Fyi, Shilla duduk sama Ify, Sivia sama Cakka
dan Gabriel sama Rio.
Sedari tadi Ify melihat Shilla tidak konsen
belajar. Shilla hanya mencoret-coret buku ga jelas.
“Shilla kenapa ya?” batin Ify bertanya-tanya.
Ify memilih untuk bertanya langsung kepada Shilla. Dia menyenggol siku kiri
Shilla. Sontak Shilla kaget.
“eh kenapa Fy?” tanya Shilla.
“lo yang kenapa. Dari tadi lo ngelamun aja,
kenapa lo?” tanya Ify. Pastinya mereka berbisik.
“gu.. gue? kenapa? Ga kenapa-kenapa kok” jawab Shilla berbohong. Ify tahu pasti jika Shilla berbohong. Dan Ify tahu saat ini Shilla sedang berbohong. Ify memilih diam saja tidak mau melanjutkan bertanya. Dia tidak mau terlalu ikut campur urusan pribadi orang lain sekalipun itu sahabatnya dari kecil sekali pun.
Rio juga merasakan hal yang sama dengan Ify.
Namun ini beda. Rio memperhatikan Gabriel yang sedari tadi melamun. Mata nya
hanya menatap kosong ke arah Shilla.
“ck.. pasti Shilla lagi nih” batin Rio.
“Iel, kenapa lo?” tanya Rio kepada Gabriel.
“hah? Ga kenapa-kenapa kok. Emang gue kenapa?”
tanya Gabriel balik. Otak nya masih kacau sepertinya._.
“ye.. malah balik nanya nih anak. Ada apa lo
sama Shilla?” tanya Rio to the point. Gabriel kaget “dari mana nih anak tau gue
ada masalah sama Shilla?” batin Gabriel.
“ga tau gue, semalem tiba-tiba dia marah-marah
ga jelas sama gue. pusing gue sama cewek” lirih Gabriel. Rio mengerti maksud
Gabriel. Rio bisa menangkap bahwa Gabriel memiliki perasaan khusus terhadap
Shilla.
Rio yakin Gabriel belum menyadari perasaan nya
itu terhadap Shilla. Tapi bagi yang melihat, bisa menyadari itu. nyatanya saja,
Gabriel selalu galau jika Shilla sudah marah sama dia. Gabriel selalu berusaha
minta maaf terhadap Shilla. Itu udah salah satu buktinya.
S
K
I
P
TEEETTT
Bel istirahat pun berbunyi. Shilla, Gabriel,
Ify, Rio, Sivia dan Cakka bersiap ingin ke kantin. Tapi Sivia ingin ke kelas
Febby dulu menjemput Febby.
“guys, kalian duluan aja yak e kantinnya. Gue
ke kelas kak Febby dulu” ujar Sivia. Semuanya mengangguk. Tadi sebelum belajar,
Sivia sudah menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya.
“ya udah, kita duluan ya Fy” jawab Ify. Sivia
berlalu pergi menuju kelas Febby. Gabriel, Shilla, Rio, Ify dan Cakka pun pergi
ke kantin duluan.
Seperti biasa, mereka selalu bercanda gurau
dimana pun. Tapi kali ini, Gabriel dan Shilla tidak ikut seperti biasanya.
Mereka berdua hanya diam. Seperti ada kecanggungan diantara mereka berdua.
“Bu, kayak biasa ya tujuh” teriak Rio kepada
ibu kantin tempat langganan mereka. ibu kantin mengangguk. Gabriel, Rio, Cakka,
Shilla dan Ify duduk di meja biasa mereka. meja itu memang di khususkan untuk
mereka karena Gabriel yang meminta. You know lah ya Gabriel siapa di sekolah
itu….
“hai guys” sapa Sivia. Dia sudah datang bersama
Febby.
“hai” sapa semuanya. Mereka semua melihat ke
Febby yang berdiri dibelakang Sivia.
“hai. Kak Febby ya?” tanya Shilla
“iya” jawab Febby.
“duduk ayo kak. Gabung aja sama kita” ajak Ify.
Febby mengangguk lalu duduk disebelah kiri Ify. Di sebelah kanan Ify ada Rio.
Sivia masih berdiri dengan mulut manyun nya
“gue ga disuruh duduk nih?” tanya Sivia.
“ga” jawab sahabat-sahabatnya serentak.
“ih gitu banget”
“lo kayak anak baru gabung aja. Ya duduk aja
kali” sinis Cakka. Sivia hanya nyengir mamerin gigi nya (?). dia duduk
disamping kiri Cakka. Di kanan Cakka ada Gabriel, dikanan Gabriel ada Shilla.
“oh iya. Guys, kenalin ini kak Febby. Kakak
gue. kak, kenalin, yang item cungkring pesek itu nama nya Rio” ujar Sivia
menunjuk Rio. Orang yang ditunjuk melotot kepada Sivia. Sivia hanya nyengir
lagi ._.
Febby mengulurkan tangannya menjabat tangan Rio
“halo, Febby” ujar Febby.
“Rio” balas Rio tak lupa menebar sedikit senyum
maut nya *aw abaikan*
“nah yang disamping nya itum, Ify”
“halo, Febby”
“halo kak, kenalin gue Ify”
“kok gue tadi perkenalan nya ga enak banget Vi?
Nah pas Ify ga bilang apa-apa” protes Rio.
“ muka lo emang ga enak. Terima aja udah” sinis
Sivia. Mereka semua tertawa mendengar Sivia meledek Rio seperti itu. orang yang
diledek hanya manyun saja-_-
“nah yang item cungkring satu lagi itu tapi
mancung nama nya Gabriel”
“halo, Febby”
“halo kak, gue Gabriel”
“disamping nya Shilla”
“halo kak, gue Shilla. Salam kenal ya”
“halo Shil, aku Febby”
Sivia sudah selesai memperkenalkan satu per
satu sahabat-sahabat nya yang nantinya juga akan menjadi sahabat Febby. Tapi
ada satu lagi yang belum dikenalkan Sivia. Itu Cakka.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar