Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *21


@ rumah sakit

Mama Shilla sedang membereskan baju-baju dan perlengkapan Shilla selama di Rumah Sakit. Sore ini Shilla sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah lebih membaik.

“Shil.. Ify ga kesini?” tanya mama Shilla yang sedang membereskan baju-baju Shilla.

“ngg.. engga ma. Tadi dia bilang ada urusan. Nanti malem dia kerumah kok” jawab Shilla gugup. Sebenarnya Shilla sudah diberi tahu Ify kemaren atas rencana nya ini agar Cakka dan Rio tidak curiga. Dan Shilla sangat menyetujui rencana Ify demi rahasia besar nya ini.

“udah siap Shil? Ayo buruan. Papa udah nunggu tuh di mobil” kata mama Shilla setelah selesai membereskan semuanya. Shilla mengangguk lalu menuju mobil dimana papa nya sudah menunggu.

*

Setengah jam setelah Ify menelfon seseorang tadi, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu pun sudah datang. Melihat kedatangan orang tersebut, dengan semangat Ify langsung berdiri dan cipika-cipiki dengan orang itu lalu mereka berdua duduk.

Ify sudah memesankan makanan untuk cowok itu. sambil menunggu makanan datang, Ify asik berbincang-bincang dengan cowok itu.

“oh iya, gimana kabar lo? sehat?” tanya Ify kepada cowok itu.

 “kayak yang lo liat sekarang. Lo sendiri gimana?” jawab dan tanya cowok itu.

“kayak yang lo liat sekarang juga” balas Ify mencontoh kalimat cowok itu.

“hahaha dasar lo. dari dulu ga pernah berubah” gemas cowok itu lalu mencubit pipi Ify.

“sakit Debo. Lepasin ga?” protes Ify kepada cowok itu yang ternyata adalah Debo.

“iya.. iya” cowok itu melepas cubitannya dari pipi Ify.

“eh gimana sekolah lo? udah nemu sekolah baru?” tanya Ify.

Cowok itu menggeleng “belum. Ga ada yang pas menurut gue” jawabnya.

“gimana kalo lo masuk sekolah gue aja? Dijamin asik deh”

“boleh juga. Hmm.. besok gue jemput ke sekolah lo gimana? Sekalian gue liat-liat sekolah lo gitu”

“Hmm.. boleh-boleh”

Pesanan Ify untuk Debo pun akhirnya datang. Mereka asik berbincang-bincang berdua dan sesekali tertawa. Sampai-sampai Ify tidak menyadari bahwa ada Cakka dan Rio yang masih duduk menguntili nya. Cakka yang sibuk melihat Ify dan Debo seperti intel dan Rio yang menatap Ify dan Debo seperto terbakar cemburu.

*

Rio tak henti nya menatap tajam kea rah meja Ify dan Debo duduk. Hati nya memanas, dada nya terasa sesak. Mungkin sekarang asap sudah keluar dari atas kepalanya, telinga dan hidung nya.-.

Rio mengepalkan tangannya kuat-kuat “siapa sih tuh cowok? Akrab banget lagi sama Ify. Pake acara cipika-cipiki segala. Gue aja belum pernah cipika-cipiki Ify” batin Rio kesal.

Cakka tahu bahwa kini Rio sedang terbakar cemburu melihat Ify bersama Debo. Sebenarnya Cakka juga bertanya-tanya siapa cowok yang sedang duduk bersama Ify sekarang, namun itu tidak terlalu menjadi masalah baginya. Jika yang bersama Debo kini Shilla, baru lah menjadi masalah besar bagi Cakka.

Cakka geleng-geleng sendiri melihat ekspresi Rio menatap ke meja Ify dan Debo duduk “woy” kata Cakka mengagetkan Rio.

“apaan sih lo ganggu aja” jawab Rio. Tatapan nya masih tak lepas dari meja Ify dan Debo duduk.

“lo kesini mau cemburuin Ify sama tuh cowok apa mau mengungkap kebenaran?” sinis Cakka.

Rio tak menjawab, dia masih melihat ke meja Ify dan Debo duduk. Mereka berdua terlihat sangat akrab.

“ck.. udah ah gue cabut. Kalo lo mau tetap disini, gapapa. Asal lo nanggung resiko kalo lo ketahuan sama Ify” ancam Cakka lalu pergi meninggalkan meja nya. Tak lupa meninggal dua lembara uang seratus ribu di meja nya.

Mendengar ancaman Cakka, Rio langsung berdiri mengikuti Cakka pulang.

*

Sekarang sudah menunjukan pukul  19.00. namun Ify dan Debo masih asik berbincang-bincang di Restoran tadi.

Ify melirik sebentar ke jam tangannya. Dia kaget. Tidak sadar bahwa sudah malam. Dia ingat bahwa sudah janji sama Shilla mau kerumah Shilla “ya ampun Deb udah jam 7. Gue duluan ya, ada janji. Thanks udah mau nemenin gue” kata Ify sambil mengambil tas nya lalu berdiri.

“gue anter ya?” kata Debo.

“ga usah. Gue bawa mobil kok” jawab Ify.

“oh yaudah, hati-hati. Ini makanan nya biar gue aja yang bayar. Inget, besok gue jemput lo disekolahan”

Ify mengangguk lalu tersenyum menandakan ‘iya’. Segera dia pergi meninggalkan Restoran menuju rumah Shilla.

Debo menatap kepergian Ify dengan senyuman “lo ga berubah ya Fy. masih kayak dulu. Senyuman lo yang selalu gue suka” batin Debo.

*

@ Kamar Shilla

Shilla sedang memandangi bintang malam yang cerah seperti biaasanya di balkon kamar nya. Dia sangat suka dengan langit cerah seperti ini. karena sewaktu dia kecil, dia sering menatap bintang malam cerah seperti ini bersama Kaka jika dia sedang nginap di rumah Shanin.

[FLASHBACK]

Kaka dan Shilla sedang duduk di halaman rumah Shanin. Hari ini hari Sabtu. Shilla selalu menginap di rumah Shanin setiap hari Sabtu. Alasannya ingin main bersama Shanin dan Kekey, tapi sebenarnya dia ingin menatap bintang malam yang cerah bersama Kaka.

“liat deh Shil. Bintang nya cerah ya” tunjuk Kaka ke salah satu bintang yang bersinar di langit.

Shilla yang masih kecil mengangguk “Kaka suka sama bintang malam yang cerah ya?” tanya Shilla.

Kaka mengangguk “iya. Aku suka banget kalo ada bintang malam cerah. Rasanya damai banget. Kamu tau ga? Suatu saat nanti kalau kita udah gede, aku mau menjadi bintang di hidup kamu. Menerangi hari-hari kamu” kata Kaka *anak kecil bisa gombal wey. Nih contohnya begini.-.*

Shilla yang masih kecil tidak mengerti maksud Kaka apa. sebenarnya Kaka dan Shilla seumuran, namun Kaka memiliki pemikiran yang lebih dewasa dibanding Shilla. Makanya itu Shilla selalu nyaman jika bersama Kaka.

“maksud Kaka apa?” tanya Shilla polos.

“maksud aku, kalau kita udah besar nanti, aku mau mendampingi kamu, menemani kamu, melindungi kamu dan pastinya menghibur kamu” jawab Kaka.

Shilla tersenyum senang mendengar penjelasan Kaka “Kaka serius?” tanya Shilla. Kaka mengangguk mantap.

“Kaka mau damping Shilla, temenin Shilla, lindungin Shilla dan menghibur Shilla sampai besar nanti?” tanya Shilla lagi. lagi-lagi Kaka mengangguk.

“janji?” Shilla mengacungkan jari kelingking nya kepada Kaka. Begitu juga Kaka menautkan kelingking nya ke kelingking Shilla.

[END]

Tanpa sadar, air mata Shilla perlahan turun mengenang masa-masa dia dulu bersama Kaka.

“mana Ka janji kamu yang selalu ada buat aku? damping, temenin, lindungin dan ngehibur aku? mana Ka?” tanya Shilla sambil menatap langit seolah-olah langit itu adalah Kaka.

“apa kamu tau seberapa besar kecewa aku waktu kamu pergi ninggalin aku? apa kamu ga inget sama janji kamu dulu? Apa sekarang kamu masih inget sama janji kita dulu?”

“aku berharap kamu ada di dekat aku Ka. Ada disamping aku untuk nepatin janji kamu dulu. Janji kita dulu”

CKLEK

Pintu kamar Shilla dibuka oleh seseorang. Dengan sigap Shilla langsung menyeka air mata nya. Dilihatnya siapa yang datang, ternyata Ify.

“eh elo Fy, ngagetin aja” kata Shilla. Dia menghampiri Ify yang sudah duduk di atas kasur nya. Tak heran karena Ify sudah menganggap kamar Shilla adalah kamar nya juga. Bahkan rumah Shilla juga rumah dia juga. Shilla selalu berkata seperti itu kepada Ify.

Bersambung…

Akhirnya udah part 21 ya hehe :p ohiya mau nanya. menurut readers aku nih, cerbung-cerbung aku tiap part nya itu gimana? Ceritanya pendek atau panjang? Soalnya aku Cuma bikin 3 halaman kalo di word._. nah part 21 ini aku sengaja bikin 4 halaman. Soalnya aku ngerasa 3 halaman kalo diblog jadi pendek._. jawab di comment atau mention ke twitter aku aja ya @elviraeryos (: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar