Selasa, 25 Juni 2013
First Love Until The Die *17
Ify berlari memasuki Rumah Sakit menuju UGD. Dilihatnya Mama dan Papa Shilla yang sedang mondar-mandir di depan pintu UGD.
“tan, Shilla gimana tan?” tanya Ify menghampiri mama Shilla.
“dia masih ditangani Dokter Fy. dari tadi dokter masih belum keluar juga” jawab mama Shilla. Tubuhnya bergetar hebat.
“ya ampun Shil, lo kenapa bisa gini sih?” lirih Ify. Dia terduduk lemas dibangku di dekat ruang UGD.
“sabar ya Fy. kita bantu doa semoga Shilla ga kenapa-kenapa” ujar papa Shilla. Ify mengangguk.
“Fy, kamu ada nomor handphone nya Cakka kan? Coba kamu telfon Fy kasih tau Shilla sekarang lagi dirumah sakit” kata mama Shilla. Ify kaget, dia bingung harus bagaimana. Bingung harus menuruti permintaan mama Shilla atau tidak.
“i.. iya tante nanti Ify coba telfon” jawab Ify ragu. Ify bermaksud meminta izin dulu kepada Shilla setelah Shilla sadar nanti. Dia tidak mau mengambil keputusan sendiri.
“ini semua gara-gara lo Cak, gara-gara lo! coba aja dulu lo ga pergi, mungkin Shilla sekarang ga bakalan kayak gini. Sampe Shilla kenapa-kenapa, gue bakalan habisin lo pake tangan gue sendiri” batin Ify.
[FLASHBACK]
“Ka, kamu disana berapa lama?” tanya gadis mungil yang imut kepada Kaka sahabat bermainnya.
“aku ga tau Shil. Tapi aku janji akan balik lagi kesini dan kita main-main lagi” janji Kaka kepada gadis mungil itu yang tak lain adalah Shilla.
Bulir kecil air mata sedikit demi sedikit sudah membasahi pipi chubby gadis mungil ini
“kamu janji ya bakal temuin aku lagi” jawab Shilla lalu mengulurkan jari kelingking nya. Kaka tersenyum lalu ikut menautkan jari kelingking nya.
*
Satu bulan sudah kepergian Kaka dan keluarga nya ke Sydney. Selama itu juga Shilla tidak bermain kerumah Shanin dan Kekey. Shilla hanya murung di dalam kamar nya.
“Shilla, kita main yuk” ajak Shanin ketika masuk ke kamar Shilla.
Shilla tidak menjawab. Dia hanya diam, masih melamun di dekat jendela kamarnya menatap kea rah luar jendela nya.
“kak, Chilla. Ayok main cama Kekey, kita udah lama loh ga main baleng” ajak Kekey kali ini. waktu itu Kekey masih sangat kecil.
Shilla hanya menggeleng saja “Shil, kamu kenapa? Gara-gara Kaka pergi ya?” tanya Shanin kini.
Perlahan Shilla menoleh ka arah Shanin “iya Shan. Aku sedih udah ga ada sahabat aku lagi yang bisa ngehibur aku” jawab Shilla lirih.
“kan masih ada aku sama Kekey Shil yang akan ngehibur kamu” hibur Shanin. Shilla hanya diam, wajahnya sangat pucat sekali.
Shilla merasa tubuhnya lemas, sangat lemas. Dia tidak kuat menyeimbangi tubuhnya. Dilihatnya ada Shanin dan Kekey dihadapannya. Perlahan pandangannya menjadi kabur.
BRUUKKK
Tubuh Shilla jtuh. Shilla pingsan.
“Shil? Shilla?” kaget Shanin.
“kak Chilla kenapa kak? Kok tidur di lantai?” tanya Kekey polos.
“kak Shilla pingsan Key. Ayo cepat kamu panggil Om, Tante sama Papa Mama ya” Shanin masih berusaha membangunkan Shilla. Sedangkan Kekey berlari keluar kamar menghampiri Mama dan Papa Shilla beserta Mama dan Papa nya dan Shanin.
*
Setiba nya di Rumah Sakit, Shilla langsung dibawa ke UGD untuk pertolongan pertama. Papa dan Mama Shilla, Istri Om Rudi beserta Shanin dan Kekey sedang menunggu Om Rudi keluar dari ruang UGD. Om Rudi seorang dokter, adi Shilla dibawa ke rumah sakit dimana Om Rudi bertugas dan Om Rudi sendiri yang menangani Shilla.
Akhirnya Om Rudi pun keluar dari ruang UGD dengan wajah lesu nya.
“gimana Rud keadaan Shilla? Dia ga apa-apa kan?” tanya papa Shilla cemas.
Om Rudi masih diam, dia sedikit ragu ingin memberitahukan papa dan mama Shilla akan keadaan anak nya.
“kenapa Rud? Ada apa sama Shilla? Ayo Rud bilang sama kita berdua” desak mama Shilla. Dia sudah mempunyai firasat tak enakakan keadaan anak nya.
“maaf Mas, Mbak. Diagnosa mengatakan Shilla menderita sakit Leukimia stadium awal. Ini memang belum terlalu membahayakan bagi Shilla. Satu-satu nya cara agar stadium nya tidak lanjut hanya meminum obat-obatan yang nanti nya akan saya kasih. Dia harus meminum obat itu sampai penyakit nya sembuh” ujar Om Rudi tak tega.
Papa dan Mama Shilla sangat kaget mendengar penjelasan Om Rudi. Mereka tidak mengira anak nya yang masih dibawah umur bisa menderita Leukimia.
“apa Shilla pernah mengeluh pusing sama Mas atau Mbak? Atau dia pernah mimisan?” tanya Om Rudi kepada mama dan papa Shilla.
“pernah. Minggu kemaren Shilla mimisan Rud.tapi dia ga bilang pusing. Emang nya kenapa Rud?” tanya mama Shilla.
“itu yang harus diperhatikan Mbak. Pusing-pusing yang sangat luar biasa dan mimisan itu gejala awal Leukimia. Shilla sekarang sudah bisa dibawa keruang rawat” ujar om Rudi.
Tubuh mama Shilla semakin bergetar. Dia tidak tega melihat anak satu-satu nya itu mengidap penyakit seberat ini.
“yang sabar ya Mbak, Mas. Kita berdoa aja, Shilla pasti sembuh kok” hibur istri om Rudi kepada papa dan mama Shilla.
*
Shilla sudah dipindahkan ke ruang rawat. Sudah 2 jam Shilla belum sadarkan diri. Mama dan papa Shilla masih setia menunggu anak nya itu sampai sadar.
“aww..” ringis Shilla. Dia meringis kesakitan. Dia merasa kepala nya sangat sakit.
Mendengar ringisan Shilla, papa dan mama Shilla segera menghampiri Shilla “kamu udah sadar nak> syukur kalo begitu” syukur mama Shilla. Dia sangat senang akhirnya Shilla sadarkan diri juga.
“Shilla dimana ma? Shilla kenapa?” tanya Shilla. Papa dan Mama Shilla terdiam mendengar pertanyaan Shilla. Sebenarnya mereka tidak tega memberitahukan Shilla atas penyakitnya ini. tapi mereka tidak mau Shilla semakin terpuruk jika harus tahu semuanya terlambat.
“kamua jangan kaget ya Shil kalo papa bilang” lirih papa Shilla. Shilla mengangguk.
“sebelum nya mama mau tanya sama kamu. Apa kamu pernah pusing?” tanya mama Shilla.
Shilla mengingat sebentar “pernah ma. Sering. Pusing banget. Aku sendiri kadang ga bisa nahan sakitnya trus tiba-tiba keluar darah dari hidung aku. aku kira Cuma pusing biasa aja. Tapi semakin lama sakit nya semakin terasa. Emang kenapa Ma, Pa?” jawab Shilla.
“kamu mengidap penyakit leukemia Shil. Pusing yang kamu rasain itu bukan pusing biasa. Itu gejala awal dari penyakit kamu. Satu-satu nya cara agar stadium kamu ga meningkat, kamu harus minum obat-obatan yang udah dikasih om Rudi sayang” ujar mama Shilla. Shilla yang masih berumur 9 tahun tidak tau apa itu leukemia apalagi stadium.
“leukemia? Stadium? Itu apa ma? Pa? trus sampe kapan aku minum obat kayak gitu?” tanya Shilla.
“perlahan kamu nanti akan tau sendiri sayang apa itu leukemia dan stadium. Kamu minum obat nya harus rajin, bhiar cepet sembuh. Biar ga minum obat lagi” hibur mama Shilla. Shilla mengangguk memikirkan semuanya.
Bersambung…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar