“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu
mengejar Shilla, Sivia dan Agni.
Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar
Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..
BRRUUUKKKK
“AAAAA” teriak Ify.
Ify menabrak tubuh tinggi seorang
cowok. Dia tidak tahu siapa karena dia menutup matanya karena sudah ketakutan.
Yang dia fikirkan sekarang betapa malunya dia kalo dia saat ini terjatuh. Dia
pasti akan malu sekali.
“Ify” kaget Shilla, Sivia dan
Agni berhenti berlari dan membalikan badan mereka melihat Ify. Awalnya mereka
kaget melihat Ify. Bukan hanya mereka bertiga, tapi semua orang yang ada
disana.
Ify mengira dia sudah jatuh
tergeletak dilantai dan ditertawakan anak-anak satu sekolahan. Tapi Ify tidak
merasakan tubuhnya sakit karena jatuh. Malahan sekarang Ify merasa tubuh nya
sedang ditopang sepasang tangan.
Perlahan Ify membuka matanya.
Melihat tangan siapa yang menopang tubuhnya.
1.. 2.. 3.. “Rio?!” kaget Ify.
Kini wajah Ify dan Rio berjarak kurang dari 30cm. Ify dapat melihat setiap
lekukan wajah manis Rio dan mata indah Rio. Begitu juga Rio.
DEGGG
Jantung mereka berdua berdetak
cepat.
“kenapa nih? Kok gue deg-degan
sih ngeliat mata Ify?” batin Rio.
Shilla, Sivia, Agni, Gabriel,
Alvin dan Cakka yang melihat itu langsung meneriaki Ify dan Rio “CIEEEE EHEM
EHEM YANG PAGI-PAGI UDAH PELUKAN EHEM” teriak mereka. *oh iya, Alvin, Gabriel
dan Cakka juga ngeliat adegan RiFy itu dan kini mereka berdiri dekat Sivia,
Shilla dan Agni*
Mendengar teriakan
sahabat-sahabat mereka, Rio dan Ify langsung kaget dan melepaskan pegangannya.
“sorry ga sengaja” kata Rio
gugup. Dia salting. Rio menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
“i.. iya gapapa kok. Thanks ya”
jawab Ify gugup. Rio mengangguk langsung berlari ke kelas dengan perasaan
senang, berbunga-bunga dan malu karena disorakin anak-anak sekolahan.
Satu sekolahan melihat adegan
Rio dan Ify tadi. Banyak yang berbisik-bisik tak enak tentang Rio dan Ify.
Termasuk dua orang cewek cantik yang sangat tidak suka Ify dekat dengan Rio. Sudah
semenjak kelas X mereka memantau Ify dan Rio karena mereka tahu Rio dan Ify
dekat dan sampai sekarang selalu satu kelas. Mereka Angel dan Zahra.
Menurut mereka berdua, tidak
ada yang boleh dekat dengan Rio selain Angel. Lalu apa hubungannya dengan Zahra?
Zahra itu sahabat Angel dari dulu, tapi lebih tepatnya disebut anak buah Angel.
Karena Zahra selalu saja disuruh-suruh Angel ini-itu.
Ify menghampiri ketiga
sahabatnya yang berdiri tak jauh dari nya. Ketiga sahabatnya sudah bersiap-siap
untuk meledek Ify “cie Ify yang pagi-pagi udah dipeluk pangeran impian” ledek
Shilla, Sivia, dan Agni.
Wajah Ify memerah tersipu malu
“apa sih kalian? Udah ah ke kelas lagi yuk, udah mau bel nih” ajak Ify.
“masuk kelas gara-gara udah mau
bel atau…” ucapan Shilla sengaja terputus dan langsung ditimpal Sivia dan Agni
“mau ketemu sang pujaan hati lagi?” ledek mereka.
“ih apaan sih? udah ah. Buruan
masuk” ajak Ify lalu berjalan duluan dan diikuti ketiga sahabatnya.
TEEETTT
Benar saja, tak lama mereka
masuk kelas bel pun berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai. Buk
Winda guru Fisika sudah masuk ke kelas mereka –Ify Cs dan Rio Cs-. Pelajaran
pun mulai berlangsung.
*
Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka
kini sedang kebingungan. Ditangan mereka kini sudah ada nampan makanan mereka.
mereka bingung mau duduk dimana. Soalnya meja di kantin sudah penuh semua. Rio,
Gabriel, Alvin dan Cakka melihat-melihat ke sekeliling kantin. Siapa tau mereka
bisa gabung dengan orang yang mereka kenal.
Mata Rio terhenti pada meja yang
sedang di duduki oleh empat orang gadis yang sedang berbincang diselingi dengan
tawa. Lebih tepatnya mata Rio tertuju pada gadis yang berkacamata yang sedang
duduk di meja itu.
“kita duduk disana aja” ajak
Rio kepada sahabat-sahabatnya. Mata Rio masih tak berpindah melihat gadis yang
ber kacamata itu.
Gabriel, Alvin dan Cakka
bingung dimana Rio mengajak duduk “dimana?” tanya mereka bertiga.
Rio tidak menjawab tapi dia
malah berjalan duluan ke meja yang dia maksud. Sahabat Rio hanya mengikuti Rio
saja
“kita boleh duduk disini?” tanya
Rio kepada keempat gadis itu mewakili sahabat-sahabatnya. mata Rio lebih
tepatnya menatap gadis yang berkacamata. Gadis itu sadar bahwa dirinya sedang
ditatap Rio tak hentinya. Dia Cuma diam menunduk.
“hah?” kaget Sivia. Tak
biasanya empat cowok ini mau gabung dengan mereka.
“oh.. boleh kok boleh duduk
aja” lanjut Shilla. Agni masih sibuk dengan bakso yang dimakannya. Jujur dia
paling tidak suka dengan salah satu cowok diantara mereka berempat. Cakka.
Karena Cakka selalu berusaha mendekati Agni. Namun Agni selalu menolak
mentah-mentah karena satu alasan. CAKKA PLAYBOY.
Cakka sudah sangat senang
sekali bisa makan semeja dengan Agni. Gabriel yang semula nya tidak bermaksud
ingin duduk disebelah Agni langsung diselip oleh Cakka. Dengan gerak cepat
Cakka duduk disebelah Agni dan dengan senyum mupeng nya._.v “Ck..” Agni
berdecak kesal.
Rio memilih duduk disebelah
Ify. Shilla yang semula nya duduk disebelah Ify diminta Rio bergeser. Shilla
yang sengaja ingin member Ify kesempatan langsung saja bergeser sehingga
ditengah-tengah Shilla dan Ify kini ada Rio.
Alvin memilih duduk disebelah
Sivia. Sedangkan Gabriel bingung sendiri mau duduk dimana. Akhirnya dia memilih
duduk disebelah Shilla. Jadilah mereka duduk berpasang-pasangan.
Bersambung…
Maaf ya kalo banyak typo nya-_-
maklum saya khilaf ._.v follow juga twitter aku @elviraeryos (: mention aja
buat kasih kritik dan saran ttg cerbung-cerbung aku. atau mau kasih usul buat
new cerbung aku juga boleh, dengan senang hati aku terima usul nya :D