TEEETT
Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi.
Sorak-sorai murid pun sudah berkumandang (?) bel penyelamat bagi para murid
yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya berbunyi juga. Kelas XI 5 kini sudah kosong
namun masih ada redbag didalam nya yang sedang berbincang-bincang.
“guys, gimana? Yang manggung di Café ntar siang
jadi?” tanya Alvin kepada sohib-sohib nya.
“ya jadi dong. Tapi gue pulang dulu mau ganti
baju. Ga mungkin kan kita manggung pake baju sekolah gini?” ujar Rio.
“ya udah, kalo gitu kalian pulang dulu aja
ganti baju sekalian gue juga. Nanti jam setengah dua harus udah sampe di café”
kata Gabriel. yang lain mengangguk dan keluar dari kelas mereka lalu masuk ke
mobil masing-masing setelah sebelumnya sudah berpamitan satu sama lain.
*
BLINK kini sedang berbincang-bincang
diparkiran. Tepatnya di depan mobil mereka masing-masing.
“gimana Shil? Jadi ga traktir kita?” tanya
Pricilla dengan wajah mupeeng (?) nya.
“jadi lah” jawab Shilla.
“kita makan dimana nih?” tanya Ify. Shilla hanya
mengangguk tak tahu.
“di Café langganan aku aja. Disana enak loh,
tempat nya nyaman lagi” usul Febby.
“ya udah, kita makan disana aja. Mobil lo yang
di depan ya Feb, kan kita ga tau tempatnya” ujar Sivia.
“oke” jawab Febby mengacungkan jempolnya.
“yaudah, berangkat sekarang aja yuk. Takut
macet nanti” ujar Shilla. Semua mengangguk lalu masuk ke mobil masing-masing.
Fyi, mobil mereka sama. Mobil Jazz tapi beda warna. Shilla warna biru, Ify
warna merah, Sivia warna putih, Febby warna Pink ada putih nya juga dan
Pricilla warna Pink mutlak (?)
*
butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di
café yang dimaksud Febby tadi. Jalan macet parah, untung saja mobil mereka
berlima tetap beriringan. Susah juga ternyata kalo mobil satu orang satu mobil.
Benar saja apa kata Febby, café ini nyaman dan
menu nya pun banyak. Di café ini juga ada panggung. Dan seperti nya panggung
nya akan dipakai. Hari ini café nya sangat ramai. Blink santai saja duduk
menunggu pesanan mereka.
Banyak pengunjung yang berbisik-bisik dan
melirik kea rah BLINK. “guys, kok mereka pada bisik-bisikin kita gitu ya?”
bisik Sivia pelan kepada sahabatnya.
“biasa. Palingan juga karena kita artis” jawab
Shilla enteng.
“ih bukan itu. tapi mereka kayak ngegosipin
kita. Coba kalian liat deh” ujar Sivia. Blink melihat sekeliling café. Benar
saja, semua pengunjung melirik mereka dan berbisik-bisik ga jelas.
“udah, santai aja Vi. Lo kayak ga biasa di
gosipin aja” ledek Ify. Sivia manyun diledek seperti itu.
*
RedBag kini sedang berada di belakang panggung
Café. Dua orang pelayan lewat di dekat mereka dan sedang berbincang-bincang.
Lebih tepatnya menggosip “eh kok bisa ada blink sih di depan? Jangan-jangan
mereka ada apa-apa nya lagi sama redbag. Mereka kan satu sekolah” ujar Pelayan
yang rambut panjang.
“iya ya? Jangan-jangan blink kesini mau ngeliat
redbag tampil lagi” timpal pelayan yang rambut pendek. Redbag yang mendengar
itu pun kaget.
“mbak.. mbak misi” ujar Gabriel bertanya kepada
kedua pelayan yang lewat itu.
“eh iya mas Gabriel ada apa?” tanya pelayan
yang rambut pendek. “duh gue ga mimpi kan di sapa sama Gabriel? ganteng banget
ya asli.” Bisik pelayan itu kepada temannya yang berambut panjang.
Personil Redbag lainnya cukup mendengar bisikan
sang pelayan. Rsa nya mereka ingin muntah sekarang juga mendengar kata pelayan
itu.
“saya mau nanya. Di depan ada blink ya? Mereka
ngapain?” tanya Gabriel kepada kedua pelayan itu.
“oh iya mas, mereka lagi makan disini.” Jawab
pelayan yang rambut panjang. Gabriel mengangguk-angguk “oh yaudah makasih ya
mbak” ujar Gabriel dan tak lupa memancarkan senyuman maut nya.
“jadi beneran ada blink disini?” tanya Debo
kini. Gabriel hanya mengangguk. Redbag minus Gabriel menganga.
“kok bisa? Mereka ngapain kesini?” Tanya Rio.
“mereka lagi makan. Cak, coba lo intip deh
beneran ada mereka apa engga?” ujar Gariel kepada Cakka. Dengan sigap Cakka
langsung mengintip dari balik panggung. Ternyata benar, ada Blink yang sedang
duduk menunggu pesanan.
“beneran ada. Mereka lagi nunggu pesanan” ujar
Cakka.
Alvin tersenyum licik “kita kerjain mereka”
ujar Alvin.
“caranya?” serentak semuanya. Alvin membisikan
apa rencana nya kali ini untuk mengerjai blink. Kali ini Alvin yakin blink akan
kalah.
*
“AAAA RED BAAGGG” teriak para pengunjung café
histeris. Blink yang sedang lahap menyantap makanan mereka serentak tersedak
“uhukk uhukk” mereka tersedak massal (?)
“ta.. tadi mereka teriak apa?” tanya Febby
memastikan.
“red? Bag?” tanya Pricilla dengan wajah kaget
nya.
“me..re..ka a.. da.. di..sini?” tanya Shilla
terbata-bata.
“mereka.. manggung disini?” tanya Ify kini.
“kita ga mimpikan ketemu mereka disini?” tanya
Sivia tak percaya.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar