“gila ya lo berdua. Sesama aja saling ngejek”
ledek Pricilla.
“woy pipi buntel, yang sopan lo sama kakak
kelas” tegur Rangga.
“lo bilang apa? pipi buntel?” kesal Pricilla.
“iya” sinis Rangga.
“trus itu pipi lo apa? bulet kayak bakpau gitu sok-sok
bilangin pipi gue buntel” ledek Pricilla.
“lo tuh pipi bakpau” jawab Rangga menunjuk pipi
Pricilla.
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“STOOOOOPPPPPPPPP” teriak Bisma, Morgan, Reza,
Shilla, Ify, Febby dan Sivia.
“hello.. kalian tuh udah SMA. Masih aja kayak
anak TK. Udah ah, sekarang ke kantin. Mana tau tuh kecebong rebus satu ada di
kantin” ajak Morgan. semua mengangguk lalu berjalan menuju kantin.
@
Kantin
SISFP sudah clingak clinguk di kantin bersama
Bisma, Rangga, Morgan dan Reza mencari Dicky. Mata Shilla terhenti tepat pada
satu eja dimana sedang ada seorang cowok duduk disana dengan lahap nya
menyantap makanan dan minuman nya.
Shilla menatap tajam kea rah meja itu. semua
nya masih belum menyadari bahwa yang di cari-cari sudah ada dan sekarang sedang
ditatap tajam Shilla. Tanpa babibu Shilla langsung meninggalkan Ify, Sivia,
Pricilla, Febby, Bisma, Reza, Rangga dan Morgan.
Sivia, Ify, Pricilla dan Febby bingung menatap
kepergian Shilla begitu saja. Pasrah, mereka mengikuti Shilla. Begitu juga
dengan Bisma, Reza, Rangga dan Morgan.
“heh kak” panggil Shilla kepada cowok yang
sedang duduk di meja dan dengan lahap menyantap makanan nya.
Cowok itu yang tak lain adalah Dicky melihat ke
belakang, arah sumber suara “yang sopan kalo manggil kakak kelas” sinis Dicky.
Shilla menarik nafas sebentar, lalu buang nafas
“kak Dicky, dari tadi kakak kemana aja? Kita berlima nyariin kakak. Kita udah
ketemu sama orang yang kakak suruh cari tadi” ujar Shilla kini manis. Lebih
tepatnya SOK MANIS karena sudah kesal.
Sohib Shilla kini sudah berdiri disamping
Shilla. Dan Sohib Dicky memilih duduk di meja Dicky.
“oh.. bagus kalo gitu” jawab Dicky santai lalu
lanjut menyantap bakso nya. SISFP memilih ikutan duduk dikursi sebrang SKM.
“gitu doang kak respon lo? udah ceking gini gue
nyariin lo sama anak-anak, respon lo gini doang?” tanya Ify.
“lo emang udah ceking dari lahir kali” ledek
Bisma tanpa dosa.
“orang jelek diem. Gue ga ngomong sama lo”
sinis Ify. Bisma tidak berniat membalas sinisan Ify. *kalo Bisma bales, ini
part ga selesai-selesai gaiz._. author sendiri juga bakalan rempong sendiri….*
“oke kak. Kita udah jalanin tugas pertama kita.
Sekarang kita harus ngapain lagi?” tanya Febby entah kepada siapa. Yang penting
diantara lima kakak senior ngeselinnya ada yang menjawab.
“hmm.. sekarang lo berlima pilih salah satu
diantara lima kertas ini. di dalam kerta itu ada nama kita berlima. Nanti nama
siapa yang kalian dapet, itu yang bakal jadi kakak pembimbing lo selama MOS”
jawab Morgan sambil mengeluarkan lima kertas kecil yang sudah dilipat-lipat
dari saku baju nya.
SISFP mengangguk tanda mengerti “heh gendut, lo
duluan yang ambil” kata Reza kepada Sivia.
“iye.. dasar pesek item lo” gerutu Sivia. Dia
mulai mengambil kertas itu duluan. Dilanjut lagi dengan Ify, Pricilla, Shilla
dan Febby mengambil kertas kecil itu.
“sekarang, mulai dari si behel yang buka kertas
nya trus sebutin” kata Rangga. SISFP diam, bingung saling bertatapan siapa si
behel yang dimaksud Rangga itu.
“si behel siapa kak?” tanya Shilla polos dan
dengan tampang cengo nya.
Dicky memukul jidatnya “bego. yang behel ada
tiga sarap” kata Dicky kepada Rangga.
Rangga nyengir dan menggaruk-garuk rambut nya
yang tak gatal “noh, behelan yang pipi buntel aja duluan. Mulai dari lo” tunjuk
Bisma kepada Pricilla.
Dengan mulut manyun nya Pricilla membuka kertas
kecil itu perlahan. Mulut menganga, mata keluar, nafas terhenti (?) itu reaksi
Pricilla. Sohib Pricilla kaget melihat ekspresi Pricilla seperti itu.
“siapa Pris?” tanya Sivia. Pricilla
memperlihatkan kertas nya kepada sohib-sohib nya.
1..
2..
3..
Ekspresi sohib-sohib Pricilla tak jauh beda
dengan Pricilla.
SKM (Si Kece Maut) –geng Dicky CS- menatap
SISFP bingung “dapet siapa lo?” tanya Dicky.
Tatapan SISFP mengarah kepada Rangga semua.
Rangga mengernyitkan dahi nya “gue?” tanya Rangga sambil menunjuk dirinya.
Pricilla mengangguk pelan dengan mulut masih
menganga “sial. Dapet si pipi buntel lagi gue” kata Rangga pelan.
“apa lo bilang?” tanya Pricilla.
“ga ada” jawab Rangga ngeles.
“dasar lo pipi bakpau.”
“lo pipi buntel”
“lo jelek”
“lo behel”
“gue cantik”
“gue ganteng”
“pipi lo bakpau”
“pipi lo buntel”
“sipit lo”
“lo juga”
“kecebong lo”
“siput lo”
“jeruk”
“mangga”
“apel”
“WOOOOYYYY” teriak Ify, Shilla, Sivia, Febby,
Dicky, Bisma, Mogan, dan Reza.
Sontak Rangga dan Pricilla diam.
‘udah. Lanjutin buka kertas nya. Sekarang lo,
yang disebelah nya” tunjuk Dicky kepada Sivia.
Perlahan Sivia membuka kertas nya. Dia membuka
dengan mata tertutup dan dengan perasaan harap-harap cemas siapa yang akan
menjadi kakak pembimbing nya nanti.
“siapa Vi?” tanya Febby ketika kertas Sivia
sudah terbuka. Sivia menggeleng. Dia masih menutup matanya.
“Ck.. lama amat lo” kata Reza lalu merebut
kertas kecil ditangan Sivia.
1.. lihat kertas nya.
2.. baca kertasnya.
3.. ngucek-ngucek mata.
Sivia sudah membuka mata nya ketika Reza
merebut kertas nya tadi “siapa kak?” tanya Sivia kepada Reza yang kini sedang
mengucak-ngucek matanya. Reza diam tidak menjawab. Semua heran dan bingung.
“Kak, siapa?” tanya Sivia lagi. namun Reza
masih diam tak menjawab. Karena kesal, Sivia langsung merebut kembali kertas
yang ditangan Reza. Badan Reza mematung ketika Sivia merebut kertasnya. Reza
tidak memberontak.
1..
2..
3..
Badan Sivia ikutan mematung ketika melihat nama
yang tertera dikertas itu. semua semakin bingung dengan Reza dan Sivia.
Bersambung…
Haduh makin kacau aja nih cerita-_- ga jelas
arah dan tujuan nya kan? emang sih… ehiya, mulai Juli maybe aku bakalan jarang
ngeposting cerbung baru atau next part cerbung-cerbung aku. soalnya aku udah
mulai sekolah lagi. Sekarang bisa bikin cerbung gara-gara lagi libur kelulusan
SMP :D follow twitter aku ya @elviraeryos thx gaiz :-* ciumatuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar