Selasa, 25 Juni 2013

Rival In Love *10


*

“loh? Kita kok ga arah ke bandara sih?” heran Sivia di mobil. Mereka sengaja digabungkan dalam satu mobil agar gampang. Tapi kali ini supir nya tidak kea rah bandara.

“iya ya?” heran Ify.

“pak, kita kok ga ke bandara sih?” tanya Shilla kepada supir.

“kata big bos, sebelum ke bandara nganterin mbak-mbak dulu. Bos udah nunggu disana” jawab supir.

“emang kita kemana pak?” tanya Pricilla kini.

“maaf mbak, tadi big bos bilang ga boleh kasih tau dulu”

“kalo kita ketinggalan pesawat nanti gimana?” tanya Febby

“wah, kalo itu saya ga tau mbak” jawab supir. Blink semua mengangguk mengerti. Dia hanya nurut saja apa kata big bos nya.

30 menit akhirnya Blink sampai di sebuah kantor. Mereka sendiri tidak tahu itu kantor apa. mereka hanya menurut saja ketika di persilahkan masuk oleh beberapa pekerja disana.

Di ruang tunggu sudah ada big bos blink yang menunggu disana. Dia berdiri ketika melihat blink sudah datang.

“siang big bos” sapa Blink. Big bos mengangguk saja.

“yaudah, langsung ke ruang meeting aja” big bos berjalan duluan meninggalkan blink. Blink menurut saja mengikuti kemana big bos nya pergi.

“meeting? Emang kita mau meeting ya?” bisik Pricilla kepada Shilla sambil berjalan mengikuti big bos nya itu.

“udah, ikut aja. Ntar kita juga bakal tau” jawab Shilla juga berbisik.

*

Sudah hampir satu jam redbag dan big bos nya menunggu di ruangan meeting dan sekarang clien yang dimaksud big bos redbag tadi akhirnya datang juga. Blink dan big bos nya. Redbag kaget setengah mampus (?) ketika tahu siapa clien itu. blink juga tak kalah kaget nya melihat redbag yang sudah berada di ruangan meeting.

Redbag duduk berderet dimeja sebelah kiri, sedangkan blink duduk berderet dimeja sebelah kanan.sedangkan big bos redbag sudah duduk disebelah kiri redbag, big bos blink duduk disebelah kiri blink.

“apa yang udah kalian perbuat sama Blink?” tanya Big Bos redbag. Redbag kaget, mereka meneguk ludah. Blink juga tak kalah kaget. Mereka tak mengerti maksud big bos redbag itu.

“ma.. maksud Big Bos?” tanya Rio takut.

“susah ngomong sama kalian ck.. saya ga mau bertele-tele, langsung saja. Pihak management kita dan pihak management blink sudah setuju dan sudah tanda tangan kontrak” ujar Big Bos redbag.

“kontrak apaan bos?” tanya Cakka penasaran. Redbag minus Cakka melotot kepada Cakka “lo mau ditelen hidup-hidup sama bos? Dengerin dulu dia ngomong, baru nanya” bisik Rio yang duduk disebelah Cakka.

“ma.. maaf Bos, silahkan dilanjutkan” ujar Cakka kembali.

“baik. Karena ulah kalian waktu di café yang bilang bahwa kalian dan blink ada hubungan, maka pihak management saya dan management blink sudah memutuskan akan mengadakan konferensi pers. Sesuai yang kalian bilang kan? Kita sudah tanda tangan kontrak bahwa kalian dan blink harus beracting didepan semuanya. Kalian harus ngaku kalian berpacaran dengan blink. Mengerti?” ujar Big Bos. Mendengar perkataan Big Bos, redbag menjadi semakin kaget. Blink juga tak lalah melotot nya dengan redbag.

Mereka tak percaya ide bodoh Alvin waktu itu akan seperti ini akhirnya.

“nge.. ngerti bos” jawab redbag. Big bos redbag mengangguk lalu langsung meninggalkan ruangan meeting. Redbag menatap kepergian Big bos nya dengan tampang masih tak percaya, cengo, nganga, dan lain sebagainya._.v redbag, blink beserta big bos blink masih diruangan meeting.

“i.. ini ga bercanda kan bos?” tanya Ify memastikan. Dia tidak percaya dengan apa yang baru disampaikan big bos redbag tadi.  

“iya. Kalian harus beracting di depan public dan ngaku kalo kalian sudah berpacaran dengan redbag 3 bulan terakhir ini. saya dan pihak management redbag sudah tanda tangan kontrak. Kami juga sudah sepakat siapa pasangan masing-masing” jawab Big Bos Blink.

“gara-gara lo Iel kita semua jadi gini. Awas lo” Batin Shilla menggerutu. Dia menatap geram Gabriel yang duduk dihadapannya.

“Vin, habis dari sini habis lo sama kita berempat” batin Gabriel, Rio, Cakka dan Debo menatap tajam kepada Alvin. Alvin meneguk ludah cemas. Redbag dan blink sedang deg-degan menunggu big bos blink menyebutkan pasangan masing-masing.

Bagi redbag dan blink ini bagaikan diterpa badai tornado yang dihempaskan ke selatan utara tenggara barat timur diombang-ambing bagaikan ombak laut (?)

“Febby dengan Cakka” ujar Big Bos. Reaksi Febby biasa saja. Dia memaklumi dengan pekerjaan nya sekarang. Diantara personil Blink yang lain, memang Febby lah yang memiliki pemikiran dewasa. Toh ini hanya untuk sementara, menurut Febby. Lagian berpasangan dengan Cakka juga tidak terlalu buruk baginya.

Wajah Cakka seperti anak kecil yang dikasih balon. Wajah nya senang sekali. Redbag minus Cakka menatap Cakka “lo beruntung Cak” karena benar saja, Febby yang sudah berhasil membuat Cakka jatuh cinta dan galau seperti malam itu.

“Sivia, kamu sama Debo” ujar Big Bos menunjuk Sivia. Sivia dan Debo kaget, tak percaya. Sivia memang mengagumi Debo, tapi hanya sebatas kagum. Begitu juga Debo.

“bos, bos.. saya ganti deh pasangannya. Jangan sama Debo ya.. ya please bos” mohon Sivia.

“ye.. minta ganti lagi lo. udah, terima aja. Lo kira gue mau juga apa di pasangin sama lo?” sinis Debo.

“diem lo” jawab Sivia tak kalah sinis.

“ kalo bukan gara-gara kalian, ga bakalan kita sekarang kayak gini” ujar Shilla sinis

“apaan lo pake nyalahin kita segala? Lo nya aja tuh yang bego, pasrah aja lagi pas kita bilang kayak gitu. Jelas banget lo semua emang ngarep ka nada hubungan sama kita? Ngaku aja lo” jawab Gabriel tak kalah sinis.

“udah.. udah.” Lerai big bos blink.

“ga ada yang boleh tukar pasangan ataupun protes. Saya dan management redbag sudah setuju dengan semua ini” semua terdiam tak berani membantah perkataan big bos blink itu. wajar saja, big bos redbag dan big bos blink itu tak kalah sangar nya._.v

“Ify, kamu sama Rio” Rio dan Ify kaget. Mereka ingin protes, tapi takut. Ya pasrah saja-_-

“Pricilla dengan Alvin” melotot. Itu reaksi mereka berdua.

Shilla dan Gabriel saling berpandangan. Hawa-hawa tak enak sudah meliputi mereka berdua. Firasat buruk sudah terasa

“jangan bilang gue sama dia” batin mereka berdua.

“dan terakhir pastinya Shilla dengan Gabriel” pupus sudah harapan mereka. perkiraan mereka benar. Ternyata mereka berdua sudah dipasangkan.

“oke. Mulai sekarang, kalian berdua harus beracting sebagai sepasang kekasih yang sudah berpacaran 3 bulan. Minggu depan seusai Blink balik dari Palembang untuk manggung, kita akan adain konferensi pers besar-besaran. Mengerti?” tanya Big bos blink kepada blink dan redbag.

Semua hanya mengangguk lemas saja. Tapi tidak untuk Cakka dan Febby.

“pesawat kalian berangkat satu jam lagi. dan satu lagi, kalian harus mesra di depan public termasuk di sekolah. Saya tahu ada apa diantara kalian setiap hari nya disekolah. Dan semua itu mulai sekarang harus dihilangkan dan mulai minggu depan, blink kembali bersekolah. Blink dan redbag harus mesra dan harus bersama kemanapun” kekagetan semakin bertambah. Mulut mereka sudah menganga lebar-lebar._.

“mulai minggu depan juga redbag harus menjemput pasangan masing-masing ke rumah mereka. berangkat ke sekolah bareng dan pulang juga harus bareng. Blink tidak diperbolehkan membawa mobil ke sekolah. Kalian harus di antar jemput sama redbag. Bulan depan kita adakan konser kalian berdua” kata big bos blink terakhir lalu meninggalkan ruangan meeting dan juga blink bersama redbag.

Bersambung…

Wahwah semakin jelas nih ceritanya gimana haha maap yeaa ngebosenin banget nih cerita-_- follow twitter aku @elviraeryos (: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar