Selasa, 25 Juni 2013

Rival In Love * 12


Redbag sedang berkumpul di rumah Debo. Mereka menenangkan fikiran masing-masing yang masih tak percaya dengan kejadian di kantor tadi. Semua frustasi kecuali Cakka yang senang karena pasangannya Febby. Sedari tadi Cakka hanya senyam-senyum ga jelas sendiri.

“woy Cak. Kesambet apaan lo senyum-senyum sendiri?” tanya Alvin.

“kesambet cinta ayang Eby” jawab Cakka dengan gaya genit nya-_-

“sarap lo Cak. Pacaran kontrak aja segitu seneng nya lo. apalagi beneran” kata Debo.

“eits.. jangan salah. Sekarang boleh Cuma kontrak. Suatu saat nanti, semua nya bakalan jadi kenyataan. Gue yakin lo semua juga bakal ngerasain yang sama kayak gue” kata Cakka yakin.

“maksud lo?” tanya Redbag minus Cakka heran. Cakka hanya senyum sinis saja tak mananggapi pertanyaan sahabat-sahabatnya.

Mereka kembali larut dalam pemikiran masing-masing.

*

Blink sudah sampai di salah satu hotel Palembang. Setelah merebahkan badan sebentar di kamar masing-masing, Blink berkumpul untuk makan di Resto Hotel dulu. Mereka hanya makan berlima karena yang lainnya mengurus untuk keperluan mereka manggung besok.

“gue masih ga percaya deh sama ide gila si big bos” kata Pricilla membuka pembicaraan duluan.

“apalagi gue” kata Sivia yang diangguki Ify dan Shilla. Febby hanya diam saja.

“Feb, lo ga keberatan emang sama kontrak ini?” tanya Shilla.

Febby menggeleng “kenapa harus keberatan? Ini udah resiko dari pekerjaan kita. Ya, professional aja lah. Ini tuntutan” jawab Febby tegas.

“lo bener Feb. gue setuju” kata Ify menyetujui perkataan Febby.

“gue juga setuju. Tapi bukan berarti perjanjian kita sama redbag tadi batal” kata Shilla. Semua mengangguk setuju.

Makanan mereka pun datang. Kini mereka konsen menyantap makanan lezat mereka.

*

Hari ini Blink balik ke Jakarta setelah manggung di Palembang, Padang dan Surabaya. Lelah, capek itu yang mereka rasakan. Terkadang mereka merasa jenuh harus melakukan aktifitas yang seperti itu. aktifitas untuk anak seumuran mereka bisa dibilang tidak mereka rasakan karena jadwal mereka yang padat dan membosankan itu.

“hello Blink” sapa Big Bos mereka ketika mereka sedang bersiap-siap menaiki barang ke mobil.

“hai Bos” sapa blink serentak dengan lesu nya.

“nanti di Bandara redbag sudah siap menjemput kalian. Mulai nanti kalian mulai beracting layaknya sepasang kekasih” kata Big Bos.

Blink hanya mengangguk lemas saja tidak terlalu menghiraukan perkataan Big Bos nya itu karena sudah terlalu lelah.

“kalian mengerti?”

“ngerti Bos..”

“bagus. Sekarang ayo berangkat. Nanti ketinggalan pesawat” blink lagi-lagi hanya mengangguk saja dan patuh masuk ke dalam mobil.

*

Pagi ini seperti biasa, Redbag sedang belajar dikelas nya dengan mata 5watt karena sekarang jam pelajaran IPS. Pak Dave adalah guru IPS yang terkenal sangat membosankan. Tidak ada satupun materi Pak Dave yang nancap di otak murid-murid nya.

Baru saja mata Cakka ingin terlelap di meja, pintu kelas langsung di ketuk oleh seseorang dari luar sana.

“masuk” kata Pak Dave mempersilahkan orang itu untuk masuk.

CKLEK

Pintu dibuka oleh dua orang cowok berbadan besar dengan seragam hitam mereka. bagi yang lain memang sangat asing dua orang itu. namun bagi redbag sangat lah tidak asing karena dua orang itu adalah orang suruhan dari big bos management mereka.

Cakka yang duduk bersama Debo menyenggol siku Debo “ngapain tuh dua singa kesini?” bisik Cakka kepada Debo. Debo hanya mengangkat bahu tak tau.

“ada apa ya?” tanya Pak Dave.

“maaf Pak. Kami kesini ingin menjemput Gabriel, Rio, Alvin, Cakka dan Debo. Mereka ada keperluan yang harus diselesaikan” kata orang itu. Pak Dave mangangguk mengerti karena dia tau siapa lima orang yang disebutkan tadi. Mereka adalah redbag. Artis yang sedang naik daun saat ini. dan pastinya banyak urusan yang harus mereka selesaikan.

“baik lah. Mereka saya izinkan untuk pulang” kata Pak Dave. Raut wajah senang tergambar jelas di wajah redbag. Mereka dengan sigap langsung membereskan buku dan mengambil tas. Dengan tampang mengejek ke teman-temannya yang juga ingin pulang, redbag menuju ke depan kelas.

“makasih pak. Kami pamit dulu” ucap Gabriel mewakili teman-temannya.

“hmm” jawab Pak Dave. Redbag satu per satu menyalami Pak Dave lalu pergi meninggalkan kelas mengikuti dua anak buah big bos mereka tadi.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar