*
Karena
kejadian Shilla dengan Gabriel tadi, panggilan alam Ify pun sedikit terlambat
dikabulkan. Kini Ify sudah keluar dari toilet dan mereka berdua berjalan
mencari kelas baru mereka. Mereka mencari berurut dari kelas X.1. mereka berdua
sibuk mencari nama mereka di absen kelas yang sudah tertempel di jendela kelas.
Tak butuh
waktu lama untuk Shilla, nama nya sudah ada di absen nomer 2. Disini lah kelas
nya. Shilla senang mendapat kelas unggul namun Shilla tidak begitu
menampakkannya. Sedangkan Ify masih sibuk mencari-cari nama nya hingga di
pertengahan dia menemukan nama nya.
Ify senang
bukan main melihat nama nya ada di kelas unggul bahkan satu kelas dengan
Shilla. “aaa gue disini Shil gue disini aa kelas unggul. Thanks god” histeris
Ify berloncat-loncat. Shilla yang melihat tingkah teman baru nya ini hanya
geleng-geleng kepala.
“udahan
seneng nya? Ga malu lo diliatin orang? Biasa aja kali.” Sindir Shilla. Ify
berhenti loncat-loncat karena mendengar perkataan Shilla. Dilihat nya
sekeliling, benar saja. Orang-orang sedang melihat nya.
Dengan
sedikit garuk-garuk kepala Ify nyengir seperti biasa. “yaudah yuk Shil masuk,
malu nih gue.” Ajak Ify yang sudah menahan malu. Mereka berdua pun masuk ke
dalam kelas baru nya. Shilla memilih untuk duduk di pojok belakang kiri. Jika
sudah belajar pelajaran hafalan, Shilla suka mengantuk. Makanya dia pilih duduk
di pojok belakang agar leluasa untuk tidur.
Shillla
tidak menyadari bahwa di pojok belakang sebelah kanan nya (bersebrangan dengan
nya kini) ada 2 orang cowok yang tengah sibuk bercanda. Salah satu dari cowok
itu lah yang membuat Shilla marah-marah di depan toilet. Namun Ify sedari masuk
kelas tadi menyadari adanya kehadiran 2 cowok itu. Tapi dia tidak berani dan
tidak berniat memberitahu Shilla, takut Shilla marah lagi.
*
Guru di kelas
X.1 pun sudah masuk, lebih tepatnya wali kelas X.1. kini saat nya perkenalan
diri masing-masing ke depan kelas. Di panggil menurut absen. Tak butuh menunggu
lama, absen nomer 2 pun di panggil dengan nama ASHILLA ZAHRANTIARA.
Shilla
berjalan ke depan kelas dengan cuek nya. Semua mata teertuju kepada Shilla.
Termasuk 2 orang cowok yang berada di pojok belakang kanan kelas. Gabriel dan
Rio. Gabriel belum menyadari bahwa yang kini sedang berjalan ke depan itu
Shilla cewek yang sudah membuat dia malu tadi. Sedangkan Rio sedikit demi
sedikit menyadari bahwa gadis yang sedang berjalan ke depan itu adalah gadis
yang sudah mempermalukan Gabriel tadi.
Rio
memukul-mukul Gabriel dengan tatapan dan mulut masih menganga tak percaya dan
mata nya tidak berpindah dari gadis yang sedang berjalan ke depan. Kini gadis
itu sudah berdiri di depan. Gabriel yang sedang menenggelamkan muka nya di atas
meja kini terbangun karena pukulan Rio.
“Gab”
panggil Rio tak percaya.
“Gab..”
panggil Rio sedikit keras.
“apa sih lo?
kayak liat setan aja.” Kini Gabriel sudah duduk seperti semula tidak
menenggelamkan wajah nya di atas meja.
“lo.. lo
liat deh ke depan. Siapa sekarang yang lagi mau perkenalan.” Tunjuk Rio ke
depan. Gabriel mengikuti arah tunjuk tangan Rio. Tepat kini mata Gabriel
tertuju pada gadis yang tengah berdiri di depan kelas dengan cuek nya. Gabriel
langsung kaget tak percaya, melotot, menganga sama hal nya dengan Rio.
Gabriel
mengucek-ngucek matanya meyakinkan bahwa dia tidak salah liat. “Yo, pandangan
gue ga salah kan Yo?” kaget Gabriel tak kalah dengan Rio.
“udah gue
bilangin juga dari tadi. Petaka Gab petaka…” teriak Rio. Gabriel heran melihat
sahabatnya yang satu itu. Seharus nya yang bilang itu Gabriel, tapi kenapa
malah Rio yang histeris?
Kini tatapan
satu kelas menuju kea rah bangku mereka berdua. Gabriel hanya bisa menahan
malu. Bahkan gadis yang sedang berdiri di depan kelas pun tak kalah kaget nya
dengan Gabriel dan Rio tadi ketika mendengar sumber suara dan melihat siapa
yang sedang duduk disebelah orang yang berteriak tadi.
“elo?!”
kaget Shilla menunjuk kea rah Gabriel. Gabriel hanya melihat saja dengan
tampang tak berekspresi karena sudah menahan malu.
“ada apa
yang dibelakang?” tanya Ibu Dini wali kelas X.1
Rio pun tak
kalah malu nya dengan Gabriel. “eh ga ada buk ga ada hehe.” Rio menggaruk-garuk
kepala nya lalu kembali duduk.
Ibu Dini
geleng-geleng kepala saja melihat tingkah aneh Rio. “silahkan Ashilla
dilanjutkan.”
“baik buk..”
angguk Shilla.
“nama
saya..” belum selesai Shilla memperkenalkan diri nya, Gabriel langsung memotong
perkataannya “Oh..” tanpa berdosa Gabriel pura-pura tak bersalah.
“gue belom
selesai.” Tegas Shilla. Gabriel baru mengalihkan pandangannya ke depan “oh
belom, kirain udah.” Jawab Gabriel santai. Ibu Dini tidak berani menegur
Gabriel, ya.. you know lah ya.
“silahkan
Ashilla..” Ibu Dini mempersilahkan Shilla kembali.
“NAMA SAYA
ASHILLA ZAHRANTIARA CUKUP PANGGIL SHILLA AJA. TERIMAKASIH.” Dengan cepat dan
lantang Shilla memperkenal kan diri nya.
“udah?
Segitu aja Shilla? Ga ada yang mau ditambahin lagi?” tanya Ibu Dini.
“udah buk ga
usah, langsung next aja. Udah lebih dari cukup itu.” Teriak Gabriel dari
belakang. Shilla mendengus kesal dengan sikap Gabriel yang seenak nya begitu.
“ga ada
buk.” Jawab Shilla ketus lalu langsung duduk ke tempat duduk nya.
Shilla
sangat kesal dengan sikap Gabriel barusan. ketika giliran Gabriel yang
memperkenalkan diri nya ke depan, kini giliran Shilla yang balas dendam.
Gabriel memperkenalkan diri, Shilla sendiri teriak-teriak gajelas dari belakang
membalas kan dendam nya. Suasana kelas baru mereka itupun menjadi panas dengan
perdebatan kedua anak ini.
Tidak ada
yang mau saling mengalah dalam pertengkaran ini. hingga murid dari kelas lain
pun keluar kelas demi melihat pertengkaran Shilla dengan Artis terkenal.
Gabriel.
*
Bel pulang
pun berbunyi, semua murid bersiap-siap membereskan semua perlengkapan nya ke
dalam tas masing-masing. Shilla yang sedang berjalan ingin melangkah kan kaki
keluar dari pintu kelas nya itu, cowok tinggi yang bertampang angkuh yang
membuat hari pertama belajar di kelas nya itu suram, berjalan menyenggol bahu
nya keras.dibelakang nya disusul sahabatnya. Rio. Rio hanya nyengir ke Shilla.
Kali ini cowok itu menabrak bahu nya lebih keras dari pada kejadian di toilet
tadi.
“sial! DASAR
LO COWOK SOMBONG, COWOK GA TAU DIRI YANG BISA NYA NGANDELIN POPULARITAS LO.
SINI LO KALO BERANI.” Teriak Shilla menantang Gabriel. Gabriel yang mendengar
itu pun hanya terus berjalan dengan mangangkat kedua tangannya tanda tak
menghiraukan Shilla.
“kenapa lo
Shil?” tanya Ify heran yang baru saja keluar kelas.
“tuh si
artis songong cari masalah lagi.” jawab Shilla kesal.
“udah tau
dia gitu, pake diladenin. Udah ah pulang yuk. Lo pulang sama apa? Bareng gue
aja, gue bawa mobil.” Tawaran Ify bagaikan penawar rasa kesal di dirinya.
Shilla lantas mengangguk lalu ikut berjalan dengan Ify kea rah mobil Ify.
*
Rio pulang
bareng Gabriel dengan mobil Gabriel. Kini Gabriel bawa mobil sendiri ke sekolah
tanpa bodyguard lagi. Kebetulan mobil Rio itu rusak, lagi dibengkel. Tadi pagi
pun berangkat sekolah Gabriel yang jemput Rio. Ditengah perjalanan pulang
menuju rumah Rio, mereka asik mendengar lagu dari One Direction-What Makes You
Beautiful.
“Gab” kini
Rio mengehentikan aktifitas mendengar music nya itu.
“hmm” jawab
Gabriel yang masih konsentrasi dengan jalannya.
“gue serius
nih.” Balas Rio.
“iya apa?”
jawab Gabriel dengan malas nya karena masih kepikiran kejadian disekolah tadi.
“kalo
diliat-liat ya, lo cocok juga loh sama Shilla.” Goda Rio. Gabriel yang
mendengar pernyataan Rio langaung mengentikan mobil nya mendadak. Untung saja
Gabriel nyetir ga terlalu ke tengah.
“gila. Lo
kalo ngerem mendadak bilang-bilang. Mau bunuh gue lo?” protes Rio yang tak
menyadar ekspresi Gabriel. Seketika Rio melihat wajah Gabriel yang sepertinya
ingin ngamuk langsung meneguk ludah ketakutan.
“yaelah Gab,
gue tadi itu becanda kali.” Lanjut Rio yang sudah ketakutan. Wajah Gabriel
langsung berubah normal dan melanjutkan perjalanannya.
Sesampai nya
di rumah Rio, Gabriel mampir sebentar untuk minum dan mendinginkan badannya
karena cuaca hari ini sangat panas sekali.
“Gab berani
taruhan ga lo?” Rio datang dari kamar nya seusai mengganti baju dan duduk
disamping Gabriel yang sedang duduk di depan tv.
Gabriel
mengernyitkan kening nya “taruhan apaan?” tanya Gabriel.
Senyuman licik
terpancar dari bibir Rio. Gabriel semakin penasaran.
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar