Hari ini Rio mengajak Ify jalan sepulang sekolah. Setelah kejadian di
taman belakang sekolah tadi, Rio janji akan menghibur Ify. Dan sekarang dia
sedang makan Ice Cream bersama Ify di Mall.
“thanks yah Yo” ujar Ify.
“buat?” tanya Rio.
“buat hari ini. lo udah ngehibur gue seharian ini.” ucap Ify tersenyum
kepada Rio.
DEGGG
Senyuman itu. senyuman yang selalu membuat Rio semakin mencintai Ify.
Dia selalu tidak tega melihat Ify sedih, nangis atau murung.
“eh iya sama sama” jawab Rio.
“Yo, gue boleh nanya?” tanya Ify kini hati-hati.
“apa?”
“hmm.. lo ada rasa sama gue?” tanya Ify hati-hati. Rio kaget dan
tersedak mendengar pertanyaan Ify. “uhuk uhuk..”
“so.. sorry Yo sorry. Nih minum dulu” Ify memberikan air mineral dari
tas nya. Dengan cepat Rio langsung meminum air dengan rakus nya (?)
“lo nanya apa tadi Fy?” kata Rio kini.
“lo punya rasa sama gue? Jawab jujur Yo. Selama ini gue bisa liat dari
mata lo” ujar Ify kini to the point. Rio menundukan kepala nya dan hanya bisa
mengangguk.
“maaf Fy. Gue emang pecundang. Dari lama gue udah suka sama lo. dari kita SMP. Tapi gue yakin bakal lo tolak. Karena lo selalu nunggu Iel kan?” lirih Rio.
Ify merasa bersalah karena selama ini sudah tidak peka terhadap perasaan
Rio “gue tau kok Yo gimana sakit nya perasaan lo. maaf, selama ini gue ga peka.
Tapi sekarang gue bakal buka hati gue buat lo” ujar Ify tersenyum. Sontak Rio
langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ify tak percaya.
“lo serius Fy?” tanya Rio memastikan. Ify tersenyum dan mengangguk.
Langsung Rio menggenggam kedua tangan Ify “gue janji bakal buat lo move on dari
Iel, Fy. gue akan buat lo aman didekat gue. Walaupun sekarang kita belum resmi
pacaran, tapi gue bakal usaha sebisa mungkin” Rio langsung memeluk Ify.
“makasih Fy” bisik Rio. Ify hanya mengangguk dan tersenyum
*
Rio senyum-senyum sendiri
membayangkan kejadian hari ini. dia senang ternyata Ify sudah mau membuka
hatinya untuk Rio. Rio sedang menatap langit cerah malam di tepi kolam renang
belakang rumahnya.
Entah dorongan dari mana, tiba-tiba Rio mengambil handphone nya dan
memencet beberapa digit nomor. Sepertinya dia sudah hafal.
*
Ify sudah di kamarnya. Tadi Rio mengantar nya pulang. Hari ini dia
jalani berbeda dari hari-hari sebelum nya. Dia merasa senang hari ini karena
diajak jalan sama Rio. Dia merasa sudah bisa membuka hati nya untuk Rio saat
ini.
Malam ini Ify tidak bisa tidur. Dari tadi dia hanya bisa guling-guling
ga jelas di kasurnya. Ga tau kenapa ada yang mengganjal di pikirannya tapi ga
tau apa. Tiba-tiba handphone Ify bergetar tanda telfon masuk. Dilihatnya nama
yang tertera di layar handphone nya. Dia tersenyum melihat siapa yang menelfon
nya malam-malam begini.
“halo?” sapa Ify.
“Eh kok gue malah nelfon lo ya?” ujar orang yang disebrang sana.
“halo?” sapa Ify lagi. senyum merekah sudah mengambang dibibirnya.
“eh iya Fy iya” jawab suara disebrang sana.
“ada apa Yo?” tanya Ify. Ternyata orang yang menelfon itu Rio *penulis
ngangguk-nangguk*
“ga ada Fy sorry salah pencet iya salah pencet” alibi Rio. Sebenarnya
dia sendiri tidak tahu kenapa dia malah menelfon Ify.
Mendengar itu, langsung senyum dibibir Ify menjadi kuncup (?) “oh” jawab
Ify murung.
“yaudah Fy lo tidur aja” kata Rio.
“iya” jawab Ify singkat. Lalu sambungan telfonnya dengan Rio terputus.
*
“kok gue malah nelfon Ify sih? ah bego bego” kesal Rio kepada dirinya
sambil memukul-mukul kepala nya sendiri.
“beneran udah demam cinta Ify nih gue” Rio geleng-geleng kepala. “au ah
mending tidur aja. Mimpiin Ify sayangku cintaku bidadariku peri cinta ku muah
muah” ujar Rio gaje (?) lalu dia pergi ke kamar nya untuk tidur.
Nah dari tadi ini part RiFy semua
ya perasaan hmm… yaudah kita ke Cakka aja yuk sekarang…
*
Cakka melamun di balkon kamar nya. Dia kepikiran dengan apa yang diliat
nya tadi. Sebenarnya waktu di UKS tadi pas Shilla udah sadar, dia ke taman
belakang sekolah dulu. Ga tau kenapa tapi firasat dia ngajak dia ke taman.
Waktu di taman, Cakka ga sengaja liat Rio sama Ify pelukan. Cakka sakit
hati waktu melihat Rio memeluk Ify. Sebenarnya sejak SMP dia sudah naksir sama
Ify. Tapi dia ga berani ungkapin perasaannya karena dia dan Ify sahabatan. Dia
takut akan menghancurkan persahabatan nya dengan Ify.
Waktu di Mall Cakka ngeliat Gabriel tidur di salon itu, Ify diantar Rio
pulang. *benerkan? Coba cek di part awal-awal deh* sebenarnya dia ingin sekali
mengantar Ify pulang saat itu. namun keduluan sama Rio. Dan tadi Cakka juga ga
sengaja liat Rio sama Ify jalan berdua di Mall dan makan Ice Cream.
“gue pecundang banget ya? Ga berani ngungkapin perasaan gue ke elo Fy”
lirih Cakka sambil menatap langit cerah malam ini.
“kenapa dari dulu gue ga coba usaha ngasih perhatian ke elo? Mungkin
sekarang posisi Rio itu posisi gue” ujar Cakka lagi.
“kayaknya gue harus lupain lo Fy dan relain elo buat Rio. Lo sama Rio
sahabat gue, gue ga boleh egois. Iya, gue harus lupain elo” tegas Cakka.
“nyanyi aja deh biar ga galau” Cakka mengambil gitarnya lalu mulai
memainkan intro lagu Pupus
Aku tak mengerti
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
* aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu
namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
[REFF]
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
Semoga aku akan memahami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kaupun mau
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kaupun mau
Back to *
Back to [REFF]
(Dewa 19-Pupus)
Bersambung…
Oh ternyata Cakka suka sama Ify nih. Oh jadi ceritanya sekarang Shilla
suka Gabriel, nah Gabriel nya suka juga ga ya sama Shilla? Hmm… trus Rio suka
Ify tapi Ify suka Gabriel. Cakka juga suka sama Ify. Nah Sivia mau dikemanain
dong? Masa sendiri?:( liat nanti aja ya :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar