Mereka semua sudah mengitari semua penjuru
sekolah, namun tetap tidak menemukan keberadaan Dicky. Kini mereka bersembilan
sedang beristirahat di taman belakang sekolah tadi. Sepintas ide melesat di
otak Bisma yang biasanya dangkal *maaf BM, Cuma cerita Cuma cerita. Author
khilaf nak._.*
“eh, kenapa dari tadi kita ga nelfon dia aja?”
usul Bisma setelah mendapat ide.
“bener juga ya. Ah bego” Reza menepouk jidatnya
tanda lupa.
“yaudah, gue coba telfon dia dulu” ujar Morgan.
ketika dia baru saja ingin menelfon Dicky, ternyata handphone low. Semuanya
sudah menatap Morgan yang tiba-tiba diam gitu.
Morgan melirik ke semuanya lalu nyengir
“hehehe.. handphone gue low guys” jawab Morgan.
“ah payah lo ah. Coba nih handphone gue” ledek
Rangga lalu mengeluarkan handphone nya dari saku celana nya. Reaksi nya sama
dengan Morgan ketika menatap handphone nya malang.
“kenapa? Low juga?” ledek Shilla.
Rangga juga nyengir seperti Morgan tadi
“hehehe”
SISFP geleng-geleng sendiri melihat kelakuan
kakak senior nya ini yang seperti anak kecil.
“lo berdua payah banget.coba dong handphone gue
nih. berguna” sombong Bisma mengeluarkan handphonenya dari saku celana nya.
Benar saja handphone Bisma tidak low, malahan baterai handphone nya full. Semua
sudah tersenyum lega akhirnya ada penyelamat juga.
Bisma mulai melefon Dicky, yang menjawab
ternyata bukan Dicky. Malah suara operator cewek.
“hallo?” sapa Bisma. Seketika Bisma langsung menatap
takut ke semuanya “kenapa lo?” tanya Reza.
“yang jawab bukan Dicky” mereka semua kaget
terkecuali SISFP. Mereka Cuma diam dengan wajah malasnya.
“hah? Serius lo? siapa?” tanya Morgan, Rangga
dan Reza serentak.
“suara cewek” jawab Bisma.
“cewek? Siapa? Setau gue Dicky lagi ga deket
sama cewek deh” tanya Morgan.
“ga tau. Kurang ajar lagi ceweknya. Masa dia
bilang pulsa gue habis? Padahal kan gue baru aja isi pulsa tadi pagi” jawab
Bisma polos. Seketika semuanya termasuk SISFP menatap Bisma kesal dan tajam
seperti ingin memakan Bisma hidup-hidup (?)
“kenapa lo semua ngeliatin gue kayak gitu?”
tanya Bisma cemas.
“kak Bisma yang katanya ganteng dan playboy,
otak lo dimana? Otak lo ditinggalin dirumah ya?” tanya Sivia geram dan sok
manis.
“engga kok, nih otak gue ada dikepala” jawab
Bisma dengan tampang tak berdosa nya dan meraba-raba kepalanya.
PLETAKK PLETAKK PLETAKK
Bisma mendapat toyoran dijidatnya dari Morgan,
Reza dan Rangga.
“aww.. sakit. Gila ya lo semua. Lo pikir kepala
gue pintu apa diketok-ketok?” protes Bisma sambil mengusap-usap kepalanya yang
sakit.
“siapa suruh lo oon hah?” kesal Rangga.
“gue ga oon. Gue ganteng” jawab Bisma narsis.
“lo? ganteng? Jelek iya kak” timpal Ify
langsung nyolot.
“elo yang jelek, behel” balas Bisma.
“gue behel, nah elo sendiri apa? ga behelan
juga? Oh gue tau, itu kan pager” ledek Ify.
“wah, parah lo. jelek aja belagu” balas Bisma.
“lo jelek” balas Ify tak mau kalah”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“STOOOOPPPPP” teriak Rangga, Morgan, Reza,
Shilla, Sivia, Pricilla, dan Febby. Mereka pusing mendengar perdebatan Bisma
dan Ify yang ga bakalan selesai-selesai. Bisma dan Ify langsung terdiam.
“gila ya lo berdua. Sesama aja saling ngejek”
ledek Pricilla.
“woy pipi buntel, yang sopan lo sama kakak
kelas” tegur Rangga.
“lo bilang apa? pipi buntel?” kesal Pricilla.
“iya” sinis Rangga.
“trus itu pipi lo apa? bulet kayak bakpau gitu
sok-sok bilangin pipi gue buntel” ledek Pricilla.
“lo tuh pipi bakpau” jawab Rangga menunjuk pipi
Pricilla.
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“STOOOOOPPPPPPPPP”
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar