Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *18


 3 tahun sudah Shilla selalu meminum obat-obatan. Dia sendiri sudah merasa muak dengan semuanya. Kini Shilla sudah duduk di kielas 1 SMP. Dia juga sudah tahu semuanya. Sudah tahu apa itu leukemia dan stadium. Awalnya dia tidak percaya, perlahan dia bisa menerima semuanya. Dan dia juga bisa menerima bahwa Kaka sahabat kecil nya sudah pergi meninggalkan nya entah sampai kapan.

[END]

CKLEK

Pintu UGD dibuka. ternyata Om Rudi keluar dari ruang UGD. Seperti biasanya, Om Rudi lah yang selalu menangani jika Shilla down.

“gimana Rud?” tanya mama Shilla kepada Om Rudi yang baru keluar dari ruang UGD.

“Shilla ga apa-apa mbak. Dia Cuma down kayak biasa nya aja. Ini pasti gara-gara dia lupa minum obat. Shilla sudah bisa dipindah kan ke ruang rawat kok mbak, mas. Tenang aja” jawab Om Rudi. Papa dan Mama Shilla beserta Ify sudah sedikit lega.

“yaudah Rud, makasih ya” ujar papa Shilla.

“sama-sama mas. Saya akan lakukan sebisa saya agar keponakan saya bisa sembuh”

*

Shilla sudah berbaring dikasur ruang rawatnya. Kali ini dia sudah sadarkan diri. Mama dan papa Shilla sedang pulang sebentar ke rumah untuk mengambil barang yang ketinggalan dirumah. Kini Shilla hanya ditemani Ify.

“Fy..” panggil Shilla lirih.

“iya Shil?”

“Cakka ga tau kan kalo gue masuk rumah sakit?” tanya Shilla.

Ify terdiam sebentar “engga kok Shil. Ga ada yang tau satupun kecuali gue” jawab Ify.

Shilla lega. Dia tidak mau Cakka atau siapa pun tahu akan penyakit nya ini. dia hanya perlu Ify yang tahu semua nya.

“kalo Cakka besok nanya gue kenapa ga sekolah, lo bilang aja gue kemana gitu atau apa deh. Yang penting jangan bilang gue ada di rumah sakit. Oke?”

“tapi Shil..” perkataan Ify terputus karena dipotong Shilla.

“please Fy, gue mohon.. gue ga mau orang-orang tau penyakit mematikan gue ini. lo bisa ngertiin gue kan Fy?” minta Shilla memohon kepada Ify. Ify tidak tega mendengar perkataan Shilla.

“yaudah, gue janji ga bakal bilangin Rio ataupun Cakka. Tapi lo harus janji kalo lo ga bakalan meninggalkan hanya gara-gara penyakit ini. gue yakin lo bakalan sembuh. Cepat atau lambat lo pasti sembuh” ujar Ify menyemangati Shilla. Shilla terharu mendengar ucapan Ify yang sangat ingin dia untuk sembuh.

Shilla hanya mengangguk dan tersenyum mengiyakan perkataan Ify. Dia sendiri merasa tidak yakin bisa sembuh dari penyakitnya ini. dia sering browsing di internet tentang penyakitnya ini, dan disana tertulis bahwa siapa saja yang mengidap penyakit ini kemungkinan untuk sembuh kecil. Maka dari itu Shilla pesimis dan hanya bisa pasrah akan hidup nya nanti.

Handphone ini bergetar tanda telfon masuk. Dilihatnya siapa yang menelfon. Ify melirik kea rah Shilla sebentar. Shilla sudah tahu siapa yang menelfon Ify. Shilla mengangguk kepada Ify menandakan “angkat aja Fy”. Ify mengangguk lalu mengangkat telfon itu.

“halo..” sapa suara cowok disebrang sana.

“iya ada apa Cak?” tanya Ify kepada penelfon itu yang ternyata adalah Cakka.

“……….”

“ng… gue lagi ga sama Shilla Cak. Gue lagi… lagi ada acara keluarga. Kenapa emang?”

“………..”

“ohitu.. tadi sih dia bilang lagi pergi gitu sama Papa Mama nya. Mungkin handphone nya lowbat kali Cak belum sempat charger”

“………”

Sambungan telfon Ify dan Cakka sudah berakhir. Ify menatap Shilla, dilihatnya Shilla tersenyum dengan bibir pucatnya kepada Ify menandakan “thanks Fy” Ify balik membalas senyuman Shilla.

*

Sedari tadi perasaan Cakka tidak enak. Dia merasa ada sesuatu, tapi dia sendiri tidak tahu apa itu. kini Cakka sedang gelisah di kamar nya. Pikirannya kini melayang. Dia takut terjadi apa-apa dengan Shilla. Dia mencoba menelfon handphone Shilla namun tidak aktif. Kecurigaan nya semakin bertambah. Kini dia mencoba menelfon Ify.

“halo..” sapa Cakka.

“lo lagi sama Shilla ga Fy?”

“gini, dari tadi gue telfonin handphone nya kok ga aktif ya? Gue kirain lo lagi sama dia Fy”

“oh gitu, bener juga ya. Ya udah, thanks yah Fy” Cakka memutuskan sambungan telfonnya dengan Ify. Perasaan nya kini sudah sedikit lega. Tapi masih ada perasaan yang mengganjal. Dia merasa Ify tidak sepenuhnya jujur kepada nya.

*

Sudah 3 hari Shilla tidak masuk sekolah. Setiap kali Cakka ke rumah Shilla, pembantu dirumah Shilla tidak mau membuka kan pintu untuk Cakka. Padahal semua pekerja dirumah Shilla sudah hafal dengan Cakka.

Setiap kali Cakka bertanya kepada Ify, Ify selalu menghindar. Sudah 3 hari semenjak Shilla tidak masuk sekolah juga Ify tidak bertegur sapa dengan Cakka mau pun Rio. Bahkan jika Rio bertanya kepada Ify di telfon/sms tentang Shilla, Ify selalu marah-marah ga jelas.

“Fy” panggil Cakka. Dia menghampiri kelas Ify. Ify sedang duduk berbincang dengan temannya. Ify yang sebenarnya menyadari kedatangan Cakka dan Rio hanya terus lanjut berbicang dengan temannya. Dia tidak menghiraukan Cakka dan Rio.

“Fy..” panggil Cakka lebih keras lagi.

Ify masih terus berbincang dengan temannya. Temannya itu sudah mengode Ify memberitahu bahwa ada Cakka memanggilnya. Tapi Ify malah tetap ga ngehirauin.

“Fy, sampai kapan lo mau nyuekin kita berdua? Kita berdua ada salah apa sama lo sampai-sampai lo ngejauh dari kita gini? Apa ini ada hubungannya gara-gara Shilla ga sekolah?” tanya Rio kini yang sudah mulai kesal dengan sikap aneh Ify. Mendengar nama Shilla, Ify langsung diam tidak melanjutkan obrolannya dengan temannya tadi.

Ify pun sudah meminta temannya untuk pergi sebentar karena dia ingin berbicara dengan Cakka dan Rio.

“gue ga ngejauh kok dari kalian” alibi Ify.

“bohong. Mata lo bilang lo bohong Fy” jawab Rio.

“emang mata gue bisa ngomong apa?” sinis Ify. Jujur, sebenarnya dia tidak ingin seperti ini. tapi ini demi Shilla. Padahal Shilla hanya meminta Ify untuk berbohong akan penyakit nya, bukan menjauh seperti ini. tapi menurut Ify, ini lah cara yang terbaik.

“ sekarang gue mau lo jujur Fy. kenapa Shilla ga sekolah 3 hari ini?” tanya Cakka kini. Ify langsung terdiam. Dia tidak sanggup harus memberitahukan yang sebenarnya kepada Cakka dan Rio.

“oke. Gue jujur. Shilla… “

Bersambung…

Aduh.. gimana ini? Cakka sama Rio desak-desak lagi. kira-kira Ify bakalan jujur atau engga ya? Kira-kira FLUTD bakalan end secepatnya ga ya? mau nya gimana? :p tebak sendiri aja HAHAHA follow twitter aku ya @elviraeryos mention gimana comment kalian ttg cerbung-cerbung aku. dibales kok, apalagi kalo mention kasih usul buat new cerbung aku atau next part nya (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar