Selasa, 25 Juni 2013

First Love Until The Die *20


TEETTTT

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Sebelum guru keluar kelas, Cakka dan Rio sudah berlari meninggalkan kelas mereka menuju kelas Ify. Mereka menunggu Ify di depan kelas. Tepat saat Ify keluar kelas, Cakka dan Rio menahan tangan Ify.

“Fy, ada acara ga hari ini?” tanya Cakka.

Ify menepis tangan Cakka dan Rio karena risih “Kenapa?” tanya Ify cuek. Dia sudah tahu maksud dan tujuan Cakka dan Rio sebenarnya.

“hmm… jalan yuk nanti sore?” ajak Rio.

Ify berpikir sebentar “sorry. Gue nanti mau pergi” jawab Ify lalu berjalan meninggalkan Cakka dan Rio.

Cakka dan Rio tersenyum sinis menatap kepergian Ify. Cakka member kode kepada Rio untuk segera mengikuti Ify.

*

Hari ini Ify sepulang sekolah berniat pergi ke Mall buat Shopping. Kalo perlu sampe malam. Ify yakin bahwa Cakka dan Rio kali ini mengikuti nya lagi. maka nya Ify tidak ke rumah sakit hari ini. lagian hari ini Shilla sudah dibolehkan Om Rudi untuk pulang ke rumah. Ify berniat untuk ke rumah Shilla saja nanti. Dia tidak mau sampai Cakka dan Rio curiga jika dia ke rumah sakit.

Ify sudah mengelilingi Mall dari sepulang sekolah tadi. Sekarang sudah pukul 17.00 tapi Ify masih saja betah mengelilingi Mall. Benar saja dugaan Ify, sedari tadi Cakka dan Rio menguntili nya. Semakin Cakka dan Rio mengikuti nya, semakin lama Ify di Mall.

Kini Ify sedang berada di salah satu Restoran di Mall. Karena sudah merasa capek dari tadi mengitari Mall, Ify memilih beristirahat dan menuruti permintaan cacing-cacing diperut nya. Ify sadar bahwa Cakka dan Rio ikut duduk di Restoran itu. bahkan Ify juga tahu dimana Cakka dan Rio duduk. Hanya 3 meja dari Ify duduk kini.

Setelah cukup lama menunggu makanan, akhirnya makanan Ify datang juga. Dengan lahap Ify langsung menyantap pesanan nya itu.

*

Cakka dan Rio mengikuti Ify yang masuk ke sebuah Restoran di Mall. Mereka berjaga jarak dengan Ify agar tidak ketahuan.

“Yo, si Ify ngapain masuk ke Restoran?” tanya Cakka berbisik kepada Rio ketika masih bersembunyi di luar Restoran.

“mau nyalon kali” jawab Rio asal. Rio tidak peduli dengan pertanyaan bodoh Cakka karena kini yang hanya di otak nya ‘ada apa Ify ke Restoran sendiri? Mau ketemu sama siapa? Cowok nya?’ hanya itu yang ada di otak Rio kini. jika benar, Rio tidak tahu lagi harus bagaimana. Cemburu? Tidak ada hak. Marah? tidak ada hak juga. Tapi dia pasti akan sesak jika melihat Ify bersama cowok lain.

Mendengar jawaban Rio….. PLETAKK

Cakka menoyor kepada Rio.

“aww.. Sakit sarap”

“lo sih asal jawab”

“lo juga, bego. udah tau Restoran tempat buat makan, eh pake nanya lagi”

“hehehehe” Cakka hanya nyengir sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.

“udah yuk masuk aja. Sekalian nih gue laper” kata Rio masih menatap Ify yang sudah duduk di meja nya.

Cakka mengangguk lalu jalan duluan dan di ikuti Rio. Mereka duduk hanya 3 meja dari Ify duduk kini.

*

Ify sudah selesai menyantap makanan nya. Kini dia membuka tas nya lalu mengambil sesuatu dari tas nya. Sebuah kaca yang berukuran sedang namun muat di tas. Ify pura-pura sedang berkaca. Namun sebenarnya dia sedang mengintip dua orang cowok yang duduk 3 meja dibelakang nya. Cakka dan Rio.

Dilihat nya Cakka dan Rio masih duduk menguntili nya. Ify berpikir sebentar lalu mengambil handphone nya dan mulai mencari-cari contact di phonebook nya.

“hallo..” sapa Ify kepada cowok disebrang sana.

“………”

“lo bisa kesini sekarang ga?”

“…….”

“ga ada sih. biar ada temen aja”

“………..”

“ya udah nanti gue sms-in tempat nya ya” kata Ify terakhir lalu memutuskan sambungan telfonnya dengan seseorang di sebrang sana.

*

Cakka dan Rio sudah duduk 3 meja di belakang Ify duduk kini. makanan mereka pun juga sudah datang. Walaupun sibuk menyantap makanan nya, Cakka dan Rio tetap waspada kalau-kalau Ify mengetahui keberadaan mereka berdua.

“Cak.. Cak. Si Ify lagi ngaca” kata Rio kepada Cakka yang asik menyantap makanan nya ketika Ify sedang mengambil kaca di tasnya.

“lah trus? Hubungan nya sama gue apa? ga ada tuh” jawab Cakka santai. Rio yang semula menatap Ify kini beralih menatap Cakka geram.

“bego. kalo dia ngaca, otomatis dia bisa ngeliat kita, dodol. Pake ini” kata Rio kesal lalu memberikan buku menu kepada Cakka untuk menutup wajah mereka. merasa perkataan Rio benar, dengan cepat Cakka langsung mengambil buku menu yang diberi Rio. Kini mereka menutup wajah nya dengan buku menu berpura-pura sedang membaca menu.

Merasa sudah aman, Cakka dan Rio menurunkan buku menu itu dari wajah nya. Kini dilihatnya Ify sedang menelfon seseorang. Kini semakin banyak pertanyaan yang berputar dibenak Rio. Seketika hati nya terasa sesak membayangkan jika Ify sedang telfonan dengan cowok lain.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar