Selasa, 25 Juni 2013

You Are My Dream *1


Mata gadis ini tak lepas memperhatikan cowok yang sedang bermain basket di lapangan basket sekolah nya ini. gadis ini sedang duduk di pinggir lapangan. Sudah 3 tahun dia sekelas dengan cowok itu. sudah 3 tahun ini juga dia memendam perasaan nya pada cowok tinggi dan berkharisma itu. Rio. Mario Stevano Aditya Haling.

Rio adalah the most wanted boy di SMA Indonesian High School dan juga Ketus OSIS merangkap Kapten Basket. Rio sangat di gila-gilai cewek-cewek sekolahan. Bahkan Angel sang Kapten Cheers yang dikenal sangat cantik dan juga the most wanted girl di sekolahan juga mengincar-incar Rio.

Rio terkenal sangat dingin dengan cewek. Makanya itu Angel dari dulu yang selalu mencari perhatian Rio tidak pernah dilirik oleh Rio. Dan selama Ify sekelas dengan Rio, tak pernah dia mendengar bahkan Rio yang bercerita kepada dia bahwa Rio punya pacar.

Karena sudah sekelas 3 tahun dengan Ify, makanya Rio kenal dengan Ify. Bahkan juga lumayan sering ngobrol atau bercanda di kelas. Sebenarnya Ify gengsi dekat dengan Rio. Dia juga sadar akan dirinya yang berkaca mata, kutu buku dan memakai behel. Namun dari kelas X Rio sendiri yang mengajak Ify bercanda.

“kapan ya lo bisa sadar sama perasaan gue Yo? Kapan juga lo punya perasaan yang sama kayak gue?” batin Ify.

“Ify.” Shilla, Sivia dan Agni mengagetkan Ify yang sedang serius menonton Rio bermain basket. Shilla, Sivia dan Agni adalah sahabat Ify dari kelas X. hanya mereka bertiga yang tulus berteman dengan Ify.

“eh kalian ngagetin gue aja.” Kaget Ify. 

“lo sih dari tadi bengong aja. Kita dateng aja lo ga sadar.” Kata Sivia.

“hehehe.” Ify hanya nyengir memamerkan behel nya.

“emang lo liatin apa sih Fy?” tanya Shilla.

“ngg.. liatin apa? Ga liatin apa-apa.” Alibi Ify.

“lo boong kan? Lo liatin si Rio kan?” Ify merasa skakmat dengan pertanyaan Agni.

“sotil lo Ag. Siapa juga yang liatin Rio. Emang dia aja yang main basket disini? Tuh banyak yang lain tuh.” Elak Ify lagi sambil menunjuk kea rah lapangan.

“iya deh iya.” Pasrah Agni. Sebenarnya Agni, Shilla dan Sivia sudah tahu dari kelas X kalo Ify itu naksir Rio. Tapi tiap kali Ify digodain tentang Rio, Ify selalu menghindar. Agni, Shilla dan Sivia bisa melihat jelas dari sorotan mata Ify. Mata emang selalu ga bisa dibohongin.

*

Bel pulang sekolah yang dinanti-nanti kan para murid pun sudah berbunyi. Ify melangkahkan kaki nya keluar kelas bersama ketiga sahabat nya.

“Fy, lo mau bareng sama gue?” tanya Shilla.

“oh ga usah Shil, makasih. Gue dijemput supir kok.” Kata Ify.

“yaudah, kalo gitu kita pulang dulu ya Fy.” Pamit Sivia dan Agni.

“iya, hati-hati ya kalian.” Ify melambaikan tangannya kepada ketiga sahabatnya yang sudah mulai menjauh dari kelas.

 *

“kemana sih Mang Ujang? Lama banget?” Ify kini sedang menunggu supir nya di depan pagar sekolahnya. Sedari tadi dia menunggu Mang Ujang tapi ga datang juga.

TIINN TIINN

Suara klakson Cagiva Hijau mengagetkan Ify. Cagiva itu berhenti tepat di dekat Ify. Helm full face si pengendara membuat Ify tidak tahu siapa yang mengendarai motor itu.

“kok lo belum pulang Fy?” tanya si pengendara itu setelah membuka helm full face nya. Ternyata dia Rio.

“eh.. hmm supir gue belom dateng Yo.” Kata Ify.

“oh..”

“bareng sama gue aja.” Kata Rio lagi. Ify kaget. “Rio mau nebengin gue? Ga salah?” batin Ify.

“hah? Ga usah ga usah. Bentar lagi supir gue juga dateng kok.” Ify menolak tawaran Rio.

Rio tersenyum kepada Ify. “yakin nih lo nolak tawaran gue? Banyak loh cewek-cewek yang pengen banget gue anterin pulang.” Goda Rio.

“yaampun Yo senyuman lo. senyuman dan mata lo yang selalu bikin gue makin cinta sama lo.” batin Ify.

“beneran deh Yo. Bentar lagi supir gue pasti dateng. Lo duluan aja.” Kata Ify lagi.

“oh yaudah, gue tungguin lo sampe supir lo dateng deh. Biar lo ga bosen nungguinnya.” Rio mematikan motornya dan menurunkan standar motornya.

“loh? Ga usah Yo, beneran deh. Lo pul…” kata Ify terputus karena melihat tatapan Rio yang penuh arti “gue tetep mau nemenin lo.” kini Ify pasrah dan menunduk “yaudah terserah lo deh.” Lirih Ify.

“nah gitu dong.” Kata Rio sambil tersenyum.

15 menit sudah Ify dan Rio menunggu supir Ify. Namun tak kunjung datang juga.

“mana supir lo yang kata nya bakalan dateng? Ga dateng kan?” ledek Rio. Ify memanyunkan bibirnya. “bentar gue coba telfon kerumah dulu deh.” Ify memencet beberapa digit nomor di handphone yang sudah dia hafal -sepertinya-

“Hallo Bi, ini aku Ify. Mang Ujang kok dari tadi aku tungguin ga dateng ya?”

“hah? Ban mobil bocor? Yah.. yaudah deh Bi. Makasih ya Bi.” Ify menutup sambungan telfonnya dengan pembantu dirumah nya –sepertinya-

“gimana? Tawaran pulang bareng gue masih berlaku loh.” Goda Rio menaik turunkan alisnya. Ify melihat kesekeliling sekolah. Dilihatnya cewek-cewek sekolahan menatap tajam kepadanya.

Sebenarnya Ify mau dianter pulang sama Rio. Siapa sih yang bisa nolak tawaran cowok seganteng Rio? Tapi Ify takut karena dari tadi tatapan cewek-cewek sekolahan melihat kearah dia tajam.

“hmm.. gimana ya Yo?” jawab Ify ragu.

“tunggu apa lagi? ayo naik.” Kata Rio.

“ngerepotin ga nih?” tanya Ify.

“Ck.. ya engga lah Ify. Kita udah sekelas 3 tahun dan sekarang lo masih ngerasa segan sama gue?” jawab Rio.

“bukan gitu Yo, tapi coba liat ke sekeliling kita deh. Gue takut.” Kata Ify berbisik pelan kepada Rio. Rio langsung menoleh ke segala arah sekolah. Kini Rio mengerti maksud Ify.

“ga bakalan dan ga usah takut. Buruan naik. Udah sore nih.” Ajak Rio. Kali ini Ify pasrah saja dan naik ke cagiva hijau milik Rio. Langsung Rio melajukan motornya meninggalkan sekolah menuju rumah Ify.

Ify takut berpegangan pada Rio, dia lebih memilih memegang rok nya kuat karena dia ga biasa naik motor. Rio melihat tingkah lucu Ify seperti itu dari kaca spion motornya. “lucu lo. baru kali ini ada cewek yang ga pegangan sama gue.” Batin Rio. Dia senyum-senyum sendiri melihat tingkah lucu Ify.

Bersambung…

Eciee Ify dianterin pulang sama Rio. RFM mana nih RFM :p next part 2 guys. Jangan lupa follow twitter aku juga ya @elviraeryos thxbfr ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar