Kini tinggal Blink dan Redbag diruang meeting
dengan beribu pertanyaan di otak masing-masing.
1…
2…
3…
BRUUKK
Kaki
Gabriel diinjek Shilla.
“aww..” Gabriel meringis kesakitan.
“gila lo main injek kaki gue aja. Lo kira kaki
gue rokok apa main di injek-injek?” protes Gabriel.
“injekan kaki gue tadi belum seberapa sama apa
yang lo berlima lakuin sama kita” jawab Shilla sinis.
“lo kira kita tau kalo akhirnya bakalan gini?
Kalo akhirnya bakalan gini kita ga bakalan lakuin dari awal” jawab Gabriel.
Redbag yang lain mengangguk setuju.
Shilla terdiam karena merasa benar dengan
jawaban Gabriel.
“gini aja, kita buat perjanjian. Setiap
pasangan harus ada peraturan masing-masing. Gimana?” usul Pricilla.
Semuanya berpikir sebentar lalu mengangguk “oke.
Pertama, ga boleh pegang-pegang gue” kata Ify kepada redbag.
“ga nafsu juga” jawab redbag serentak.
“ga boleh panggil-panggil sayang atau
semacamnya” kata Shilla.
“pait lidah gue kalo nyebut lo sayang” sinis
Gabriel.
“whatever..” jawab Shilla.
“ga boleh punya perasaan suka, sayang apalagi
cinta pada akhirnya. Pokoknya ga boleh semua settingan kita menjadi kenyataan” kata
Sivia.
“dih.. pede gila lo. yang pertama, gue ga nafsu
sama lo. kedua, lo bukan tipe gue” jawab Debo. Sivia hanya manyun mendengar
jawaban Debo.
“oke. Bagus kalo gitu” kata Pricilla.
“udah peraturan lo semua? segitu doang?” sinis
Rio. Blink menggeleng. Febby sedari tadi hanya diam tidak ikut member peraturan
seperti sahabat-sahabatnya.
Sivia yang berdiri disamping Febby menyenggol
siku Febby “apa?” tanya Febby polos.
“giliran lo kasih peraturan” bisik Sivia. Febby
tampang bingung.
“masih ada. Ka.. kalian ga boleh deket-deket
sama kita berlima selain disekolah, di depan big bos, dan diluar sekolah.” kata
Febby gugup. Redbag hanya mengangguk
malas.
“loh? Kok gitu?” tanya Cakka. Dia tidak terima
dengan peraturan yang disebutkan Febby barusan. Berarti itu artinya dia tidak
boleh dekat dengan Febby dilain waktu yang disebutkan Febby tadi.
“kenapa? Ga suka? Beres tinggal bilang big bos
aja” ancam Pricilla.
“i..iya deh iya” jawab Cakka pasrah.
“terakhir, ga boleh saling bbm-an, sms-an,
telfonan” kata Shilla.
“sarap lo emang. Nah kalo gue mau jemput lo
gimana? Kalo gue ga bisa anter lo pulang atau jemput lo gimana ngabarinnya?”
kata Gabriel.
Blink berembuk sebentar “oke. Cuma boleh sms-an itu pun kalo ada perlu nya.
Buat ngabarin kalo ga bisa jemput atau ngabarin mau jemput aja” kata Ify
memberi keringanan kepada Redbag.
Cakka bernafas lega akhirnya dia bisa sms-an
dengan Febby walaupun hanya ada keperluan saja.
“oke. Setuju. sekarang giliran kita. pertama,
jangan sampe terpesona sama ketampanan pasangan masing-masing” kata Rio.
“pede” jawab Blink serentak dengan santai dan
malas nya.
“ke dua, lharus turutin apa kata pasangan
masing-masing kalo di depan umum. Karena semua orang tau nya status kita
berpacaran. dan lo semua harus yakinin semua orang” kata Debo.
“hah? Males banget harus nurutin apa kata
kalian” protes Sivia.
“gampang. Tinggal bilang big bos aja kok. Ga
susah” ancam Alvin.
“iya deh iya..” jawab Blink pasrah.
“ketiga, lo semua harus professional di depan
wartawan” kata Alvin.
Blink hanya mengangguk saja.
“udah?” tanya Shilla malas-malasan. Redbag
mengangguk.
“oke. Siapa aja yang ngelanggar peraturan yang
udah kita setujuin, harus siap nerima hukuman” kata Shilla.
“hukuman?” kaget Redbag serentak. Blink
mengangguk.
“yap, hukuman. Siapa yang ngelanggar, harus
dapat hukuman dari pasangan masing-masing” lanjut Pricilla.
“lo kira ini sekolahan pake hukuman segala?”
protes Debo.
“big bos siap ngegorok kalian kok” ancam Sivia.
Redbag melongos pasrah saja setiap kali
mendengar ancaman dengan nama big bos mereka.
“dikit dikit big bos.. dikit dikit big bos”
kata Rio pelan.
“apa lo bilang?” tanya Ify.
“ga ada” jawab Rio jutek.
“gimana? Simple kan?” tanya Shilla lagi.
“oke. Deal” jawab Gabriel. Blink minus Febby
mengangguk dan tersenyum menang. Febby tidak terlalu suka dengan semua
peraturan-peraturan ini. menurutnya jika
ini memang tuntutan pekerjaan mereka, seharusnya dilakukan professional saja
tanpa ada nya aturan.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar