Jumat, 07 Juni 2013

Love Game *2

Gabriel memilih duduk di pojok belakang kanan ruang kelas. Dia tidak suka duduk di depan ataupun di tengah. Menurut nya tidak leluasa untuk menyontek, tidur, mengobrol dan lain sebagainya. Apalagi dia artis, jadi semuanya lebih privacy. Menurut nya. Rio hanya menurut saja dengan kemauan Gabriel memilih duduk di pojok kanan kelas.

*

Karena kejadian Shilla dengan Gabriel tadi, panggilan alam Ify pun sedikit terlambat dikabulkan. Kini Ify sudah keluar dari toilet dan mereka berdua berjalan mencari kelas baru mereka. Mereka mencari berurut dari kelas X.1. mereka berdua sibuk mencari nama mereka di absen kelas yang sudah tertempel di jendela kelas.

Tak butuh waktu lama untuk Shilla, nama nya sudah ada di absen nomer 2. Disini lah kelas nya. Shilla senang mendapat kelas unggul namun Shilla tidak begitu menampakkannya. Sedangkan Ify masih sibuk mencari-cari nama nya hingga di pertengahan dia menemukan nama nya.

Ify senang bukan main melihat nama nya ada di kelas unggul bahkan satu kelas dengan Shilla. “aaa gue disini Shil gue disini aa kelas unggul. Thanks god” histeris Ify berloncat-loncat. Shilla yang melihat tingkah teman baru nya ini hanya geleng-geleng kepala.

“udahan seneng nya? Ga malu lo diliatin orang? Biasa aja kali.” Sindir Shilla. Ify berhenti loncat-loncat karena mendengar perkataan Shilla. Dilihat nya sekeliling, benar saja. Orang-orang sedang melihat nya.

Dengan sedikit garuk-garuk kepala Ify nyengir seperti biasa. “yaudah yuk Shil masuk, malu nih gue.” Ajak Ify yang sudah menahan malu. Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas baru nya. Shilla memilih untuk duduk di pojok belakang kiri. Jika sudah belajar pelajaran hafalan, Shilla suka mengantuk. Makanya dia pilih duduk di pojok belakang agar leluasa untuk tidur.

Shillla tidak menyadari bahwa di pojok belakang sebelah kanan nya (bersebrangan dengan nya kini) ada 2 orang cowok yang tengah sibuk bercanda. Salah satu dari cowok itu lah yang membuat Shilla marah-marah di depan toilet. Namun Ify sedari masuk kelas tadi menyadari adanya kehadiran 2 cowok itu. Tapi dia tidak berani dan tidak berniat memberitahu Shilla, takut Shilla marah lagi.

*

Guru di kelas X.1 pun sudah masuk, lebih tepatnya wali kelas X.1. kini saat nya perkenalan diri masing-masing ke depan kelas. Di panggil menurut absen. Tak butuh menunggu lama, absen nomer 2 pun di panggil dengan nama ASHILLA ZAHRANTIARA.

Shilla berjalan ke depan kelas dengan cuek nya. Semua mata teertuju kepada Shilla. Termasuk 2 orang cowok yang berada di pojok belakang kanan kelas. Gabriel dan Rio. Gabriel belum menyadari bahwa yang kini sedang berjalan ke depan itu Shilla cewek yang sudah membuat dia malu tadi. Sedangkan Rio sedikit demi sedikit menyadari bahwa gadis yang sedang berjalan ke depan itu adalah gadis yang sudah mempermalukan Gabriel tadi.

Rio memukul-mukul Gabriel dengan tatapan dan mulut masih menganga tak percaya dan mata nya tidak berpindah dari gadis yang sedang berjalan ke depan. Kini gadis itu sudah berdiri di depan. Gabriel yang sedang menenggelamkan muka nya di atas meja kini terbangun karena pukulan Rio.

“Gab” panggil Rio tak percaya.

“Gab..” panggil Rio sedikit keras.

“apa sih lo? kayak liat setan aja.” Kini Gabriel sudah duduk seperti semula tidak menenggelamkan wajah nya di atas meja.

“lo.. lo liat deh ke depan. Siapa sekarang yang lagi mau perkenalan.” Tunjuk Rio ke depan. Gabriel mengikuti arah tunjuk tangan Rio. Tepat kini mata Gabriel tertuju pada gadis yang tengah berdiri di depan kelas dengan cuek nya. Gabriel langsung kaget tak percaya, melotot, menganga sama hal nya dengan Rio.

Gabriel mengucek-ngucek matanya meyakinkan bahwa dia tidak salah liat. “Yo, pandangan gue ga salah kan Yo?” kaget Gabriel tak kalah dengan Rio.

“udah gue bilangin juga dari tadi. Petaka Gab petaka…” teriak Rio. Gabriel heran melihat sahabatnya yang satu itu. Seharus nya yang bilang itu Gabriel, tapi kenapa malah Rio yang histeris?

Kini tatapan satu kelas menuju kea rah bangku mereka berdua. Gabriel hanya bisa menahan malu. Bahkan gadis yang sedang berdiri di depan kelas pun tak kalah kaget nya dengan Gabriel dan Rio tadi ketika mendengar sumber suara dan melihat siapa yang sedang duduk disebelah orang yang berteriak tadi.

“elo?!” kaget Shilla menunjuk kea rah Gabriel. Gabriel hanya melihat saja dengan tampang tak berekspresi karena sudah menahan malu.

“ada apa yang dibelakang?” tanya Ibu Dini wali kelas X.1

Rio pun tak kalah malu nya dengan Gabriel. “eh ga ada buk ga ada hehe.” Rio menggaruk-garuk kepala nya lalu kembali duduk.

Ibu Dini geleng-geleng kepala saja melihat tingkah aneh Rio. “silahkan Ashilla dilanjutkan.”

“baik buk..” angguk Shilla.

“nama saya..” belum selesai Shilla memperkenalkan diri nya, Gabriel langsung memotong perkataannya “Oh..” tanpa berdosa Gabriel pura-pura tak bersalah.

“gue belom selesai.” Tegas Shilla. Gabriel baru mengalihkan pandangannya ke depan “oh belom, kirain udah.” Jawab Gabriel santai. Ibu Dini tidak berani menegur Gabriel, ya.. you know lah ya.

“silahkan Ashilla..” Ibu Dini mempersilahkan Shilla kembali.

“NAMA SAYA ASHILLA ZAHRANTIARA CUKUP PANGGIL SHILLA AJA. TERIMAKASIH.” Dengan cepat dan lantang Shilla memperkenal kan diri nya.

“udah? Segitu aja Shilla? Ga ada yang mau ditambahin lagi?” tanya Ibu Dini.

“udah buk ga usah, langsung next aja. Udah lebih dari cukup itu.” Teriak Gabriel dari belakang. Shilla mendengus kesal dengan sikap Gabriel yang seenak nya begitu.

“ga ada buk.” Jawab Shilla ketus lalu langsung duduk ke tempat duduk nya.

Shilla sangat kesal dengan sikap Gabriel barusan. ketika giliran Gabriel yang memperkenalkan diri nya ke depan, kini giliran Shilla yang balas dendam. Gabriel memperkenalkan diri, Shilla sendiri teriak-teriak gajelas dari belakang membalas kan dendam nya. Suasana kelas baru mereka itupun menjadi panas dengan perdebatan kedua anak ini.

Tidak ada yang mau saling mengalah dalam pertengkaran ini. hingga murid dari kelas lain pun keluar kelas demi melihat pertengkaran Shilla dengan Artis terkenal. Gabriel. 

*

Bel pulang pun berbunyi, semua murid bersiap-siap membereskan semua perlengkapan nya ke dalam tas masing-masing. Shilla yang sedang berjalan ingin melangkah kan kaki keluar dari pintu kelas nya itu, cowok tinggi yang bertampang angkuh yang membuat hari pertama belajar di kelas nya itu suram, berjalan menyenggol bahu nya keras.dibelakang nya disusul sahabatnya. Rio. Rio hanya nyengir ke Shilla. Kali ini cowok itu menabrak bahu nya lebih keras dari pada kejadian di toilet tadi.

“sial! DASAR LO COWOK SOMBONG, COWOK GA TAU DIRI YANG BISA NYA NGANDELIN POPULARITAS LO. SINI LO KALO BERANI.” Teriak Shilla menantang Gabriel. Gabriel yang mendengar itu pun hanya terus berjalan dengan mangangkat kedua tangannya tanda tak menghiraukan Shilla.

“kenapa lo Shil?” tanya Ify heran yang baru saja keluar kelas.

“tuh si artis songong cari masalah lagi.” jawab Shilla kesal.

“udah tau dia gitu, pake diladenin. Udah ah pulang yuk. Lo pulang sama apa? Bareng gue aja, gue bawa mobil.” Tawaran Ify bagaikan penawar rasa kesal di dirinya. Shilla lantas mengangguk lalu ikut berjalan dengan Ify kea rah mobil Ify.

*

Rio pulang bareng Gabriel dengan mobil Gabriel. Kini Gabriel bawa mobil sendiri ke sekolah tanpa bodyguard lagi. Kebetulan mobil Rio itu rusak, lagi dibengkel. Tadi pagi pun berangkat sekolah Gabriel yang jemput Rio. Ditengah perjalanan pulang menuju rumah Rio, mereka asik mendengar lagu dari One Direction-What Makes You Beautiful.

“Gab” kini Rio mengehentikan aktifitas mendengar music nya itu.

“hmm” jawab Gabriel yang masih konsentrasi dengan jalannya.

“gue serius nih.” Balas Rio.

“iya apa?” jawab Gabriel dengan malas nya karena masih kepikiran kejadian disekolah tadi.

“kalo diliat-liat ya, lo cocok juga loh sama Shilla.” Goda Rio. Gabriel yang mendengar pernyataan Rio langaung mengentikan mobil nya mendadak. Untung saja Gabriel nyetir ga terlalu ke tengah.

“gila. Lo kalo ngerem mendadak bilang-bilang. Mau bunuh gue lo?” protes Rio yang tak menyadar ekspresi Gabriel. Seketika Rio melihat wajah Gabriel yang sepertinya ingin ngamuk langsung meneguk ludah ketakutan.

“yaelah Gab, gue tadi itu becanda kali.” Lanjut Rio yang sudah ketakutan. Wajah Gabriel langsung berubah normal dan melanjutkan perjalanannya.

Sesampai nya di rumah Rio, Gabriel mampir sebentar untuk minum dan mendinginkan badannya karena cuaca hari ini sangat panas sekali.

“Gab berani taruhan ga lo?” Rio datang dari kamar nya seusai mengganti baju dan duduk disamping Gabriel yang sedang duduk di depan tv.

Gabriel mengernyitkan kening nya “taruhan apaan?” tanya Gabriel.

Senyuman licik terpancar dari bibir Rio. Gabriel semakin penasaran.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar