*
Gabriel sedang bosan dirumah nya. Dia memilih
untuk jalan saja tanpa arah dan tujuan. Baru ingin keluar dari komplek nya,
Gabriel melihat mobil Jazz merah berhenti dengan kap mobil terbuka. Di depan
mobil ada seorang cewek bersama dua preman yang sedang menarik-narik si cewek.
Gabriel memilih menghentikan motornya.
Dilihatnya dari kejauhan cewek yang sedang
bersama dua preman itu. “SHILLAA?” kaget Gabriel ketika melihat dengan jelas
siapa cewek yang sedang di tarik oleh dua preman itu.
“WOY LEPASIN DIA!” teriak Gabriel dari arah motornya. Jarak nya
tak terlalu jauh dengan mobil Shilla.
“Gabriel?” lirih Shilla kaget.
“siapa lo berani ikut campur
urusan kita?” tanya preman yang berambut kepada Gabriel sedangkan preman yang
botak masih menahan Shilla.
“lo berdua ga perlu tau siapa
gue. Sekarang lo lepasin gadis itu.” kata Gabriel tegas.
“siapa lo hah berani nyuruh kita
buat ngelepasin cewek ini?” kata preman yang berambut botak.
“lepasin atau gue lapor ke bokap
gue.” Kata Gabriel.
“HAHAHAHAHAHAHAHHA” tawa dua
preman itu pecah. “dasar anak papa lo pake ngadu ke bokap segala.” Ledek preman
yang berambut botak.
Gabriel menaikan alis kanan nya
“bokap gue komandan kepolisian. Gue bisa aja sekarang juga nelfon bokap gue
buat nyuruh anak buah nya nangkep lo berdua.” Ancam Gabriel. terlihat raut
wajah kecemasan di wajah dua preman itu.
“ampun ampun. Gue bakal lepasin
nih cewek tapi jangan laporin kita berdua ke bokap lo.” preman botak pun
melepaskan cengkraman nya dari tangan Shilla dan berlalu pergi bersama
temannya.
“thanks yah Iel udah tolongin
gue.” Shilla berlari kea rah Gabriel dengan tangis nya dan langsung memeluk
Gabriel. sontak Gabriel kaget.
DEGGG
Jantung Gabriel berdegup kencang
“eh iya Shil sama-sama.” Jawab Gabriel. tanpa sadar dia mengelus lembut rambut
Shilla. “udah jangan nangis” bisik Gabriel lembut.
Shilla mengangguk lalu
melepaskan pelukan nya dari Gabriel “sorry, gue reflex.” Ujar Shilla lalu
menghapus air matanya.
“i.. iya gapapa kok.” Jawab
Gabriel gugup.
“oh iya, mobil lo kenapa? Mogok
ya?” tanya Gabriel menunjuk mobil Shilla. Shilla mengangguk dan memanyunkan
bibirnya “iya nih mobil sialan pake acara mogok segala.”
“gue anter pulang ya?” kata
Gabriel.
Shilla tampak berpikir sebentar
menatap mobil nya “soal mobil lo tenang aja, ntar gue kirim montir kesini buat
benerin mobil lo dan anterin mobil ini ke rumah lo.” jawab Gabriel yang seakan
mengerti apa yang sedang dipikirkan Shilla.
“yaudah deh.” Shilla dan Gabriel
berjalan menuju Cagiva merah milik Gabriel.
Dalam perjalanan, Gabriel ga
sengaja rem mendadak karena mobil di depannya juga rem mendadak. Reflex Shilla
memeluk pinggang Gabriel dari belakang.
“eh” kaget Shilla. Berniat ingin
melepaskan tangannya dari pinggang Gabriel, namun tangan Gabriel menahan
tangannya. “udah pegangan aja. Ntar lo jatoh lagi.” ujar Gabriel lalu
tersenyum. Shilla pasrah saja.
Entah perasaan apa yang Shilla
dan Gabriel rasakan saat ini. jantung Shilla dan Gabriel berdegup cepat. Shilla
senyum-senyum sendiri. Gabriel yang melihat Shilla senyum-senyum sendiri dari
spion nya juga ikutan senyum.
*
Wait. Kita iklan dulu sebentar~
Cie ehem Shilla Gabriel. ada apa nih? Shivers
sama Gabfc mana nih? Shilla Gabriel so sweet loh :p jangan lupa follow twitter
aku ya guys @Mrselvira27 kalo mau kasih usul buat new cerbung mention aja.
Kebetulan lagi ga ada ide nih buat cerbung baru -_- mention juga kritik dan
saran kalian tentang cerbung-cerbung aku. kan lumayan juga buat introspeksi
cerbung aku (?)
Oke iklan selesai. LANJUT!
*
Fyi guys, kelas X Ify, Shilla, Sivia, Agni, Rio
dan Gabriel sekelas. Sedangkan Cakka dan Alvin sekelas berdua. Nah pas kelas XI
Ify, Shilla,Sivia, Agni, Rio, Gabriel beda kelas. Ify dan Rio tetap sekelas
berdua, sedangkan Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Cakka dan Alvin sekelas. Nah
sekarang dikelas XII mereka semua sekelas. Jelaskan? Jelas dong. Yang ga jelas
ya dijelasin aja deh ya :p
*
Pagi ini Ify datang ke sekolah dengan wajah
yang berseri-seri. Dia masih terbayang kejadian kemaren dengan Rio. Dia masuk
kelas dengan senyum mengambang di bibirnya. Ketika masuk di kelas, langsung dia
menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah datang lebih dulu.
“hai guys” sapa Ify dengan penuh senyuman
dibibirnya.
Shilla, Sivia dan Agni bingung kenapa Ify hari
ini begitu happy. “lo kenapa Fy? seneng banget kayaknya” tanya Agni.
“ada deh” jawab Ify lalu duduk disebelah Sivia.
“oh jadi gitu? lo ga mau cerita nih sekarang
sama sahabat lo?” ujar Shilla sinis. Ify tampak berpikir sebentar “yah, bukan
gitu Shil. Tapi gue takut ntar kalian ketawain” jawab Ify manyun.
“ga bakal lah Fy. emang kita pernah ngetawain
lo atau buat lo malu? Engga kan? Ayolah” paksa Agni.
“ayo Fy ayo ceritain” paksa Sivia
menggoyang-goyangkan tubuh Ify.
“iya deh iya. Gini, hmm… duh.. gue.. lagi..
sukasamaseseorang” jawab Ify cepat dikata terakhirnya.
“oh.. trus? Kenapa lo bisa seneng kayak
sekarang?” tanya Shilla.
Ify menghela nafas sebentar “kemaren gue
dianter pulang sama orang itu dan dia mampir bentar ke rumah gue. kan kalo
dirumah rambut gue diurai tuh, nah dia bilang gue cantik kalo diurai” jawab Ify
malu-malu.
“oh, jadi lo dibilang cantik sama Rio?” tanya Sivia
to the point. Ify sontak kaget ga tau mau jawab apa. “loh? Kok Via bisa tau
sih?” batin Ify.
“Ri.. Rio? Kok Rio sih? siapa bilang aku
kemaren pulang sama dia?” alibi Ify. Agni, Shilla dan Sivia malah melet meledek
Ify.
“bohong banget lo. semua orang juga udah tau
kali Fy kemaren Rio nganter lo pulang” kata Shilla.
“jadi kalian lebih percaya gossip gitu dari
pada sama sahabat sendiri?” jawab Ify.
“ya iya lah kita lebih percaya gossip nya dari
pada elo. Kan kemaren kita juga liat elo pulang bareng Rio” jawab Agni. Ify
merasa SKAK MAT tak bisa berbohong lagi.
“iya deh iya aku ngaku kemaren aku dianter Rio”
pasrah Ify.
“jadi lo beneran suka sama Rio nih?” goda Sivia
menaik turunkan alis nya.
Ify mengangguk lemas “etapi jangan bilang
siapa-siapa please please banget” mohon Ify dengan menempelkan kedua telapak
tangannya.
Sivia, Shilla dan Agni malah sok-sok mikir gitu
“hmm gimana ya?”
“ayo lah Shil, Vi, Fy mohon banget jangan sampe
Rio tau ya ya ya” ujar Ify memohon.
“ga janji” jawab Shilla, Sivia dan Agni lalu
langsung berlari meninggalkan kelas.
“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu
mengejar Shilla, Sivia dan Agni.
Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar
Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..
BRRUUUKKKK
Bersambung…
Kira-kira ada apa ya? Hmm.. liat nanti aja ya
:p jangan lupa comment ya gimana cerbung aku (:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar