Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *13


“emang kenapa Cak?“ tanya Shilla kini. 
               
“gini.. e.. mm.. gue mau ngajak lo jalan.” Belum sempat Shilla menjawab, Cakka langsung
melanjutkan perkataannya seperti orang ketakutan. “eh kalo lo ga mau sih gapapa, ga maksa kok ga
maksa hehe.” Lagi lagi dia menggaruk tengkuk nya. *penulis geleng-geleng kepala liat Cakka salting*
               
“oh engga kok engga. Malahan gue seneng. Lagian gue bosen dirumah.” Jawab Shilla. Dia tak mau
menolak kesempatan ini. Kapan lagi pergi satnite bareng Cakka walaupun mereka ga pacaran.

Semenjak Shilla dekat dengan Cakka, papa Shilla jadi ngebolehin Shilla pergi kemana aja asalkan ga
terlalu malem dan pergi nya sama Cakka. Syarat yang ga berat, menurut Shilla. Karena kini
kemanapun Shilla pergi, pasti sama Cakka terus.

Kalo dulu sebelum papa Shilla kenal Cakka, Shilla kalo pergi batas waktu Cuma sampe jam 5 sore
dan dianterin sama Mang Udin.
               
“yaudah, gue jemput jam 7 ya.” Cakka jalan mundur menuju mobil sambil melambaikan tangannya
kepada Shilla dengan wajah senang.
               
“okeey.” Angguk Shilla. Dalam hati sebenarnya Shilla teriak kesenangan. Ingin rasanya sekarang juga
dia loncat-loncat kegirangan. Tapi..... jaim.

Cakka terus jalan mundur menuju pintu pengendara mobil nya. Tanpa sadar, dia nginjak batu
lumayan besar “eh copot. Kesandung.“ Dilihatnya ada batu lumayan besar. Dilirik nya Shilla sebentar.
Shilla sedang menahan tawanya meelihat tingkah bodoh Cakka.

“batu sialan.“ Kesal Cakka. Di coba nya menendang batu itu. Namun sial nya lagi, malah kaki Cakka
yang kesakitan. “aww...“ ringis Cakka kesakitan sambil memegangi kaki kanan nya yang kesakitan.
Shilla semakin tak tahan menahan tawanya. Dia Cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah
Cakka.

“kenapa Cak? Sakit ya?“ tanya Shilla yang masih berdiri ditempatnya tadi. Shilla masih menahan
tawanya. “oh engga kok Shil engga, Cuma kesandung batu doang. Hehe“ alibi Cakka kepada Shilla
sambil ngeluarin cengirannya. Gengsi dong kalo bilang sakit.

*

@ Kamar Shilla

“duh gue kenapa sih? Malah senyum-senyum sendiri gini?“ tanya Shilla kepada dirinya sendiri. Dia sedang berbaring di atas kasurnya.

“apa bener gue udah jatuh cinta sama Cakka? Tapi apa mungkin? Trus kalo gue jatuh cinta sama Cakka, perasaan gue selama ini ke Kaka apa dong?“ bingung Shilla sendiri.

“bingung ah tidur aja deh. Besok aja curhat sama Ify.“ Shilla memutuskan untuk tidur karena sudah malam juga.

@ Kamar Cakka

“gue seneng Shil akhirnya  gue liat senyum lo juga setelah sekian lama gue nunggu lo senyum kayak dulu lagi.“ Kata Cakka. Saat ini dia sedang melamunkan Shilla.

“Maafin gue. Gue sayang sama lo Shil. Gue udah sadar sekarang kalo gue udah jatuh cinta sama lo sejak pertama kita ketemu. Perasaan ini beda Shil. Beda waktu pertama kali kita kenal. Tapi gue takut. Suatu saat pasti lo akan tau semuanya Shil dan lo pasti akan ngejauhin gue setelah lo tau semuanya.“ Lirih Cakka.

“gue bego. Kenapa dari awal gue ga jujur? Sekarang gue harus gimana dong? Arrgggghh bego! Bego lo Cak.“ Geram Cakka kepada dirinya sendiri. “besok aja deh gue cerita ke Rio sekalian minta usul nya dia. Sekarang gue tidur deh.“ Cakka memilih untuk tidur saja.

*
Sebelum tidur kemaren, Cakka sempat sms Rio dulu buat nyuruh Rio datang cepat. Cakka juga nyuruh Rio buat ga dateng barengan sama Ify. Cakka pun begitu. Cakka sengaja boong sama Shilla dengan alasan mobil nya rusak dan ga bisa jemput Shilla.
Kini Cakka dan Rio sedang berbincang serius di dalam kelas nya. Cakka meenceritakan secara detail permasalahannya sekarang. Dia juga sudah jujur kepada Rio bahwa dia sudah jatuh cinta kepada Shilla. Rio juga mendengarkan cerita Cakka dengan serius.
“jadi gitu Yo, menurut lo gue harus gimana? Gue bimbang.“ Lirih Cakka.
Rio sendiri sepertinya juga bingung dengan masalah Cakka kali ini. Masalah Cakka kali ini cukup berat “masalah lo ini cukup berat Cak. Gue sendiri juga bingung gimana nya.“ Ujar Rio juga lirih. Mereka berdua berpikir keras.
“kalo gue ceritain ini semua ke Ify trus minta usul dia aja gimana Cak? Kan dia sahabat Shilla tuh, pasti dia bisa bantu elo.“ Ujar Rio lagi setelah beberapa lama berpikir.
“gila. Itu nama nya lo nyuruh gue masuk kandang harimau tau ga. Karena Ify itu sahabat nya Shilla makanya jangan kasih tau Ify. Ify pasti udah tau dari Shilla. Shilla pasti sering curhat ke Ify tentang ini. Tapi Shilla sama Ify ga tau yang sebenernya baru terjadi.“ Jawab Cakka. Rio berpikir sebentar.
“bener juga ya.“ Jawab Rio bingung.
mereka kembali berpikir keras. belum lama mereka berpikir keras, tiba-tiba....
“jadi selama ini lo bohongin Shilla, Cak?“ tanya suara cewek dari arah pintu masuk kelas Cakka dan Rio. Sontak Cakka dan Rio kaget mendengar suara itu. Langsung mereka melihat ke sumber suara. Mereka kaget melihat siapa yang beridiri di ambang pintu kelas mereka itu. Gadis itu menatap dua orang ini dengan tatapan tajam yang tak biasa.
Bersambung...
Ayooo tebak siapa yang lagi di pintu? Hmm kira-kira siapa ya? Ada yang bisa tebak ga?  Orang lain atau sahabat Shilla atau.... Shilla sendiri? :o kira-kira bakalan ada apaan ya di part 14? Yuk cuss langsung aja liat part 14 :p 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar