Gabriel
sudah mengantarkan Shilla pulang. Kini dalam perjalanan Gabriel senyum-senyum
sendiri mengingat kejadian hari ini. dia sangat senang sekali. Dia sendiri tak
tahu kenapa dia bisa se senang ini dengan Shilla. Dengan Shilla. Gadis yang semenjak
MOS sudah menjadi musuh nya. Padahal ini semua hanya rencana awal dia untuk
menaklukan hati Shilla. Sesuai janji nya dengan Rio mengingat Rio mengajak nya
taruhan untuk mendapatkan hati Shilla.
Setelah
Shilla sudah berada ditangan Gabriel, dia dengan bebas nya bisa melepaskan
Shilla. Begitulah rencana nya. Tapi kenapa malah dia yang menjadi terperangkap
dalam jebakan Shilla? Dalam hati Shilla? Sebentar.. apa dia bilang tadi?
Terperangkap dalam hati Shilla? Apa ini artinya… dia benar-benar sudah memiliki
perasaan special terhadap Shilla? Tapi kenapa begitu cepat perasaan itu muncul?
Ga. Ga mungkin. Ini pasti hanya perasaan sebentar aja. Ya. Perasaan sebentar
saja.
Begitulah
penyangkalan Gabriel terhadap perasaan nya.
[FLASHBACK]
Sesampai nya
di rumah Rio, Gabriel mampir sebentar untuk minum dan mendinginkan badannya
karena cuaca hari ini sangat panas sekali.
“Gab berani
taruhan ga lo?” Rio datang dari kamar nya seusai mengganti baju dan duduk
disamping Gabriel yang sedang duduk di depan tv.
Gabriel
mengernyitkan kening nya “taruhan apaan?” tanya Gabriel.
Senyuman
licik terpancar dari bibir Rio. Gabriel semakin penasaran.
“jadi gini,
gue tantang lo buat ngedeketin Shilla..” belum selesai Rio berbicara sudah
dipotong oleh Gabriel. “gila lo. engga. Engga. Lo tau sendiri dari MOS gue udah
berantem sama dia. Eh ini lo malah nyuruh gue ngedeketin tuh cewek jadi-jadian.
Sarap lo ye.” Protes Gabriel cepat.
PLETAAKK!
Rio berhasil
menoyor jidat Gabriel. “aww… sakit sarap.” Gabriel meringis kesakitan dan
mengusap-usap dahi nya yang dipukul Rio tadi.
“maka nya,
kalo orang belom selesai ngomong tuh jangan dipotong dulu, item.” Gabriel
pasrah saja.
“gini, lo
deketin Shilla. Lo ambil hati nya, buat dia jatuh cinta sama lo. ntar lo tembak
deh. Pacaran, trus ntar terserah lo deh mau lanjut apa engga nya. Gimana?
Gampangkan?” Rio menaik turun kan alisnya.
Gabriel
berpikir sejenak lalu dengan mantap nya mengulurkan tangannya. “yaudah oke sip.
Deal.” Ujar Gabriel mantap. Rio tersenyum puas dan balik mengulurkan tangannya.
*
Shilla
senyum-senyum sendiri diatas kasur nya membayangi kejadian hari ini. dia merasa
senang hari ini. dia juga merasa lain ketika menatap mata Gabriel dan ketika
Gabriel menggenggam tangannya. Perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan.
“gue kenapa
sih? Kok jadi senyum-senyum gini?” tanya Shilla sendiri kepada dirinya. Pipi
nya memerah.
“ahh Shil
sadar Shil… lo ga boleh jatuh cinta beneran sama si artis songong itu. Ingat.
Lo Cuma taruhan sama Ify buat ngedapetin hati nya si artis itu.
[FLASHBACK]
“oh iya Shil
katanya kan lo suka tantangan nih. Gimana kalo gue tantangin lo?” lanjut Ify.
Shilla
memang pernah bilang ke Ify kalo dia suka dengan hal baru apalagi itu sebuah
tantangan baru bagi dirinya. Shilla berfikir sejenak mengolah perkataan Ify.
“kalo gue
menang lo berani kasih gue apa?” tantang Shilla balik. Ify seperti sedikit
berfikir. Seutas senyum keluar dari bibir mungil Ify.
“gue kasih
lo mobil gue ini.”
Shilla kaget
dengan penawaran besar Ify. “kalo gue kalah?” tanya Shilla lagi. “hmm.. mobil
sport yang parkir di garasi rumah lo itu buat gue. Gimana? Deal? Setimpal kan
bayaran nya?” Ify menaik turun kan alis nya.
Shilla
berfikir sejenak lalu menjulurkan tangannya ke Ify. “oke deal.”
“emang
tantangan nya apaan?” lanjut Shilla yang baru kepikiran apa tantangannya. Ify
memberitahukan apa tantangan yang dia kasih untuk Shilla.
“lo cukup
bikin si Gabriel jatuh cinta sama lo. terserah gimana cara lo buat dia jatuh
cinta sama lo.” Awal nya Shilla kaget dengan tawaran Ify dan langsung menolak
tantangan itu.
“WHAT??!!
GILA LO GA AH OGAH” kaget Shilla.
“katanya lo
suka tantangan? Apaan? Pengecut lo.” balas Ify agar Shilla menerima tawarannya.
“Bener juga
kata Ify. Gue kan suka tantangan. Nah sekarang udah ada tantangan gue tolak.
Gimana ya…” batin Shilla.
“gimana
Shil?” tanya Ify menggoda. “tenang aja, ntar kalo lo udah berhasil dapetin
hatinya Gabriel trus kalian pacaran, lo bebas mau mutusin dia apa engga. Yang
penting tugas lo bikin dia jatuh ke tangan lo.” lanjut Ify
“mm.. yaudah
iya gue mau.” Jawab Shilla pasrah. Ify tersenyum puas. Sepertinya rencana
pertama Ify berhasil.
[END]
“iya.. gue
Cuma harus bikin dia jatuh cinta sama gue. Bukan gue yang jatuh cinta sama
dia.” Tegas Shilla kepada dirinya sendiri. “udah ah mending gue tidur.”
Akhirnya Shilla memutuskan untuk tidur.
Bersambung…
nah ini llanjutan Love Game nya nih, maaf cuma baru lanjut 1 part hehe (: follow twitter aku ya @elviraeryos thxbfr :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar