Selasa, 18 Juni 2013

Love Game *6


Pagi ini Gabriel berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya. Dia akan menjalan rencana selanjutnya. Tapi entah kenapa sebenar nya ini juga keinginan dia sendiri. Dia akan menjemput Shilla untuk berangkat sekolah bareng.

Gabriel menuruni tangga dan menuju meja makan

“pagi ma.” Sapa Gabriel sambil mengambil roti tawa.

“pagi Iel. Loh? Tumben kamu berangkat cepat?” tanya mama.

“biasa ma, mau jemput someone special.” Gabriel menaik turunkan alis nya.

“jadi kamu udah punya pacar nih? Kenalin dong sekali-kali ke papa sama mama.” Ujar papa kini.

“apa sih. udah ah Iel pergi dulu ya ma, pa. bye.” Gabriel berlalu meninggalkan meja makan.

“iya hati-hati ya.”

*

Pagi ini Shilla sedang makan beersama papa dan mama nya di meja makan. Tiba-tiba pembantu Shilla datang memberi tahu bahwa ada teman Shilla datang dan sekarang ada di ruang tamu.

“emang siapa Bi pagi-pagi gini dateng?” tanya Shilla heran.

“wah, tadi saya ga nanya nama nya non. Dia cowok, ganteng lagi. kayaknya saya sering liat tipi tipi deh non” ujar Bibi genit.

“ya udah, kamu temuin dulu temen kamu Shil.” Ujar mama. Shilla mengangguk lalu melangkah menuju ruang tamu. Diliat nya Gabriel sedang duduk diruang tamu nya. Dia sudah mengira itu Gabriel.

“Gabriel? ngapain pagi-pagi gini lo kesini?” tanya Shilla heran.

“gue mau jemput lo.” ujar Gabriel.

“jemput gue?” tanya Shilla meyakinkan dengan menunjuk ke dirinya.

“iya. Uah siapkan lo? berangkat sekarang yuk. Ntar telat lagi.” jawab Gabriel. Shilla masih bingung mencerna semua nya. “dalam rangka apa nih curut jemput gue?”batin Shilla.

“ye malah bengong lagi lo. mana tas lo ambil sana. Gue tunggu di mobil.” Gabriel berlalu berjalan ke mobilnya.

5 menit kemudian Shilla sudah masuk ke mobil Gabriel. “tumben banget lo jemput gue? Ada apa nih?” selidik Shilla.

“ngg.. ga ada pengen aja.” Jawab Gabriel gugup. Shilla hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O dan mengangguk-angguk.

*

20 menit kemudian mobil Gabriel sudah terparkir di parkiran. Seperti biasanya, para penggemar Gabriel sudah siap sedia berdiri di parkiran menunggu pangeran mereka turun dari mobil. Namun seperti nya hari ini pangeran mereka turun dari mobil tidak sendirian. Tapi bersama…. Shilla.

Semua penggemar Gabriel kaget melihat Gabriel membuka kan pintu untuk Shilla. Semua ternganga. Shilla sangat canggung diperhatikan seperti itu. setelah turun dari mobil, Gabriel langsung merangkul pinggang Shilla berjalan ke dalam sekolah.

“eh apaan sih? lepasin ga? Malu diliatin orang.” Bisik Shilla ke Gabriel.

“udah, lo tenang aja.” Bisik Gabriel. Shilla pasrah saja. Dia sendiri heran kenapa Gabriel bisa bersikap seperti ini.

Gabriel dan Shilla berjalan ke kelas mereka dengan posisi Gabriel masih merangkul pinggang AShilla. Semua mata sepanjang jalan menuju kepada mereka berdua. Beribu pertanyaan pun sudah terdengar namun mereka berdua tidak menghiraukan.

Sesampai nya dikelas, semua teman sekelas Gabriel dan Rio terperanga melihat pemandangan dua orang ini yang biasanya seperto tom and jerry. Tapi sekarang seperti pangeran dan putrid nya. Termasuk Rio dan Ify yang sedang berbincang-bincang dikursi Ify dan Shilla. Mereka berdua ikut ternganga melihat dua orang ini.

Gabriel dan Shilla menghampiri kursi Ify dan Rio duduk kini –kursi Ify dan Shilla biasanya-. Rio dan Ify masih kaget.

“woy bengong aja kalian berdua kayak ngeliat setan.” Gabriel membuyarkan lamunan Rio dan Ify.

“eh eh apa?” jawab Rio masih setengah sadar (?) Shilla masih diam tak bersuara.

“lo berdua.... dateng bareng?” tanya Ify memastikan.

Gabriel mengangguk sedangkan Shilla masih diam. “lo sama Gabriel…. jadian Shil?” tanya Ify kini to the point.

Shilla langsung membelalakan mata nya kaget. “hah? Jadia engga engga. Dih ogah gue jadian sama dia.” Sontak Shilla langsung menepis tangan Gabriel dari pinggang nya.

“lah trus tadi rangkulan. Artinya apa coba?” timpal Rio kini.

“gue emang belum jadian sama Shilla. Tapi masih PDKT. Ya ga Shil?” goda Gabriel kepada Shilla menaik turunkan alisnya. Shilla menatap geram Gabriel. “apaan? PDKT? Dih ogah.” Sinis Shilla.

“sekarang lo boleh bilang ogah.” Jawab Gabriel enteng.

“oh iya. Fy, lo pindah duduk ke tempat Rio. Mulai hari ini gue bakal duduk sama Shilla disini.” Ujar Rio kepada Ify. Ify Cuma mengangguk seperti orang yang sedang terhipnotis dan tidak membantah sedikitpun.

“apaan sih lo Iel? Emang gue mau gitu duduk bareng lo? ENGGA.” Sinis Shilla menekan kan kata terakhirnya. “Fy, Fy. Lo pindah sini lagi deh” teriak Shilla. Namun Ify malah diam menatap Gabriel mengartikan “lo tanya aja sama Gabriel.”

Shilla mendengus kesal lalu dengan malas nya dia duduk dan disusul duduk oleh Gabriel dengan senyuman penuh kemenangannya.

*

Untuk pertama kali nya Gabriel, Shilla, Rio dan Ify ke kantin bareng. Banyak mata tertuju kepada mereka berempat. Shilla, Ify dan Rio sebenarnya risih karena diliat seperti itu. mereka ga terbiasa.

“lo mau makan apa Shil? Biar gue pesenin.” Ujar Gabriel yang duduk disebelah Shilla. Shilla duduk berhadapan dengan Ify. Gabriel duduk dihadapan Rio. Kebayangkan gimana posisi mereka duduk? Ya bayangin aja deh ya._.

“gue ga makan.” Jawab Shilla cuek.

“loh kok gitu? Ntar lo sakit kalo lo ga makan.” Ujar Gabriel.

“kalo gue sakit apa peduli lo? ga ada kan?” sinis Shilla.

“Ýa peduli lah Shil, kan lo calon pacar gue?” goda Gabriel. Rio dan Ify yang mendengar Gabriel berbicara seperti itu rasanya ingin muntah. Cara ngomong Gabriel dibuat semanis mungkin. Jatuhnya itu ga manis, tapi sok manis -_-

“pede banget lo gue mau jadi pacar lo? O-GAH” sinis Shilla menekan kan kata terakhirnya.

“kita liat aja nanti.” Gabriel pergi meninggalkan meja nya duduk. Tak lama kemudian dia kembali membawa dua mangkuk makanan.

“nih makan.” Gabriel memberikan satu mangkuk bakso ke Shilla.

“loh? Gue kan ga mesen.” Heran Shilla.

“emang, tapi gue yang pesen. Barang yang udah dipesen ga bisa dibalikin lagi. jadi lo harus makan.” Jawab Gabriel enteng dan melahap makanan nya.

Shilla mendengus kesal dan dengan malas nya memakan makanan yang sudah dipesan Gabriel tadi. Rio dan Ify yang hanya bengong melihat tingkah dua temannya ini hanya bisa saling tatap-tatapan heran.

Bersambung…

Maaf cerita nya hancur banget, ini bikin nya pas lagi sakit jadi hancur gini u,u harap dimaklumi, saya khilafL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar