Bisma, Rangga, Morgan dan Reza sedang tertawa
puas karena sudah mengerjai adik MOS nya itu. tapi tiba-tiba dari kejuhan
terlihat lima adik MOS yang akan mereka bimbing itu menuju ketempat mereka.
tapi tanpa membawa pesanan mereka.
“pesanan kita mana?” tanya Morgan. SISFP saling
tersenyum satu sama lain.
“kita ga jadi beli makanan nya” jawab Shilla
enteng.
“loh? Kenapa? Ya udah kalo gitu kita ga bakal
kasih tau kalian dimana Bisma, Rangga, Morgan sama Reza” ancam Bisma.
“oh ga perlu kak. Kita udah ketemu kok sama
orangnya” jawab Sivia. BRMR –Bisma, Rangga, Morgan, Reza- memasang tampang
cengo.
“iya kak. Jadi kakak-kakak semua ga udah
repot-repot kasih tau kita” ujar Febby dan di angguki Pricilla “yap betul”
timpal Pricilla.
“kalian ketemu mereka dimana?” tanya Rangga
dengan tampang bloon nya *maaf rangganizer Cuma cerita loh cerita._.*
SISFP saling bertatapan dan tersenyum sinis
satu sama lain “nih di depan kita SEKARANG” jawab Ify penuh penekanan pada kata
terakhirnya. Sontak BRMR terlonjak kaget.
“siapa? Kita? Bukan bukan. Sotoy ah lo semua”
jawab Reza gugup.
“katanya senior tapi kok bego ya?” sinis Ify.
“berani banget lo ngatain kita bego” kesal
Morgan.
“oh tentu. Lo semua emang kenyataannya bego kok
KAKAK-KAKAK.” Sinis Febby.
“dari segi apa lo bilang kita bego?” kesal
Rangga.
“tuh” tunjuk SISFP pada tag name di baju BRMR
masing-masing. SKAK MAT! BRMR tak bisa buka suara lagi dan beralasan lagi.
“kakak pikir kita bego? gue tau, kakak-kakak
semua nyembunyiin kokarde nama kalian kan biar kita kesusahan nyari kakak-kakak
semua?’ ujar Sivia.
BRMR hanya bisa diam dan menggaruk tengkuk nya
yang tak gatal “kenapa ga sekalian tag name di baju kakak-kakak semua dicopotin
trus sembunyiin aja?” sinis Pricilla. BRMR masih diam.
“ini pasti nyuruh ketua lo kan? Siapa? Kak
Dicky ya? Sumpah ya ngeselin banget. Ketos tapi kelakuan gitu” sinis Shilla.
“oke, oke kita ngaku kita ngerjain kalian.
Sekarang mau kalian apa?” pasrah Rangga.
“kita mau sekarang kakak-kakak ikut kita dan
temuin kak Dicky” pinta Sivia. BRMR hanya mengangguk malas-malasan. Jadi lah
mereka bersembilan mengitari sekolahan mencari Dicky.
*
Sudah jam setengah 10 dan sampai sekarang
mereka bersembilan belum menemukan Dicky. Sepanjang mereka berjalan bersembilan
mencari keberadaan Dicky, semua mata tertuju kepada mereka. SISFP yang tak
biasa ditatap seperti itu risih.
“Shil, kok orang-orang pada ngeliat kita gitu
ya?’ bisik Sivia.
“kita cantik kali” jawab Shilla tak berdosa.
“ye.. gue serius tau. Mereka ngeliat kita sinis
gitu” ujar Sivia.
“udah woles aja. Gue juga risih kali diliatin
kayak begituan” jawab Shilla. Fyi, BRMR jalan di depan dan diikuti SISFP jalan
dibelakang mereka.
Karena asik bisik-bisikan berdua, Shilla dan
Sivia ga sadar kalo BRMR berhenti mendadak di depan. Ify, Febby dan Pricilla
sudah berhenti duluan tapi Shilla dan Sivia masih sibuk ngobrol berdua. Karena
sibuk berdua, tiba-tiba….
BRUUKK BRUUKK
Shilla dan Sivia ga sengaja nabrak punggu Bisma
dan Reza. Sontak semua menatap kea rah Shilla dan Sivia.
“woy sipit, behel, jalan tuh pake mata jangan
pake mulut tuh” kelas Reza.
“lo bilang apa tadi? Sipit?” tanya Sivia geram.
“behel?” tanya Shilla.
“ck.. selain buta ternyata lo berdua budek juga
ya?” sinis Bisma.
“lo bilang apa?!” kesal Shilla namun dicegah
oleh Sivia “udah Shil udah ngalah aja. Dia kakak Pembina kelompok kita. Lo ga
denger kata si ketos rese? Kita bakal dihukum ntar. Lo ga liat apa semua udah
ngeliat ke kita?” bisik Sivia. Benar juga kata Via. Batin Shilla. Namun dia
meredam emosinya.
“berani kalian sama kita? Mau dihukum?” ancam
Rangga.
“eng.. engga kak engga. Yaudah lanjut lagi aja
ya nyari Dicky nya. Eh kak Dicky maksud nya” jawab Febby. BRMR mengangguk saja
menyetujui. Kali ini BRMR juga lagi ga mau nyari ribut sama adek kelas. Gengsi
banget, apalagi adek kelas nya cewek.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar