Jumat, 07 Juni 2013

Rival In Love *2

-->
Jam istirahat pun datang. Semua siswa-siswi sudah berjalan meninggalkan kelas masing-masing. Namun tidak untuk kelas XI 3 dan XI 5. Lagi-lagi ke dua kubu artis yang sama-sama menjadi The most wanted di SMA Pelita Harapan itu pun seperti nya akan perang sengit lagi.

Murid-murid XI 3 tidak bisa keluar kelas karena lima orang gadis cantik tengah berdiri menghalangi pintu kelas mereka. ke lima gadis itu tak asing lagi. yaitu BLINK. Blink menatap sinis ke kelas didepan mereka berdiri kini (kelas XI 5) minus Febby yang hanya menurut saja dengan sahabat nya ini.

Di depan kelas XI 5 kini juga sudah berdiri lima cowok tampan yang juga menajdi the most wanted gadis-gadis sekolahan. Mereka juga menatap sinis kepada lima gadis yang berdiri di hadapan mereka kini. Kelas XI 3 adalah kelas nya BLINK dan kelas XI 5 adalah kelas nya redbag band. Kelas mereka berhadapan.

Tak ada satu patah kata pun terucap dari mereka semua. Hanya tatapan tajam yang mereka lontar kan. Setelah merasa cukup melontarkan tatapan tajam mereka masing-masing, satu per satu mereka meninggal tempat itu dan menuju ke kantin.

*

Sebelum ke kantin untuk memenuhi permintaan cacing-cacing diperut mereka, redbag memilih untuk duduk-duduk santai di taman belakang sekolah mereka yang sangat nyaman dan sejuk karena banyak pepohonan. Disana juga sudah tersedia gazebo khusus untuk redbag bersantai dan tidak ada yang berani menempati tempat itu.

Ke lima cowok itu kali ini tidak seperti biasanya mereka duduk santai di gazebo taman belakang sekolah ini. kali ini tampang mereka sedang berfikir keras akan apa rencana mereka untuk mengerjai blink musuh bebuyutan mereka itu.

“kira-kira ngapain ya bagus?” tanya Cakka yang masih berfikir dengan memegangi dahi nya dengat telunjuk nya. Entah kepada siapa dia bertanya. Ke empat sahabat nya menoleh ke Cakka yang tampak nya sedang berfikir keras.

“maksud lo?” tanya keempat sahabat nya serentak dengan kerutan di dahi masing-masing. Cakka menatap sahabat nya itu bergantian. “ya maksud gue rencana kita selanjut nya buat ngerjain lima cewek manja itu gimana?” jawab Cakka. Ke empat sahabat nya itu kini mengerti.

Debo memasang wajah pasrah “nah itu dia Cak yang lagi gue pikirin.” Gabriel, Rio dan Alvin pun juga tak kalah pasrah nya dengan Debo.

Tik tok tik tok.. “NAH!” teriak Alvin senang yang sontak mengagetkan sahabat nya yang lain. Bahkan Rio yang tadi nya sedang menopang dagu hampir terjatuh karena kaget dengan teriakan Alvin.

“apaan lo sih Vin? Ga tau lo gue mau jatoh gara-gara lo?” protes Rio yang hanya dibalas cengiran oleh Alvin “hehehe sorry Yo. Habisnya gue kesenengan sih.”

“seneng kenapa lo?” tanya Gabriel.

“lo pikir? Emang kita sekarang lagi ngapain? Mikirin rencana buat ngerjain tuh lima cewek ngeselin kan?” kesal Alvin melihat Gabriel yang tidak mengerti juga.

“Oh..” balas Gabriel, Rio, Cakka dan Debo serentak dan mengangguk-angguk.

Alvin yang mendengar jawaban dari sahabat-sahabat nya itu pun langsung melotot tajam ke sahabat-sahabat nya. Tatapan tajam yang seperti ingin menelan orang hidup-hidup. Gabriel yang ngeri melihat tatapan Alvin seperti itu pun langsung mewakilkan sahabat-sahabat yang lain.

“woles bro woles. Nyantai aja. Becanda juga.” Gabriel menepuk-nepuk pundak Alvin.

“jadi lo ada ide Vin? Tumben.” Tanya Rio dengan sedikit sindiran. Alvin yang mendengar lagi-lagi menatap Rio dengan tatapan tajam. Rio hanya nyengir.

“apa rencana lo?” tanya Debo kini serius.

“sini deh sini.” Suruh Alvin menyuruh yang lainnya untuk mendekat dan mendengar kan apa rencana mereka. setelah selesai membisikan apa renana nya, semua personil redbag minus Alvin berteriak “setuju.”

“yaudah sekarang aja yuk. Lagian cacing di perut gue udah mulai konser nih kayaknya hehe.” Ajak Cakka. Semua mengangguk menyetujui ajakan Cakka dan berjalan menuju kantin.

*

Di kantin di meja nomer 6 sudah duduk lima gadis cantik yang sedang tertawa riang sambil menunggu pesanan mereka. meja nomer 6 pun sudah dikosongkan khusus untuk mereka. BLINK. Mereka menceritakan sikap-sikap lucu fans mereka masing-masing. Berbagai ekspresi teercipta dari wajah cantik mereka. dari wajah senang, senyum, manyun. Semua para kaum adam memperhatikan gerak-gerik ke lima cewek ini.

Dari arah pintu masuk kantin terlihat lima cowok tinggi-tinggi dan tampan yang tak asing bagi gadis-gadis disekolahan dan menjadi pujaan hati gadis-gadis satu sekolahan kecuali BLINK. Yap, mereka RedBag musuh nya BLINK.

Ke lima cowok itu berjalan mendekati meja yang di duduki BLINK. Dilihat nya ke lima cewek itu sedang tertawa bersama. Senyum licik sudah terpasang di wajah tampan lima cowok ini. seperti nya blink masih belum menyadari bahwa redbag akan menghampiri meja mereka.

Saat ini redbag sudah berdiri tepat disamping meja blink. Senyum dan tawa blink tadi seketika langsung terhenti melihat ada beberapa orang berhenti di dekat meja mereka. perlahan mereka mendongakan kepala mereka keatas, sontak kagaet mereka melihat lima cowok yang selama ini menjadi musuh mereka. redbag. Sebuah senyuman terlontar dari semua bibir redbag. Bagi cewek lain yang melihat senyuman itu mengira senyuman itu sebuah senyuman yang mempesona. Namun senyuman seperti itu bukan sebuah senyuman yang mempesona bagi blink. Senyuman itu senyuman licik.

“kita boleh gabung disini?” ujar Gabriel dengan senyuman nya. Eh ralat ralat. Dengan senyum licik nya lebih tepatnya.

Tak ada jawaban satupun dari blink. Mereka masih bengong melihat ke lima cowok di depan mereka saat ini. seisi kantin pun sudah bersiap siaga melihat dari kejauhan apa lagi yang akan dihebohkan olkeh dua kubu artis ini. namun sampai saat ini tanda-tanda keributan masih belum muncul.

“kelamaan ah. Udah kita duduk aja. Udah laper.” Ajak Cakka langsung mengambil duduk disebelah kanan Febby. Sebelah kiri Febby ada Ify dan dikiri Ify kini sudah duduk Rio. Sebelah kiri Rio ada Debo dan dikiri Debo ada Sivia. Dihadapan Sivia ada Pricilla. Di kiri Pricilla ada Alvin, di kiri Alvin ada Shilla, di kiri Shilla ada Gabriel.

Ke lima cowok itu duduk dengan tampang polos nya nan tak berdosa. Ke lima cewek itu masih melongo menatap cowok disamping mereka masing-masing.

“kok kalian tumben duduk disini? Emang meja kalian udah ada yang dudukin?” tanya Febby baik-baik menatap Cakka yang disebelahnya lalu menatap ke empat cowok nya lagi.

“pengen aja hehe.” Jawab Cakka. Entah kenapa Cakka menjadi luluh melihat wajah manis Febby nan lembut, murah senyum. Dilihat nya dengan detail lekuk wajah manis Febby. Gabriel, Rio, Alvin dan Debo yang melihat sikap aneh Cakka langsung berdehem keras. Sontak Cakka tersadar. Cakka salting sendiri dan Febby juga salting karena sadar bahwa Cakka melihatnya seperti itu. Raditya Dika juga salting (?)

Cakka mencoba menghilangkan kesaltingannya begitu juga dengan Febby dan Raditya Dika. Loh ini apa-apaan ada Raditya Dika segala? Apa hubungannya???!! Bikin kesel aja sumpah!

“mesti gitu kalian duduk disini? Kayak ga ada meja lagi aja.” Sinis Ify yang diangguki oleh Shilla, Pricilla dan Sivia. Febby masih menghilangkan kesaltingannya.

Rio mendekatkan wajah nya ke Ify. Ify kaget melihat sikap aneh Rio. Kini wajahnya dan Rio berjarak kurang dari 30cm. Rio tersenyum kepada nya. Senyuman itu menawan.. batin Ify. Lalu Ify langsung tersadar bahwa dia tidak boleh lulus dengan senyuman Rio itu. “ngapain lo jelek deket-deket gue?” pelotot Ify ke Rio.

“hebat juga nih cewek ga terpesona sama senyuman gue.” Batin Rio. Segera ia menjauhkan wajah nya dari Ify. Shilla, Pricilla, Febby dan Via kaget melihat adegan Ify dan Rio barusan. Gabriel, Alvin, Cakka dan Debo sudah tersenyum licik dan saling mengode satu sama lain.

“ck.. lo cantik juga ya dari deket.” Goda Rio samil menaik turunkan alisnya.

“baru sadar lo? kenapa? Tertarik sama gue? Sorry sayang nya gue ga tertarik tuh sama lo yang item, cungkring, pesek lagi.” balas Ify. Rio geram mendengar jawab Ify tadi. Kalo bukan agar rencana nya berhasil, dia ga akan melakukan hal ini.

“HAHAHAHAHAHAHAHA….” Ke empat sahabat Rio dan sahabat Ify pun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar cacian Ify ke Rio barusan.

“sabar Yo sabar.. jangan masukin hati. Walaupun apa yang dibilang Ify bener.” Timpal Gabriel ikutan meledek Rio. Rio melotot menatap Gabriel dengan arti ‘liat lo Iel, mati lo ntar.’ Gabriel yang sudah tahu maksud tatapan Rio hanya mengangkat jari nya berbentuk huruf V.

“eh iya kalian ga makan?” tanya Debo semanis mungkin.

Blink mengernyitkan dahi mereka. ada apa ini sebenernya? Ga beres nih..

“ga.” Serentak blink minus Febby menjawab jutek.

“kita udah mesen kok tadi. Nunggu dateng aja.” Polos Febby. Shilla, Ify, Pricilla, Via melotot ke arahFebby. Febby yang melihat itupun langsung menunduk takut.

“oh yaudah, biar kita aja yang ambilin sekalian kita mau mesen juga.” Kata Alvin. seketika Shilla, Pricilla, Ify, Sivia dan Febby loangsung mengernyitkan dahi mereka heran. Shilla memutar otak nya lalu langsung mengambil bb nya dan langsung ngebm empat sahabat nya itu. Shilla sudah merasa ada hawa-hawa tak enak.

Blink tidak menjawab, namun redbag menganggap kalo itu jawabannya ‘iya’. Langsung redbag berdiri dari meja itu dan mengambil pesanan blink tadi. Melihat redbag sudah berjalan cukup jauh dari meja mereka, Shilla langsung berbisik ke Pricilla, Pricilla bisik ke Sivia, Sivia bisik ke Ify, dan terakhir Ify bisik ke Febby. Febby mengangguk tanda mengerti.

Febby kini berjalan meninggalkan kantin. Di meja tadi kini Ify, Shilla, Pricilla dan Sivia sudah duduk tenang menunggu lima cowok ngeselin itu membawa makanan mereka.




Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar