Selasa, 25 Juni 2013

You Are My Dream *2


“thanks ya Yo udah anterin.” Kini Ify sudah tiba di depan rumahnya dan turun dari motor Rio setelah tadi Rio sempat muter-muter di komplek rumah Ify dulu akibat lupa rumah Ify. Maklum saja, Rio baru sekali ke rumah Ify dan itupun waktu mereka kelas X karena ada tugas kelompok.

Rio mengangguk tersenyum menjawab perkataan Ify. “oh iya, sorry tadi sempat muter-muter komplek dulu haha gue lupa rumah lo soalnya.” Kata Rio dengan sedikit tawa nya.

“iya gapapa kok. Lagian kan lo baru sekali kesini, itu pun pas kita kelas X kan?” jawab Ify. Rio mengangguk saja.

“hmm.. mau mampir dulu? Minum dulu atau makan dulu gitu?” Ify menawarkan Rio untuk mampir dulu. Rio berpikir sebentar “boleh deh minum, kebetulan haus hehe.” Jawab Rio. Sebelum masuk ke rumah Ify, Rio memarkir motor nya dulu ke dalam pagar rumah Ify.

Kini Rio dan Ify sudah berada di dalam rumah (re: rumah Ify). Rio duduk di sofa ruang tamu Ify.

“bentar ya Yo, gue ganti baju dulu. Lo duduk aja, ntar gue ambilin minum.” Kata Ify dan berlalu pergi ke kamar nya di lantai dua. Rio hanya mengangguk.

Karena merasa bosan menunggu, Rio memilih untuk melihat-lihat foto yang ada di ruang tamu Ify. Dilihat nya Ify bersama dua orang paruh baya yang satu cowok dan satu lagi cewek. Satu lagi cowok remaja yang sedang tersenyum “ini pasti bokap nyokap Ify sama… ini siapa?” Batin Rio bertanya-tanya. “kayaknya gue pernah liat deh, tapi dimana? jangan-jangan pacar Ify lagi” batin Rio bertanya-tanya lagi. dia merasa ada yang sakit ketika melihat cowok yang ada di foto itu.

Lalu dia melihat foto yang lain. Di foto yang ini, ada gadis kecil dengan rambut terurai sedang berpose ala model. “ ini siapa? Ify waktu kecil? Kok beda?” batin Rio bertanya-tanya.

Kini Rio beralih melihat foto yang lain. Di foto ini ada seorang gadis remaja –sepertinya Ify waktu SMP- dengan rambut terurai sedang tersenyum. Mirip dengan Ify. Namun ini tidak mengenakan behel dan kacamata. Tanpa sadar Rio senyum-senyum sendiri melihat foto itu.

Dilihatnya lagi foto yang berukuran lebih besar. Dalam foto ini ada 4 orang gadis sedang tersenyum riang. Diperhatikan nya satu per satu orang yang ada di dalam foto itu. dengan jelas Rio melihat Shilla, Sivia dan Agni di dalam foto itu. dan satu lagi gadis memakai kaca dan behel dengan rambut terurai. “ini ga salah lagi, ini pasti Ify. Tapi kok dia beda banget ya? Lebih cantik diurai gini. Biasanya kan dia sekolah ikat rambut terus.” Rio terkekeh pelan.

“minuman datang.” Teriak Ify. Karena kaget Rio langsung meletakan foto yang dipegang nya tadi dan langsung membalikan badannya. “pas banget gue udah haus banget heehe.” Kata Rio cengengeesan.

“nih minum.” Ify memberikan minuman kepada Rio.

Baru Rio ingin meminum minuman itu, Ify langsung mencegah “stop.”

Rio mengernyitkan dahi nya heran. “kenapa?” tanya Rio heran.

“duduk dulu, baru minum. Kayak kambing aja lo.” kata Ify. Rio baru sadar kalo sekarang dia masih dalam posisi berdiri. Dia menepuk dahi nya. “oh iya lupa hehe.” Jawab Rio cengengesan.

Rio duduk dan diikuti Ify yang duduk disebelah Rio. Ify mengenakan baju kaos warna biru langit, celana pendek diatas lutut dan rambut diurai. Ify terlihat beda dari biasanya. Rio yang melihat penampilan Ify seperti itu senyum-senyum sendiri. Dia jadi lupa meminum minuman nya.

“Yo?” panggil Ify karena melihat Rio senyum-senyum sendiri.

“eh iya Fy ada apa?” tanya Rio kaget.

“kok ga diminum?” tanya Ify sambil menunjuk minuman yang ada ditangan Rio. Rio menatap gelas ditangannya. “eh iya lupa hehe.” Jawab Rio.

“lo beda ya Fy.” Ujar Rio setelah meminum minuman nya dan meletakannya di meja.

“beda? Beda gimana maksud lo?” tanya Ify bingung.

“ya beda. Ternyata selama ini lo nutupin kecantikan alami lo. diluar sekolah gaya lo beda, ya kayak gaya lo sekarang. Tapi kalo ke sekolah gaya lo kutu buku abis haha.” Ujar Rio dengan sedikit tawa diujung nya.

Ify kaget mendengar kata Rio “apa? Rio bilang gue cantik? Alami? Gue ga mimpi kan? Tadi gue dianter pulang dan sekarang gue dibilang cantik? Oh my god.” Batin Ify. Wajah Ify kini sudah memerah karena malu.

“lo kenapa Fy? Gue salah ngomong ya? Lo marah ya gara-gara gue bilang kutu buku? Duh sorry banget Fy . gue ga maksud gitu.” Kata Rio dengan wajah cemas nya.

“hah? Marah? ga kok engga. Banyak lagi yang ngomong gitu. Santai aja.” Jawab Ify dengan senyuman manis nya.

DEGGG

Jantung Rio berdegup cepat melihat senyuman malaikat Ify. Baru kali ini dia melihat senyuman setulus dan semanis itu.

“oh my god. Senyuman nya. Manis banget. Gue baru sadar kalo lo cantik Fy. Orang-orang yang bilang lo cupu atau kutu buku itu buta. Mereka belum liat aja gimana lo yang sebenarnya. Pantes aja Shilla, Sivia sama Agni betah sahabatan sama lo. ternyata lo orang yang baik, ramah dan juga murah senyum.” Batin Rio.

“eh udah sore nih, gue pulang dulu ya.” Rio berdiri dan pamit kepada Ify.

“oh yaudah. Makasih ya udah anterin gue.” Ujar Ify.
“iya, makasih juga minuman nya. Lega gue hehe.” Kata Rio. Lagi lagi Ify tersenyum kepada Rio. “ya tuhan, gue ga mimpikan ketemu malaikat kayak dia?” batin Rio.

“yaudah, gue cabut dulu ya Fy.” Pamit Rio lagi dan menaiki motornya. Ify mengangguk lalu Rio melajukan motornya meninggalkan rumah Ify.

Ify masuk ke kamar nya dengan perasaan berbunga-bunga. Tak percaya hari ini dia bisa dekat dengan Rio.

*

Ternyata Rio sepulang dari rumah Ify ga langsung pulang ke rumah nya. Dia memilih ke rumah Gabriel. tadi Gabriel nelfon dia pas di rumah Ify ngajak ngumpul bareng. Ada Alvin sama Cakka juga.

“wess ma bro.” sapa Rio setiba di rumah Gabriel. tepatnya di kamar Gabriel.

“dari mana aja lo Yo? Lama amat.” Kata Cakka.

“kepo banget lo.” jawab Rio dengan senyum merekah dari bibinya.

“habis jalan sama cewek ya lo?” goda Gabriel.

Rio hanya tersipu malu tak menjawab pertanyaan sahabatnya. “cie.. pacar siapa Yo yang lo ajak jalan?” tanya Alvin asal dan langsung mendapat hadiah pukulan dari Rio di kepalanya.

“sakit dodol.” Protes Alvin mengusap-usap kepala nya yang sakit.

“lo sih ngomong seenak jidat lo. kalo ngomong tuh dipikir.” Kata Rio.

“ya, mana tau aja cewek orang yang lo embat Yo.” Kata Alvin lagi. Rio langsung menatap Alvin geram.

“iya deh iya. Ga lagi.” pasrah Alvin.

“emang lo habis jalan sama siapa Yo?” tanya Gabriel kali ini serius.

“Ify” jawab Rio singkat. Rio sibuk memainkan bb nya.

“HAAHHH??!”

Bersambung…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar