Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *11


Kini Cakka, Rio, Shilla dan Ify jalan berempat ke kantin. Cakka sudah mengenalkan Rio kepada Shilla
dan Ify beberapa bulan yang lalu semenjak Rio minta dicomblangkan sama Ify ke Cakka. Semenjak itu
Cakka, Rio, Shilla dan Ify selalu bersama-sama. Cakka dan Rio juga salah satu the most wanted boy di
sekolahan selain Gabriel.

Sama seperti waktu Shilla, Cakka dan Ify jalan bertiga untuk pertama kali nya dulu –yang ada di Part 9
itu loh. Ya gitu deh. Coba liat part 9 lagi aja:p- semua sorot mata tertuju kepada mereka. begitu juga
sekarang. Semua sorot mata tertuju pada Cakka, Rio, Shilla dan Ify yang berjalan berempat.
Pemandangan baru disekolahan.

Pertama nya pemandangan seperti itu sangat asing bagi anak-anak satu sekolahan, tapi karena
mereka berempat sudah terbiasa selalu berempat disekolahan, pandangan seperti itu sudah lazim
bagi anak-anak sekolahan. Mau di kantin, mereka satu meja bahkan tertawa menggelegar sampe
seluruh pengunjung kantin melirik kea rah mereka, itu sudah hal biasa. Mereka datang dan pulang
sekolah bareng, sudah biasa. 

Tak ada bisik-bisik tetangga yang sirik terhadap mereka berempat. Menurut mereka, Cakka, Rio,
Shilla dan Ify cocok-cocok saja. Baik berteman maupun pacaran. Menurut mereka Cakka dan Shilla
cocok. Begitu juga dengan Rio dan Ify, cocok.

@ Kantin

“eh Fy, kayaknya sekarang lo lengket banget ya sama Rio.” Goda Shilla kepada Ify dan Rio sambil
menaik turunkan alisnya. Orang yang di goda –Ify dan Rio- malah salting. Pipi Ify merah, malu-malu.
Sedangkan Rio menggaruk-garuk tengkuk yang tak gatal dengan cengiran khas nya.

“apasih lo Shil. Lo juga sama Cakka, makin mesra aja.” Goda Ify. Dia tidak mau kalah dengan Shilla.
Shilla malah tersipu malu sendiri. Sedangkan Cakka hanya senyum. Bukan senyum biasa, tapi senyum
yang sedang menutupi kesaltingannya.

“kok malah gue sih yang kena? Ihh...” Shilla memanyunkan bibirnya.

“lo emang cantik Shil. Mau lo manyun, senyum, ketawa lebar-lebar, lo tetap cantik. Menurut gue lo
itu unik. Beda dari cewek-cewek lain yang selalu jaim di depan cowok. Selalu sok manis.” Batin Cakka.
Cakka melamun menatap Shilla yang sepertinya sudah menguasai seluruh ruang hatinya tanpa sisa
*yaampun shil kok maruk banget sih? Bagi hati Cakka seperempat buat penulis napa.-. okeoke jangan
dihiraukan*

Rio yang duduk di depan Cakka menyadari kalo Cakka sedang melamun menatap Shilla. Tapi yang
ditatap –Shilla- ga nyadar juga. Malah asik bercandaan sama Ify. Fyi, Cakka duduk sebelahan sama
Shilla, dan didepan mereka Rio sama Ify yang juga duduk berdua. Shilla sama Ify hadap-hadapan, gitu
juga Cakka sama Rio. Ngerti? Ngertiin ajadeh ya pokoknya biar cepet.

Rio sengaja ga nyadarin Cakka dari lamunan indah nya. Rio mau Shilla sadar sendiri kalo lagi ditatap
Cakka. Biar ada sedikit drama scene malu-maluan gitu. Benar saja, tak lama pemikiran itu muncul
diotak Rio, Shilla menoleh kesamping nya –tempat Cakka duduk-. Ternyata Cakka sedang menatap
dirinya.

Shilla heran, namun sebenarnya dia malu juga ditatap Cakka seperti itu. Kini Cakka yang ga sadar kalo
Shilla sudah menoleh kepadanya. “Cak..” panggil Shilla melambai-lambaikan tangannya di depan
wajah Cakka. Namun Cakka masih belum nyadar.

Rio dan Ify yang melihat sudah saling kode-kodean. Awalnya Ify sendiri tadi juga heran melihat Cakka
seperti itu, namun akhirnya ga bingung. Soalnya Rio udah bisikin gimana kejadian awalnya.

“Cak..” panggil Shilla lagi. Cakka masih diam.

“CAKKKAAAAA” teriak Shilla kesal.

“apasihgangguajaguelagingeliatinshillanihcantikbanget.” Latah Cakka. Tanpa sadar dia melontarkan
kata-kata seperti itu. Langsung Cakka sadar dengan apa yang dibilang nya barusan, langsung dia
membekap mulutnya. Keceplosan. Shilla menunduk malu mendengar perkataan Cakka. Rio dan Ify
yang juga ikut mendengar sudah tak tahan untuk menggoda Shilla dan Cakka.

“cie ketahuan Cakka naksir Shilla.” Goda Rio dan Ify serentak.

Cakka menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Berpikir alasan apa yang akan dia berikan kepada
sahabat nya ini. “apa sih engga ah.” Alibi Cakka malu-malu. Sedangkan Shilla masih menunduk malu.
Baru Rio dan Ify mau angkat bicara

TEEETTTT

Bel masuk pun sudah berbunyi. “eh masuk tuh. Masuk yuk masuk” kali ini Cakka selamat lagi.
langsung dia menarik tangan Rio untuk berlari ke kelas. Sebelumnya berpamitan dengan Shilla dan
Ify.  Begitu juga dengan Shilla dan Ify, berlari ke kelas mereka.

*

Setengah semester sudah Cakka antar-jemput Shilla. Sudah lama juga Ify tidak berangkat bareng
dengan Cakka dan Shilla semenjak dia dekat dengan Rio. Soalnya yang antar-jemput Ify sekarang itu
Rio. Walaupun mereka belum jadian, tapi Rio sedang berusaha keras untuk merebut hati Ify.

Yang membuat Rio dan Ify dekat itu ulahnya Cakka dan Shilla. Mereka berusaha menyatukan dua
sejoli yang sama-sama jomblo, tapi mereka sendiri masih jomblo dan masih belum berhasil
menemukan pasangan masing-masing.
               
“tuh liat sahabat lo,sibuk berduaan aja.” Tunjuk Cakka ke Ify yang sedang sibuk berduaan dengan Rio
di depan Cakka dan Shilla duduk *ceritanya mereka lagi makan dikantin ya*
“sahabat lo juga tuh. nah lo nya kapan? Masih betah ngejomblo? Haha” ledek Shilla. Cakka
mendengus kesal “ngeledek aja bisa lo. lo sendiri gimana? Lo sendirinya aja jomblo yee.” Ledek Cakka
balik.

“Mending gue. Kalo cewek yang jomblo gapapa, nah ini cowok jomblo? Cemen banget lo.” Shilla tak
mau terintimidasi oleh Cakka kali ini. “eh bukannya gitu. Tapi nih ya, gue itu masih mau nyari yang
tepat. Gue ga mau aja asal pilih eh ntar ujung-ujung nya nyakitin. Gitu.. makanya gue mau yang pasti-
pasti.” Alasan Cakka.

Kalo dipikir-pikir, ada bener nya juga apa kata Cakka. Nyatanya aja sampe sekarang gue masih jomblo
gara-gara masih nunggu Kaka teman kecil gue yang sekarang gue ga tau dia kayak gimana. Tapi
bodohnya gue betah banget nungguin dia. Ga tau kenapa firasat gue bilang kalo Kaka itu yang terbaik
buat gue. Batin Shilla

“oh yayaya.” Jawab Shilla seadanya. “eh btw lo ngejomblo udah berapa lama emang?” tanya Shilla
lanjut.
               
“hmm.. 3 tahun yang lalu kali ya. Itu pun dia yang nembak, bukan gue. Cuma tahan 2 minggu
doang. Habisnya, genit sih. Males gue.” Jawab Cakka santai sambil menuangkan 3sendok cabe lagi ke
dalam mie ayam nya. Padahal tadi udah 5 sendok di masukinnya.
               
“oh..” jawab Shilla mengangguk lalu meminum es jeruk nya. Shilla sih ga makan, Cuma minum aja.
Tadi Cakka janji mau traktir Shilla di kantin, tapi sayang nya Shilla udah kenyang jadi dia minum aja
sekalian nemenin Cakka makan.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar