Sabtu, 08 Juni 2013

Love Game *5


Gabriel sudah mengantarkan Shilla pulang. Kini dalam perjalanan Gabriel senyum-senyum sendiri mengingat kejadian hari ini. dia sangat senang sekali. Dia sendiri tak tahu kenapa dia bisa se senang ini dengan Shilla. Dengan Shilla. Gadis yang semenjak MOS sudah menjadi musuh nya. Padahal ini semua hanya rencana awal dia untuk menaklukan hati Shilla. Sesuai janji nya dengan Rio mengingat Rio mengajak nya taruhan untuk mendapatkan hati Shilla.

Setelah Shilla sudah berada ditangan Gabriel, dia dengan bebas nya bisa melepaskan Shilla. Begitulah rencana nya. Tapi kenapa malah dia yang menjadi terperangkap dalam jebakan Shilla? Dalam hati Shilla? Sebentar.. apa dia bilang tadi? Terperangkap dalam hati Shilla? Apa ini artinya… dia benar-benar sudah memiliki perasaan special terhadap Shilla? Tapi kenapa begitu cepat perasaan itu muncul? Ga. Ga mungkin. Ini pasti hanya perasaan sebentar aja. Ya. Perasaan sebentar saja.

Begitulah penyangkalan Gabriel terhadap perasaan nya.

[FLASHBACK]

Sesampai nya di rumah Rio, Gabriel mampir sebentar untuk minum dan mendinginkan badannya karena cuaca hari ini sangat panas sekali.

“Gab berani taruhan ga lo?” Rio datang dari kamar nya seusai mengganti baju dan duduk disamping Gabriel yang sedang duduk di depan tv.

Gabriel mengernyitkan kening nya “taruhan apaan?” tanya Gabriel.

Senyuman licik terpancar dari bibir Rio. Gabriel semakin penasaran.

“jadi gini, gue tantang lo buat ngedeketin Shilla..” belum selesai Rio berbicara sudah dipotong oleh Gabriel. “gila lo. engga. Engga. Lo tau sendiri dari MOS gue udah berantem sama dia. Eh ini lo malah nyuruh gue ngedeketin tuh cewek jadi-jadian. Sarap lo ye.” Protes Gabriel cepat.

PLETAAKK!

Rio berhasil menoyor jidat Gabriel. “aww… sakit sarap.” Gabriel meringis kesakitan dan mengusap-usap dahi nya yang dipukul Rio tadi.

“maka nya, kalo orang belom selesai ngomong tuh jangan dipotong dulu, item.” Gabriel pasrah saja.

“gini, lo deketin Shilla. Lo ambil hati nya, buat dia jatuh cinta sama lo. ntar lo tembak deh. Pacaran, trus ntar terserah lo deh mau lanjut apa engga nya. Gimana? Gampangkan?” Rio menaik turun kan alisnya.

Gabriel berpikir sejenak lalu dengan mantap nya mengulurkan tangannya. “yaudah oke sip. Deal.” Ujar Gabriel mantap. Rio tersenyum puas dan balik mengulurkan tangannya.

*

Shilla senyum-senyum sendiri diatas kasur nya membayangi kejadian hari ini. dia merasa senang hari ini. dia juga merasa lain ketika menatap mata Gabriel dan ketika Gabriel menggenggam tangannya. Perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan.

“gue kenapa sih? Kok jadi senyum-senyum gini?” tanya Shilla sendiri kepada dirinya. Pipi nya memerah.

“ahh Shil sadar Shil… lo ga boleh jatuh cinta beneran sama si artis songong itu. Ingat. Lo Cuma taruhan sama Ify buat ngedapetin hati nya si artis itu.

[FLASHBACK]

“oh iya Shil katanya kan lo suka tantangan nih. Gimana kalo gue tantangin lo?” lanjut Ify.

Shilla memang pernah bilang ke Ify kalo dia suka dengan hal baru apalagi itu sebuah tantangan baru bagi dirinya. Shilla berfikir sejenak mengolah perkataan Ify.

“kalo gue menang lo berani kasih gue apa?” tantang Shilla balik. Ify seperti sedikit berfikir. Seutas senyum keluar dari bibir mungil Ify.

“gue kasih lo mobil gue ini.”

Shilla kaget dengan penawaran besar Ify. “kalo gue kalah?” tanya Shilla lagi. “hmm.. mobil sport yang parkir di garasi rumah lo itu buat gue. Gimana? Deal? Setimpal kan bayaran nya?” Ify menaik turun kan alis nya.

Shilla berfikir sejenak lalu menjulurkan tangannya ke Ify. “oke deal.”

“emang tantangan nya apaan?” lanjut Shilla yang baru kepikiran apa tantangannya. Ify memberitahukan apa tantangan yang dia kasih untuk Shilla.

“lo cukup bikin si Gabriel jatuh cinta sama lo. terserah gimana cara lo buat dia jatuh cinta sama lo.” Awal nya Shilla kaget dengan tawaran Ify dan langsung menolak tantangan itu.

“WHAT??!! GILA LO GA AH OGAH” kaget Shilla.

“katanya lo suka tantangan? Apaan? Pengecut lo.” balas Ify agar Shilla menerima tawarannya.

“Bener juga kata Ify. Gue kan suka tantangan. Nah sekarang udah ada tantangan gue tolak. Gimana ya…” batin Shilla.

“gimana Shil?” tanya Ify menggoda. “tenang aja, ntar kalo lo udah berhasil dapetin hatinya Gabriel trus kalian pacaran, lo bebas mau mutusin dia apa engga. Yang penting tugas lo bikin dia jatuh ke tangan lo.” lanjut Ify

“mm.. yaudah iya gue mau.” Jawab Shilla pasrah. Ify tersenyum puas. Sepertinya rencana pertama Ify berhasil.

[END]

“iya.. gue Cuma harus bikin dia jatuh cinta sama gue. Bukan gue yang jatuh cinta sama dia.” Tegas Shilla kepada dirinya sendiri. “udah ah mending gue tidur.” Akhirnya Shilla memutuskan untuk tidur.

Bersambung…

nah ini llanjutan Love Game nya nih, maaf cuma baru lanjut 1 part hehe (: follow twitter aku ya @elviraeryos thxbfr :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar