Jumat, 07 Juni 2013

Love Game *3


Ify mengantarkan Shilla ke rumah nya. Di dalam perjalanan Ify hanya diam dan seperti memikirkan sesuatu. Shilla yang melihat sikap aneh Ify pun heran mengernyitkan kening nya.

“kenapa lo Fy” suara Shilla sontak membuyarkan lamunan Ify.

“eh ga.. gapapa kok.” Jawab Ify. Shilla hanya mengangguk-angguk saja dengan jawab bohong Ify itu.

“oh iya Shil katanya kan lo suka tantangan nih. Gimana kalo gue tantangin lo?” lanjut Ify.

Shilla memang pernah bilang ke Ify kalo dia suka dengan hal baru apalagi itu sebuah tantangan baru bagi dirinya. Shilla berfikir sejenak mengolah perkataan Ify.

“kalo gue menang lo berani kasih gue apa?” tantang Shilla balik. Ify seperti sedikit berfikir. Seutas senyum keluar dari bibir mungil Ify.

“gue kasih lo mobil gue ini.”

Shilla kaget dengan penawaran besar Ify. “kalo gue kalah?” tanya Shilla lagi. “hmm.. mobil sport yang parkir di garasi rumah lo itu buat gue. Gimana? Deal? Setimpal kan bayaran nya?” Ify menaik turun kan alis nya.

Shilla berfikir sejenak lalu menjulurkan tangannya ke Ify. “oke deal.”

“emang tantangan nya apaan?” lanjut Shilla yang baru kepikiran apa tantangannya. Ify memberitahukan apa tantangan yang dia kasih untuk Shilla. Awal nya Shilla kaget dengan tawaran Ify dan langsung menolak tantangan itu.

“WHAT??!! GILA LO GA AH OGAH” kaget Shilla.

“katanya lo suka tantangan? Apaan? Pengecut lo.” balas Ify agar Shilla menerima tawarannya.

“Bener juga kata Ify. Gue kan suka tantangan. Nah sekarang udah ada tantangan gue tolak. Gimana ya…” batin Shilla.

“gimana Shil?” tanya Ify menggoda.

“mm.. yaudah iya gue mau.” Jawab Shilla pasrah. Ify tersenyum puas. Sepertinya tahap pertama rencana Ify berhasil.

*

Keesokan pagi nya di sekolah Shilla dan Ify sibuk mengobrol di kelas nya. Di tengah perbincangan mereka yang asik datang dua orang cowok tinggi ke meja Shilla dan Ify. Shilla dan Ify tidak sadar akan kedatangan ke dua cowok itu.

“ehem” dehem salah satu cowok itu yang tak lain Gabriel. Shilla dan Ify masih tidak sadar.

“ehem..” dehem cowok satu nya lagi lebih keras yang tak lain Rio. Mendengar deheman Rio sontak Shilla dan Ify kaget den mendongak melihat dua cowok tinggi kini sudah berdiri di depan meja mereka. Entah ada angina pa yang membuat dua cowok ini kini berdiri di hadapan nya. Terlebih lagi Gabriel.

Shilla menatap sinis Gabriel namun aneh Gabriel tidak menatap sinis balik Shilla seperti biasanya. Ify yang merasa ini kesempatan nya, langsung menyikut siku Shilla member kode ‘ini saatnya’ dengan tatapan melotot. Shilla balik melotot ‘ga sekarang’ lalu Ify balik melotot lebih tajam ‘sekarang atau…” Shilla mendecak kesal.

“Ada apa?” tanya Shilla sedikit lembut dari yang biasanya. Ingat ya SEDIKIT lebih lembut namun masih ada jutek nya.

“Hai Ify hehe” sapa Rio nyengir ke Ify dengan melambai-lambaikan tangannya. Dari awal Ify sudah terpikat dengan pesona Rio yang tak kalah manis nya dengan Gabriel.

“Hai Rio.” Balas Ify tak kalah nyengir nya.

Gabriel dan Shilla yang melihat tingkah Rio dan Ify yang saling sapaan tak jelas begitu merasa geli. “woy lo berdua ngapain sih?” tanya Gabriel heran. “lo ganggu aja ah Iel. Ga tau orang lagi asik apa.” Jawab Rio namun pandangannya tidak pindah menatap Ify yang sudah tersipu malu sendiri.

“ck.. geli gue liat lo Fy. Ganjen banget.” Ucap Shilla. Namun Ify tidak menghiraukan kata Shilla. Dia masih menunduk tersipu malu melihat tatapan maut Rio yang menggoda itu.

“eh iya Shil. Hmm gini, ntar pulang sekolah sama siapa?” tanya Gabriel  sedikit ragu ke Shilla. Shilla kaget dengan pertanyaan Gabriel. Perasaan nya mulai ga enak nih.. Shilla menatap Gabriel curiga. Gabriel yang merasa Shilla menatap nya seperti itu langsung melanjut kan perkataan nya “ eh gue ga ngajak ribut kok. Suer deh.” Gabriel mengacungkan jari manis dan jari tengah nya membentuk huruf V.

Namun Shilla masih menatap Gabriel penuh kecurigaan. “ck susah banget dah bikin nih cewek percaya” batin Gabriel. Gabriel berusaha menebarkan senyum termanis ‘menurutnya’.

“Ngapain lo senyam senyum gitu? Gila lo?” sinis Shilla.

“eh ga ada kok hehe.” Gabriel menggaruk-garuk kepala nya. Mati kutu mendengar perkataan Shilla. Karena merasa sudah tak mau basa-basi lagi Gabriel langsung saja mengajukan maksud awal nya. “ntar pulang sekolah gue tunggu di parkiran depan mobil B 1 EL. Oke?” Shilla menganga dengan perkataan Gabriel. Dia masih belum mengerti.

Belum Shilla menjawab perkataan Gabriel, cowok itu sudah berlari ke luar kelas duluan meninggalkan Rio. Rio dan Ify yang mendengar percakapan dingin Gabriel dan Shilla tadi menaik turun kan alis mereka. “ehem ehem” goda Ify dan Rio bersamaan.

“gue keluar dulu ya Fy nyusul Gabriel. Bye Ify.” Pamit Rio ke Ify dengan mata genit nya.

“Bye Rio.” Balas Ify tersipu malu. Shilla yang duduk disebelah Ify kini masih ternganga mencerna maksud perkataan Gabriel.

*
hentakan kaki dan suara riang murid-murid sudah terdengar jelas karena sudah waktu nya jam pulang sekolah. Shilla dan Ify berjalan meninggalkan kelas dan menuju parkiran mobil. Niat nya pulang bareng Ify. Namun sebelum sampai di mobil Ify, tangan Shilla sudah ditarik seseorang dari belakang. Sontak Shilla kaget dan membalik badan melihat ke belakang siapa yang menarik tangannya. Ternyata seorang cowok tinggi yang sekarang menjadi trending topic di sekolah nya itu. Gabriel.

“ngapain lo narik-narik tangan gue? Lepasin ga.” Shilla beruaha melepaskan cengkraman tangan Gabriel dari pergelangan tangan kanan nya. Sedikit demi sedikit siswa-siswi yang melihat Gabriel menggenggam tangan Shilla pun berhenti melihat apa yang akan terjadi.

“lo lupa?” tanya Gabriel dengan tatapan sinis namun tersenyum licik kepada Shilla dan masih menggenggam pergelangan tangan Shilla kuat. Shilla tidak bisa apa-apa karena cengkraman tangan Gabriel lebih kuat dari pada tenaga Shilla.

“lupa apaan sih?” tanya Shilla heran.

“ck.. lo lupa kalo tadi gue nyuruh lo temuin gue sepulang sekolah depan mobil B 1 EL?”

Shilla berfikir sejenak. Jujur dia beneran lupa kalo tadi Gabriel nyuruh dia buat nemuin Gabriel di depan mobil B 1 EL. Shilla menepuk jidat nya tanda dia lupa. “oh iya gue lupa. Trus sekarang udah ketemu kan?” emang mau ngapain sih?” Shilla menepis kasar cengkraman tangan Gabriel dan kali ini berhasil lepas.

Gabriel menatap Ify. Ify masih diam tak bergeming. Gabriel menaikan alis nya member kode ke Ify ‘Shilla pulang bareng gue. Lo duluan aja.’ Ify yang mengerti maksud Gabriel hanya membalas dengan anggukan.

Gabriel yang melihat persetujuan Ify dengan anggukan itu pun langsung kembali menarik pergelangan Shilla pergi dari arena yang sudah ramai dikepung oleh siswa-siswi IHS. Cewek-cewek yang melihat Gabriel menggenggam pergelangan Shilla itu pun iri dengan Shilla. Bahkan sekarang banyak bisik-bisik tetangga mengenai Gabriel dan Shilla.

Gabriel menarik Shilla hingga ke depan mobil Sport warna putih bernomor kan polisi B 1 EL. Shilla masih tidak tahu kenapa Gabriel menarik nya seperti ini tiba-tiba. Tanpa ada kata-kata Gabriel langsung membuka pintu mobil nya (pintu penumpang sebelah kursi pengemudi) dan langsung menyuruh Shilla masuk ke dalam mobil itu.

Kini Shilla mengerti apa maksud semua ini. Shilla menatap Gabriel melotot dengan arti ‘gue ga mau’ Gabriel langsung saja memaksa Shilla untuk masuk. “masuk aja.” Balas Gabriel ketus. Kali ini Shilla pasrah tak bisa apa-apa karena sahabat nya Ify tidak ada disamping nya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar