Selasa, 18 Juni 2013

Sahabat Jadi Cinta *7


Hari ini Rio mengajak Ify jalan sepulang sekolah. Setelah kejadian di taman belakang sekolah tadi, Rio janji akan menghibur Ify. Dan sekarang dia sedang makan Ice Cream bersama Ify di Mall.

“thanks yah Yo” ujar Ify.

“buat?” tanya Rio.

“buat hari ini. lo udah ngehibur gue seharian ini.” ucap Ify tersenyum kepada Rio.

DEGGG

Senyuman itu. senyuman yang selalu membuat Rio semakin mencintai Ify. Dia selalu tidak tega melihat Ify sedih, nangis atau murung.

“eh iya sama sama” jawab Rio.

“Yo, gue boleh nanya?” tanya Ify kini hati-hati.

“apa?”

“hmm.. lo ada rasa sama gue?” tanya Ify hati-hati. Rio kaget dan tersedak mendengar pertanyaan Ify. “uhuk uhuk..”

“so.. sorry Yo sorry. Nih minum dulu” Ify memberikan air mineral dari tas nya. Dengan cepat Rio langsung meminum air dengan rakus nya (?)

“lo nanya apa tadi Fy?” kata Rio kini.

“lo punya rasa sama gue? Jawab jujur Yo. Selama ini gue bisa liat dari mata lo” ujar Ify kini to the point. Rio menundukan kepala nya dan hanya bisa mengangguk.

“maaf Fy. Gue emang pecundang. Dari lama gue udah suka sama lo. dari kita SMP. Tapi gue yakin bakal lo tolak. Karena lo selalu nunggu Iel kan?” lirih Rio.

Ify merasa bersalah karena selama ini sudah tidak peka terhadap perasaan Rio “gue tau kok Yo gimana sakit nya perasaan lo. maaf, selama ini gue ga peka. Tapi sekarang gue bakal buka hati gue buat lo” ujar Ify tersenyum. Sontak Rio langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ify tak percaya.

“lo serius Fy?” tanya Rio memastikan. Ify tersenyum dan mengangguk. Langsung Rio menggenggam kedua tangan Ify “gue janji bakal buat lo move on dari Iel, Fy. gue akan buat lo aman didekat gue. Walaupun sekarang kita belum resmi pacaran, tapi gue bakal usaha sebisa mungkin” Rio langsung memeluk Ify.

“makasih Fy” bisik Rio. Ify hanya mengangguk dan tersenyum

*

 Rio senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian hari ini. dia senang ternyata Ify sudah mau membuka hatinya untuk Rio. Rio sedang menatap langit cerah malam di tepi kolam renang belakang rumahnya.

Entah dorongan dari mana, tiba-tiba Rio mengambil handphone nya dan memencet beberapa digit nomor. Sepertinya dia sudah hafal.

*

Ify sudah di kamarnya. Tadi Rio mengantar nya pulang. Hari ini dia jalani berbeda dari hari-hari sebelum nya. Dia merasa senang hari ini karena diajak jalan sama Rio. Dia merasa sudah bisa membuka hati nya untuk Rio saat ini.

Malam ini Ify tidak bisa tidur. Dari tadi dia hanya bisa guling-guling ga jelas di kasurnya. Ga tau kenapa ada yang mengganjal di pikirannya tapi ga tau apa. Tiba-tiba handphone Ify bergetar tanda telfon masuk. Dilihatnya nama yang tertera di layar handphone nya. Dia tersenyum melihat siapa yang menelfon nya malam-malam begini.

“halo?” sapa Ify.

“Eh kok gue malah nelfon lo ya?” ujar orang yang disebrang sana.

“halo?” sapa Ify lagi. senyum merekah sudah mengambang dibibirnya.

“eh iya Fy iya” jawab suara disebrang sana.

“ada apa Yo?” tanya Ify. Ternyata orang yang menelfon itu Rio *penulis ngangguk-nangguk*

“ga ada Fy sorry salah pencet iya salah pencet” alibi Rio. Sebenarnya dia sendiri tidak tahu kenapa dia malah menelfon Ify.

Mendengar itu, langsung senyum dibibir Ify menjadi kuncup (?) “oh” jawab Ify murung.

“yaudah Fy lo tidur aja” kata Rio.

“iya” jawab Ify singkat. Lalu sambungan telfonnya dengan Rio terputus.

*

“kok gue malah nelfon Ify sih? ah bego bego” kesal Rio kepada dirinya sambil memukul-mukul kepala nya sendiri.

“beneran udah demam cinta Ify nih gue” Rio geleng-geleng kepala. “au ah mending tidur aja. Mimpiin Ify sayangku cintaku bidadariku peri cinta ku muah muah” ujar Rio gaje (?) lalu dia pergi ke kamar nya untuk tidur.

 Nah dari tadi ini part RiFy semua ya perasaan hmm… yaudah kita ke Cakka aja yuk sekarang…

*

Cakka melamun di balkon kamar nya. Dia kepikiran dengan apa yang diliat nya tadi. Sebenarnya waktu di UKS tadi pas Shilla udah sadar, dia ke taman belakang sekolah dulu. Ga tau kenapa tapi firasat dia ngajak dia ke taman.

Waktu di taman, Cakka ga sengaja liat Rio sama Ify pelukan. Cakka sakit hati waktu melihat Rio memeluk Ify. Sebenarnya sejak SMP dia sudah naksir sama Ify. Tapi dia ga berani ungkapin perasaannya karena dia dan Ify sahabatan. Dia takut akan menghancurkan persahabatan nya dengan Ify.

Waktu di Mall Cakka ngeliat Gabriel tidur di salon itu, Ify diantar Rio pulang. *benerkan? Coba cek di part awal-awal deh* sebenarnya dia ingin sekali mengantar Ify pulang saat itu. namun keduluan sama Rio. Dan tadi Cakka juga ga sengaja liat Rio sama Ify jalan berdua di Mall dan makan Ice Cream.  

“gue pecundang banget ya? Ga berani ngungkapin perasaan gue ke elo Fy” lirih Cakka sambil menatap langit cerah malam ini.

“kenapa dari dulu gue ga coba usaha ngasih perhatian ke elo? Mungkin sekarang posisi Rio itu posisi gue” ujar Cakka lagi.

“kayaknya gue harus lupain lo Fy dan relain elo buat Rio. Lo sama Rio sahabat gue, gue ga boleh egois. Iya, gue harus lupain elo” tegas Cakka.

“nyanyi aja deh biar ga galau” Cakka mengambil gitarnya lalu mulai memainkan intro lagu Pupus

Aku tak mengerti
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya

* aku mencintaimu
  lebih dari yang kau tahu
  meski kau takkan pernah tahu

Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu

namun kau masih bisu                                                     
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara

[REFF]
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku

Semoga aku akan memahami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kaupun mau

Back to *

Back to [REFF]

(Dewa 19-Pupus)

Bersambung…

Oh ternyata Cakka suka sama Ify nih. Oh jadi ceritanya sekarang Shilla suka Gabriel, nah Gabriel nya suka juga ga ya sama Shilla? Hmm… trus Rio suka Ify tapi Ify suka Gabriel. Cakka juga suka sama Ify. Nah Sivia mau dikemanain dong? Masa sendiri?:( liat nanti aja ya :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar