Selasa, 18 Juni 2013

(new cerbung) Why Did I Fall In Love With You *1


*            
Cinta, suatu perasaan yang selalu membuat seseorang terkadang merasa senang dan terkadang sangat sakit. Ya, itulah yang dinamakan CINTA. Sangat susah untuk dilupakan.

**
[Flashback]

Anak cowok itu melirik ke arah anak cewek yang sedang berdiri dihadapannya itu karena sedari tadi anak itu melirik-lirik ke ice cream yang sedang asik di lahap nya

”kamu mau ets klim ini?“ anak cowok itu berbicara dengan tidak jelas berhubung umur nya masih 4tahun dan belum sempurna untuk berbicara –cadel-. Anak cewek itu mengangguk menandakan ‘mau‘. Lalu anak cowok itu kini memberikan ice cream nya kepada anak cewek itu.

Karena ice cream yang dimakan anak cewek itu berlepotan dimulutnya, anak cowok itu mengeluarkan sapu tangan yang berlambangkan ‘Mpras‘ dan memberikan sapu tangan itu kepada gadis kecil nan imut didepannya kini “mulut kamu ada ets klim nya tuh, pake ini aja buat belsihinnya.“  Gadis cilik itu mengambil sapu tangan dari anak cowok itu lalu membersihkan mulutnya.

Ketika asik memakan Ice Cream nya, ada sepasang suami istri dan seorang baby sitter menghampiri mereka “Mbash..“ teriak cemas seorang Ibu mencemaskan anak nya.Mbash. gadis kecil yang kini sedang asik memakan Ice Cream bersama seorang anak cowok yang seumuran dengannya.

“mama..“ teriak sang anak balik lantas memeluk mama nya yang sudah cemas mencari anak satu-satu nya ini. Sang mama juga membalas pelukan dari sang anak. “kamu kemana sih mbash?“  tanya papa juga yang tak kalah cemas nya dengan mama.

“aku tadi main sama dia pa..“ tunjuk Shilla kepada anak cowok yang kini berada disebelah nya. Papa dan mama tersenyum kepada anak kecil yang berdiri disamping anak nya ini. Mama Mbash berlutut sehingga kini tingginya setara dengan anak itu.

“anak ganteng nama kamu siapa?“ tanya mama Mbash dengan sangat ramah. Anak itu terdiam sebentar lalu menjawab  “nama aku Mpras“ jawab anak itu dengan polos nya. “nah Mpras, Mbash nya om bawa pulang dulu ya. Gapapa kan?“ kini papa Mbash yang membuka suara berbicara kepada anak itu. Anak itu hanya mengangguk pasrah saja. Karena dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya masih sangat kecil.

Kini anak itu menatap kearah Mbash yang sedang memegangi sapu tangannya tadi “kamu bawa aja tsapu tangannya.“ Mbash yang awal nya memang berniat ingin mengembalikan sapu tangan itu kini mengurungkan niat nya.

“nanti kalo udah gede, kamu bitsa nyali aku.“ Lanjut anak itu. Mbash tersenyum kearah anak cowok yang kini berada di depannya. Mbash mengangguk. Mbash seperti berfikir sejenak. Lalu melirik ketangannya dan melepaskan satu gelang ditangannya.

Mbash memberikan gelang itu kepada Mpras yang kini masih bingung apa yang dilakukan gadis cilik didepannya ini “ini juga buat kamu.“ Mbash memberikan gelang itu. Mpras mengambil gelang itu lalu langsung memakaikan nya di tangan kanan nya.

“nanti kalo udah gede kamu bitsa nyali aku.“ Mbash balik mengucapkan perkataan Mpras tadi. Mpras tersenyum dan mengangguk. Papa dan mama Mpras hanya tersenyum melihat tingkah 2 anak kecil di hadapannya kini.

“Mbash, ayo kita pulang.“ Ajak mama Mbash. Mbash menagngguk pasrah. Mbash dan Mpras terpisah berpisah diwaktu itu juga.

Sejak hari berpisah nya Mbash dan Mpras saat itu, Mbash selalu mencari-cari keberadaan Mpras. Namun nihil. Mbash tidak bisa menemukan Mpras.

[END]

11 tahun kemudian

Gadis itu kini tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik dan modis. Sore itu hujan turun sangat lebat. Gadis –Mbash- itu memilih untuk berteduh dahulu di Mall yang baru saja selesai ia jelajahi.

Tak lama kemudian sebuah tangan dari arah samping kanan gadis itu dengan menggenggam payung ditangannya kini ada di hadapan nya. Heran, gadis itu melirik ke kanan. Benar saja, seorang cowok hitam manis dengan gaya cool nya memberikan payung itu kepada Shilla

Ya,Shilla. Ashilla Zahrantiara. Gadis kecil mungil yang dulu dipanggil Mbash kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja nan cantik dan modis. Mbash. Nama kecil dari Ashilla.

Cowok itu dengan cool nya memberikan payung itu kepada Shilla. Wajah cowok itu tidak terlihat jelas dikarenakan wajah nya tertutup oleh penutup kepala yang langsung dengan jaket. Dengan ragu Shilla mengambil payung itu dan mengembangkannya.

Namun tak lama kemudian ketika Shilla ingin bertanya dan mengucapkan sesuatu, ternyata cowok itu sudah tak ada.

Shilla tak terlalu mempedulikannya. Dilihat oleh Shilla di dalam payung itu ternyata ada sebuah kertas kecil yang tergantung dengan lambang yang menurut Shilla sangat dikenal nya. Namun Shilla tak ingat apa itu.

*

@rumah mewah

Di ruang tamu sebuah rumah mewah seorang cowok berbaring di sofa nya. Cowok itu memandangi gelang yang kini sedang di genggam nya. Cowok itu menatap gelang itu lemah, tak berdaya.

“lo dimana mbash? Gue kangen sama lo. Udah 11 tahun gue nyariin lo tapi ga ketemu juga.“ Lirih cowok itu. Di pandanginya gelang itu lama-lama sampai akhirnya dia terlelap di sofa ruang tamu nya itu. Mungkin karena kedinginan juga karena tadi dia pulang kehujanan.

@rumah  Shilla

Shilla sudah sampai dirumah nya dan memarkir mobil nya di garasi. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya di lantai 2. Merasa terlalu capek dia langsung berbaring di kasurnya. Sudah hampir terlelap, tiba-tiba Shilla teringat sesuatu. Benda itu. Ya, benda pemberian lelaki masa kecil nya. Sapu tangan yang berlambangkan ‘Mpras‘

Shilla bangkit dari kasur nya dan langsung mengambil sapu tangan itu di dalam tas nya. Dipandangi nya sapu tangan itu dan tiba-tiba dia teringat lagi akan lambang itu. Sepertinya tadi dirinya melihat tulisan yang persis sekali seperti lambang di sapu tangan itu.

Shilla berfikir sebentar. Dia teringat dengan payung pemberian cowok misteerius di Mall tadi. Segera Shilla langsung mencari payung tadi. Namun tidak ketemu dikamarnya.

“payung tadi? Payung tadi dimana?“ Shilla panik mencari keberadaan payung tadi. Di ingat-ingatnya lagi. “oh iya lupa. Gue tinggalin di mobil.“ Shilla baru ingat bahwa payung tadi dia tinggalkan di dalam mobil. Langsung Shilla berlari ke garasi nya.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar