TEETTTT
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Sebelum guru
keluar kelas, Cakka dan Rio sudah berlari meninggalkan kelas mereka menuju
kelas Ify. Mereka menunggu Ify di depan kelas. Tepat saat Ify keluar kelas,
Cakka dan Rio menahan tangan Ify.
“Fy, ada acara ga hari ini?” tanya Cakka.
Ify menepis tangan Cakka dan Rio karena risih
“Kenapa?” tanya Ify cuek. Dia sudah tahu maksud dan tujuan Cakka dan Rio
sebenarnya.
“hmm… jalan yuk nanti sore?” ajak Rio.
Ify berpikir sebentar “sorry. Gue nanti mau
pergi” jawab Ify lalu berjalan meninggalkan Cakka dan Rio.
Cakka dan Rio tersenyum sinis menatap kepergian
Ify. Cakka member kode kepada Rio untuk segera mengikuti Ify.
*
Hari ini Ify sepulang sekolah berniat pergi ke
Mall buat Shopping. Kalo perlu sampe malam. Ify yakin bahwa Cakka dan Rio kali
ini mengikuti nya lagi. maka nya Ify tidak ke rumah sakit hari ini. lagian hari
ini Shilla sudah dibolehkan Om Rudi untuk pulang ke rumah. Ify berniat untuk ke
rumah Shilla saja nanti. Dia tidak mau sampai Cakka dan Rio curiga jika dia ke
rumah sakit.
Ify sudah mengelilingi Mall dari sepulang
sekolah tadi. Sekarang sudah pukul 17.00 tapi Ify masih saja betah mengelilingi
Mall. Benar saja dugaan Ify, sedari tadi Cakka dan Rio menguntili nya. Semakin
Cakka dan Rio mengikuti nya, semakin lama Ify di Mall.
Kini Ify sedang berada di salah satu Restoran
di Mall. Karena sudah merasa capek dari tadi mengitari Mall, Ify memilih
beristirahat dan menuruti permintaan cacing-cacing diperut nya. Ify sadar bahwa
Cakka dan Rio ikut duduk di Restoran itu. bahkan Ify juga tahu dimana Cakka dan
Rio duduk. Hanya 3 meja dari Ify duduk kini.
Setelah cukup lama menunggu makanan, akhirnya
makanan Ify datang juga. Dengan lahap Ify langsung menyantap pesanan nya itu.
*
Cakka dan Rio mengikuti Ify yang masuk ke
sebuah Restoran di Mall. Mereka berjaga jarak dengan Ify agar tidak ketahuan.
“Yo, si Ify ngapain masuk ke Restoran?” tanya
Cakka berbisik kepada Rio ketika masih bersembunyi di luar Restoran.
“mau nyalon kali” jawab Rio asal. Rio tidak
peduli dengan pertanyaan bodoh Cakka karena kini yang hanya di otak nya ‘ada
apa Ify ke Restoran sendiri? Mau ketemu sama siapa? Cowok nya?’ hanya itu yang
ada di otak Rio kini. jika benar, Rio tidak tahu lagi harus bagaimana. Cemburu?
Tidak ada hak. Marah? tidak ada hak juga. Tapi dia pasti akan sesak jika
melihat Ify bersama cowok lain.
Mendengar jawaban Rio….. PLETAKK
Cakka menoyor kepada Rio.
“aww.. Sakit sarap”
“lo sih asal jawab”
“lo juga, bego. udah tau Restoran tempat buat
makan, eh pake nanya lagi”
“hehehehe” Cakka hanya nyengir sambil menggaruk
kepala nya yang tak gatal.
“udah yuk masuk aja. Sekalian nih gue laper”
kata Rio masih menatap Ify yang sudah duduk di meja nya.
Cakka mengangguk lalu jalan duluan dan di ikuti
Rio. Mereka duduk hanya 3 meja dari Ify duduk kini.
*
Ify sudah selesai menyantap makanan nya. Kini
dia membuka tas nya lalu mengambil sesuatu dari tas nya. Sebuah kaca yang
berukuran sedang namun muat di tas. Ify pura-pura sedang berkaca. Namun sebenarnya
dia sedang mengintip dua orang cowok yang duduk 3 meja dibelakang nya. Cakka
dan Rio.
Dilihat nya Cakka dan Rio masih duduk
menguntili nya. Ify berpikir sebentar lalu mengambil handphone nya dan mulai
mencari-cari contact di phonebook nya.
“hallo..” sapa Ify kepada cowok disebrang sana.
“………”
“lo bisa kesini sekarang ga?”
“…….”
“ga ada sih. biar ada temen aja”
“………..”
“ya udah nanti gue sms-in tempat nya ya” kata
Ify terakhir lalu memutuskan sambungan telfonnya dengan seseorang di sebrang
sana.
*
Cakka dan Rio sudah duduk 3 meja di belakang
Ify duduk kini. makanan mereka pun juga sudah datang. Walaupun sibuk menyantap
makanan nya, Cakka dan Rio tetap waspada kalau-kalau Ify mengetahui keberadaan
mereka berdua.
“Cak.. Cak. Si Ify lagi ngaca” kata Rio kepada
Cakka yang asik menyantap makanan nya ketika Ify sedang mengambil kaca di
tasnya.
“lah trus? Hubungan nya sama gue apa? ga ada
tuh” jawab Cakka santai. Rio yang semula menatap Ify kini beralih menatap Cakka
geram.
“bego. kalo dia ngaca, otomatis dia bisa
ngeliat kita, dodol. Pake ini” kata Rio kesal lalu memberikan buku menu kepada
Cakka untuk menutup wajah mereka. merasa perkataan Rio benar, dengan cepat
Cakka langsung mengambil buku menu yang diberi Rio. Kini mereka menutup wajah
nya dengan buku menu berpura-pura sedang membaca menu.
Merasa sudah aman, Cakka dan Rio menurunkan
buku menu itu dari wajah nya. Kini dilihatnya Ify sedang menelfon seseorang.
Kini semakin banyak pertanyaan yang berputar dibenak Rio. Seketika hati nya
terasa sesak membayangkan jika Ify sedang telfonan dengan cowok lain.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar