Selasa, 18 Juni 2013

Rival In Love *6


TEEETT

Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi. Sorak-sorai murid pun sudah berkumandang (?) bel penyelamat bagi para murid yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya berbunyi juga. Kelas XI 5 kini sudah kosong namun masih ada redbag didalam nya yang sedang berbincang-bincang.

“guys, gimana? Yang manggung di Café ntar siang jadi?” tanya Alvin kepada sohib-sohib nya.

“ya jadi dong. Tapi gue pulang dulu mau ganti baju. Ga mungkin kan kita manggung pake baju sekolah gini?” ujar Rio.

“ya udah, kalo gitu kalian pulang dulu aja ganti baju sekalian gue juga. Nanti jam setengah dua harus udah sampe di café” kata Gabriel. yang lain mengangguk dan keluar dari kelas mereka lalu masuk ke mobil masing-masing setelah sebelumnya sudah berpamitan satu sama lain.

*

BLINK kini sedang berbincang-bincang diparkiran. Tepatnya di depan mobil mereka masing-masing.

“gimana Shil? Jadi ga traktir kita?” tanya Pricilla dengan wajah mupeeng (?) nya.

“jadi lah” jawab Shilla.

“kita makan dimana nih?” tanya Ify. Shilla hanya mengangguk tak tahu.

“di Café langganan aku aja. Disana enak loh, tempat nya nyaman lagi” usul Febby.

“ya udah, kita makan disana aja. Mobil lo yang di depan ya Feb, kan kita ga tau tempatnya” ujar Sivia.

“oke” jawab Febby mengacungkan jempolnya.

“yaudah, berangkat sekarang aja yuk. Takut macet nanti” ujar Shilla. Semua mengangguk lalu masuk ke mobil masing-masing. Fyi, mobil mereka sama. Mobil Jazz tapi beda warna. Shilla warna biru, Ify warna merah, Sivia warna putih, Febby warna Pink ada putih nya juga dan Pricilla warna Pink mutlak (?)

*

butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di café yang dimaksud Febby tadi. Jalan macet parah, untung saja mobil mereka berlima tetap beriringan. Susah juga ternyata kalo mobil satu orang satu mobil.

Benar saja apa kata Febby, café ini nyaman dan menu nya pun banyak. Di café ini juga ada panggung. Dan seperti nya panggung nya akan dipakai. Hari ini café nya sangat ramai. Blink santai saja duduk menunggu pesanan mereka.

Banyak pengunjung yang berbisik-bisik dan melirik kea rah BLINK. “guys, kok mereka pada bisik-bisikin kita gitu ya?” bisik Sivia pelan kepada sahabatnya.

“biasa. Palingan juga karena kita artis” jawab Shilla enteng.

“ih bukan itu. tapi mereka kayak ngegosipin kita. Coba kalian liat deh” ujar Sivia. Blink melihat sekeliling café. Benar saja, semua pengunjung melirik mereka dan berbisik-bisik ga jelas.

“udah, santai aja Vi. Lo kayak ga biasa di gosipin aja” ledek Ify. Sivia manyun diledek seperti itu.

*

RedBag kini sedang berada di belakang panggung Café. Dua orang pelayan lewat di dekat mereka dan sedang berbincang-bincang. Lebih tepatnya menggosip “eh kok bisa ada blink sih di depan? Jangan-jangan mereka ada apa-apa nya lagi sama redbag. Mereka kan satu sekolah” ujar Pelayan yang rambut panjang.

“iya ya? Jangan-jangan blink kesini mau ngeliat redbag tampil lagi” timpal pelayan yang rambut pendek. Redbag yang mendengar itu pun kaget.

“mbak.. mbak misi” ujar Gabriel bertanya kepada kedua pelayan yang lewat itu.

“eh iya mas Gabriel ada apa?” tanya pelayan yang rambut pendek. “duh gue ga mimpi kan di sapa sama Gabriel? ganteng banget ya asli.” Bisik pelayan itu kepada temannya yang berambut panjang.

Personil Redbag lainnya cukup mendengar bisikan sang pelayan. Rsa nya mereka ingin muntah sekarang juga mendengar kata pelayan itu.

“saya mau nanya. Di depan ada blink ya? Mereka ngapain?” tanya Gabriel kepada kedua pelayan itu.

“oh iya mas, mereka lagi makan disini.” Jawab pelayan yang rambut panjang. Gabriel mengangguk-angguk “oh yaudah makasih ya mbak” ujar Gabriel dan tak lupa memancarkan senyuman maut nya.

“jadi beneran ada blink disini?” tanya Debo kini. Gabriel hanya mengangguk. Redbag minus Gabriel menganga.

“kok bisa? Mereka ngapain kesini?” Tanya Rio.

“mereka lagi makan. Cak, coba lo intip deh beneran ada mereka apa engga?” ujar Gariel kepada Cakka. Dengan sigap Cakka langsung mengintip dari balik panggung. Ternyata benar, ada Blink yang sedang duduk menunggu pesanan.

“beneran ada. Mereka lagi nunggu pesanan” ujar Cakka.

Alvin tersenyum licik “kita kerjain mereka” ujar Alvin.

“caranya?” serentak semuanya. Alvin membisikan apa rencana nya kali ini untuk mengerjai blink. Kali ini Alvin yakin blink akan kalah.

*

“AAAA RED BAAGGG” teriak para pengunjung café histeris. Blink yang sedang lahap menyantap makanan mereka serentak tersedak

“uhukk uhukk” mereka tersedak massal (?)

“ta.. tadi mereka teriak apa?” tanya Febby memastikan.

“red? Bag?” tanya Pricilla dengan wajah kaget nya.

“me..re..ka a.. da.. di..sini?” tanya Shilla terbata-bata.

“mereka.. manggung disini?” tanya Ify kini.

“kita ga mimpikan ketemu mereka disini?” tanya Sivia tak percaya. 

Bersambung... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar