*
“loh? Kita kok ga arah ke bandara sih?” heran Sivia di
mobil. Mereka sengaja digabungkan dalam satu mobil agar gampang. Tapi kali ini
supir nya tidak kea rah bandara.
“iya ya?” heran Ify.
“pak, kita kok ga ke bandara sih?” tanya Shilla kepada
supir.
“kata big bos, sebelum ke bandara nganterin mbak-mbak
dulu. Bos udah nunggu disana” jawab supir.
“emang kita kemana pak?” tanya Pricilla kini.
“maaf mbak, tadi big bos bilang ga boleh kasih tau
dulu”
“kalo kita ketinggalan pesawat nanti gimana?” tanya
Febby
“wah, kalo itu saya ga tau mbak” jawab supir. Blink
semua mengangguk mengerti. Dia hanya nurut saja apa kata big bos nya.
30 menit akhirnya Blink sampai di sebuah kantor.
Mereka sendiri tidak tahu itu kantor apa. mereka hanya menurut saja ketika di
persilahkan masuk oleh beberapa pekerja disana.
Di ruang tunggu sudah ada big bos blink yang menunggu
disana. Dia berdiri ketika melihat blink sudah datang.
“siang big bos” sapa Blink. Big bos mengangguk saja.
“yaudah, langsung ke ruang meeting aja” big bos
berjalan duluan meninggalkan blink. Blink menurut saja mengikuti kemana big bos
nya pergi.
“meeting? Emang kita mau meeting ya?” bisik Pricilla
kepada Shilla sambil berjalan mengikuti big bos nya itu.
“udah, ikut aja. Ntar kita juga bakal tau” jawab
Shilla juga berbisik.
*
Sudah hampir satu jam redbag dan big bos nya menunggu
di ruangan meeting dan sekarang clien yang dimaksud big bos redbag tadi
akhirnya datang juga. Blink dan big bos nya. Redbag kaget setengah mampus (?)
ketika tahu siapa clien itu. blink juga tak kalah kaget nya melihat redbag yang
sudah berada di ruangan meeting.
Redbag duduk berderet dimeja sebelah kiri, sedangkan
blink duduk berderet dimeja sebelah kanan.sedangkan big bos redbag sudah duduk
disebelah kiri redbag, big bos blink duduk disebelah kiri blink.
“apa yang udah kalian perbuat sama Blink?” tanya Big
Bos redbag. Redbag kaget, mereka meneguk ludah. Blink juga tak kalah kaget.
Mereka tak mengerti maksud big bos redbag itu.
“ma.. maksud Big Bos?” tanya Rio takut.
“susah ngomong sama kalian ck.. saya ga mau
bertele-tele, langsung saja. Pihak management kita dan pihak management blink
sudah setuju dan sudah tanda tangan kontrak” ujar Big Bos redbag.
“kontrak apaan bos?” tanya Cakka penasaran. Redbag
minus Cakka melotot kepada Cakka “lo mau ditelen hidup-hidup sama bos? Dengerin
dulu dia ngomong, baru nanya” bisik Rio yang duduk disebelah Cakka.
“ma.. maaf Bos, silahkan dilanjutkan” ujar Cakka
kembali.
“baik. Karena ulah kalian waktu di café yang bilang
bahwa kalian dan blink ada hubungan, maka pihak management saya dan management
blink sudah memutuskan akan mengadakan konferensi pers. Sesuai yang kalian
bilang kan? Kita sudah tanda tangan kontrak bahwa kalian dan blink harus
beracting didepan semuanya. Kalian harus ngaku kalian berpacaran dengan blink.
Mengerti?” ujar Big Bos. Mendengar perkataan Big Bos, redbag menjadi semakin
kaget. Blink juga tak lalah melotot nya dengan redbag.
Mereka tak percaya ide bodoh Alvin waktu itu akan
seperti ini akhirnya.
“nge.. ngerti bos” jawab redbag. Big bos redbag mengangguk
lalu langsung meninggalkan ruangan meeting. Redbag menatap kepergian Big bos
nya dengan tampang masih tak percaya, cengo, nganga, dan lain sebagainya._.v redbag,
blink beserta big bos blink masih diruangan meeting.
“i.. ini ga bercanda kan bos?” tanya Ify memastikan.
Dia tidak percaya dengan apa yang baru disampaikan big bos redbag tadi.
“iya. Kalian harus beracting di depan public dan ngaku
kalo kalian sudah berpacaran dengan redbag 3 bulan terakhir ini. saya dan pihak
management redbag sudah tanda tangan kontrak. Kami juga sudah sepakat siapa
pasangan masing-masing” jawab Big Bos Blink.
“gara-gara lo Iel kita semua jadi gini. Awas lo” Batin
Shilla menggerutu. Dia menatap geram Gabriel yang duduk dihadapannya.
“Vin, habis dari sini habis lo sama kita berempat”
batin Gabriel, Rio, Cakka dan Debo menatap tajam kepada Alvin. Alvin meneguk
ludah cemas. Redbag dan blink sedang deg-degan menunggu big bos blink
menyebutkan pasangan masing-masing.
Bagi redbag dan blink ini bagaikan diterpa badai
tornado yang dihempaskan ke selatan utara tenggara barat timur diombang-ambing
bagaikan ombak laut (?)
“Febby dengan Cakka” ujar Big Bos. Reaksi Febby biasa
saja. Dia memaklumi dengan pekerjaan nya sekarang. Diantara personil Blink yang
lain, memang Febby lah yang memiliki pemikiran dewasa. Toh ini hanya untuk
sementara, menurut Febby. Lagian berpasangan dengan Cakka juga tidak terlalu
buruk baginya.
Wajah Cakka seperti anak kecil yang dikasih balon.
Wajah nya senang sekali. Redbag minus Cakka menatap Cakka “lo beruntung Cak”
karena benar saja, Febby yang sudah berhasil membuat Cakka jatuh cinta dan
galau seperti malam itu.
“Sivia, kamu sama Debo” ujar Big Bos menunjuk Sivia. Sivia dan Debo kaget, tak percaya. Sivia memang mengagumi Debo, tapi hanya sebatas kagum. Begitu juga Debo.
“bos, bos.. saya ganti deh pasangannya. Jangan sama
Debo ya.. ya please bos” mohon Sivia.
“ye.. minta ganti lagi lo. udah, terima aja. Lo kira
gue mau juga apa di pasangin sama lo?” sinis Debo.
“diem lo” jawab Sivia tak kalah sinis.
“ kalo bukan gara-gara kalian, ga bakalan kita
sekarang kayak gini” ujar Shilla sinis
“apaan lo pake nyalahin kita segala? Lo nya aja tuh
yang bego, pasrah aja lagi pas kita bilang kayak gitu. Jelas banget lo semua
emang ngarep ka nada hubungan sama kita? Ngaku aja lo” jawab Gabriel tak kalah
sinis.
“udah.. udah.” Lerai big bos blink.
“ga ada yang boleh tukar pasangan ataupun protes. Saya
dan management redbag sudah setuju dengan semua ini” semua terdiam tak berani
membantah perkataan big bos blink itu. wajar saja, big bos redbag dan big bos
blink itu tak kalah sangar nya._.v
“Ify, kamu sama Rio” Rio dan Ify kaget. Mereka ingin
protes, tapi takut. Ya pasrah saja-_-
“Pricilla dengan Alvin” melotot. Itu reaksi mereka
berdua.
Shilla dan Gabriel saling berpandangan. Hawa-hawa tak
enak sudah meliputi mereka berdua. Firasat buruk sudah terasa
“jangan bilang gue sama dia” batin mereka berdua.
“dan terakhir pastinya Shilla dengan Gabriel” pupus
sudah harapan mereka. perkiraan mereka benar. Ternyata mereka berdua sudah
dipasangkan.
“oke. Mulai sekarang, kalian berdua harus beracting
sebagai sepasang kekasih yang sudah berpacaran 3 bulan. Minggu depan seusai
Blink balik dari Palembang untuk manggung, kita akan adain konferensi pers
besar-besaran. Mengerti?” tanya Big bos blink kepada blink dan redbag.
Semua hanya mengangguk lemas saja. Tapi tidak untuk
Cakka dan Febby.
“pesawat kalian berangkat satu jam lagi. dan satu
lagi, kalian harus mesra di depan public termasuk di sekolah. Saya tahu ada apa
diantara kalian setiap hari nya disekolah. Dan semua itu mulai sekarang harus
dihilangkan dan mulai minggu depan, blink kembali bersekolah. Blink dan redbag
harus mesra dan harus bersama kemanapun” kekagetan semakin bertambah. Mulut
mereka sudah menganga lebar-lebar._.
“mulai minggu depan juga redbag harus menjemput
pasangan masing-masing ke rumah mereka. berangkat ke sekolah bareng dan pulang
juga harus bareng. Blink tidak diperbolehkan membawa mobil ke sekolah. Kalian
harus di antar jemput sama redbag. Bulan depan kita adakan konser kalian
berdua” kata big bos blink terakhir lalu meninggalkan ruangan meeting dan juga
blink bersama redbag.
Bersambung…
Wahwah semakin jelas nih ceritanya gimana haha maap
yeaa ngebosenin banget nih cerita-_- follow twitter aku @elviraeryos (:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar