Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *14


Hari ini Ify datang lebih cepat dari biasanya. Tadi Rio bilang kalo ga bisa jemput, alasannya mobil nya rusak. Akhirnya Ify memilih bawa mobil sendiri ke sekolah. Ify berjalan dengan semangat nya ke kelas Rio. Bermaksud ingin mengajak sarapan bareng di kantin. Namun langkah Ify terhenti di depan pintu kelas Rio.

Dia mendengar suara yang sangat dia kenal sedang berbicara serius “...... selama ini gue udah bohongin Shilla, Yo. Selama ini Shilla tau nama gue Cakka. Shilla ga tau kalo selama ini Cakka yang dia kenal itu Kaka sahabat kecil nya dia. Gue merasa bersalah banget Yo sama Shilla. Gue nyesel udah bohongin dia.“ Ify mendengar dengan jelas itu suara Cakka. Ify kaget mendengar semuanya.

*

“jadi gitu Yo, menurut lo gue harus gimana? Gue bimbang.“

“masalah lo ini cukup berat Cak. Gue sendiri juga bingung gimana nya.“

“kalo gue ceritain ini semua ke Ify trus minta usul dia aja gimana Cak? Kan dia sahabat Shilla tuh, pasti dia bisa bantu elo.“

“gila. Itu nama nya lo nyuruh gue masuk kandang harimau tau ga. Karena Ify itu sahabat nya Shilla makanya jangan kasih tau Ify. Ify pasti udah tau dari Shilla. Shilla pasti sering curhat ke Ify tentang ini. Tapi Shilla sama Ify ga tau yang sebenernya baru terjadi.“

“bener juga ya.“ Jawab Rio bingung.

mereka kembali berpikir keras. belum lama mereka berpikir keras, tiba-tiba....

“jadi selama ini lo bohongin Shilla, Cak?“ Ify kini sudah sangat marah dengan Cakka karena tega-tega nya Cakka selama beberapa bulan ini membohongi Shilla. Sontak Cakka dan Rio kaget. Ify menatap dua orang ini dengan tatapan tajam yang tak biasa.

“IFY??!“ kaget Rio dan Cakka.

“iya. Gue. Kenapa? Lo berdua kaget? Jadi selama ini lo udah ngebohongin sahabat gue Cak? Tega lo sama Shilla? Apa salah Shilla sampe lo tega ngebohongin dia hah?! Lo ga tau? Shilla tiap malem nangisin lo, mikirin lo. Lo ga tau gimana sakitnya jadi Shilla? Ga tau kan lo?“ emosi Ify kini meluap.

“sabar dulu Fy . gue bisa jelasin. Gue yakin lo ga denger semua pembicaraan gue sama Rio tadi.“ Cakka mencoba menyabar Ify dan berusaha menjelaskan semuanya kepada Ify.

“hah? Penjelas? Penjelasan kata lo? Apa kurang jelas yang gue denger tadi?“ sinis Ify.

“Fy, lo itu tadi Cuma denger Cakka ngomong bagian terakhir aja kan? Lo ga denger Cakka ngomong dari awal kan? Gue harap sekarang lo mau dengerin penjelasan Cakka. Gue yang tau Fy. Dia sendiri yang cerita sama gue tadi dari awal.“ Rio juga ikut membantu Cakka membujuk Ify agar mau mendengar semua penjelasan dari Cakka.

“ga perlu Yo. Ga perlu. Gue emang ga denger dari awal, tapi gue udah CUKUP JELAS dengan apa yang gue denger.“ Sinis Ify menekan kan kata-kata nya pada kata yang dicapslock. Cakka hanya bisa tertunduk lemas. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dibuatnya. Dia harus siap jika Shilla menjauh dari nya dan membenci nya.

“LO DENGERIN PENJELAS CAKKA DULU FY. LO CUMA SALAH PAHAM. LO GA DENGER SEMUANYA DARI AWAL.“ Kini Rio juga ikutan emosi dengan Ify karena Ify keras kepala. Ify kaget mendengar Rio membentak nya.

“lo ngebentak gue Yo?“ lirih Ify mulai menitikan air matanya. Rio merasa bersalah karena sudah membentak Ify.

“sorry Fy, gue kebawa emosi. Gue ga maksud ngebentak lo.“ Ujar Rio.

”oke. Gue tau gue keras kepala. Sekarang kalian mau apa? Mau gue dengerin penjelasan Cakka dari awal? Oke. Fine. Gue dengerin. Ayo Cak ceritain sama gue yang sebenernya.“ Pasrah Ify kini. Cakka yang semula nya menunduk kini mengangkat kepala nya dengan sedikit senyum kesenangan dibibirnya.

“beneran Fy?“ tanya Cakka memastikan. Ify hanya mengangguk. Mulai lah Cakka menceritakan semuanya kepada Ify. Kini Ify paham dengan semuanya. Cakka juga sudah memberitahu alasannya kepada Ify kenapa dia bisa berbohong seperti ini.

“sorry ya Cak gue udah nuduh lo yang engga engga.“ Kata Ify meminta maaf kepada Cakka karena merasa ga enak.

“iya Fy gapapa kok. Gue paham tadi lo Cuma kebawa emosi aja. Yang penting sekarang lo udah tau yang sebenernya. Dan... gue mohon jangan kasih tau ini semua sama Shilla.“ Ujar Cakka kepada Ify. Ify mengernyitkan dahi nya heran.

“kenapa Cak? Ini kan yang lo mau? Ketemu sama Shilla lagi sebagai Kaka. Sahabatnya kecil Shilla yang selalu ditunggu-tunggu Shilla selama beberapa tahun ini, bukan sebagai Cakka anak baru disekolahan dan masuk ke hari-hari nya Shilla.“ Kata Ify.

“gue belum siap Fy. Gue belum siap kalo sampe Shilla marah dan ngejauh dari gue.“ Lirih Cakka. Dia menundukan kepala nya.

Ify juga merasa iba sama Cakka. Dia ga tega kalo sampe ngeliat Shilla menjauhi Cakka. “yaudah, gue janji bakal jaga semua ini.“ Kata Ify tersenyum. Cakka mengangkat kepala nya “makasih ya Fy“ kali ini ada perasaan sedikit lega di hati Cakka. Karena kini dia menanggung beban ini ga sendirian lagi, tapi bersama sahabatnya.

Ohiya, FYI guys. Shilla dan Ify ga sekelas sama Cakka dan Rio. Shilla dan Ify kelas XI A sedangkan Cakka dan Rio kelas XI E. Shilla nunggu Kaka sahabat kecilnya itu kira-kira udah hm.. 8tahunan. Ya.. kira-kira segitulah.

Bersambung...

Ternyata Cakka itu Kaka toh *author ngangguk-ngangguk* ada yang bakal ngira kalo Kaka itu Cakka ga? Pasti CL pada udah ngira nih pasti ._. maap pemirsah kalo ga terlalu surprise ceritanya, maklum penulis abal... :| 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar