SMA
Indonesian High School. Salah satu SMA Favorit dimana siswa-siswi yang lulus
seleksi di SMA tersebut tidak sembarangan. Indonesian High School adalah
sekolah yang sangat elite karena nya murid-murid yang masuk di Indonesian High
School sangat dipilih. Bukan berdasarkan otak mereka, namun berdasarkan pangkat
orangtua mereka. Tak heran SMA Indonesian High School adalah sekolah anak-anak
pejabat, artis ataupun pengusaha.
Pagi itu
suasana di SMA Indonesian High School ramai karena sedang mengadakan Masa
Orientasi Siswa (MOS). Kakak-kakak OSIS sedang berdiri di gerbang sekolah
menunggu siswa-siswi baru yang terlambat datang dengan tampang jutek nya.
Memang semua OSIS yang sedang bertugas sekarang ini di tugaskan berwajah jutek
agar siswa-siswi yang baru masuk tidak seenaknya kepada kakak kelas nya.
Namun lain
hal nya dengan 2 kakak OSIS cewek ini. Sivia dan Pricilla. Wajah mereka murni
jutek. Mereka anak kelas XI yang terkenal sangat jutek, berkuasa dan ditakuti
anak-anak satu sekolahan. Bahkan kakak kelas XII pun tunduk kepada mereka
berdua. Tak ada yang berani melawan mereka.
Suasana
ramai SMA Indonesian High School kini seketika berubah seperti acara Konser
Musik yang dimana fans-fans berteriak histeris nya ketika melihat idola mereka
tampil. Heboh. Mobil Alphard putih yang diiringi mobil sedan mewah didepannya
memasuki gerbang Indonesian High School. Siswa baru bahkan siswa lama pun sudah
mengetahui siapa yang akan turun dari mobil tersebut. Info ini sudah menyebar
ke seluruh warga sekolah bahkan penjual di kantin sekalipun.
Mobil
Alphard putih itu pun berhenti. Sebelum orang yang ditunggu-tunggu warga satu
sekolah turun, 6 orang Bodyguard berbaju seragam hitam dengan tampang sangar
turun dari mobil sedan mewah yang mengiri mobil Alphard putih tadi. 4 orang
Bodyguard bersiap menjaga siswa-siswi yang sudah menggebu-gebu ingin bertemu
dengan orang yang di dalam mobil Alphard itu sedangkan 2 orang bodyguard lagi
membuka kan pintu untuk orang yang sedang berada di dalam mobil alphard putih
itu.
Seketika
teriakan histeris murid-murid terutama siswa cewek semakin keras melihat
seorang cowok yang turun dari Mobil alphard putih. Cowok tinggi berwajah manis
dengan senyum angkuh nya. Gabriel Stevent Damanik. Seorang artis sinetron dan
penyanyi terkenal yang sedang naik daun dikalangan remaja-remaja cewek.
Cewek-cewek
satu sekolahan sibuk dengan kedatangan Gabriel namun tidak untuk gadis ini. Dia
hanya duduk di lapangan sendirian sambil memakan lollipop. Makanan kesukaannya.
Gadis yang sangat cantik, berkulit putih, berambut sebahu dan modis dengan
behel nya. Ashilla Zahrantiara. gadis cantik ini tidak se-feminim wajah nya
yang sangat anggun. Dia sangat anti dengan yang nama nya rok, kecuali rok
sekolah karena itu di wajibkan. Keseharian nya hanya dengan celana jeans dan
baju simple namun tetap gaya dan rambut indah nya yang terurai semakin membuat
nya cantik. Namun sayang, karena dirinya cuek dengan sekeliling nya, sampai
saat ini dia belum pernah pacaran. Bahkan belum pernah ada cowok yang
menyatakan cinta kepada nya. Miris nya…
“apaan sih
tuh cewek-cewek? Norak.” kata Shilla. Walaupun suara nya kecil, namun cukup
terdengar oleh cewek berwajah tirus, berdagu panjang dan juga memakai behel
yang kebetulan habis dari toilet. Sepertinya siswa baru juga seperti Shilla.
Gadis itu
menghampiri Shilla yang sedang duduk sendirian di lapangan. “hai.” Sapa nya
ramah yang sontak membuat Shilla sedikit kaget. Shilla menoleh kearah cewek itu lalu membalas sapaan
nya. “hai” balas Shilla dengan sedikit senyum terpaksa. Maklum saja, dia sangat
uek dengan sekeliling nya.
“mm.. kok lo
sendirian? Ga ikut teriak kayak cewek-cewek disana tuh?” kini cewek itu ikut
duduk di lapangan disebelah Shilla tepatnya dan menunjuk kearah kerumunan
cewek-cewek satu sekolahan. Dia masih terus memancarkan senyum ramah nya kepada
Shilla.
“dih males
banget. Norak. Lo sendiri kenapa ga ikut gabung? Kan tipe-tipe cewek kayak lo
biasanya suka banget yang begituan.” Jawab Shilla yang sudah sedikit welcome
dengan cewek di sebelah nya ini.
“ga ah males
gue. Alasannya sama kayak lo. Norak, malu-maluin trus…” Shilla mengernyitkan
kening nya mendengar perkataan cewek itu terputus. “trus apa?” tanya Shilla.
“panas hehe”
jawab cewek itu kepada Shilla dengan cengiran nya. Shilla hanya bisa sabar menghadapi
cewek-cewek manja seperti gadis yang disebelahnya kini. Walaupun Shilla belum
begitu kenal dengannya, namun Shilla sudah bisa menebak kalo gadis itu manja.
“oh iya
kenalin nama gue Ify Alyssa Saufika Umari. Panggil aja Ify. Kalo lo?” Ify
menjulurkan tangannya mengajak kenalan dengan Shilla. Shilla melirik sebentar
ke Ify lalu ke tangan Ify dan akhir nya ikut menjulurkan tangannya. “gue
Shilla.” Jawab Shilla seadanya.
Ify kini
sudah mulai tidak sabar dengan sikap cuek Shilla. Namun dia tetap berusaha
tersenyum dan sabar dengan teman baru nya ini. “nama panjang lo?”
“Ashilla
Zahrantiara.”
“oh.. lo
regu apa?” tanya Ify lagi.
Shilla yang
sudah risih ditanya-tanya seperti maling pun memasang wajah marah nya. “banyak
tanya ya lo.” Jawab Shilla sedikit ada penekanan.
Jelas ada
tampang ketakutan di wajah Ify, Shilla pun menyadari itu. Shilla menghela nafas
sebentar lalu akhirnya berbicara baik-baik kepada Ify. “sorry sorry. Gue regu
Girlband. Lo sendiri?” kini Shilla yang berbalik tanya ke Ify.
“wah kita
samaan. Gue juga regu girlband. Ntar kita cari kelas nya brengan aja yuk?” kini
raut wajah ketakutan seketika berubah menjadi raut wajah senang seperti anak
kecil yang mendapat balon di wajah Ify.
“ck.. yaudah
iya.” Desis Shilla.
*
Hari terakhir
MOS pun datang. Shilla dan Ify semakin akrab ya walaupun Ify duluan yang selalu
mendekatkan diri kepada Shilla namun Shilla sudah terbiasa dengan adanya Ify.
Mereka sudah bercanda gurau di kantin sekolah di jam istirahat.
“Shil
temenin gue ke toilet dulu yuk. Kan
bentar lagi bel, habis dari toilet kita langsung cari kelas aja. Ga tahan nih.”
Ajak Ify yang sudah merasa tidak tahan untuk mengabulkan panggilan alam nya
itu. Shilla pun hanya pasrah karena ditarik-tarik Ify hingga ke toilet.
Belum sampai
di ambang pintu toilet, Shilla beradu bahu dengan cowok tinggi, berwajah manis
dan dengan tampang angkuh. Gabriel. Dia hanya jalan berlalu meninggalkan Shilla
setelah menabrak bahu
gadis itu.
Merasa tidak bersalah. Shilla yang tidak terima dengan perlakuan Gabriel yang
seperti itu langsung mengejar Gabriel dan menepuk pundak Gabriel sedikit keras.
“woy.”
Panggil Shilla.
Gabriel
membalikan badannya karena merasa ada yang memanggil dirinya. Seketika itu juga
semua mata tertuju kepada kedua orang ini yang seperti nya akan berperang
karena semua orang ditempat itu juga melihat kejadian Gabriel menabrak bahu
Shilla. Ify yang sudah takut hanya berdiri sedikit menjauh dari Shilla.
“apa?” jawab
Gabriel angkuh.
“lo nyadar
ga lo tadi nabrak bahu gue?” suara Shilla masih normal. Tidak seperti suara nya
kalo lagi emosi.
“nyadar
lah.” Jawab Gabriel enteng.
“nah trus lo
ga minta maaf atau bilang sorry gitu?” kini suara Shilla sudah sedikit
meninggi.
“buat apa?
Ga penting.” Jawab Gabriel dengan senyum sinis nya.
“ga penting?
Lo bilang ga penting? Oh iya gue lupa. Lo kan ARTIS TERKENAL, MANA MAU MINTA
MAAF SAMA ORANG BIASA KAYAK GUE.” Sindir Shilla tak kalah tajam dan dengan
suara keras nya.
Gabriel
melotot tak percaya mendengar sindiran Shilla. Baru kali ini ada cewek yang
berani bikin dia malu di depan semua orang seperti ini. orang-orang yang tadi
nya sibuk masing-masing kini sudah berkerumun di tempat Shilla dan Gabriel
perang kini. Bahkan hampir satu sekolahan melihat mereka. Bahkan kakak kelas
yang terkenal sangat jutek dan berkuasa juga melihat. Sivia dan Pricilla.
Gabriel
tidak mau melanjutkan perkelahian nya dengan cewek. Bisa-bisa dia di cap cowok
pecundang yang bisa nya ngelawan cewek. Gabriel pergi meninggal tempat itu
dengan gerakan cepat nya. Sahabat Gabriel dari kecil yang juga melihat aksi
tadi pun ikut menyusul Gabriel.
“hebat
banget ya Gab tuh cewek berani ngelawan lo. seumur-umur baru ini nih gue liat
ada cewek bikin lo malu depan umum kayak tadi.” Ledek Rio. Rio sahabat Gabriel
dari TK. Dan juga mama Gabriel dan Rio juga sahabatan dari SMA.
Gabriel
menghentikan langkah nya lalu beralih melihat ke Rio yang sedang tertawa
melihat Gabriel yang dipermalukan di depan umum seperti tadi. Apalagi yang buat
dia malu itu cewek.
“sekali lagi
lo ngomong, siap-siap aja pas lo cek ATM tabungan lo habis. Tanpa sisa.” Ancam
Gabriel dengan tatapan tajam menakutkan nya. Rio hanya pasrah mendengar ancaman
sahabat nya itu. Dari pada tabungan nya habis.
Tak heran.
Rio tahu Password ATM Gabriel dan Gabriel juga tahu password ATM Rio. Namun
karena kebodohannya, Rio sering kehilangan ATM di dompet nya karena Gabriel
yang selalu sembunyi-sembunyi mengambil ATM Rio.
*
Gabriel dan
Rio kini mulai mencari-cari kelas mereka. Lebih tepat nya Rio yang mencari-cari
nama mereka di tiap-tiap jendela kelas X karena Gabriel sibuk mengutak-atik
handphone nya sedari tadi. dimulai dari kelas X.1. absen nama murid-murid sudah
tertera di jendela kelas. Beruntung Gabriel dan Rio mendapat kelas X.1 yang
katanya kelas unggul.
“Gab, sini
nih kelas kita.” Tunjuk Rio senang ke kertas absen yang tertempel di jendela
kelas.
“hmm.” Jawab
Gabriel masih sibuk memainkan handphone nya.
“respon lo
itu doang?”
“ck.. iyadeh
iya. Kita dikelas berapa Yo? Udah? Puas?” tanya Gabriel dengan nada yang
dipaksakan ramah. kini Gabriel sudah memasukan handphone nya ke saku celana
nya.
“X.1” jawab
Rio seadanya.
“yaudah yuk
masuk.” Ajak Gabriel. Dia sudah berjalan duluan memasuki ruang kelas baru nya
itu dan diikuti oleh Rio dibelakang.
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar