Jumat, 07 Juni 2013

Sahabat Jadi Cinta *5






Menjelang putaran ke tujuh, tiba-tiba….


BRUUKK!!!

Tubuh Shilla jatuh ke lantai. Ke lima sahabatnya yang melihat itupun langsung panic terlebih Gabriel. Wajah Shilla terlihat sangat pucat. Segera Gabriel menggendong Shilla ke UKS diiringi sahabat nya. Mereka semua sangat panic terjadi apa-apa dengan Shilla. Tak biasanya Shilla yang biasanya kuat, tegar bisa ambruk seperti ini.

Shilla sudah ditidurkan di kasur UKS. Gabriel tampak panic sekali. “Shil Shil bangun Shil bangun. Lo ga apa-apa kan Shil?” Gabriel menepuk-nepuk pipi Shilla pelan. Ify menyerahkan minyak angin yang dia dapat dari kotak P3K di UKS kepada Gabriel agar dioleskan dihidung dan dahi Shilla.

Sedangkan Rio dan Cakka memanggil Dokter UKS. Tumben sekali Dokter jaga di UKS tidak ada diruangannya. Sivia sendiri sibuk membuatkan Shilla teh panas.

Ify yang melihat kepanikan Gabriel akan kondisi Shilla rasanya ingin menangis. “engga Fy. Jangan. Jangan nangis sekarang.” Batin Ify menguatkan dirinya.

Tak lama kemudian Rio dan Cakka datang membawa dokter jaga UKS. Shilla segera diperiksa oleh dokter.

“Shilla Cuma kecapean aja karena lari tadi. Tolong jaga dia, suruh dia istirahat cukup ya.” Ujar Dokter itu lalu segera pergi meninggalkan UKS. Semuanya hanya mengangguk mengerti.

30 menit sudah Shilla pingsan. Semuanya masih panic menunggu Shilla bangun. Cakka sedari tadi menatap Sivia sinis. Dia sangat kesal dengan Sivia kali ini. sangat kesal dengan kapasitas otak Sivia.

“gara-gara lo kita semua jadi dihukum gini tau ga? Ndan gara-gara lo juga Shilla sekarang pingsan!” bentak Cakka kepada Sivia.

“maaf.” Lirih Via yang sedari tadi sudah sangat takut karena dari tadi sahabat-sahabat nya itu menyalahi dirinya.

“maaf aja bisa nya. Otak lo tuh di upgrade. Bego banget jadi orang. Pantesan ya ga ada cowok yang mau sama lo. mana ada cowok yang mau punya pacar lemot, bego, tolol, telmi, manja kayak lo. ga guna.” Bentak Cakka semakin kasar kepada Sivia.

Sivia tertegun mendengar bentakan Cakka. Baru kali ini Cakka kasar kepada nya. Gabriel, Ify dan Rio yang mendengar bentakan Cakka yang kasar tadi pun tak kalah kaget nya mendengar bentakan Cakka.

Kini Sivia sudah menangis terisak mendengar cacian dari Cakka. “Cak lo apa-apaan sih? Udah lah jangan salahin Via mulu. Kasihan kan Via nya.” Kata Ify. Kini Ify memeluk Sivia yang sedang menangis.

“lo masih belain dia Fy? Jelas-jelas dia yang udah bikin kita dihukum kayak gini dan bikin Shilla pingsan. Orang kayak gini masih lo belain Fy? Buka mata lo buka! Gara-gara dia semua jadi gini! Coba aja dia pinter kita ga bakalan dihukum dan Shilla sekarang ga bakaln terbaring di UKS kayak gini” bentak Cakka semakin kasar. Ify hanya terdiam melihat sikap Cakka sekarang. Tak biasanya Cakka se-emosi ini.

“Cak lo itu cowok. Lo seharusnya bisa ngertiin gimana keadaan. Lo kenapa sih? Lo kesel sama Sivia? Kita tau lo kesel sama Sivia, tapi lo jangan ngehina Sivia gitu Cak. Dia sahabat kita, kita udah sama-sama dari SD. Dari SD Cak dari SD! Dan kali ini Cuma gara-gara Sivia keceplosan lo jadi kayak gini? Logika Cak Logika!” bentak Rio membela Sivia dan Ify.

Rio sendiri juga merasa berapi-api mendengar sahabatnya Cakka membentak Sivia dan Ify seperti itu. Ini bukan Cakka yang ia kenal. Gabriel tidak memperdulikan perkelahian sahabatnya itu. Yang terpenting bagi dia sekarang Shilla sadar.

Mendengar suara perkelahian itu, sedikit demi sedikit Shilla tersadar, menggerakan jari jemari nya yang sedang dipegang oleh Gabriel sedari tadi. “Shil.. Shil. Lo udah sadar Shil?” ucap Gabriel. Mendengar ucapan Gabriel, perkelahian tadi pun langsung terhenti. Semua menatap ke kasur Shilla. Benar saja, Shilla sudah terbangun.

“gu.. gue kenapa?” tanya Shilla memegangi kepala nya.

“lo tadi pingsan Shil. Lo kecapean. Mending lo tidur lagi aja ya, ada gue kok nemenin lo disini. Lo istirahat aja ya.” Ujar Gabriel lembut. Ify semakin tak tahan melihat sikap Gabriel kepada Shilla layaknya seorang pacar mengkhawatirkan kekasihnya.
Melihat itu semua rasanya saat ini juga Ify ingin berteriak sekeras mungkin meluapkan sakit hatinya. Namun tak bisa. Ify memilih untuk pergi meninggalkan UKS menuju taman belakang sekolah. Dia memilih untuk menangis sendirian disana.

@ taman belakang sekolah

“kenapa Iel? Kenapa? Kenapa harus Shilla? Kenapa harus Shilla?! Lo ga tau Iel? Lo ga tau kalo ada gue? Gue yang sakit ngeeliat kalian berdua. Gue yang selalu sakit ngeliat kalian mesraan layak nya orang pacaran. Gue benci sama kalian, gue sebel, pengen rasanya gue maki-maki kalian berdua. Tapi gue gabisa. Gue ga bisa Iel ngelakuin itu semua. Lo berdua sahabat gue dari kecil. Shilla selalu ada buat gue kapan pun dan lo juga orang yang cintai Iel. Gue ga bisa hiks hiks hiks…” Ify meluapkan semua emosi nya disini. Mengeluarkan semua unek-unek nya dengan tangisan.

“gue ingin jadi Shilla. Gue ingin diperhatiin. Gue juga ingin ada yang sayang sama gue. Selama ini gue berharap orang itu elo Iel. Tapi mustahil.” Lanjut Ify. Dia menutup wajah nya dengan kedua tangannya.

Di balik pohon, seorang cowok tinggi hitam manis memandangi Ify. Dia tidak tega melihat Ify menangis seperti itu hanya karena Gabriel. Ingin sekali cowok itu memeluk Ify untuk menenangkan Ify. Argghh.. gue samperin Ify aja deh. Batin cowok itu. Dia berjalan mendekati Ify.

[FLASHBACK]

Rio melihat wajah Ify murung melihat sikap Gabriel kepada Shilla yang begitu sangat cemas. Rio tahu kalau Ify sekarang sedang cemburu. Rio bisa melihat itu dari mata Ify. Dilihat nya Ify pergi meninggalkan ruang UKS menuju taman belakang sekolah. Rio yang penasaran dengan Ify dan tidak mau ada apa-apa dengan Ify segera menyusul Ify. Mengikuti Ify dari belakang secara diam-diam.

[FLASHEND]

Bersambung...

sorry yang ini agak pendek hehe ohiya jangan lupa Like and Comment ya walaupun semua cerbung aku belum ada yang end tapi bakalan end kok sabar aja hehe :3 follow juga twitter aku @elviraeryos thxbfr (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar