Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *15


Ify masuk ke kelas nya dengan langkah gontai dan wajah lesu. Shilla sudah duduk di kelas nya dengan perasaan berbunga-bunga.

“hai Fy.” Sapa Shilla dengan senyuman merekah dibibirnya.

“hai Shil.” Lirh Ify.

“gue lagi seneng loh.”

“seneng kenapa?” tanya Ify. Dia sudah tahu apa yang bisa membuat Shilla senang akhir-akhir ini, yaitu Cakka. Ify tidak sanggup membayangkan bagaimana terpuruk nya Shilla nanti kalo tau Cakka itu Kaka.

“satnite nanti Cakka ngajak gue dinner.” Ujar Shilla senang seperti anak kecil.

“oh.” Jawab Ify singkat. Shilla merasa ada yang ganjil dari Ify hari ini. “lo kenapa sih Fy? Lesu banget? Lo sakit?” tanya Shilla sambil meletakan punggung tangannya ke dahi Ify.

“gue gapapa kok Shil.” Jawab Ify.

“eh iya Fy. Gue boleh nanya sesuatu ga sama elo?” tanya Ify. Shilla mengernyitkan dahi nya. Dia semakin heran dengan sikap Ify hari ini. biasanya Ify kalo mau nanya sesuatu langsung aja. Ga pake nanya kayak gini. “ya boleh lah Fy. Emang lo mau nanya apa?” jawab Shilla.

“emm.. kalo seandainya selama ini lo udah ketemu sama Kaka tapi ternyata lo kenal dia bukan sebagai Kaka gimana? Apa reaksi lo?” pertanyaan Ify sangat mengagetkan Shilla. Ga biasanya Ify se serius ini kalo membahas Kaka. Apalagi Shilla udah jarang bicarain Kaka sama Ify semenjak Cakka memasuki hari-hari Shilla.

“kok.. tumben banget lo nanya gitu sama gue?” selidik Shilla.

“nggg… ga ada sih Shil, kan nanya aja hehe” alibi Ify. “oh.. kalo misalnya selama ini gue udah ketemu Kaka tapi gue mengenal dia bukan sebagai Kaka ya gue marah lah. Sangat marah. gue ga bisa maafin dia. Berarti dia ngebohongin gue dong? Buat apa coba dia ngebohongin gue?” jawab Shilla.

“oh gitu ya Shil. Kalo seandainya dia punya alasan tertentu makanya dia ngebohongin lo gimana? Apa lo masih ga bisa maafin dia?” tanya Ify lagi.

Shilla mengernyitkan dahi nya. Hari ini Ify sangat aneh menurutnya “lo dari tadi berandai-andai deh Fy. Udah ah gue ga mau berandai-andai lagi. yang penting sekarang udah ada Cakka yang gantiin Kaka dihati gue.” Shilla keceplosan bilang begitu ke Ify. Padahal selama ini dia selalu menghindar kalo ditanya Ify soal perasaan nya ke Cakka.

“lo suka Shil sama Cakka?” goda Ify kini.

“engg… engga kok engga. Maksud gue tuh ya, sekarang udah ada Cakka yang jadi sahabat gue ngegantiin Kaka. Gitu..” alibi Shilla. Ify hanya mengangguk-angguk. Padahal dia sudah lama tahu bahwa sahabatnya ini suka dengan Cakka.

“ga heran Shil Cakka mampu menggantikan Kaka dihati lo. karena Cakka itu Kaka Shil. Kaka cinta monyet lo dulu yang selalu lo tunggu-tunggu.” Batin Ify lirih.

*

@ Kamar Ify

Gadis berdagu tirus ini sedang melamun di balkon kamar nya. Dia menatap langit cerah malam ini. dia memikirkan Shilla. Dia tidak tega melihat Shilla nantinya menjadi terpuruk jika tahu yang sebenarnya nanti.

“gue ga tega Shil kalo nantinya lo tau semuanya. Tapi gue makin ga tega lagi kalo lo tahu semua ini terlambat. Tapi kalo sekarang lo tahu semuanya… arrgghhh gila! Bisa gila gue mikirin ini” Ify berbicara sendiri kepada dirinya.

“gue harap lo bisa tegar Shil. Gue yakin lo gadis yang kuat. Selama ini juga lo ngejalanin hidup lo yang berat dengan ceria kan? Gue harap waktu lo tahu semuanya lo juga bakal bisa ngadepinnya dengan senyuman” ujar Ify.

*

Shilla sedang menatap langit cerah malam ini dengan senyuman. Entah apa yang bisa membuat dia tersenyum malam ini. namun tiba-tiba Shilla merasakan pusing yang sangat hebat. Pusing yang sering menghampiri tubuh nya. Dia mengerang kesakitan sambil memegangi kepala nya kuat.

“arrggghh sakit” Shilla mengerang kesakitan. Dia mencoba menahan tubuhnya agar tidak pingsan. Namun apa daya? Tubuhnya sudah tidak kuat bertahan.

BRUUKK…

Bersambung…

Maaf guys part ini sengaja aku bikin singkat hehe ga maksud apa-apa kok. Lagi pengen aja bikin singkat :p follow twitter aku ya @elviraeryos makasih buat yang udah luangin waktu nya buat baca cerbung aku yang super duper ngebosenin ini. maklumi lah saya yang tak berdosa, imut dan chubby ini (?) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar