Selasa, 18 Juni 2013

Love Game *9


“mana sih Gabriel sama Shilla? Udah 10 menit nih kita tungguin” kesal Ify. Sudah 10 menit dia sama Rio berdiri di depan mobil nungguin Gabriel Shilla. Tadi ditelfon mereka berdua bilang mereka sudah nunggu di mobil.

“tunggu dulu Fy, bentar lagi paling mereka juga sampe” ujar Rio. Benar saja, tak lama Gabriel dan Shilla datang dengan saling berpegangan tangan dan senyum merekah dibibir mereka masing-masing. Rio dan Ify kaget melihat Gabriel dan Shilla saling berpegangan tangan seperti itu.

“sorry tadi kita makan dulu hehe” ujar Shilla masih berpegangan dengan Gabriel.

Rio dan Ify masih menganga “he’eh gapapa” jawab mereka seperti terhipnotis.

“kalian berdua kenapa?” tanya Gabriel. dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rio dan Ify.

“hah apa? Kenapa? Ada apa? Why? What?” tanya Rio dan Ify serentak.

“ye.. lo berdua tuh bengong aja kerjaannya.” Ujar Shilla

“kok lo berdua pegangan tangan gitu? Udah jadian ya lo berdua?” tanya Ify heran. Sontk Gabriel dan Shilla kaget dan melepas genggaman tangan mereka.

“hah? Engga kok engga” jawab Shilla gugup. “iya nih belum jadian kok. Iya ga Shil?” jawab Gabriel juga tak kalah gugup nya dengan Shilla.

“cie berarti lo ngarep jadian sama Shilla dong Iel?” goda Rio. Gabriel jadi salting sendiri dan menggaruk-garuk tengkuk nya yang tak gatal.

“hehe iya. Lagian gue juga udah jujur sama perasaan gue sama Shilla. Tapi kita belum pacaran kok.” Jawab Gabriel.

“puas kan lo berdua ngerencanain ini semua” kata Shilla kini to the point kepada Rio dan Ify. Mereka berdua kaget. “ma..ksud lo apa Shil? Kita ga ngerti deh” alibi Ify pura-pura ga ngerti.

“ck.. pura-pura ga tau lagi lo. lo berdua kan yang nyusun rencana ini? nyuruh kita berdua taruhan sama kalian? Ngaku ga lo berdua?” ujar Gabriel kini penuh selidik. Rio dan Ify sudah gugup tak ada alasan lagi.

“ngg.. gimana ya. Duh.. gimana nih Fy?” bisik Rio kepada Ify. Ify hanya mengangkat bahu.

“oke oke kita jujur. Emang kita berdua yang ngerencanain ini semua. Sorry” lirih Ify.


Gabriel dan Shilla saling melirik “santai lagi Fy. Bahkan kita makasih banget sama lo berdua. Berkat kalian, kita jadi tau apa itu artinya Cinta.” Ujar Shilla sambil tersenyum. Ify dan Rio bertatapan tak percaya.

“jadi kalian saling jatuh cinta?” tanya Rio. Gabriel dan Shilla bertatapan sebentar lalu mengangguk tersenyum.

“payah nih sohib gue. Masa nembak Shilla aja susah amat? Jelas-jelas Shilla udah jatuh cinta sama lo” ledek Rio yang mendapat hadiah pukulan dijidat mulusnya.

“kita berdua mau saling kenal satu sama lain dulu dodol” jawab Gabriel.

“jadi, kapan lo mau nembak Shilla?” tanya Ify kini.

“gue mau cari waktu yang tepat” Gabriel menaik turunkan alisnya.

*

Sudah setengah semester Shilla dan Gabriel bersama namun tanpa hubungan apa-apa. Minggu dean cara Pensi sudah akan diadakan. Shilla berencana akan menyumbangkan suara emas nya dan Ify mengiringi nya bernyanyi dengan piano.

Malam ini Shilla melmun di balkon kamar nya. Dia memikirkan apa kah Gabriel benar-benar cinta dengannya. Sudah enam bulan semenjak Gabriel jujur terhadap perasaan nya, namun dia belum juga menyatakan cinta nya.

“sampe kapan Iel? Udah enam bulan kita HTS-an, tapi lo belum nembak gue juga. Kadang ngeliat lo duet sama artis cantik di tivi gue cemburu, tapi gue ga ada hak buat cemburu sama lo” lirih Shilla memandangi langit malam cerah.

*

Hari ini Gabriel, Rio, Shilla dan Ify sedang istirahat di kantin. Mereka bercanda-canda dan tertawa bersama. Namun tidak untuk Shilla. Dia murung dengan mengaduk-aduk minuman nya tak jelas. Gabriel yang melihat tingkah aneh Shilla bertanya-tanya sendiri dalam hati nya “Shilla kenapa sih?” batin nya.

“Shil” panggil Gabriel namun tak ada jawaban dari Shilla.

“Shilla” panggil Gabriel lebih keras lagi. sontak lamunan Shilla terbuyarkan oleh panggilan Gabriel.

“eh iya Iel ada apa?” tanya Shilla.
“seharusnya gue yang nanya. Lo kenapa? Lo sakit? Mau gue izinin pulang?” tanya Gabriel lembut.

“engga kok, gue gapapa” alibi Shilla. Gabriel sangat tahu sifat Shilla. Shilla selalu bilang ‘gapapa’ padahal sebenarnya ‘ada apa-apa’. Namun Gabriel bukan tipe cowok yang ingin mencampuri urusan orang lain. Gabriel lebih memilih biar orang itu sendiri yang bercerita kepada nya.

*

Hari ini Shilla memilih untuk tidak pulang dengan Gabriel. dia memilih pulang sendiri dan janji dengan Ify ingin ke rumah Ify sepulang sekolah. Kini Shilla sudah sampai dirumah Ify, tepatnya sudah berada di kamar Ify.

“Fy” panggil Shilla. Ify sibuk dengan bb nya di meja belajar.

“hmm” jawab Ify.

“gue mau cerita nih” ujar Ify.

“cerita apa?” kata Ify.

“gue udah enam bulan hts-an sama Iel. Tapi dia belum nembak-nembak gue juga. Menurut lo gue harus gimana?” ujar Shilla lirih.

“lo sabar aja. Gue yakin dalam waktu dekat dia bakal nembak lo kok” jawab Ify ringan.

“kok lo yakin gitu?” tanya Shilla selidik.

“ya.. ngg.. feeling aja. Feeling gue itu selalu tepat” alibi Ify. Ternyata Shilla percaya gitu aja. 

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar