Jumat, 07 Juni 2013

Love Game *1


SMA Indonesian High School. Salah satu SMA Favorit dimana siswa-siswi yang lulus seleksi di SMA tersebut tidak sembarangan. Indonesian High School adalah sekolah yang sangat elite karena nya murid-murid yang masuk di Indonesian High School sangat dipilih. Bukan berdasarkan otak mereka, namun berdasarkan pangkat orangtua mereka. Tak heran SMA Indonesian High School adalah sekolah anak-anak pejabat, artis ataupun pengusaha.

Pagi itu suasana di SMA Indonesian High School ramai karena sedang mengadakan Masa Orientasi Siswa (MOS). Kakak-kakak OSIS sedang berdiri di gerbang sekolah menunggu siswa-siswi baru yang terlambat datang dengan tampang jutek nya. Memang semua OSIS yang sedang bertugas sekarang ini di tugaskan berwajah jutek agar siswa-siswi yang baru masuk tidak seenaknya kepada kakak kelas nya.

Namun lain hal nya dengan 2 kakak OSIS cewek ini. Sivia dan Pricilla. Wajah mereka murni jutek. Mereka anak kelas XI yang terkenal sangat jutek, berkuasa dan ditakuti anak-anak satu sekolahan. Bahkan kakak kelas XII pun tunduk kepada mereka berdua. Tak ada yang berani melawan mereka.

Suasana ramai SMA Indonesian High School kini seketika berubah seperti acara Konser Musik yang dimana fans-fans berteriak histeris nya ketika melihat idola mereka tampil. Heboh. Mobil Alphard putih yang diiringi mobil sedan mewah didepannya memasuki gerbang Indonesian High School. Siswa baru bahkan siswa lama pun sudah mengetahui siapa yang akan turun dari mobil tersebut. Info ini sudah menyebar ke seluruh warga sekolah bahkan penjual di kantin sekalipun.

Mobil Alphard putih itu pun berhenti. Sebelum orang yang ditunggu-tunggu warga satu sekolah turun, 6 orang Bodyguard berbaju seragam hitam dengan tampang sangar turun dari mobil sedan mewah yang mengiri mobil Alphard putih tadi. 4 orang Bodyguard bersiap menjaga siswa-siswi yang sudah menggebu-gebu ingin bertemu dengan orang yang di dalam mobil Alphard itu sedangkan 2 orang bodyguard lagi membuka kan pintu untuk orang yang sedang berada di dalam mobil alphard putih itu.

Seketika teriakan histeris murid-murid terutama siswa cewek semakin keras melihat seorang cowok yang turun dari Mobil alphard putih. Cowok tinggi berwajah manis dengan senyum angkuh nya. Gabriel Stevent Damanik. Seorang artis sinetron dan penyanyi terkenal yang sedang naik daun dikalangan remaja-remaja cewek.

Cewek-cewek satu sekolahan sibuk dengan kedatangan Gabriel namun tidak untuk gadis ini. Dia hanya duduk di lapangan sendirian sambil memakan lollipop. Makanan kesukaannya. Gadis yang sangat cantik, berkulit putih, berambut sebahu dan modis dengan behel nya. Ashilla Zahrantiara. gadis cantik ini tidak se-feminim wajah nya yang sangat anggun. Dia sangat anti dengan yang nama nya rok, kecuali rok sekolah karena itu di wajibkan. Keseharian nya hanya dengan celana jeans dan baju simple namun tetap gaya dan rambut indah nya yang terurai semakin membuat nya cantik. Namun sayang, karena dirinya cuek dengan sekeliling nya, sampai saat ini dia belum pernah pacaran. Bahkan belum pernah ada cowok yang menyatakan cinta kepada nya. Miris nya…
“apaan sih tuh cewek-cewek? Norak.” kata Shilla. Walaupun suara nya kecil, namun cukup terdengar oleh cewek berwajah tirus, berdagu panjang dan juga memakai behel yang kebetulan habis dari toilet. Sepertinya siswa baru juga seperti Shilla.

Gadis itu menghampiri Shilla yang sedang duduk sendirian di lapangan. “hai.” Sapa nya ramah yang sontak membuat Shilla sedikit kaget. Shilla  menoleh kearah cewek itu lalu membalas sapaan nya. “hai” balas Shilla dengan sedikit senyum terpaksa. Maklum saja, dia sangat uek dengan sekeliling nya.

“mm.. kok lo sendirian? Ga ikut teriak kayak cewek-cewek disana tuh?” kini cewek itu ikut duduk di lapangan disebelah Shilla tepatnya dan menunjuk kearah kerumunan cewek-cewek satu sekolahan. Dia masih terus memancarkan senyum ramah nya kepada Shilla.

“dih males banget. Norak. Lo sendiri kenapa ga ikut gabung? Kan tipe-tipe cewek kayak lo biasanya suka banget yang begituan.” Jawab Shilla yang sudah sedikit welcome dengan cewek di sebelah nya ini.

“ga ah males gue. Alasannya sama kayak lo. Norak, malu-maluin trus…” Shilla mengernyitkan kening nya mendengar perkataan cewek itu terputus. “trus apa?” tanya Shilla.

“panas hehe” jawab cewek itu kepada Shilla dengan cengiran nya. Shilla hanya bisa sabar menghadapi cewek-cewek manja seperti gadis yang disebelahnya kini. Walaupun Shilla belum begitu kenal dengannya, namun Shilla sudah bisa menebak kalo gadis itu manja.

“oh iya kenalin nama gue Ify Alyssa Saufika Umari. Panggil aja Ify. Kalo lo?” Ify menjulurkan tangannya mengajak kenalan dengan Shilla. Shilla melirik sebentar ke Ify lalu ke tangan Ify dan akhir nya ikut menjulurkan tangannya. “gue Shilla.” Jawab  Shilla seadanya.

Ify kini sudah mulai tidak sabar dengan sikap cuek Shilla. Namun dia tetap berusaha tersenyum dan sabar dengan teman baru nya ini. “nama panjang lo?”

“Ashilla Zahrantiara.”

“oh.. lo regu apa?” tanya Ify lagi.

Shilla yang sudah risih ditanya-tanya seperti maling pun memasang wajah marah nya. “banyak tanya ya lo.” Jawab Shilla sedikit ada penekanan.

Jelas ada tampang ketakutan di wajah Ify, Shilla pun menyadari itu. Shilla menghela nafas sebentar lalu akhirnya berbicara baik-baik kepada Ify. “sorry sorry. Gue regu Girlband. Lo sendiri?” kini Shilla yang berbalik tanya ke Ify.

“wah kita samaan. Gue juga regu girlband. Ntar kita cari kelas nya brengan aja yuk?” kini raut wajah ketakutan seketika berubah menjadi raut wajah senang seperti anak kecil yang mendapat balon di wajah Ify.

“ck.. yaudah iya.” Desis Shilla.

*

Hari terakhir MOS pun datang. Shilla dan Ify semakin akrab ya walaupun Ify duluan yang selalu mendekatkan diri kepada Shilla namun Shilla sudah terbiasa dengan adanya Ify. Mereka sudah bercanda gurau di kantin sekolah di jam istirahat.

“Shil temenin gue ke toilet dulu yuk.  Kan bentar lagi bel, habis dari toilet kita langsung cari kelas aja. Ga tahan nih.” Ajak Ify yang sudah merasa tidak tahan untuk mengabulkan panggilan alam nya itu. Shilla pun hanya pasrah karena ditarik-tarik Ify hingga ke toilet.

Belum sampai di ambang pintu toilet, Shilla beradu bahu dengan cowok tinggi, berwajah manis dan dengan tampang angkuh. Gabriel. Dia hanya jalan berlalu meninggalkan Shilla setelah menabrak bahu   
gadis itu. Merasa tidak bersalah. Shilla yang tidak terima dengan perlakuan Gabriel yang seperti itu langsung mengejar Gabriel dan menepuk pundak Gabriel sedikit keras.

“woy.” Panggil Shilla.

Gabriel membalikan badannya karena merasa ada yang memanggil dirinya. Seketika itu juga semua mata tertuju kepada kedua orang ini yang seperti nya akan berperang karena semua orang ditempat itu juga melihat kejadian Gabriel menabrak bahu Shilla. Ify yang sudah takut hanya berdiri sedikit menjauh dari Shilla.

“apa?” jawab Gabriel angkuh.

“lo nyadar ga lo tadi nabrak bahu gue?” suara Shilla masih normal. Tidak seperti suara nya kalo lagi emosi.

“nyadar lah.” Jawab Gabriel enteng.

“nah trus lo ga minta maaf atau bilang sorry gitu?” kini suara Shilla sudah sedikit meninggi.

“buat apa? Ga penting.” Jawab Gabriel dengan senyum sinis nya.

“ga penting? Lo bilang ga penting? Oh iya gue lupa. Lo kan ARTIS TERKENAL, MANA MAU MINTA MAAF SAMA ORANG BIASA KAYAK GUE.” Sindir Shilla tak kalah tajam dan dengan suara keras nya.

Gabriel melotot tak percaya mendengar sindiran Shilla. Baru kali ini ada cewek yang berani bikin dia malu di depan semua orang seperti ini. orang-orang yang tadi nya sibuk masing-masing kini sudah berkerumun di tempat Shilla dan Gabriel perang kini. Bahkan hampir satu sekolahan melihat mereka. Bahkan kakak kelas yang terkenal sangat jutek dan berkuasa juga melihat. Sivia dan Pricilla.

Gabriel tidak mau melanjutkan perkelahian nya dengan cewek. Bisa-bisa dia di cap cowok pecundang yang bisa nya ngelawan cewek. Gabriel pergi meninggal tempat itu dengan gerakan cepat nya. Sahabat Gabriel dari kecil yang juga melihat aksi tadi pun ikut menyusul Gabriel.

“hebat banget ya Gab tuh cewek berani ngelawan lo. seumur-umur baru ini nih gue liat ada cewek bikin lo malu depan umum kayak tadi.” Ledek Rio. Rio sahabat Gabriel dari TK. Dan juga mama Gabriel dan Rio juga sahabatan dari SMA.

Gabriel menghentikan langkah nya lalu beralih melihat ke Rio yang sedang tertawa melihat Gabriel yang dipermalukan di depan umum seperti tadi. Apalagi yang buat dia malu itu cewek.

“sekali lagi lo ngomong, siap-siap aja pas lo cek ATM tabungan lo habis. Tanpa sisa.” Ancam Gabriel dengan tatapan tajam menakutkan nya. Rio hanya pasrah mendengar ancaman sahabat nya itu. Dari pada tabungan nya habis.

Tak heran. Rio tahu Password ATM Gabriel dan Gabriel juga tahu password ATM Rio. Namun karena kebodohannya, Rio sering kehilangan ATM di dompet nya karena Gabriel yang selalu sembunyi-sembunyi mengambil ATM Rio.

*

Gabriel dan Rio kini mulai mencari-cari kelas mereka. Lebih tepat nya Rio yang mencari-cari nama mereka di tiap-tiap jendela kelas X karena Gabriel sibuk mengutak-atik handphone nya sedari tadi. dimulai dari kelas X.1. absen nama murid-murid sudah tertera di jendela kelas. Beruntung Gabriel dan Rio mendapat kelas X.1 yang katanya kelas unggul.

“Gab, sini nih kelas kita.” Tunjuk Rio senang ke kertas absen yang tertempel di jendela kelas.

“hmm.” Jawab Gabriel masih sibuk memainkan handphone nya.

“respon lo itu doang?”

“ck.. iyadeh iya. Kita dikelas berapa Yo? Udah? Puas?” tanya Gabriel dengan nada yang dipaksakan ramah. kini Gabriel sudah memasukan handphone nya ke saku celana nya.

“X.1” jawab Rio seadanya.
“yaudah yuk masuk.” Ajak Gabriel. Dia sudah berjalan duluan memasuki ruang kelas baru nya itu dan diikuti oleh Rio dibelakang.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar