Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *19


“ sekarang gue mau lo jujur Fy. kenapa Shilla ga sekolah 3 hari ini?” tanya Cakka kini. Ify langsung terdiam. Dia tidak sanggup harus memberitahukan yang sebenarnya kepada Cakka dan Rio.

“oke. Gue jujur. Shilla… dia lagi pergi sama bokap nyokap nya ke Bandung. Ada acara keluarga. Paling Cuma seminggu ini dia ga sekolah” jawab Ify masih berbohong. Rio tahu sekali bahwa Ify berbohong. Rio sangat kenal Ify.

“bohong” sinis Rio.

“apa? lo bilang gue bohong? Bohong apa lagi sih Yo? Gue udah bilang kan tadi kalo Shilla ke Bandung? Trus lo mau apa lagi? gue jujur? Udah jujur kali”

“gue yakin lo nyembunyiin sesuatu tentang Shilla kan?” tanya Rio.

“nyembunyiin? Ap.. apa? engga kok” jawab Ify gugup.

“lo…” Rio baru saja ingin melanjutkan kata-katanya, namun dicegah Cakka.

“udah lah Yo, Ify kan tadi udah bilang kalo Shilla ke Bandung. Jangan nethink gitu dong” cegah Cakka. Rio hanya diam.

“yaudah Fy. sorry kalo gue sama Rio udah mikir yang engga-engga sama lo. gue harap lo ga bohong sama kita berdua” ujar Cakka telak. Cakka dan Rio pergi meninggalkan ruang kelas Ify. Ify terdiam mendengar permintaan Cakka.

“maaf Cak, gue emang bukan sahabat yang baik buat lo. gue Cuma ngelakuin apa yang diminta Shilla” batin Ify lirih. perlahan built ait mata nya menetes sedikit demi sedikit. Dia terduduk lemas di meja nya.

*

Sudah 3 hari ini Ify selalu menolak diantar-jemput Rio karena Ify akan ke Rumah Sakit sehabis pulang sekolah. Seperti sekarang ini, Ify langsung menuju Rumah Sakit untuk menjenguk Shilla. Dia masuk ke Rumah sakit dengan langkah gontai.

CKLEK

Ify membuka pintu ruang rawat Shilla. Dilihatnya Shilla sedang memainkan tablet nya.

“hai Shil..” sapa Ify lemas.

“hai Fy. kenapa lo? lesu banget” tanya Shilla yang melihat Ify hari ini berbeda.

“ga ada” jawab Ify lalu duduk di sofa ruang rawat kamar Shilla yang berada tak jauh dari kasur Shilla.

“ada apa sama Cakka? Dia nanya gue lagi?” tanya Shilla yang langsung membuat Ify kaget. “kok Shilla bisa tau?” batin Ify.dia menatap Shilla seperti melihat hantu._.v

“biasa aja neng ngeliatnya. Lagian gue Cuma nebak aja kok” jawab Shilla yang seakan sudah tahu makasud tatapan Ify.

“iya. Tadi dia nanyain lo” jawab Ify lesu.

“trus lo jawab apa?”

“gue bilang aja kalo lo ke Bandung ada acara keluarga”

“bagus”

“gue capek Shil” lirih Ify.

“capek? Maksud lo?”

“iya, gue capek harus bohong sama Cakka sama Rio terus. Apalagi sama Cakka. Gue ga tega Shil” jawab Ify.

“gue tau Fy, lo paling ga bisa bohong kan? Tapi untuk kali ini gue mohon Fy sama lo. kali iniiiii….. aja bohong demi gue. gue janji ini yang terakhir deh gue minta lo bohong sama orang” mohon Shilla kepada Ify dengan wajah memelas nya.

Ify yang melihat wajah memelas Shilla pun menjadi tak tega “yaudah iya. Tapi janji ya kali ini aja?”

Shilla mengangguk dan tersenyum seperti anak kecil yang mendapat mainan “maafin gue Fy udah ngebuat lo kayak gini. Cuma lo yang bisa bantu gue” batin Shilla.

*

Cakka dan Rio sedang berada di depan sebuah Rumah Sakit. Sedari tadi Cakka dan Rio mengikuti Ify dari sekolah. Cakka dan Rio sedang clingak-clinguk melihat rumah sakit itu. mereka bingung kenapa Ify ke rumah sakit.

“ngapain sih si Ify ke rumah sakit?” tanya Rio.

“ada yang ga beres kayaknya” jawab Cakka.

“jalan Yo. Besok kita ikutin Ify lagi pulang sekolah. Kita masuk ke dalam ikutin dia” ujar Cakka. Rio mengangguk lalu melajukan mobil nya pergi dari Rumah Sakit itu.

*

Lagi-lagi hari ini Ify pulang sekolah langsung menuju rumah sakit. Lagi-lagi juga Cakka dan Rio menguntili Ify. Tapi sial. Ify tahu bahwa dia sedang di kuntilin oleh Cakka dan Rio. Ify sengaja masuk ke toilet rumah sakit.

Dia sengaja ke toilet dan tidak keluar-keluar sampai Cakka dan Rio pergi.

“si Ify lama banget sih Yo?” tanya Cakka yang sudah risih menunggu Ify di toilet.

“tunggu bentar lagi aja” jawab Rio. Mereka masih memata-matai Ify dari kejauhan. Tapi Ify tak kunjung keluar juga dari toilet.

Karena sudah bosan, mereka memilih pulang saja. Dan melanjutkan aksi mereka besok (?)

*

CKLEK

“hufftt haah hufft” Ify masuk ke kamar rawat Shilla dengan nafas tak beraturan. Shilla heran melihat Ify yang seperti orang dikejar setan (?)

“kenapa lo Fy? kayak habis dikejar setan” tanya Shilla mengernyitkan dahinya.

“lo tau?”

Belum selesai Ify berbicara, Shilla langsung menjawab “ga” jawab Shilla polos.

“gue belom selesai ngomong, behel” geram Ify.

“gue behel? Nah elo apaan dong?’

“ga penting. Tadi gue itu di kuntilin sama Cakka sama Rio dari sekolahan. Dia ikutin gue” kata Ify melanjutkan perkataan nya tadi dengan nafas yang sudah mulai normal.

“hah? Serius lo? trus trus gimana? Lo ketahuan?” tanya Shilla histeris.

“mata lo keluar. Biasa aja kali nanya nya”

“iya, iya. Jadi gimana? Dia tahu lo kesini nemuin gue?” tanya Shilla/ Ify menggeleng. Melihat gelengan Ify, kini Shilla bernafas lega.

“untung aja tadi gue tau kalo mereka ngikutin gue, ya udah gue ke toilet aja sampe mereka pergi baru gue keluar” jawab Ify menuju sofa di dekat kasur Shilla.

“hahaha thanks god udah bantuin Ify” ucap Shilla sambil menampung tangannya seperti orang berdoa.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar