Selasa, 25 Juni 2013

Why Did I Fall In Love With You *5


Mereka semua sudah mengitari semua penjuru sekolah, namun tetap tidak menemukan keberadaan Dicky. Kini mereka bersembilan sedang beristirahat di taman belakang sekolah tadi. Sepintas ide melesat di otak Bisma yang biasanya dangkal *maaf BM, Cuma cerita Cuma cerita. Author khilaf nak._.*

“eh, kenapa dari tadi kita ga nelfon dia aja?” usul Bisma setelah mendapat ide.

“bener juga ya. Ah bego” Reza menepouk jidatnya tanda lupa.

“yaudah, gue coba telfon dia dulu” ujar Morgan. ketika dia baru saja ingin menelfon Dicky, ternyata handphone low. Semuanya sudah menatap Morgan yang tiba-tiba diam gitu.

Morgan melirik ke semuanya lalu nyengir “hehehe.. handphone gue low guys” jawab Morgan.

“ah payah lo ah. Coba nih handphone gue” ledek Rangga lalu mengeluarkan handphone nya dari saku celana nya. Reaksi nya sama dengan Morgan ketika menatap handphone nya malang.

“kenapa? Low juga?” ledek Shilla.

Rangga juga nyengir seperti Morgan tadi “hehehe”

SISFP geleng-geleng sendiri melihat kelakuan kakak senior nya ini yang seperti anak kecil.

“lo berdua payah banget.coba dong handphone gue nih. berguna” sombong Bisma mengeluarkan handphonenya dari saku celana nya. Benar saja handphone Bisma tidak low, malahan baterai handphone nya full. Semua sudah tersenyum lega akhirnya ada penyelamat juga.

Bisma mulai melefon Dicky, yang menjawab ternyata bukan Dicky. Malah suara operator cewek.

“hallo?” sapa Bisma. Seketika Bisma langsung menatap takut ke semuanya “kenapa lo?” tanya Reza.

“yang jawab bukan Dicky” mereka semua kaget terkecuali SISFP. Mereka Cuma diam dengan wajah malasnya.

“hah? Serius lo? siapa?” tanya Morgan, Rangga dan Reza serentak.

“suara cewek” jawab Bisma.

“cewek? Siapa? Setau gue Dicky lagi ga deket sama cewek deh” tanya Morgan.

“ga tau. Kurang ajar lagi ceweknya. Masa dia bilang pulsa gue habis? Padahal kan gue baru aja isi pulsa tadi pagi” jawab Bisma polos. Seketika semuanya termasuk SISFP menatap Bisma kesal dan tajam seperti ingin memakan Bisma hidup-hidup (?)

“kenapa lo semua ngeliatin gue kayak gitu?” tanya Bisma cemas.

“kak Bisma yang katanya ganteng dan playboy, otak lo dimana? Otak lo ditinggalin dirumah ya?” tanya Sivia geram dan sok manis.

“engga kok, nih otak gue ada dikepala” jawab Bisma dengan tampang tak berdosa nya dan meraba-raba kepalanya.

PLETAKK PLETAKK PLETAKK

Bisma mendapat toyoran dijidatnya dari Morgan, Reza dan Rangga.

“aww.. sakit. Gila ya lo semua. Lo pikir kepala gue pintu apa diketok-ketok?” protes Bisma sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit.

“siapa suruh lo oon hah?” kesal Rangga.

“gue ga oon. Gue ganteng” jawab Bisma narsis.

“lo? ganteng? Jelek iya kak” timpal Ify langsung nyolot.

“elo yang jelek, behel” balas Bisma.

“gue behel, nah elo sendiri apa? ga behelan juga? Oh gue tau, itu kan pager” ledek Ify.

“wah, parah lo. jelek aja belagu” balas Bisma.

“lo jelek” balas Ify tak mau kalah”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“STOOOOPPPPP” teriak Rangga, Morgan, Reza, Shilla, Sivia, Pricilla, dan Febby. Mereka pusing mendengar perdebatan Bisma dan Ify yang ga bakalan selesai-selesai. Bisma dan Ify langsung terdiam.

“gila ya lo berdua. Sesama aja saling ngejek” ledek Pricilla.

“woy pipi buntel, yang sopan lo sama kakak kelas” tegur Rangga.

“lo bilang apa? pipi buntel?” kesal Pricilla.

“iya” sinis Rangga.

“trus itu pipi lo apa? bulet kayak bakpau gitu sok-sok bilangin pipi gue buntel” ledek Pricilla.

“lo tuh pipi bakpau” jawab Rangga menunjuk pipi Pricilla.

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“STOOOOOPPPPPPPPP”

Bersambung… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar