Selasa, 18 Juni 2013

Why Did I Fall In Love With You *2


Shilla sudah kembali ke kamar nya setelah mengambil payung tadi yang ketinggalan di mobil nya. Disandingkannya lambang di dalam payung itu dengan lambang yang di sapu tangan dari anak cowok kecil yang selama ini di cari-cari nya. Shilla kaget melihat kedua lambang itu.

“yaampun. Kenapa gue baru sadar kalo tulisan di payung ini sama persis kayak rajutan di sapu tangan ini? Apa cowok yang ngasih payung tadi itu.... arrrgghh bego. Kenapa gue baru sadar sekarang sih?“ Shilla meratapi kebodohan nya karena baru sadar dengan lambang di payung itu yang sama persis dengan lambang di sapu tangan.

*

FYI. Shilla udah lulus SMP. Baru beberapa hari yang lalu kelulusan nya diumumkan sebelum dia mendapat payung dari si cowok misterius itu. Kini Shilla sedang libur menunggu penerimaan siswa baru SMA.

Hari ini Shilla merayakan ulang tahun nya yang ke-15 tahun. Halaman belakang rumah nya dipenuhi oleh tamu undangan nya.

Lantunan lagu selamat ulang tahun dan tiup lilin sudah dinyanyikan para tamu untuk mempersilahkan Shilla meniup lilin. Sebelum Shilla meniup lilin terlebih dahulu dia make a wish. Setiap tahun dia selalu make a wish seperti sekarang ini.

“gue harap gue bisa ketemu lo mpras, secepat mungkin. 11 tahun gue nyariin lo, tapi ga ada hasil. Gue capek mpras. Gue harap kita bisa bertemu lagi.“ Itulah wish yang diucapkan Shilla dalam make a wish nya. Setelah itu baru dia meniup lilin.

*

Hari ini hari pertama Shilla SMA. Hari ini hari pertama MOS nya di SMA Global Mandiri. Salah satu SMA Favorit di Jakarta. Semua siswa-siswi baru duduk ditengah lapangan. Semua kakak-kakak OSIS sudah berdiri di depan.

Hari pertama MOS saja Shilla sudah dapat 4 teman baru. Nama nya Ify, Febby, Sivia, dan Pricilla. Kini Shilla duduk bersama empat teman baru nya itu.

“pagi adek-adek“ sapa seorang cowok yang lumayan tinggi, mancung, dan hitam manis dengan gaya cool nya.

“pagi kak.“ Jawab semuanya serentak

“kenalin nama gue Dicky M Prasetya. Kalian cukup panggil gue kak Dicky. Gue Ketua OSIS disini. Gue bakalan bacain peraturan-peraturan selama MOS berlangsung beserta hukumannya kalo kalian ngelanggar.“ Kata cowok itu yang nama nya Dicky. Ketua OSIS SMA Global Mandiri.

“satu. Selama MOS kalian ga boleh telat dateng. Kalo telat siap-siap terima sanksi. Dua. Kalian nanti bakalan dipilih lima orang untuk dibuat jadi kelompok. Lima orang itu dipilih sejenis. Eh gini maksud nya em..misalnya satu kelompok semuanya cewek dan nanti bakalan dapet lima kakak OSIS cowok buat ngebimbing kalian selama MOS. Ngerti?“ tanya Dicky kepada semua siswa-siswi MOS.

“ngerti kak.“

Dicky mengangguk “bagus deh. Tiga. Kalian harus patuh dan hormat sama kakak OSIS yang nanti nya akan ngebimbing kalian selama MOS. Ga boleh ngebantah kata mereka. Empat. Setiap pagi nya kakak OSIS yang bimbing kalian akan nungguin kalian di depan pagar sekolah. Siapa salah satu di kelompok kalian yang telat, bakalan dapat sanksi dari kakak pembimbing nya.“ Kata Dicky lagi.

“sekarang gue bakalan nunjuk kelompok nya. Ga ada yang ngebantah atau minta ganti kelompok.“ Lanjut nya lagi. Dicky mulai berjalan mengelilingi siswa-siswi MOS dan mulai menunjuk kelompok.

“dih tuh ketos songong banget ya. Sok ganteng lagi. Udah hidung kayak prosotan gitu.“ Bisik Shilla kepada keempat teman baru nya itu. Mereka tertawa mendengar perkataan Shilla.

“bener banget. Apalagi yang itu tuh yang pake behelen. Dih sama aja sok ganteng nya sama tuh ketos.“ Ify menunjuk Bisma yang sedang berdiri dekat Dicky bersama Rangga, Morgan dan Reza.

“yang itu juga tuh yang berdiri staycool trus tangannya masuk ke saku. Sok cool banget. Gue yakin dia orang nya dingin sama cewek.“ Timpal Febby menunjuk Morgan.

“tuh tuh yang tangan nya masukin ke saku, berdiri sok cool trus hidung nya pesek. Liat ga? Nah itu juga tuh sok ganteng, sok cool. Dih padahal biasa aja.“ Timpal Sivia menunjuk Reza.

“intinya semuanya sok ganteng. Apalagi yang itu tuh yang paling putih kayak tahu, pipi nya buntel kayak bakpau, yang rada bule gitu. Nah itu juga tuh sok ganteng.“ Tunjuk Pricilla kepada Rangga. Mereka semua tertawa.

Kini Dicky memulai menunjuk-nunjuk kelompok. Dilihat nya lima cewek yang sedang mengobrol dan tertawa.

“hei kalian berlima.“ Teriak Dicky. Shilla, Sivia, Ify, Febby dan Pricilla yang diteriaki malah ga nyadar. Kini semua mata tertuju kepada mereka.

Sivia yang sedang tertawa juga kini sadar bahwa semua mata tertuju kepada mereka berlima. “guys guys. Coba liat sekeliling kalian deh. Kok kita diliatin gitu ya?“ kata Sivia kepada ke empat teman baru nya itu.

“mana? Masa sih....“ perkataan Febby langsung terputus. Benar saja apa kata Sivia. Semua sorot mata melihat kepada mereka. Ify, Shilla dan Pricilla juga tak kalah kaget melihat semua orang menatap mereka.

“kalian dipanggil kak Dicky tuh.“ Kata salah satu cewek yang duduk di depan mereka berlima.

“kak Dicky?“ Pricilla mengernyitkan dahi nya heran. Mereka berlima langsung menoleh ke depan. Yap, benar apa kata cewek tadi. Kak Dicky kini sedang menatap mereka tajam.

“ kenapa? Kaget?“ sinis Dicky. SISFP –Shilla Ify Sivia Febby Pricilla- hanya bisa nyengir karena sudah merasa malu.

“makanya kalo orang lagi ngomong tuh jangan ngobrol. Oke, sekarang kalian berlima gue tunjuk sekelompok dan kakak OSIS pembimbing kalian itu.. gue, bisma, morgan, rangga, dan reza“ lanjut nya lagi.

Semua siswa-siswi MOS kaget dan kini kembali menatap SISFP. Namun kini tatapannya merupakan tatapan iri. Bukan hanya mereka yang kaget. Bahkan SISFP sendiri juga cengo kenapa kakak pembimbing nya harus ketos songong itu?

“semoga kakak pembimbing gue bukan si ketos songong“ batin SISFP terlebih Shilla yang sekarang komat-kamit sendiri dalam hatinya.

“tunggu apa lagi? Ayo berdiri.“ Ujar Dicky kepada SISFP. SISFP hanya menurut saja berdiri dengan tampang ditekuk semua.

“Buat pembina OSIS yang lain juga kasih instruksi buat anak bimbing kalian.“ Kata Dicky kepada pembina OSIS yang lain. Pembina OSIS yang lain mengangguk mengiyakan perintah ketua nya.

SISFP kini sudah berdiri di depan Dicky dengan tampang manyun semua. „ngapain lo semua tampang nya kayak marmut cemberut gitu?“ sinis Dicky. Ingin rasanya Dicky tertawa melihat ekspresi adik kelas nya ini. Terlebih melihat ekspresi manyun Shilla.

“ga ada.“ Jawab SISFP cuek dan serentak.

“oh yaudah. Ga peduli juga gue gimana ekspresi kalian. Mau jelek kek mau gimana kek ga peduli. Yang penting tampang gue masih tetep kece dan ganteng.“ Narsis Dicky sambil merapikan krah baju nya. SISFP bergidik geli mendengar perkataan Dicky.

“oke, masalah kegantengan gue ga usah dibahas kali ya ntar kalian jadi naksir lagi sama gue. Kasihan juga kali sama author kita, part nya habis gara-gara ngomongin ke gantengan gue .-.“ kenarsisan Dicky masih berlanjut pemirsah sekalian....

SISFP rasa nya ingin muntah mendengar ucapan Dicky. “tugas pertama kalian. Kalian harus cari yang nama nya Bisma, Rangga, Morgan dan Reza. Gue ga mau tau gimana caranya kalian nyari mereka. Yang penting nanti gue tunggu lo semua di taman belakang sekolah jam 10. Dan harus bawa yang nama nya Bisma, Rangga, Morgan dan Reza. Ngerti?“ perintah Dicky ketus.

“ngerti.“ Jawab SISFP malas-malasan. “apaan? Ga denger gue.“ Sengaja Dicky mengerjai adik kelas nya ini.

“ngerti kaaaakkkk.“ Teriak SISFP sekencang mungkin sampai-sampai Dicky menutup telinga nya. Seperti nya telinga Dicky hampir pecah (?)

“nah gitu dong. Kalo ngomong tuh suara yang keras. Tapi... GA USAH KENCANG-KENCANG KAYAK GITU JUGA KALII.“ Kini gantian Dicky yang teriak sekencang mungkin kepada SISFP.

Mereka semua menutup telinga “salah sendiri. Kan lo yang nyuruh tadi.“ Kata Shilla pelan. “lo sih budek.“ Kata Sivia kini juga pelan. “suara cempreng juga sok sokan teriak lo. Dih.“ Kata Pricilla pelan. “hidung prosotan aja songong lo.“ Kata Ify pelan. “mimpi apa gue semalem dapet pembina OSIS kayak beginian?“ kata Febby pelan.

“heh heh kalian ngomong apaan hah? Ngomongin gue lo semua?“ kesal Dicky melototkan matanya.

“siapa juga yang ngomongin lo. Pede gila.“ Sinis Shilla. “panggil gue dengan sebutan ‘kak‘. Yang sopan lo ngomong sama gue.“ Protes Dicky.

“iya deh iya kak Dicky.“ Ujar Shilla manis. Ralat guys, sok manis maksudnya.

Dicky diam sebentar “seru juga nih kalo gue sama anak-anak ngerjain mereka. Kerjain ah.“ Batin Dicky. Dia senyum-senyum sendiri dan mengangguk-anggukan kepala.

“ngapain lo kak senyum-senyum sendiri?“ tanya Sivia. “ngangguk-ngangguk sendiri lagi. Stres ya lo kak?“ timpal Ify.

Dicky kaget, dia baru sadar kalo SISFP masih ada “apaan kalian? Suka-suka gue dong.“ Alibi Dicky sambil menggaruk-garuk tengkuk nya yang tak gatal.

“Udah sana cari yang nama nya Bisma, Rangga, Morgan sama Reza. Inget, waktu kalian Cuma sampe jam 10. Jam 10 teng udah harus ada di taman belakang sekolah temuin gue dan harus bawa yang nama nya Bisma, Rangga, Morgan sama Reza.“ Perintah Dicky. Segera mungkin SISFP melangkah kan kaki mencari yang nama nya disebutin sama Dicky tadi. Dari pada kena omel lebih banyak lagi. 

Bersambung... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar