Ify masuk ke kelas nya dengan langkah gontai
dan wajah lesu. Shilla sudah duduk di kelas nya dengan perasaan berbunga-bunga.
“hai Fy.” Sapa Shilla dengan senyuman merekah
dibibirnya.
“hai Shil.” Lirh Ify.
“gue lagi seneng loh.”
“seneng kenapa?” tanya Ify. Dia sudah tahu apa
yang bisa membuat Shilla senang akhir-akhir ini, yaitu Cakka. Ify tidak sanggup
membayangkan bagaimana terpuruk nya Shilla nanti kalo tau Cakka itu Kaka.
“satnite nanti Cakka ngajak gue dinner.” Ujar
Shilla senang seperti anak kecil.
“oh.” Jawab Ify singkat. Shilla merasa ada yang
ganjil dari Ify hari ini. “lo kenapa sih Fy? Lesu banget? Lo sakit?” tanya
Shilla sambil meletakan punggung tangannya ke dahi Ify.
“gue gapapa kok Shil.” Jawab Ify.
“eh iya Fy. Gue boleh nanya sesuatu ga sama
elo?” tanya Ify. Shilla mengernyitkan dahi nya. Dia semakin heran dengan sikap
Ify hari ini. biasanya Ify kalo mau nanya sesuatu langsung aja. Ga pake nanya
kayak gini. “ya boleh lah Fy. Emang lo mau nanya apa?” jawab Shilla.
“emm.. kalo seandainya selama ini lo udah
ketemu sama Kaka tapi ternyata lo kenal dia bukan sebagai Kaka gimana? Apa
reaksi lo?” pertanyaan Ify sangat mengagetkan Shilla. Ga biasanya Ify se serius
ini kalo membahas Kaka. Apalagi Shilla udah jarang bicarain Kaka sama Ify
semenjak Cakka memasuki hari-hari Shilla.
“kok.. tumben banget lo nanya gitu sama gue?”
selidik Shilla.
“nggg… ga ada sih Shil, kan nanya aja hehe”
alibi Ify. “oh.. kalo misalnya selama ini gue udah ketemu Kaka tapi gue
mengenal dia bukan sebagai Kaka ya gue marah lah. Sangat marah. gue ga bisa
maafin dia. Berarti dia ngebohongin gue dong? Buat apa coba dia ngebohongin
gue?” jawab Shilla.
“oh gitu ya Shil. Kalo seandainya dia punya
alasan tertentu makanya dia ngebohongin lo gimana? Apa lo masih ga bisa maafin
dia?” tanya Ify lagi.
Shilla mengernyitkan dahi nya. Hari ini Ify
sangat aneh menurutnya “lo dari tadi berandai-andai deh Fy. Udah ah gue ga mau
berandai-andai lagi. yang penting sekarang udah ada Cakka yang gantiin Kaka
dihati gue.” Shilla keceplosan bilang begitu ke Ify. Padahal selama ini dia
selalu menghindar kalo ditanya Ify soal perasaan nya ke Cakka.
“lo suka Shil sama Cakka?” goda Ify kini.
“engg… engga kok engga. Maksud gue tuh ya,
sekarang udah ada Cakka yang jadi sahabat gue ngegantiin Kaka. Gitu..” alibi
Shilla. Ify hanya mengangguk-angguk. Padahal dia sudah lama tahu bahwa
sahabatnya ini suka dengan Cakka.
“ga heran Shil Cakka mampu menggantikan Kaka
dihati lo. karena Cakka itu Kaka Shil. Kaka cinta monyet lo dulu yang selalu lo
tunggu-tunggu.” Batin Ify lirih.
*
@
Kamar Ify
Gadis berdagu tirus ini sedang melamun di
balkon kamar nya. Dia menatap langit cerah malam ini. dia memikirkan Shilla.
Dia tidak tega melihat Shilla nantinya menjadi terpuruk jika tahu yang sebenarnya
nanti.
“gue ga tega Shil kalo nantinya lo tau
semuanya. Tapi gue makin ga tega lagi kalo lo tahu semua ini terlambat. Tapi
kalo sekarang lo tahu semuanya… arrgghhh gila! Bisa gila gue mikirin ini” Ify
berbicara sendiri kepada dirinya.
“gue harap lo bisa tegar Shil. Gue yakin lo
gadis yang kuat. Selama ini juga lo ngejalanin hidup lo yang berat dengan ceria
kan? Gue harap waktu lo tahu semuanya lo juga bakal bisa ngadepinnya dengan
senyuman” ujar Ify.
*
Shilla sedang menatap langit cerah malam ini
dengan senyuman. Entah apa yang bisa membuat dia tersenyum malam ini. namun
tiba-tiba Shilla merasakan pusing yang sangat hebat. Pusing yang sering
menghampiri tubuh nya. Dia mengerang kesakitan sambil memegangi kepala nya
kuat.
“arrggghh sakit” Shilla mengerang kesakitan. Dia
mencoba menahan tubuhnya agar tidak pingsan. Namun apa daya? Tubuhnya sudah
tidak kuat bertahan.
BRUUKK…
Bersambung…
Maaf guys part ini sengaja aku bikin singkat
hehe ga maksud apa-apa kok. Lagi pengen aja bikin singkat :p follow twitter aku
ya @elviraeryos makasih buat yang udah luangin waktu nya buat baca cerbung aku
yang super duper ngebosenin ini. maklumi lah saya yang tak berdosa, imut dan
chubby ini (?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar