Selasa, 25 Juni 2013

You Are My Dream *4


*

Gabriel sedang bosan dirumah nya. Dia memilih untuk jalan saja tanpa arah dan tujuan. Baru ingin keluar dari komplek nya, Gabriel melihat mobil Jazz merah berhenti dengan kap mobil terbuka. Di depan mobil ada seorang cewek bersama dua preman yang sedang menarik-narik si cewek. Gabriel memilih menghentikan motornya.

Dilihatnya dari kejauhan cewek yang sedang bersama dua preman itu. “SHILLAA?” kaget Gabriel ketika melihat dengan jelas siapa cewek yang sedang di tarik oleh dua preman itu.

“WOY LEPASIN DIA!”  teriak Gabriel dari arah motornya. Jarak nya tak terlalu jauh dengan mobil Shilla.

“Gabriel?” lirih Shilla kaget.

“siapa lo berani ikut campur urusan kita?” tanya preman yang berambut kepada Gabriel sedangkan preman yang botak masih menahan Shilla.

“lo berdua ga perlu tau siapa gue. Sekarang lo lepasin gadis itu.” kata Gabriel tegas.

“siapa lo hah berani nyuruh kita buat ngelepasin cewek ini?” kata preman yang berambut botak.

“lepasin atau gue lapor ke bokap gue.” Kata Gabriel.

“HAHAHAHAHAHAHAHHA” tawa dua preman itu pecah. “dasar anak papa lo pake ngadu ke bokap segala.” Ledek preman yang berambut botak.

Gabriel menaikan alis kanan nya “bokap gue komandan kepolisian. Gue bisa aja sekarang juga nelfon bokap gue buat nyuruh anak buah nya nangkep lo berdua.” Ancam Gabriel. terlihat raut wajah kecemasan di wajah dua preman itu.

“ampun ampun. Gue bakal lepasin nih cewek tapi jangan laporin kita berdua ke bokap lo.” preman botak pun melepaskan cengkraman nya dari tangan Shilla dan berlalu pergi bersama temannya.

“thanks yah Iel udah tolongin gue.” Shilla berlari kea rah Gabriel dengan tangis nya dan langsung memeluk Gabriel. sontak Gabriel kaget.

DEGGG

Jantung Gabriel berdegup kencang “eh iya Shil sama-sama.” Jawab Gabriel. tanpa sadar dia mengelus lembut rambut Shilla. “udah jangan nangis” bisik Gabriel lembut.

Shilla mengangguk lalu melepaskan pelukan nya dari Gabriel “sorry, gue reflex.” Ujar Shilla lalu menghapus air matanya.

“i.. iya gapapa kok.” Jawab Gabriel gugup.

“oh iya, mobil lo kenapa? Mogok ya?” tanya Gabriel menunjuk mobil Shilla. Shilla mengangguk dan memanyunkan bibirnya “iya nih mobil sialan pake acara mogok segala.”

“gue anter pulang ya?” kata Gabriel.

Shilla tampak berpikir sebentar menatap mobil nya “soal mobil lo tenang aja, ntar gue kirim montir kesini buat benerin mobil lo dan anterin mobil ini ke rumah lo.” jawab Gabriel yang seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan Shilla.

“yaudah deh.” Shilla dan Gabriel berjalan menuju Cagiva merah milik Gabriel.

Dalam perjalanan, Gabriel ga sengaja rem mendadak karena mobil di depannya juga rem mendadak. Reflex Shilla memeluk pinggang Gabriel dari belakang.

“eh” kaget Shilla. Berniat ingin melepaskan tangannya dari pinggang Gabriel, namun tangan Gabriel menahan tangannya. “udah pegangan aja. Ntar lo jatoh lagi.” ujar Gabriel lalu tersenyum. Shilla pasrah saja.

Entah perasaan apa yang Shilla dan Gabriel rasakan saat ini. jantung Shilla dan Gabriel berdegup cepat. Shilla senyum-senyum sendiri. Gabriel yang melihat Shilla senyum-senyum sendiri dari spion nya juga ikutan senyum.

*

Wait. Kita iklan dulu sebentar~
Cie ehem Shilla Gabriel. ada apa nih? Shivers sama Gabfc mana nih? Shilla Gabriel so sweet loh :p jangan lupa follow twitter aku ya guys @Mrselvira27 kalo mau kasih usul buat new cerbung mention aja. Kebetulan lagi ga ada ide nih buat cerbung baru -_- mention juga kritik dan saran kalian tentang cerbung-cerbung aku. kan lumayan juga buat introspeksi cerbung aku (?)

Oke iklan selesai. LANJUT!

*

Fyi guys, kelas X Ify, Shilla, Sivia, Agni, Rio dan Gabriel sekelas. Sedangkan Cakka dan Alvin sekelas berdua. Nah pas kelas XI Ify, Shilla,Sivia, Agni, Rio, Gabriel beda kelas. Ify dan Rio tetap sekelas berdua, sedangkan Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Cakka dan Alvin sekelas. Nah sekarang dikelas XII mereka semua sekelas. Jelaskan? Jelas dong. Yang ga jelas ya dijelasin aja deh ya :p

*
Pagi ini Ify datang ke sekolah dengan wajah yang berseri-seri. Dia masih terbayang kejadian kemaren dengan Rio. Dia masuk kelas dengan senyum mengambang di bibirnya. Ketika masuk di kelas, langsung dia menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah datang lebih dulu.

“hai guys” sapa Ify dengan penuh senyuman dibibirnya.

Shilla, Sivia dan Agni bingung kenapa Ify hari ini begitu happy. “lo kenapa Fy? seneng banget kayaknya” tanya Agni.

“ada deh” jawab Ify lalu duduk disebelah Sivia.

“oh jadi gitu? lo ga mau cerita nih sekarang sama sahabat lo?” ujar Shilla sinis. Ify tampak berpikir sebentar “yah, bukan gitu Shil. Tapi gue takut ntar kalian ketawain” jawab Ify manyun.

“ga bakal lah Fy. emang kita pernah ngetawain lo atau buat lo malu? Engga kan? Ayolah” paksa Agni.

“ayo Fy ayo ceritain” paksa Sivia menggoyang-goyangkan tubuh Ify.

“iya deh iya. Gini, hmm… duh.. gue.. lagi.. sukasamaseseorang” jawab Ify cepat dikata terakhirnya.

“oh.. trus? Kenapa lo bisa seneng kayak sekarang?” tanya Shilla.

Ify menghela nafas sebentar “kemaren gue dianter pulang sama orang itu dan dia mampir bentar ke rumah gue. kan kalo dirumah rambut gue diurai tuh, nah dia bilang gue cantik kalo diurai” jawab Ify malu-malu.

“oh, jadi lo dibilang cantik sama Rio?” tanya Sivia to the point. Ify sontak kaget ga tau mau jawab apa. “loh? Kok Via bisa tau sih?” batin Ify.

“Ri.. Rio? Kok Rio sih? siapa bilang aku kemaren pulang sama dia?” alibi Ify. Agni, Shilla dan Sivia malah melet meledek Ify.

“bohong banget lo. semua orang juga udah tau kali Fy kemaren Rio nganter lo pulang” kata Shilla.

“jadi kalian lebih percaya gossip gitu dari pada sama sahabat sendiri?” jawab Ify.

“ya iya lah kita lebih percaya gossip nya dari pada elo. Kan kemaren kita juga liat elo pulang bareng Rio” jawab Agni. Ify merasa SKAK MAT tak bisa berbohong lagi.

“iya deh iya aku ngaku kemaren aku dianter Rio” pasrah Ify.

“jadi lo beneran suka sama Rio nih?” goda Sivia menaik turunkan alis nya.

Ify mengangguk lemas “etapi jangan bilang siapa-siapa please please banget” mohon Ify dengan menempelkan kedua telapak tangannya.
Sivia, Shilla dan Agni malah sok-sok mikir gitu “hmm gimana ya?”

“ayo lah Shil, Vi, Fy mohon banget jangan sampe Rio tau ya ya ya” ujar Ify memohon.

“ga janji” jawab Shilla, Sivia dan Agni lalu langsung berlari meninggalkan kelas.

“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu mengejar Shilla, Sivia dan Agni.

Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..

BRRUUUKKKK

Bersambung…

Kira-kira ada apa ya? Hmm.. liat nanti aja ya :p jangan lupa comment ya gimana cerbung aku (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar