Mata gadis ini tak lepas memperhatikan cowok
yang sedang bermain basket di lapangan basket sekolah nya ini. gadis ini sedang
duduk di pinggir lapangan. Sudah 3 tahun dia sekelas dengan cowok itu. sudah 3
tahun ini juga dia memendam perasaan nya pada cowok tinggi dan berkharisma itu.
Rio. Mario Stevano Aditya Haling.
Rio adalah the most wanted boy di SMA
Indonesian High School dan juga Ketus OSIS merangkap Kapten Basket. Rio sangat
di gila-gilai cewek-cewek sekolahan. Bahkan Angel sang Kapten Cheers yang
dikenal sangat cantik dan juga the most wanted girl di sekolahan juga
mengincar-incar Rio.
Rio terkenal sangat dingin dengan cewek.
Makanya itu Angel dari dulu yang selalu mencari perhatian Rio tidak pernah
dilirik oleh Rio. Dan selama Ify sekelas dengan Rio, tak pernah dia mendengar
bahkan Rio yang bercerita kepada dia bahwa Rio punya pacar.
Karena sudah sekelas 3 tahun dengan Ify,
makanya Rio kenal dengan Ify. Bahkan juga lumayan sering ngobrol atau bercanda
di kelas. Sebenarnya Ify gengsi dekat dengan Rio. Dia juga sadar akan dirinya
yang berkaca mata, kutu buku dan memakai behel. Namun dari kelas X Rio sendiri
yang mengajak Ify bercanda.
“kapan ya lo bisa sadar sama perasaan gue Yo?
Kapan juga lo punya perasaan yang sama kayak gue?” batin Ify.
“Ify.” Shilla, Sivia dan Agni mengagetkan Ify
yang sedang serius menonton Rio bermain basket. Shilla, Sivia dan Agni adalah
sahabat Ify dari kelas X. hanya mereka bertiga yang tulus berteman dengan Ify.
“eh kalian ngagetin gue aja.” Kaget Ify.
“lo sih dari tadi bengong aja. Kita dateng aja
lo ga sadar.” Kata Sivia.
“hehehe.” Ify hanya nyengir memamerkan behel
nya.
“emang lo liatin apa sih Fy?” tanya Shilla.
“ngg.. liatin apa? Ga liatin apa-apa.” Alibi
Ify.
“lo boong kan? Lo liatin si Rio kan?” Ify
merasa skakmat dengan pertanyaan Agni.
“sotil lo Ag. Siapa juga yang liatin Rio. Emang
dia aja yang main basket disini? Tuh banyak yang lain tuh.” Elak Ify lagi
sambil menunjuk kea rah lapangan.
“iya deh iya.” Pasrah Agni. Sebenarnya Agni, Shilla
dan Sivia sudah tahu dari kelas X kalo Ify itu naksir Rio. Tapi tiap kali Ify
digodain tentang Rio, Ify selalu menghindar. Agni, Shilla dan Sivia bisa
melihat jelas dari sorotan mata Ify. Mata emang selalu ga bisa dibohongin.
*
Bel pulang sekolah yang dinanti-nanti kan para
murid pun sudah berbunyi. Ify melangkahkan kaki nya keluar kelas bersama ketiga
sahabat nya.
“Fy, lo mau bareng sama gue?” tanya Shilla.
“oh ga usah Shil, makasih. Gue dijemput supir
kok.” Kata Ify.
“yaudah, kalo gitu kita pulang dulu ya Fy.”
Pamit Sivia dan Agni.
“iya, hati-hati ya kalian.” Ify melambaikan
tangannya kepada ketiga sahabatnya yang sudah mulai menjauh dari kelas.
*
“kemana sih Mang Ujang? Lama banget?” Ify kini
sedang menunggu supir nya di depan pagar sekolahnya. Sedari tadi dia menunggu
Mang Ujang tapi ga datang juga.
TIINN TIINN
Suara klakson Cagiva Hijau mengagetkan Ify.
Cagiva itu berhenti tepat di dekat Ify. Helm full face si pengendara membuat
Ify tidak tahu siapa yang mengendarai motor itu.
“kok lo belum pulang Fy?” tanya si pengendara
itu setelah membuka helm full face nya. Ternyata dia Rio.
“eh.. hmm supir gue belom dateng Yo.” Kata Ify.
“oh..”
“bareng sama gue aja.” Kata Rio lagi. Ify
kaget. “Rio mau nebengin gue? Ga salah?” batin Ify.
“hah? Ga usah ga usah. Bentar lagi supir gue
juga dateng kok.” Ify menolak tawaran Rio.
Rio tersenyum kepada Ify. “yakin nih lo nolak
tawaran gue? Banyak loh cewek-cewek yang pengen banget gue anterin pulang.”
Goda Rio.
“yaampun Yo senyuman lo. senyuman dan mata lo
yang selalu bikin gue makin cinta sama lo.” batin Ify.
“beneran deh Yo. Bentar lagi supir gue pasti
dateng. Lo duluan aja.” Kata Ify lagi.
“oh yaudah, gue tungguin lo sampe supir lo
dateng deh. Biar lo ga bosen nungguinnya.” Rio mematikan motornya dan
menurunkan standar motornya.
“loh? Ga usah Yo, beneran deh. Lo pul…” kata
Ify terputus karena melihat tatapan Rio yang penuh arti “gue tetep mau nemenin
lo.” kini Ify pasrah dan menunduk “yaudah terserah lo deh.” Lirih Ify.
“nah gitu dong.” Kata Rio sambil tersenyum.
15 menit sudah Ify dan Rio menunggu supir Ify.
Namun tak kunjung datang juga.
“mana supir lo yang kata nya bakalan dateng? Ga
dateng kan?” ledek Rio. Ify memanyunkan bibirnya. “bentar gue coba telfon
kerumah dulu deh.” Ify memencet beberapa digit nomor di handphone yang sudah
dia hafal -sepertinya-
“Hallo Bi, ini aku Ify. Mang Ujang kok dari
tadi aku tungguin ga dateng ya?”
“hah? Ban mobil bocor? Yah.. yaudah deh Bi.
Makasih ya Bi.” Ify menutup sambungan telfonnya dengan pembantu dirumah nya
–sepertinya-
“gimana? Tawaran pulang bareng gue masih
berlaku loh.” Goda Rio menaik turunkan alisnya. Ify melihat kesekeliling
sekolah. Dilihatnya cewek-cewek sekolahan menatap tajam kepadanya.
Sebenarnya Ify mau dianter pulang sama Rio.
Siapa sih yang bisa nolak tawaran cowok seganteng Rio? Tapi Ify takut karena
dari tadi tatapan cewek-cewek sekolahan melihat kearah dia tajam.
“hmm.. gimana ya Yo?” jawab Ify ragu.
“tunggu apa lagi? ayo naik.” Kata Rio.
“ngerepotin ga nih?” tanya Ify.
“Ck.. ya engga lah Ify. Kita udah sekelas 3
tahun dan sekarang lo masih ngerasa segan sama gue?” jawab Rio.
“bukan gitu Yo, tapi coba liat ke sekeliling
kita deh. Gue takut.” Kata Ify berbisik pelan kepada Rio. Rio langsung menoleh
ke segala arah sekolah. Kini Rio mengerti maksud Ify.
“ga bakalan dan ga usah takut. Buruan naik.
Udah sore nih.” Ajak Rio. Kali ini Ify pasrah saja dan naik ke cagiva hijau
milik Rio. Langsung Rio melajukan motornya meninggalkan sekolah menuju rumah
Ify.
Ify takut berpegangan pada Rio, dia lebih
memilih memegang rok nya kuat karena dia ga biasa naik motor. Rio melihat
tingkah lucu Ify seperti itu dari kaca spion motornya. “lucu lo. baru kali ini
ada cewek yang ga pegangan sama gue.” Batin Rio. Dia senyum-senyum sendiri
melihat tingkah lucu Ify.
Bersambung…
Eciee Ify dianterin pulang sama Rio. RFM mana
nih RFM :p next part 2 guys. Jangan lupa follow twitter aku juga ya @elviraeryos
thxbfr ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar