Gabriel lembut.
“engga kok, gue gapapa” alibi Shilla. Gabriel
sangat tahu sifat Shilla. Shilla selalu bilang ‘gapapa’ padahal sebenarnya ‘ada
apa-apa’. Namun Gabriel bukan tipe cowok yang ingin mencampuri urusan orang
lain. Gabriel lebih memilih biar orang itu sendiri yang bercerita kepada nya.
*
Hari ini Shilla memilih untuk tidak pulang
dengan Gabriel. dia memilih pulang sendiri dan janji dengan Ify ingin ke rumah
Ify sepulang sekolah. Kini Shilla sudah sampai dirumah Ify, tepatnya sudah
berada di kamar Ify.
“Fy” panggil Shilla. Ify sibuk dengan bb nya di
meja belajar.
“hmm” jawab Ify.
“gue mau cerita nih” ujar Ify.
“cerita apa?” kata Ify.
“gue udah enam bulan hts-an sama Iel. Tapi dia
belum nembak-nembak gue juga. Menurut lo gue harus gimana?” ujar Shilla lirih.
“lo sabar aja. Gue yakin dalam waktu dekat dia
bakal nembak lo kok” jawab Ify ringan.
“kok lo yakin gitu?” tanya Shilla selidik.
“ya.. ngg.. feeling aja. Feeling gue itu selalu
tepat” alibi Ify. Ternyata Shilla percaya gitu aja.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar