*
Cinta,
suatu perasaan yang selalu membuat seseorang terkadang merasa senang dan
terkadang sangat sakit. Ya, itulah yang dinamakan CINTA. Sangat susah untuk
dilupakan.
**
[Flashback]
Anak cowok itu melirik ke arah
anak cewek yang sedang berdiri dihadapannya itu karena sedari tadi anak itu
melirik-lirik ke ice cream yang sedang asik di lahap nya
”kamu mau ets klim ini?“ anak
cowok itu berbicara dengan tidak jelas berhubung umur nya masih 4tahun dan
belum sempurna untuk berbicara –cadel-. Anak cewek itu mengangguk menandakan
‘mau‘. Lalu anak cowok itu kini memberikan ice cream nya kepada anak cewek itu.
Karena ice cream yang dimakan
anak cewek itu berlepotan dimulutnya, anak cowok itu mengeluarkan sapu tangan
yang berlambangkan ‘Mpras‘ dan memberikan sapu tangan itu kepada gadis kecil
nan imut didepannya kini “mulut kamu ada ets klim nya tuh, pake ini aja buat
belsihinnya.“ Gadis cilik itu mengambil
sapu tangan dari anak cowok itu lalu membersihkan mulutnya.
Ketika asik memakan Ice Cream
nya, ada sepasang suami istri dan seorang baby sitter menghampiri mereka “Mbash..“
teriak cemas seorang Ibu mencemaskan anak nya.Mbash. gadis kecil yang kini
sedang asik memakan Ice Cream bersama seorang anak cowok yang seumuran
dengannya.
“mama..“ teriak sang anak
balik lantas memeluk mama nya yang sudah cemas mencari anak satu-satu nya ini.
Sang mama juga membalas pelukan dari sang anak. “kamu kemana sih mbash?“ tanya papa juga yang tak kalah cemas nya
dengan mama.
“aku tadi main sama dia pa..“
tunjuk Shilla kepada anak cowok yang kini berada disebelah nya. Papa dan mama
tersenyum kepada anak kecil yang berdiri disamping anak nya ini. Mama Mbash
berlutut sehingga kini tingginya setara dengan anak itu.
“anak ganteng nama kamu
siapa?“ tanya mama Mbash dengan sangat ramah. Anak itu terdiam sebentar lalu
menjawab “nama aku Mpras“ jawab anak itu
dengan polos nya. “nah Mpras, Mbash nya om bawa pulang dulu ya. Gapapa kan?“
kini papa Mbash yang membuka suara berbicara kepada anak itu. Anak itu hanya
mengangguk pasrah saja. Karena dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya
masih sangat kecil.
Kini anak itu menatap kearah
Mbash yang sedang memegangi sapu tangannya tadi “kamu bawa aja tsapu tangannya.“
Mbash yang awal nya memang berniat ingin mengembalikan sapu tangan itu kini
mengurungkan niat nya.
“nanti kalo udah gede, kamu
bitsa nyali aku.“ Lanjut anak itu. Mbash tersenyum kearah anak cowok yang kini
berada di depannya. Mbash mengangguk. Mbash seperti berfikir sejenak. Lalu
melirik ketangannya dan melepaskan satu gelang ditangannya.
Mbash memberikan gelang itu
kepada Mpras yang kini masih bingung apa yang dilakukan gadis cilik didepannya
ini “ini juga buat kamu.“ Mbash memberikan gelang itu. Mpras mengambil gelang
itu lalu langsung memakaikan nya di tangan kanan nya.
“nanti kalo udah gede kamu bitsa
nyali aku.“ Mbash balik mengucapkan perkataan Mpras tadi. Mpras tersenyum dan
mengangguk. Papa dan mama Mpras hanya tersenyum melihat tingkah 2 anak kecil di
hadapannya kini.
“Mbash, ayo kita pulang.“ Ajak
mama Mbash. Mbash menagngguk pasrah. Mbash dan Mpras terpisah berpisah diwaktu
itu juga.
Sejak hari berpisah nya Mbash
dan Mpras saat itu, Mbash selalu mencari-cari keberadaan Mpras. Namun nihil.
Mbash tidak bisa menemukan Mpras.
[END]
11 tahun kemudian
Gadis itu kini tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik dan
modis. Sore itu hujan turun sangat lebat. Gadis –Mbash- itu memilih untuk berteduh
dahulu di Mall yang baru saja selesai ia jelajahi.
Tak lama kemudian sebuah tangan dari arah samping kanan gadis itu
dengan menggenggam payung ditangannya kini ada di hadapan nya. Heran, gadis itu
melirik ke kanan. Benar saja, seorang cowok hitam manis dengan gaya cool nya
memberikan payung itu kepada Shilla
Ya,Shilla. Ashilla Zahrantiara. Gadis kecil mungil yang dulu dipanggil
Mbash kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja nan cantik dan modis. Mbash. Nama
kecil dari Ashilla.
Cowok itu dengan cool nya memberikan payung itu kepada Shilla. Wajah
cowok itu tidak terlihat jelas dikarenakan wajah nya tertutup oleh penutup
kepala yang langsung dengan jaket. Dengan ragu Shilla mengambil payung itu dan
mengembangkannya.
Namun tak lama kemudian ketika Shilla ingin bertanya dan mengucapkan sesuatu,
ternyata cowok itu sudah tak ada.
Shilla tak terlalu mempedulikannya. Dilihat oleh Shilla di dalam payung
itu ternyata ada sebuah kertas kecil yang tergantung dengan lambang yang
menurut Shilla sangat dikenal nya. Namun Shilla tak ingat apa itu.
*
@rumah mewah
Di ruang tamu sebuah rumah mewah seorang cowok berbaring di sofa nya.
Cowok itu memandangi gelang yang kini sedang di genggam nya. Cowok itu menatap
gelang itu lemah, tak berdaya.
“lo dimana mbash? Gue kangen sama lo. Udah 11 tahun gue nyariin lo tapi
ga ketemu juga.“ Lirih cowok itu. Di pandanginya gelang itu lama-lama sampai
akhirnya dia terlelap di sofa ruang tamu nya itu. Mungkin karena kedinginan
juga karena tadi dia pulang kehujanan.
@rumah Shilla
Shilla sudah sampai dirumah nya dan memarkir mobil nya di garasi. Dia
langsung masuk ke dalam kamarnya di lantai 2. Merasa terlalu capek dia langsung
berbaring di kasurnya. Sudah hampir terlelap, tiba-tiba Shilla teringat sesuatu.
Benda itu. Ya, benda pemberian lelaki masa kecil nya. Sapu tangan yang
berlambangkan ‘Mpras‘
Shilla bangkit dari kasur nya dan langsung mengambil sapu tangan itu di
dalam tas nya. Dipandangi nya sapu tangan itu dan tiba-tiba dia teringat lagi
akan lambang itu. Sepertinya tadi dirinya melihat tulisan yang persis sekali
seperti lambang di sapu tangan itu.
Shilla berfikir sebentar. Dia teringat dengan payung pemberian cowok
misteerius di Mall tadi. Segera Shilla langsung mencari payung tadi. Namun tidak
ketemu dikamarnya.
“payung tadi? Payung tadi dimana?“ Shilla panik mencari keberadaan
payung tadi. Di ingat-ingatnya lagi. “oh iya lupa. Gue tinggalin di mobil.“
Shilla baru ingat bahwa payung tadi dia tinggalkan di dalam mobil. Langsung
Shilla berlari ke garasi nya.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar