Selasa, 25 Juni 2013

Sahabat Jadi Cinta *11


Fyi, Shilla duduk sama Ify, Sivia sama Cakka dan Gabriel sama Rio.

Sedari tadi Ify melihat Shilla tidak konsen belajar. Shilla hanya mencoret-coret buku ga jelas.

“Shilla kenapa ya?” batin Ify bertanya-tanya. Ify memilih untuk bertanya langsung kepada Shilla. Dia menyenggol siku kiri Shilla. Sontak Shilla kaget.

“eh kenapa Fy?” tanya Shilla.

“lo yang kenapa. Dari tadi lo ngelamun aja, kenapa lo?” tanya Ify. Pastinya mereka berbisik.

“gu.. gue? kenapa? Ga kenapa-kenapa kok” jawab Shilla berbohong. Ify tahu pasti jika Shilla berbohong. Dan Ify tahu saat ini Shilla sedang berbohong. Ify memilih diam saja tidak mau melanjutkan bertanya. Dia tidak mau terlalu ikut campur urusan pribadi orang lain sekalipun itu sahabatnya dari kecil sekali pun.

Rio juga merasakan hal yang sama dengan Ify. Namun ini beda. Rio memperhatikan Gabriel yang sedari tadi melamun. Mata nya hanya menatap kosong ke arah Shilla.

“ck.. pasti Shilla lagi nih” batin Rio.

“Iel, kenapa lo?” tanya Rio kepada Gabriel.

“hah? Ga kenapa-kenapa kok. Emang gue kenapa?” tanya Gabriel balik. Otak nya masih kacau sepertinya._.

“ye.. malah balik nanya nih anak. Ada apa lo sama Shilla?” tanya Rio to the point. Gabriel kaget “dari mana nih anak tau gue ada masalah sama Shilla?” batin Gabriel.

“ga tau gue, semalem tiba-tiba dia marah-marah ga jelas sama gue. pusing gue sama cewek” lirih Gabriel. Rio mengerti maksud Gabriel. Rio bisa menangkap bahwa Gabriel memiliki perasaan khusus terhadap Shilla.

Rio yakin Gabriel belum menyadari perasaan nya itu terhadap Shilla. Tapi bagi yang melihat, bisa menyadari itu. nyatanya saja, Gabriel selalu galau jika Shilla sudah marah sama dia. Gabriel selalu berusaha minta maaf terhadap Shilla. Itu udah salah satu buktinya.

S
K
I
P

TEEETTT

Bel istirahat pun berbunyi. Shilla, Gabriel, Ify, Rio, Sivia dan Cakka bersiap ingin ke kantin. Tapi Sivia ingin ke kelas Febby dulu menjemput Febby.

“guys, kalian duluan aja yak e kantinnya. Gue ke kelas kak Febby dulu” ujar Sivia. Semuanya mengangguk. Tadi sebelum belajar, Sivia sudah menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya.

“ya udah, kita duluan ya Fy” jawab Ify. Sivia berlalu pergi menuju kelas Febby. Gabriel, Shilla, Rio, Ify dan Cakka pun pergi ke kantin duluan.

Seperti biasa, mereka selalu bercanda gurau dimana pun. Tapi kali ini, Gabriel dan Shilla tidak ikut seperti biasanya. Mereka berdua hanya diam. Seperti ada kecanggungan diantara mereka berdua.

“Bu, kayak biasa ya tujuh” teriak Rio kepada ibu kantin tempat langganan mereka. ibu kantin mengangguk. Gabriel, Rio, Cakka, Shilla dan Ify duduk di meja biasa mereka. meja itu memang di khususkan untuk mereka karena Gabriel yang meminta. You know lah ya Gabriel siapa di sekolah itu….

“hai guys” sapa Sivia. Dia sudah datang bersama Febby.

“hai” sapa semuanya. Mereka semua melihat ke Febby yang berdiri dibelakang Sivia.

“hai. Kak Febby ya?” tanya Shilla

“iya” jawab Febby.

“duduk ayo kak. Gabung aja sama kita” ajak Ify. Febby mengangguk lalu duduk disebelah kiri Ify. Di sebelah kanan Ify ada Rio.

Sivia masih berdiri dengan mulut manyun nya “gue ga disuruh duduk nih?” tanya Sivia.

“ga” jawab sahabat-sahabatnya serentak.

“ih gitu banget”

“lo kayak anak baru gabung aja. Ya duduk aja kali” sinis Cakka. Sivia hanya nyengir mamerin gigi nya (?). dia duduk disamping kiri Cakka. Di kanan Cakka ada Gabriel, dikanan Gabriel ada Shilla.

“oh iya. Guys, kenalin ini kak Febby. Kakak gue. kak, kenalin, yang item cungkring pesek itu nama nya Rio” ujar Sivia menunjuk Rio. Orang yang ditunjuk melotot kepada Sivia. Sivia hanya nyengir lagi ._.

Febby mengulurkan tangannya menjabat tangan Rio “halo, Febby” ujar Febby.

“Rio” balas Rio tak lupa menebar sedikit senyum maut nya *aw abaikan*

“nah yang disamping nya itum, Ify”

“halo, Febby”

“halo kak, kenalin gue Ify”

“kok gue tadi perkenalan nya ga enak banget Vi? Nah pas Ify ga bilang apa-apa” protes Rio.

“ muka lo emang ga enak. Terima aja udah” sinis Sivia. Mereka semua tertawa mendengar Sivia meledek Rio seperti itu. orang yang diledek hanya manyun saja-_-

“nah yang item cungkring satu lagi itu tapi mancung nama nya Gabriel”

“halo, Febby”

“halo kak, gue Gabriel”

“disamping nya Shilla”

“halo kak, gue Shilla. Salam kenal ya”

“halo Shil, aku Febby”

Sivia sudah selesai memperkenalkan satu per satu sahabat-sahabat nya yang nantinya juga akan menjadi sahabat Febby. Tapi ada satu lagi yang belum dikenalkan Sivia. Itu Cakka.

Bersambung… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar