TEEEETTT
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Shilla
berniat ingin pulang dengan Ify karena dia ada janji dengan Ify tadi. Belum
Shilla ingin menghampiri Ify, tangan Shilla ditahan Gabriel.
“mau kemana lo?” tanya Gabriel.
“ada janji sama Ify.” Jawab Shilla seadanya.
“gue ikut.” Kata Gabriel sambil menyandang tas
nya.
“apaan lo pake acara ikut segala? Engga. Ini
Cuma gue sama Ify aja yang pergi” sinis Shilla.
“siapa bilang? Rio juga ikut tuh.” Gabriel
menunjuk kea rah Rio dan Ify yang sedang berjalan ke tempat Shilla dan Gabriel
berdiri kini.
“hai Fy. Berangkat sekarang yuk?” ajak Ify.
“lo pergi Yo?” tanya Shilla kepada Rio. “yoa dong. Masa pacar gue pergi gue ga ikut sih? iya ga sayang?” Rio menaik turunkan alis nya menatap Ify lalu merangkul bahu Ify.
“iya.” Jawab Ify tertunduk malu. Shilla semakin
bingung.
“pa.. ca.. ran?” Shilla menunjuk Ify dan Rio.
Rio dan Ify mengangguk tanda ‘iya’
“loh? Sejak kapan? Kok lo ga bilang sama gue
Fy?” tanya Shilla. “hehe sorry Shil. Kan gue takut sama lo. ntar lo suruh gue
jauhin Rio lagi gara-gara Rio sahabat Gabriel. nah, sekarang kan lo udah sama
Gabriel nih, makanya baru gue bilang sekarang hehe sorry.” Jawab Ify
cengengesan.
“denger kan? Rio juga ikut. Berarti gue boleh
ikut juga dong?” goda Gabriel kepada Shilla. Shilla hanya menarik nafas
panjang.
“maaf Shil, gue tau kalo gue itu bukan
siapa-siapa lo. tapi ga tau kenapa gue ingin selalu ada di dekat lo dan ngejaga
elo.” Batin Gabriel.
*
Shilla, Gabriel, Ify dan Rio memilih untuk semobil.
Mereka memakai mobil Gabriel. Rio dan Ify duduk dibangku belakang, Shilla dan
Gabriel di depan. Di dalam mobil Gabriel sekarang sedang mengalun lagu Love
Game dari Lady Gaga.
Shilla dan Gabriel terdiam ketika mendengar
lirik demi lirik dari lagu Love Game. Mereka merasa tersindir (?) sama lirik
lagu love game. Shilla dan Gabriel saling bertatap canggung.
“kita mau kemana?” tanya Shilla entah kepada
siapa. Yang penting dapat jawaban terserah siapa yang mau menjawab. Dia
berusaha mencairkan suasana canggung.
“Dufan” jawab Ify.
“hah? Dufan mau ngapain?” kaget Shilla.
“mau shopping. Noh si Ify mau shopping” jawab
Rio asal.
“beneran Fy lo mau shopping di Dufan? Lo masih
waras kan?” ujar Shilla.
“yaampun Shil, ternyata lo oneng juga ya. Menurut
lo Dufan tempat apaan?” ujar Gabriel kini.
“tempat wisata bermain.” Jawab Shilla polos.
“nah itu lo tau, berarti sekarang kita ngapain
kesana?” kata Gabriel/
“main hehe” jawab Shilla cengengesan sambil
menggaruk kepala nya yang tak gatal.
*
Shilla, Gabriel, Ify dan Rio sudah masuk ke
dalam wahana Dufan. Gabriel memilih berpisah dengan Rio Ify. Gabriel hanya mau
berdua dengan Shilla. Ini bukan salah satu dari rencana taruhannya dengan Rio,
namun ini emang keinginan hati nya.
-Shilla
Gabriel-
“sekarang kita mau naik wahana apa nih?” tanya
Gabriel kepada Shilla dengan wajah seperti anak-anak yang sudah tak sabaran
untuk bermain.
“hmm.. tornado langsung aja yuk?” ajak Shilla.
Dia emang suka tantangan.
“tornado? Lo gila apa? Baru juga dateng langsung
main tornado?” ujar Gabriel menolak permintaan Shilla.
“bilang aja lo ga berani kan?” sindir Shilla.
Mendengar remehan dari Shilla, Gabriel tak mau dianggap penakut. Apalagi sama
Shilla. Gadis yang dalam waktu singkat ini berhasil masuk ke dalam hati nya.
“lo nantangin? Oke sekarnag kita main tornado.”
Gabriel langsung menggenggam tangan Shilla.
DEGGG
Jantung Shilla berdegup cepat. Shilla kaget
namun tidak menepis tangan Gabriel dari tangannya. Dia merasa nyaman digenggam
oleh Gabriel. sampai sudah diatas wahana tornado, Gabriel masih menggenggam
tangan Shilla. Tanpa sadar pipi Shilla memanas karena malu. Mungkin sekarang
pipi nya sudah merah.
Selama mereka bermain wahana Dufan, Gabriel tak
melepas genggaman tangannya dari tangan Shilla. Perasaan itu muncul lagi.
seiring mereka berdua berjalan, seiring itulah perasaan mereka tak karuan.
“istirahat disini dulu yuk Shil” ajak Gabriel
menunjuk bawah pohon besar dengan nafas yang terengah-engah. Shilla mengangguk.
Dia juga sama dengan Gabriel. nafas nya sudah tak beraturan.
“Iel” lirih Shilla.
“iya?” jawab Gabriel. dia menoleh kea rah
Shilla.
“thanks ya.” Ucap Shilla tersenyum.
Gabriel mengernyitkan dahi nya “buat?” tanya
nya. “buat hari ini” jawab Shilla. Gabriel tersenyum kepada Shilla dan langsung
menghamburkan badannya ke dalam pelukan Shilla.
DEGGG
Jantung mereka berdua kembali berdegup cepat.
Shilla kaget dengan apa yang baru saja dilakukan Gabriel.
“sama-sama Shil. Gue akan lakuin apa aja buat
lo asal itu bisa buat lo seneng. Bagi gue kesenangan lo kesenangan gue juga.”
Bisik Gabriel.
“kenapa?” tanya Shilla hati-hati. Dia masih
dalam pelukan Gabriel.
Gabriel tak menjawab. Dia tidak mengerti dengan
pertanyaan Shilla. “maksud lo?” tanya Gabriel. “kenapa lo mau lakuin apa aja buat
gue asal kan gue bahagia?” tanya Shilla kini lebih jelas.
Gabriel melepaskan pelukannya. Dia menatap mata
Shilla lekat-lekat, begitu juga Shilla. “gue sendiri bingung Shil. Gue ga
ngerti sama perasaan gue sekarang. Perasaan ini baru gue rasain. Dalam waktu
yang singkat, gue ngerasa nyaman kalo dekat lo” ujar Gabriel.
Shilla tertunduk malu mendengar pernyataan
Gabriel “bukan lo aja Iel yang ngerasain itu. gue juga. Bahkan gue rasa gue
udah jatuh cinta sama lo” batin Shilla.
“gue rasa… gue udah jatuh cinta sama lo Shil.
Lo orang pertama yang bisa bikin gue jatuh cinta. Perasaan ini beda. Beda dari
perasaan yang gue rasain waktu gue sama pacar-pacar gue dulu. Sekarang gue tahu
apa itu artinya Cinta.” Ujar Gabriel lagi. Shilla masih tertunduk malu. Pipi
nya memerah.
“tapi gue ga mau kalo lo… jadi pacar gue”
sambung Gabriel lagi. Shilla kaget mendengar kata terakhir Gabriel. sontak dia
langsung mengangkat kepala nya. Kini Gabriel yang menundukan kepala nya.
Bersambung…
Loh? Kok Gabriel ga mau ya Shilla jadi pacar
nya? Ada apa ini? kira-kira kenapa ya? Hmm penulis sendiri bingung dengan
Gabriel *geleng-geleng kepala* oke guys, kalo masih penasaran tunggu part 8 nya
ya :p part 8 masih dalam proses hehe. Maaf kalo ceritanya ancur banget. Maaf
kalo cerbung-cerbung yang aku bikin ga menarik. Kan aku Cuma penulis abal._.
kalo ada yang suka Alhamdulillah, kalo kalian bosen sama cerbung aku, aku sedihL *nangis sok dramatis*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar