Ify
mengantarkan Shilla ke rumah nya. Di dalam perjalanan Ify hanya diam dan
seperti memikirkan sesuatu. Shilla yang melihat sikap aneh Ify pun heran
mengernyitkan kening nya.
“kenapa lo
Fy” suara Shilla sontak membuyarkan lamunan Ify.
“eh ga..
gapapa kok.” Jawab Ify. Shilla hanya mengangguk-angguk saja dengan jawab bohong
Ify itu.
“oh iya Shil
katanya kan lo suka tantangan nih. Gimana kalo gue tantangin lo?” lanjut Ify.
Shilla
memang pernah bilang ke Ify kalo dia suka dengan hal baru apalagi itu sebuah
tantangan baru bagi dirinya. Shilla berfikir sejenak mengolah perkataan Ify.
“kalo gue
menang lo berani kasih gue apa?” tantang Shilla balik. Ify seperti sedikit
berfikir. Seutas senyum keluar dari bibir mungil Ify.
“gue kasih
lo mobil gue ini.”
Shilla kaget
dengan penawaran besar Ify. “kalo gue kalah?” tanya Shilla lagi. “hmm.. mobil
sport yang parkir di garasi rumah lo itu buat gue. Gimana? Deal? Setimpal kan
bayaran nya?” Ify menaik turun kan alis nya.
Shilla
berfikir sejenak lalu menjulurkan tangannya ke Ify. “oke deal.”
“emang
tantangan nya apaan?” lanjut Shilla yang baru kepikiran apa tantangannya. Ify
memberitahukan apa tantangan yang dia kasih untuk Shilla. Awal nya Shilla kaget
dengan tawaran Ify dan langsung menolak tantangan itu.
“WHAT??!!
GILA LO GA AH OGAH” kaget Shilla.
“katanya lo
suka tantangan? Apaan? Pengecut lo.” balas Ify agar Shilla menerima tawarannya.
“Bener juga
kata Ify. Gue kan suka tantangan. Nah sekarang udah ada tantangan gue tolak.
Gimana ya…” batin Shilla.
“gimana
Shil?” tanya Ify menggoda.
“mm.. yaudah
iya gue mau.” Jawab Shilla pasrah. Ify tersenyum puas. Sepertinya tahap pertama
rencana Ify berhasil.
*
Keesokan pagi
nya di sekolah Shilla dan Ify sibuk mengobrol di kelas nya. Di tengah
perbincangan mereka yang asik datang dua orang cowok tinggi ke meja Shilla dan
Ify. Shilla dan Ify tidak sadar akan kedatangan ke dua cowok itu.
“ehem” dehem
salah satu cowok itu yang tak lain Gabriel. Shilla dan Ify masih tidak sadar.
“ehem..”
dehem cowok satu nya lagi lebih keras yang tak lain Rio. Mendengar deheman Rio
sontak Shilla dan Ify kaget den mendongak melihat dua cowok tinggi kini sudah
berdiri di depan meja mereka. Entah ada angina pa yang membuat dua cowok ini
kini berdiri di hadapan nya. Terlebih lagi Gabriel.
Shilla
menatap sinis Gabriel namun aneh Gabriel tidak menatap sinis balik Shilla
seperti biasanya. Ify yang merasa ini kesempatan nya, langsung menyikut siku
Shilla member kode ‘ini saatnya’ dengan tatapan melotot. Shilla balik melotot
‘ga sekarang’ lalu Ify balik melotot lebih tajam ‘sekarang atau…” Shilla
mendecak kesal.
“Ada apa?”
tanya Shilla sedikit lembut dari yang biasanya. Ingat ya SEDIKIT lebih lembut
namun masih ada jutek nya.
“Hai Ify
hehe” sapa Rio nyengir ke Ify dengan melambai-lambaikan tangannya. Dari awal
Ify sudah terpikat dengan pesona Rio yang tak kalah manis nya dengan Gabriel.
“Hai Rio.”
Balas Ify tak kalah nyengir nya.
Gabriel dan
Shilla yang melihat tingkah Rio dan Ify yang saling sapaan tak jelas begitu
merasa geli. “woy lo berdua ngapain sih?” tanya Gabriel heran. “lo ganggu aja
ah Iel. Ga tau orang lagi asik apa.” Jawab Rio namun pandangannya tidak pindah
menatap Ify yang sudah tersipu malu sendiri.
“ck.. geli
gue liat lo Fy. Ganjen banget.” Ucap Shilla. Namun Ify tidak menghiraukan kata
Shilla. Dia masih menunduk tersipu malu melihat tatapan maut Rio yang menggoda
itu.
“eh iya
Shil. Hmm gini, ntar pulang sekolah sama siapa?” tanya Gabriel sedikit ragu ke Shilla. Shilla kaget dengan
pertanyaan Gabriel. Perasaan nya mulai ga enak nih.. Shilla menatap Gabriel
curiga. Gabriel yang merasa Shilla menatap nya seperti itu langsung melanjut
kan perkataan nya “ eh gue ga ngajak ribut kok. Suer deh.” Gabriel mengacungkan
jari manis dan jari tengah nya membentuk huruf V.
Namun Shilla
masih menatap Gabriel penuh kecurigaan. “ck susah banget dah bikin nih cewek
percaya” batin Gabriel. Gabriel berusaha menebarkan senyum termanis
‘menurutnya’.
“Ngapain lo
senyam senyum gitu? Gila lo?” sinis Shilla.
“eh ga ada
kok hehe.” Gabriel menggaruk-garuk kepala nya. Mati kutu mendengar perkataan
Shilla. Karena merasa sudah tak mau basa-basi lagi Gabriel langsung saja
mengajukan maksud awal nya. “ntar pulang sekolah gue tunggu di parkiran depan
mobil B 1 EL. Oke?” Shilla menganga dengan perkataan Gabriel. Dia masih belum
mengerti.
Belum Shilla
menjawab perkataan Gabriel, cowok itu sudah berlari ke luar kelas duluan
meninggalkan Rio. Rio dan Ify yang mendengar percakapan dingin Gabriel dan
Shilla tadi menaik turun kan alis mereka. “ehem ehem” goda Ify dan Rio
bersamaan.
“gue keluar
dulu ya Fy nyusul Gabriel. Bye Ify.” Pamit Rio ke Ify dengan mata genit nya.
“Bye Rio.”
Balas Ify tersipu malu. Shilla yang duduk disebelah Ify kini masih ternganga
mencerna maksud perkataan Gabriel.
*
hentakan
kaki dan suara riang murid-murid sudah terdengar jelas karena sudah waktu nya
jam pulang sekolah. Shilla dan Ify berjalan meninggalkan kelas dan menuju
parkiran mobil. Niat nya pulang bareng Ify. Namun sebelum sampai di mobil Ify,
tangan Shilla sudah ditarik seseorang dari belakang. Sontak Shilla kaget dan
membalik badan melihat ke belakang siapa yang menarik tangannya. Ternyata
seorang cowok tinggi yang sekarang menjadi trending topic di sekolah nya itu.
Gabriel.
“ngapain lo
narik-narik tangan gue? Lepasin ga.” Shilla beruaha melepaskan cengkraman
tangan Gabriel dari pergelangan tangan kanan nya. Sedikit demi sedikit
siswa-siswi yang melihat Gabriel menggenggam tangan Shilla pun berhenti melihat
apa yang akan terjadi.
“lo lupa?”
tanya Gabriel dengan tatapan sinis namun tersenyum licik kepada Shilla dan
masih menggenggam pergelangan tangan Shilla kuat. Shilla tidak bisa apa-apa
karena cengkraman tangan Gabriel lebih kuat dari pada tenaga Shilla.
“lupa apaan
sih?” tanya Shilla heran.
“ck.. lo
lupa kalo tadi gue nyuruh lo temuin gue sepulang sekolah depan mobil B 1 EL?”
Shilla
berfikir sejenak. Jujur dia beneran lupa kalo tadi Gabriel nyuruh dia buat
nemuin Gabriel di depan mobil B 1 EL. Shilla menepuk jidat nya tanda dia lupa.
“oh iya gue lupa. Trus sekarang udah ketemu kan?” emang mau ngapain sih?”
Shilla menepis kasar cengkraman tangan Gabriel dan kali ini berhasil lepas.
Gabriel
menatap Ify. Ify masih diam tak bergeming. Gabriel menaikan alis nya member
kode ke Ify ‘Shilla pulang bareng gue. Lo duluan aja.’ Ify yang mengerti maksud
Gabriel hanya membalas dengan anggukan.
Gabriel yang
melihat persetujuan Ify dengan anggukan itu pun langsung kembali menarik
pergelangan Shilla pergi dari arena yang sudah ramai dikepung oleh siswa-siswi
IHS. Cewek-cewek yang melihat Gabriel menggenggam pergelangan Shilla itu pun
iri dengan Shilla. Bahkan sekarang banyak bisik-bisik tetangga mengenai Gabriel
dan Shilla.
Gabriel
menarik Shilla hingga ke depan mobil Sport warna putih bernomor kan polisi B 1
EL. Shilla masih tidak tahu kenapa Gabriel menarik nya seperti ini tiba-tiba.
Tanpa ada kata-kata Gabriel langsung membuka pintu mobil nya (pintu penumpang
sebelah kursi pengemudi) dan langsung menyuruh Shilla masuk ke dalam mobil itu.
Kini Shilla
mengerti apa maksud semua ini. Shilla menatap Gabriel melotot dengan arti ‘gue
ga mau’ Gabriel langsung saja memaksa Shilla untuk masuk. “masuk aja.” Balas
Gabriel ketus. Kali ini Shilla pasrah tak bisa apa-apa karena sahabat nya Ify
tidak ada disamping nya.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar