Selasa, 25 Juni 2013

You Are My Dream *5


“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu mengejar Shilla, Sivia dan Agni.

Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..

BRRUUUKKKK

“AAAAA” teriak Ify.

Ify menabrak tubuh tinggi seorang cowok. Dia tidak tahu siapa karena dia menutup matanya karena sudah ketakutan. Yang dia fikirkan sekarang betapa malunya dia kalo dia saat ini terjatuh. Dia pasti akan malu sekali.

“Ify” kaget Shilla, Sivia dan Agni berhenti berlari dan membalikan badan mereka melihat Ify. Awalnya mereka kaget melihat Ify. Bukan hanya mereka bertiga, tapi semua orang yang ada disana.

Ify mengira dia sudah jatuh tergeletak dilantai dan ditertawakan anak-anak satu sekolahan. Tapi Ify tidak merasakan tubuhnya sakit karena jatuh. Malahan sekarang Ify merasa tubuh nya sedang ditopang sepasang tangan.

Perlahan Ify membuka matanya. Melihat tangan siapa yang menopang tubuhnya.

1.. 2.. 3.. “Rio?!” kaget Ify. Kini wajah Ify dan Rio berjarak kurang dari 30cm. Ify dapat melihat setiap lekukan wajah manis Rio dan mata indah Rio. Begitu juga Rio.

DEGGG

Jantung mereka berdua berdetak cepat.

“kenapa nih? Kok gue deg-degan sih ngeliat mata Ify?” batin Rio.

Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Alvin dan Cakka yang melihat itu langsung meneriaki Ify dan Rio “CIEEEE EHEM EHEM YANG PAGI-PAGI UDAH PELUKAN EHEM” teriak mereka. *oh iya, Alvin, Gabriel dan Cakka juga ngeliat adegan RiFy itu dan kini mereka berdiri dekat Sivia, Shilla dan Agni*

Mendengar teriakan sahabat-sahabat mereka, Rio dan Ify langsung kaget dan melepaskan pegangannya.

“sorry ga sengaja” kata Rio gugup. Dia salting. Rio menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

“i.. iya gapapa kok. Thanks ya” jawab Ify gugup. Rio mengangguk langsung berlari ke kelas dengan perasaan senang, berbunga-bunga dan malu karena disorakin anak-anak sekolahan.

Satu sekolahan melihat adegan Rio dan Ify tadi. Banyak yang berbisik-bisik tak enak tentang Rio dan Ify. Termasuk dua orang cewek cantik yang sangat tidak suka Ify dekat dengan Rio. Sudah semenjak kelas X mereka memantau Ify dan Rio karena mereka tahu Rio dan Ify dekat dan sampai sekarang selalu satu kelas. Mereka Angel dan Zahra.

Menurut mereka berdua, tidak ada yang boleh dekat dengan Rio selain Angel. Lalu apa hubungannya dengan Zahra? Zahra itu sahabat Angel dari dulu, tapi lebih tepatnya disebut anak buah Angel. Karena Zahra selalu saja disuruh-suruh Angel ini-itu.

Ify menghampiri ketiga sahabatnya yang berdiri tak jauh dari nya. Ketiga sahabatnya sudah bersiap-siap untuk meledek Ify “cie Ify yang pagi-pagi udah dipeluk pangeran impian” ledek Shilla, Sivia, dan Agni.

Wajah Ify memerah tersipu malu “apa sih kalian? Udah ah ke kelas lagi yuk, udah mau bel nih” ajak Ify.

“masuk kelas gara-gara udah mau bel atau…” ucapan Shilla sengaja terputus dan langsung ditimpal Sivia dan Agni “mau ketemu sang pujaan hati lagi?” ledek mereka.

“ih apaan sih? udah ah. Buruan masuk” ajak Ify lalu berjalan duluan dan diikuti ketiga sahabatnya.

TEEETTT

Benar saja, tak lama mereka masuk kelas bel pun berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai. Buk Winda guru Fisika sudah masuk ke kelas mereka –Ify Cs dan Rio Cs-. Pelajaran pun mulai berlangsung.

*

Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka kini sedang kebingungan. Ditangan mereka kini sudah ada nampan makanan mereka. mereka bingung mau duduk dimana. Soalnya meja di kantin sudah penuh semua. Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka melihat-melihat ke sekeliling kantin. Siapa tau mereka bisa gabung dengan orang yang mereka kenal.

Mata Rio terhenti pada meja yang sedang di duduki oleh empat orang gadis yang sedang berbincang diselingi dengan tawa. Lebih tepatnya mata Rio tertuju pada gadis yang berkacamata yang sedang duduk di meja itu.

“kita duduk disana aja” ajak Rio kepada sahabat-sahabatnya. Mata Rio masih tak berpindah melihat gadis yang ber kacamata itu.

Gabriel, Alvin dan Cakka bingung dimana Rio mengajak duduk “dimana?” tanya mereka bertiga.

Rio tidak menjawab tapi dia malah berjalan duluan ke meja yang dia maksud. Sahabat Rio hanya mengikuti Rio saja

“kita boleh duduk disini?” tanya Rio kepada keempat gadis itu mewakili sahabat-sahabatnya. mata Rio lebih tepatnya menatap gadis yang berkacamata. Gadis itu sadar bahwa dirinya sedang ditatap Rio tak hentinya. Dia Cuma diam menunduk.

“hah?” kaget Sivia. Tak biasanya empat cowok ini mau gabung dengan mereka.

“oh.. boleh kok boleh duduk aja” lanjut Shilla. Agni masih sibuk dengan bakso yang dimakannya. Jujur dia paling tidak suka dengan salah satu cowok diantara mereka berempat. Cakka. Karena Cakka selalu berusaha mendekati Agni. Namun Agni selalu menolak mentah-mentah karena satu alasan. CAKKA PLAYBOY.

Cakka sudah sangat senang sekali bisa makan semeja dengan Agni. Gabriel yang semula nya tidak bermaksud ingin duduk disebelah Agni langsung diselip oleh Cakka. Dengan gerak cepat Cakka duduk disebelah Agni dan dengan senyum mupeng nya._.v “Ck..” Agni berdecak kesal.

Rio memilih duduk disebelah Ify. Shilla yang semula nya duduk disebelah Ify diminta Rio bergeser. Shilla yang sengaja ingin member Ify kesempatan langsung saja bergeser sehingga ditengah-tengah Shilla dan Ify kini ada Rio.

Alvin memilih duduk disebelah Sivia. Sedangkan Gabriel bingung sendiri mau duduk dimana. Akhirnya dia memilih duduk disebelah Shilla. Jadilah mereka duduk berpasang-pasangan.

Bersambung…

Maaf ya kalo banyak typo nya-_- maklum saya khilaf ._.v follow juga twitter aku @elviraeryos (: mention aja buat kasih kritik dan saran ttg cerbung-cerbung aku. atau mau kasih usul buat new cerbung aku juga boleh, dengan senang hati aku terima usul nya :D



You Are My Dream *4


*

Gabriel sedang bosan dirumah nya. Dia memilih untuk jalan saja tanpa arah dan tujuan. Baru ingin keluar dari komplek nya, Gabriel melihat mobil Jazz merah berhenti dengan kap mobil terbuka. Di depan mobil ada seorang cewek bersama dua preman yang sedang menarik-narik si cewek. Gabriel memilih menghentikan motornya.

Dilihatnya dari kejauhan cewek yang sedang bersama dua preman itu. “SHILLAA?” kaget Gabriel ketika melihat dengan jelas siapa cewek yang sedang di tarik oleh dua preman itu.

“WOY LEPASIN DIA!”  teriak Gabriel dari arah motornya. Jarak nya tak terlalu jauh dengan mobil Shilla.

“Gabriel?” lirih Shilla kaget.

“siapa lo berani ikut campur urusan kita?” tanya preman yang berambut kepada Gabriel sedangkan preman yang botak masih menahan Shilla.

“lo berdua ga perlu tau siapa gue. Sekarang lo lepasin gadis itu.” kata Gabriel tegas.

“siapa lo hah berani nyuruh kita buat ngelepasin cewek ini?” kata preman yang berambut botak.

“lepasin atau gue lapor ke bokap gue.” Kata Gabriel.

“HAHAHAHAHAHAHAHHA” tawa dua preman itu pecah. “dasar anak papa lo pake ngadu ke bokap segala.” Ledek preman yang berambut botak.

Gabriel menaikan alis kanan nya “bokap gue komandan kepolisian. Gue bisa aja sekarang juga nelfon bokap gue buat nyuruh anak buah nya nangkep lo berdua.” Ancam Gabriel. terlihat raut wajah kecemasan di wajah dua preman itu.

“ampun ampun. Gue bakal lepasin nih cewek tapi jangan laporin kita berdua ke bokap lo.” preman botak pun melepaskan cengkraman nya dari tangan Shilla dan berlalu pergi bersama temannya.

“thanks yah Iel udah tolongin gue.” Shilla berlari kea rah Gabriel dengan tangis nya dan langsung memeluk Gabriel. sontak Gabriel kaget.

DEGGG

Jantung Gabriel berdegup kencang “eh iya Shil sama-sama.” Jawab Gabriel. tanpa sadar dia mengelus lembut rambut Shilla. “udah jangan nangis” bisik Gabriel lembut.

Shilla mengangguk lalu melepaskan pelukan nya dari Gabriel “sorry, gue reflex.” Ujar Shilla lalu menghapus air matanya.

“i.. iya gapapa kok.” Jawab Gabriel gugup.

“oh iya, mobil lo kenapa? Mogok ya?” tanya Gabriel menunjuk mobil Shilla. Shilla mengangguk dan memanyunkan bibirnya “iya nih mobil sialan pake acara mogok segala.”

“gue anter pulang ya?” kata Gabriel.

Shilla tampak berpikir sebentar menatap mobil nya “soal mobil lo tenang aja, ntar gue kirim montir kesini buat benerin mobil lo dan anterin mobil ini ke rumah lo.” jawab Gabriel yang seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan Shilla.

“yaudah deh.” Shilla dan Gabriel berjalan menuju Cagiva merah milik Gabriel.

Dalam perjalanan, Gabriel ga sengaja rem mendadak karena mobil di depannya juga rem mendadak. Reflex Shilla memeluk pinggang Gabriel dari belakang.

“eh” kaget Shilla. Berniat ingin melepaskan tangannya dari pinggang Gabriel, namun tangan Gabriel menahan tangannya. “udah pegangan aja. Ntar lo jatoh lagi.” ujar Gabriel lalu tersenyum. Shilla pasrah saja.

Entah perasaan apa yang Shilla dan Gabriel rasakan saat ini. jantung Shilla dan Gabriel berdegup cepat. Shilla senyum-senyum sendiri. Gabriel yang melihat Shilla senyum-senyum sendiri dari spion nya juga ikutan senyum.

*

Wait. Kita iklan dulu sebentar~
Cie ehem Shilla Gabriel. ada apa nih? Shivers sama Gabfc mana nih? Shilla Gabriel so sweet loh :p jangan lupa follow twitter aku ya guys @Mrselvira27 kalo mau kasih usul buat new cerbung mention aja. Kebetulan lagi ga ada ide nih buat cerbung baru -_- mention juga kritik dan saran kalian tentang cerbung-cerbung aku. kan lumayan juga buat introspeksi cerbung aku (?)

Oke iklan selesai. LANJUT!

*

Fyi guys, kelas X Ify, Shilla, Sivia, Agni, Rio dan Gabriel sekelas. Sedangkan Cakka dan Alvin sekelas berdua. Nah pas kelas XI Ify, Shilla,Sivia, Agni, Rio, Gabriel beda kelas. Ify dan Rio tetap sekelas berdua, sedangkan Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Cakka dan Alvin sekelas. Nah sekarang dikelas XII mereka semua sekelas. Jelaskan? Jelas dong. Yang ga jelas ya dijelasin aja deh ya :p

*
Pagi ini Ify datang ke sekolah dengan wajah yang berseri-seri. Dia masih terbayang kejadian kemaren dengan Rio. Dia masuk kelas dengan senyum mengambang di bibirnya. Ketika masuk di kelas, langsung dia menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah datang lebih dulu.

“hai guys” sapa Ify dengan penuh senyuman dibibirnya.

Shilla, Sivia dan Agni bingung kenapa Ify hari ini begitu happy. “lo kenapa Fy? seneng banget kayaknya” tanya Agni.

“ada deh” jawab Ify lalu duduk disebelah Sivia.

“oh jadi gitu? lo ga mau cerita nih sekarang sama sahabat lo?” ujar Shilla sinis. Ify tampak berpikir sebentar “yah, bukan gitu Shil. Tapi gue takut ntar kalian ketawain” jawab Ify manyun.

“ga bakal lah Fy. emang kita pernah ngetawain lo atau buat lo malu? Engga kan? Ayolah” paksa Agni.

“ayo Fy ayo ceritain” paksa Sivia menggoyang-goyangkan tubuh Ify.

“iya deh iya. Gini, hmm… duh.. gue.. lagi.. sukasamaseseorang” jawab Ify cepat dikata terakhirnya.

“oh.. trus? Kenapa lo bisa seneng kayak sekarang?” tanya Shilla.

Ify menghela nafas sebentar “kemaren gue dianter pulang sama orang itu dan dia mampir bentar ke rumah gue. kan kalo dirumah rambut gue diurai tuh, nah dia bilang gue cantik kalo diurai” jawab Ify malu-malu.

“oh, jadi lo dibilang cantik sama Rio?” tanya Sivia to the point. Ify sontak kaget ga tau mau jawab apa. “loh? Kok Via bisa tau sih?” batin Ify.

“Ri.. Rio? Kok Rio sih? siapa bilang aku kemaren pulang sama dia?” alibi Ify. Agni, Shilla dan Sivia malah melet meledek Ify.

“bohong banget lo. semua orang juga udah tau kali Fy kemaren Rio nganter lo pulang” kata Shilla.

“jadi kalian lebih percaya gossip gitu dari pada sama sahabat sendiri?” jawab Ify.

“ya iya lah kita lebih percaya gossip nya dari pada elo. Kan kemaren kita juga liat elo pulang bareng Rio” jawab Agni. Ify merasa SKAK MAT tak bisa berbohong lagi.

“iya deh iya aku ngaku kemaren aku dianter Rio” pasrah Ify.

“jadi lo beneran suka sama Rio nih?” goda Sivia menaik turunkan alis nya.

Ify mengangguk lemas “etapi jangan bilang siapa-siapa please please banget” mohon Ify dengan menempelkan kedua telapak tangannya.
Sivia, Shilla dan Agni malah sok-sok mikir gitu “hmm gimana ya?”

“ayo lah Shil, Vi, Fy mohon banget jangan sampe Rio tau ya ya ya” ujar Ify memohon.

“ga janji” jawab Shilla, Sivia dan Agni lalu langsung berlari meninggalkan kelas.

“SHILLAAA SIIVIAA AGGNIII” teriak Ify lalu mengejar Shilla, Sivia dan Agni.

Pas Ify baru keluar kelas ingin mengejar Shilla, Sivia, Agni yang sudah ngacir duluan, tiba-tiba…..

BRRUUUKKKK

Bersambung…

Kira-kira ada apa ya? Hmm.. liat nanti aja ya :p jangan lupa comment ya gimana cerbung aku (:

You Are My Dream *3


“emang lo habis jalan sama siapa Yo?” tanya Gabriel kali ini serius.

“Ify” jawab Rio singkat. Rio sibuk memainkan bb nya.

“HAAHHH??!” teriak Gabriel, Cakka dan Alvin serentak.

“kenapa?” tanya Rio polos tak berdosa (?)

“lo habis jalan sama Ify yang kutu buku, behelan, pake kacamata dan…?” pertanyaan Cakka terhenti. 

“dan apa? jelek gitu maksud lo? iya. Kenapa? Kaget? Biasa aja kali. Lagian tadi gue juga ga jalan sama dia, Cuma anter dia pulang trus mampir bentar dirumah nya.” Jawab Rio lagi dengan tampang polos nya.

“HAAHHH??!” lagi-lagi Gabriel, Cakka dan Alvin teriak kaget.

“kalian kenapa sih? aneh banget.” Tanya Rio mengernyitkan dahi nya.

“lo ga jalan sama dia tapi nganterin dia pulang??!” tanya Gabriel memastikan.

“yap.” Jawab Rio seadanya dan mengangguk.

Gabriel, Cakka dan Alvin menatap Rio cengo. Mereka bertiga saling bertatapan tak percaya.

“oh iya dan perlu lo semua tau. Ify itu ga secupu dan sejelak yang kalian kira selama ini.” kata Rio lagi.

“maksud lo?” tanya Alvin tak mengerti.

“mau gue ceritain nih?” tanya Rio. Ketiga sahabatnya mengangguk cepat.

“beneran?” goda Rio. Ketiga sahabatnya mengangguk.

“beneran nih beneran?

“beneran?”

“pengen banget ya?”

“Kepo banget?”

“beneran ga nih?”

“ciyus beneran mau?”

“beneran beneran?”

PLETAAKK PLETAAKK PLETAAKK!

Gabriel, Cakka dan Alvin berhasil menoyor kepala Rio serentak. Mereka kesal karena Rio dari tadi ga jadi-jadi cerita.

“awww… sakit gila!.” Protes Rio sambil mengusap-usap kepala nya.

“lo sih ngeselin banget.” Ujar Cakka.

“itu balasan karena lo tadi juga mukul kepala gue.” Sinis Alvin.

“itu hadiah karena lo bikin kita bertiga penasaran.” Timpal Gabriel.

Rio pasrah “yaudah iya gue ceritain.” Mulai lah Rio bercerita panjang lebar gimana asli nya Ify. Awalnya ketiga sahabat Rio tak percaya, namun akhirnya percaya juga karena Rio akan kasih buktinya.

“penasaran gue. Secantik apa sih si Ify asli nya?” ujar Gabriel.

“liat aja besok.” Tantang Rio. Ketiga sahabatnya hanya mengangguk-angguk masih membayangkan Ify.

“emang lo udah suka ya sama si Ify?” tanya Cakka dan Alvin dengan tampang kepo mereka.

“hmm.. engga.” Jawab Rio enteng. Entah lah, dia sendiri masih belum tahu akan perasaannya. Tapi dia merasa senang dan nyaman kalo dekat Ify.

Cakka dan Alvin hanya ber Oh ria.

*

Ify sedang melamun di balkon kamar nya. Dia membayangkan kejadian tadi siang. “gue ga mimpikan? Itu tadi beneran Rio yang nganterin gue? Dan dia juga bilang gue cantik?” Ify senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tadi siang.

1 detik..
2 detik..
3 detik..

Ify langsung berlari ke kaca rias nya di dalam kamar. Dia menatap dirinya di kaca. Memutar-mutar badannya. Lalu melepas kaca matanya. Dan mematut dirinya di depan kaca

“apa iya ya gue cantik? Masa sih?” tanya Ify sendiri masih tak percaya. Dia malah bergaya senarsis mungkin di depan kaca. Gaya dua jari didekat kepala nya, lalu dengan lidah melet (?) *bayangin deh ya* lalu dengan gaya semanis mungkin ala-ala model._.

“apa gue pake soft lense aja kali ya?” minus mata gue kan ga tebal-tebal banget.” Ujar Ify. “besok gue minta temenin anak-anak deh ke optik  beli soft lense.” Ujar Ify lalu tersenyum dan berjalan ke kasur nya. Dia memilih untuk tidur.

*

Shilla sedang kesal dengan mobil nya. Malem-malem gini mobil Shilla mogok di jalan yang sepi banget.

“sialan nih mobil pake acara mogok segala. Mana sepi lagi ihh.” Ujar Shilla.

Tak lama muncul dua orang laki-laki bertampang seram, berpakaian seperti preman. Shilla melihat dua orang itu takut. “mampus gue ada preman.” Batin Shilla ketakutan.

“ada cewek cantik nih.” Ujar preman yang berambut botak ke teman nya.

“yoi. Ngapain neng sendirian malem-malem? Mobil nya mogok ya? Mending temenin abang-abang yuk.” Goda preman satu nya lagi yang berambut (?)

“ga.” Jawab Shilla jutek.

“duh cantik-cantik kok jutek sih? ayo laah ikut kita.” Preman yang berambut botak mulai menarik-narik tangan Shilla.

“ih apaan sih lepasin ga.” Shilla mencoba menepis kasar tangannya dari tangan preman itu namun percuma. Preman itu lebih kuat dari pada Shilla.

“lepasin.” Shilla terus berusaha melepas tangan preman itu dari tangannya.

“WOY LEPASIN DIA!”

Bersambung…  

You Are My Dream *2


“thanks ya Yo udah anterin.” Kini Ify sudah tiba di depan rumahnya dan turun dari motor Rio setelah tadi Rio sempat muter-muter di komplek rumah Ify dulu akibat lupa rumah Ify. Maklum saja, Rio baru sekali ke rumah Ify dan itupun waktu mereka kelas X karena ada tugas kelompok.

Rio mengangguk tersenyum menjawab perkataan Ify. “oh iya, sorry tadi sempat muter-muter komplek dulu haha gue lupa rumah lo soalnya.” Kata Rio dengan sedikit tawa nya.

“iya gapapa kok. Lagian kan lo baru sekali kesini, itu pun pas kita kelas X kan?” jawab Ify. Rio mengangguk saja.

“hmm.. mau mampir dulu? Minum dulu atau makan dulu gitu?” Ify menawarkan Rio untuk mampir dulu. Rio berpikir sebentar “boleh deh minum, kebetulan haus hehe.” Jawab Rio. Sebelum masuk ke rumah Ify, Rio memarkir motor nya dulu ke dalam pagar rumah Ify.

Kini Rio dan Ify sudah berada di dalam rumah (re: rumah Ify). Rio duduk di sofa ruang tamu Ify.

“bentar ya Yo, gue ganti baju dulu. Lo duduk aja, ntar gue ambilin minum.” Kata Ify dan berlalu pergi ke kamar nya di lantai dua. Rio hanya mengangguk.

Karena merasa bosan menunggu, Rio memilih untuk melihat-lihat foto yang ada di ruang tamu Ify. Dilihat nya Ify bersama dua orang paruh baya yang satu cowok dan satu lagi cewek. Satu lagi cowok remaja yang sedang tersenyum “ini pasti bokap nyokap Ify sama… ini siapa?” Batin Rio bertanya-tanya. “kayaknya gue pernah liat deh, tapi dimana? jangan-jangan pacar Ify lagi” batin Rio bertanya-tanya lagi. dia merasa ada yang sakit ketika melihat cowok yang ada di foto itu.

Lalu dia melihat foto yang lain. Di foto yang ini, ada gadis kecil dengan rambut terurai sedang berpose ala model. “ ini siapa? Ify waktu kecil? Kok beda?” batin Rio bertanya-tanya.

Kini Rio beralih melihat foto yang lain. Di foto ini ada seorang gadis remaja –sepertinya Ify waktu SMP- dengan rambut terurai sedang tersenyum. Mirip dengan Ify. Namun ini tidak mengenakan behel dan kacamata. Tanpa sadar Rio senyum-senyum sendiri melihat foto itu.

Dilihatnya lagi foto yang berukuran lebih besar. Dalam foto ini ada 4 orang gadis sedang tersenyum riang. Diperhatikan nya satu per satu orang yang ada di dalam foto itu. dengan jelas Rio melihat Shilla, Sivia dan Agni di dalam foto itu. dan satu lagi gadis memakai kaca dan behel dengan rambut terurai. “ini ga salah lagi, ini pasti Ify. Tapi kok dia beda banget ya? Lebih cantik diurai gini. Biasanya kan dia sekolah ikat rambut terus.” Rio terkekeh pelan.

“minuman datang.” Teriak Ify. Karena kaget Rio langsung meletakan foto yang dipegang nya tadi dan langsung membalikan badannya. “pas banget gue udah haus banget heehe.” Kata Rio cengengeesan.

“nih minum.” Ify memberikan minuman kepada Rio.

Baru Rio ingin meminum minuman itu, Ify langsung mencegah “stop.”

Rio mengernyitkan dahi nya heran. “kenapa?” tanya Rio heran.

“duduk dulu, baru minum. Kayak kambing aja lo.” kata Ify. Rio baru sadar kalo sekarang dia masih dalam posisi berdiri. Dia menepuk dahi nya. “oh iya lupa hehe.” Jawab Rio cengengesan.

Rio duduk dan diikuti Ify yang duduk disebelah Rio. Ify mengenakan baju kaos warna biru langit, celana pendek diatas lutut dan rambut diurai. Ify terlihat beda dari biasanya. Rio yang melihat penampilan Ify seperti itu senyum-senyum sendiri. Dia jadi lupa meminum minuman nya.

“Yo?” panggil Ify karena melihat Rio senyum-senyum sendiri.

“eh iya Fy ada apa?” tanya Rio kaget.

“kok ga diminum?” tanya Ify sambil menunjuk minuman yang ada ditangan Rio. Rio menatap gelas ditangannya. “eh iya lupa hehe.” Jawab Rio.

“lo beda ya Fy.” Ujar Rio setelah meminum minuman nya dan meletakannya di meja.

“beda? Beda gimana maksud lo?” tanya Ify bingung.

“ya beda. Ternyata selama ini lo nutupin kecantikan alami lo. diluar sekolah gaya lo beda, ya kayak gaya lo sekarang. Tapi kalo ke sekolah gaya lo kutu buku abis haha.” Ujar Rio dengan sedikit tawa diujung nya.

Ify kaget mendengar kata Rio “apa? Rio bilang gue cantik? Alami? Gue ga mimpi kan? Tadi gue dianter pulang dan sekarang gue dibilang cantik? Oh my god.” Batin Ify. Wajah Ify kini sudah memerah karena malu.

“lo kenapa Fy? Gue salah ngomong ya? Lo marah ya gara-gara gue bilang kutu buku? Duh sorry banget Fy . gue ga maksud gitu.” Kata Rio dengan wajah cemas nya.

“hah? Marah? ga kok engga. Banyak lagi yang ngomong gitu. Santai aja.” Jawab Ify dengan senyuman manis nya.

DEGGG

Jantung Rio berdegup cepat melihat senyuman malaikat Ify. Baru kali ini dia melihat senyuman setulus dan semanis itu.

“oh my god. Senyuman nya. Manis banget. Gue baru sadar kalo lo cantik Fy. Orang-orang yang bilang lo cupu atau kutu buku itu buta. Mereka belum liat aja gimana lo yang sebenarnya. Pantes aja Shilla, Sivia sama Agni betah sahabatan sama lo. ternyata lo orang yang baik, ramah dan juga murah senyum.” Batin Rio.

“eh udah sore nih, gue pulang dulu ya.” Rio berdiri dan pamit kepada Ify.

“oh yaudah. Makasih ya udah anterin gue.” Ujar Ify.
“iya, makasih juga minuman nya. Lega gue hehe.” Kata Rio. Lagi lagi Ify tersenyum kepada Rio. “ya tuhan, gue ga mimpikan ketemu malaikat kayak dia?” batin Rio.

“yaudah, gue cabut dulu ya Fy.” Pamit Rio lagi dan menaiki motornya. Ify mengangguk lalu Rio melajukan motornya meninggalkan rumah Ify.

Ify masuk ke kamar nya dengan perasaan berbunga-bunga. Tak percaya hari ini dia bisa dekat dengan Rio.

*

Ternyata Rio sepulang dari rumah Ify ga langsung pulang ke rumah nya. Dia memilih ke rumah Gabriel. tadi Gabriel nelfon dia pas di rumah Ify ngajak ngumpul bareng. Ada Alvin sama Cakka juga.

“wess ma bro.” sapa Rio setiba di rumah Gabriel. tepatnya di kamar Gabriel.

“dari mana aja lo Yo? Lama amat.” Kata Cakka.

“kepo banget lo.” jawab Rio dengan senyum merekah dari bibinya.

“habis jalan sama cewek ya lo?” goda Gabriel.

Rio hanya tersipu malu tak menjawab pertanyaan sahabatnya. “cie.. pacar siapa Yo yang lo ajak jalan?” tanya Alvin asal dan langsung mendapat hadiah pukulan dari Rio di kepalanya.

“sakit dodol.” Protes Alvin mengusap-usap kepala nya yang sakit.

“lo sih ngomong seenak jidat lo. kalo ngomong tuh dipikir.” Kata Rio.

“ya, mana tau aja cewek orang yang lo embat Yo.” Kata Alvin lagi. Rio langsung menatap Alvin geram.

“iya deh iya. Ga lagi.” pasrah Alvin.

“emang lo habis jalan sama siapa Yo?” tanya Gabriel kali ini serius.

“Ify” jawab Rio singkat. Rio sibuk memainkan bb nya.

“HAAHHH??!”

Bersambung…




You Are My Dream *1


Mata gadis ini tak lepas memperhatikan cowok yang sedang bermain basket di lapangan basket sekolah nya ini. gadis ini sedang duduk di pinggir lapangan. Sudah 3 tahun dia sekelas dengan cowok itu. sudah 3 tahun ini juga dia memendam perasaan nya pada cowok tinggi dan berkharisma itu. Rio. Mario Stevano Aditya Haling.

Rio adalah the most wanted boy di SMA Indonesian High School dan juga Ketus OSIS merangkap Kapten Basket. Rio sangat di gila-gilai cewek-cewek sekolahan. Bahkan Angel sang Kapten Cheers yang dikenal sangat cantik dan juga the most wanted girl di sekolahan juga mengincar-incar Rio.

Rio terkenal sangat dingin dengan cewek. Makanya itu Angel dari dulu yang selalu mencari perhatian Rio tidak pernah dilirik oleh Rio. Dan selama Ify sekelas dengan Rio, tak pernah dia mendengar bahkan Rio yang bercerita kepada dia bahwa Rio punya pacar.

Karena sudah sekelas 3 tahun dengan Ify, makanya Rio kenal dengan Ify. Bahkan juga lumayan sering ngobrol atau bercanda di kelas. Sebenarnya Ify gengsi dekat dengan Rio. Dia juga sadar akan dirinya yang berkaca mata, kutu buku dan memakai behel. Namun dari kelas X Rio sendiri yang mengajak Ify bercanda.

“kapan ya lo bisa sadar sama perasaan gue Yo? Kapan juga lo punya perasaan yang sama kayak gue?” batin Ify.

“Ify.” Shilla, Sivia dan Agni mengagetkan Ify yang sedang serius menonton Rio bermain basket. Shilla, Sivia dan Agni adalah sahabat Ify dari kelas X. hanya mereka bertiga yang tulus berteman dengan Ify.

“eh kalian ngagetin gue aja.” Kaget Ify. 

“lo sih dari tadi bengong aja. Kita dateng aja lo ga sadar.” Kata Sivia.

“hehehe.” Ify hanya nyengir memamerkan behel nya.

“emang lo liatin apa sih Fy?” tanya Shilla.

“ngg.. liatin apa? Ga liatin apa-apa.” Alibi Ify.

“lo boong kan? Lo liatin si Rio kan?” Ify merasa skakmat dengan pertanyaan Agni.

“sotil lo Ag. Siapa juga yang liatin Rio. Emang dia aja yang main basket disini? Tuh banyak yang lain tuh.” Elak Ify lagi sambil menunjuk kea rah lapangan.

“iya deh iya.” Pasrah Agni. Sebenarnya Agni, Shilla dan Sivia sudah tahu dari kelas X kalo Ify itu naksir Rio. Tapi tiap kali Ify digodain tentang Rio, Ify selalu menghindar. Agni, Shilla dan Sivia bisa melihat jelas dari sorotan mata Ify. Mata emang selalu ga bisa dibohongin.

*

Bel pulang sekolah yang dinanti-nanti kan para murid pun sudah berbunyi. Ify melangkahkan kaki nya keluar kelas bersama ketiga sahabat nya.

“Fy, lo mau bareng sama gue?” tanya Shilla.

“oh ga usah Shil, makasih. Gue dijemput supir kok.” Kata Ify.

“yaudah, kalo gitu kita pulang dulu ya Fy.” Pamit Sivia dan Agni.

“iya, hati-hati ya kalian.” Ify melambaikan tangannya kepada ketiga sahabatnya yang sudah mulai menjauh dari kelas.

 *

“kemana sih Mang Ujang? Lama banget?” Ify kini sedang menunggu supir nya di depan pagar sekolahnya. Sedari tadi dia menunggu Mang Ujang tapi ga datang juga.

TIINN TIINN

Suara klakson Cagiva Hijau mengagetkan Ify. Cagiva itu berhenti tepat di dekat Ify. Helm full face si pengendara membuat Ify tidak tahu siapa yang mengendarai motor itu.

“kok lo belum pulang Fy?” tanya si pengendara itu setelah membuka helm full face nya. Ternyata dia Rio.

“eh.. hmm supir gue belom dateng Yo.” Kata Ify.

“oh..”

“bareng sama gue aja.” Kata Rio lagi. Ify kaget. “Rio mau nebengin gue? Ga salah?” batin Ify.

“hah? Ga usah ga usah. Bentar lagi supir gue juga dateng kok.” Ify menolak tawaran Rio.

Rio tersenyum kepada Ify. “yakin nih lo nolak tawaran gue? Banyak loh cewek-cewek yang pengen banget gue anterin pulang.” Goda Rio.

“yaampun Yo senyuman lo. senyuman dan mata lo yang selalu bikin gue makin cinta sama lo.” batin Ify.

“beneran deh Yo. Bentar lagi supir gue pasti dateng. Lo duluan aja.” Kata Ify lagi.

“oh yaudah, gue tungguin lo sampe supir lo dateng deh. Biar lo ga bosen nungguinnya.” Rio mematikan motornya dan menurunkan standar motornya.

“loh? Ga usah Yo, beneran deh. Lo pul…” kata Ify terputus karena melihat tatapan Rio yang penuh arti “gue tetep mau nemenin lo.” kini Ify pasrah dan menunduk “yaudah terserah lo deh.” Lirih Ify.

“nah gitu dong.” Kata Rio sambil tersenyum.

15 menit sudah Ify dan Rio menunggu supir Ify. Namun tak kunjung datang juga.

“mana supir lo yang kata nya bakalan dateng? Ga dateng kan?” ledek Rio. Ify memanyunkan bibirnya. “bentar gue coba telfon kerumah dulu deh.” Ify memencet beberapa digit nomor di handphone yang sudah dia hafal -sepertinya-

“Hallo Bi, ini aku Ify. Mang Ujang kok dari tadi aku tungguin ga dateng ya?”

“hah? Ban mobil bocor? Yah.. yaudah deh Bi. Makasih ya Bi.” Ify menutup sambungan telfonnya dengan pembantu dirumah nya –sepertinya-

“gimana? Tawaran pulang bareng gue masih berlaku loh.” Goda Rio menaik turunkan alisnya. Ify melihat kesekeliling sekolah. Dilihatnya cewek-cewek sekolahan menatap tajam kepadanya.

Sebenarnya Ify mau dianter pulang sama Rio. Siapa sih yang bisa nolak tawaran cowok seganteng Rio? Tapi Ify takut karena dari tadi tatapan cewek-cewek sekolahan melihat kearah dia tajam.

“hmm.. gimana ya Yo?” jawab Ify ragu.

“tunggu apa lagi? ayo naik.” Kata Rio.

“ngerepotin ga nih?” tanya Ify.

“Ck.. ya engga lah Ify. Kita udah sekelas 3 tahun dan sekarang lo masih ngerasa segan sama gue?” jawab Rio.

“bukan gitu Yo, tapi coba liat ke sekeliling kita deh. Gue takut.” Kata Ify berbisik pelan kepada Rio. Rio langsung menoleh ke segala arah sekolah. Kini Rio mengerti maksud Ify.

“ga bakalan dan ga usah takut. Buruan naik. Udah sore nih.” Ajak Rio. Kali ini Ify pasrah saja dan naik ke cagiva hijau milik Rio. Langsung Rio melajukan motornya meninggalkan sekolah menuju rumah Ify.

Ify takut berpegangan pada Rio, dia lebih memilih memegang rok nya kuat karena dia ga biasa naik motor. Rio melihat tingkah lucu Ify seperti itu dari kaca spion motornya. “lucu lo. baru kali ini ada cewek yang ga pegangan sama gue.” Batin Rio. Dia senyum-senyum sendiri melihat tingkah lucu Ify.

Bersambung…

Eciee Ify dianterin pulang sama Rio. RFM mana nih RFM :p next part 2 guys. Jangan lupa follow twitter aku juga ya @elviraeryos thxbfr ;)

(new cerbung) You Are My Dream Sinopsis


-IFY-
Alyssa Saufika Umari yang lebih akrab dipanggil Ify. gadis yang berdagu panjang, wajah tirus dengan memakai behel dan kaca mata. Gadis ini bisa dibilang gadis cupu. Ya, seperti itu lah julukan teman-teman sekolah kepada dirinya. Sudah 3 tahun ini Ify suka dengan cowok yang bernama Mario Stevano Aditya Haling yang biasa dipanggil Rio. Seorang the most wanted boy SMA Indonesian High School dan juga Ketus OSIS merangkap Kapten Basket cowok. Sudah 3 tahun ini juga Ify selalu sekelas dengan Rio. Ify punya 3 sahabat, nama nya Shilla, Sivia dan Agni. Ify juga bisa bermain Piano dan menyanyi namun dia tidak berprestasi dalam bidang menyanyi seperti Sivia.

-RIO-
Mario Stevano Aditya Haling yang lebih akrab disebut Rio. Seorang the most wanted boy SMA Indonesian High School, Ketua OSIS, dan juga Kapten Basket cowok. Cowok ini banyak di gila-gilai cewek satu sekolahan. Rio terkenal sangat cuek bahkan sangat dingin dengan yang nama nya cewek terkcuali dengan cewek yang sudah lama dikenalnya. Rio punya tiga sahabat, nama nya Gabriel, Alvin dan Cakka. Rio juga Bisa bermain Gitar dan nyanyi.

-Shilla-
Gadis cantik, modis, putih, kaya dan juga memakai behel. Namun dia tetap terlihat cantik dan modis dengan behel nya. Shilla juga bisa dibilang cewek cantik dan populer disekolah. Cowok sekolahan juga banyak yang naksir sama dia. Siapa yang menyangka kalo cewek feminim seperti Shilla bisa main gitar dan piano? Yap, Shilla hebat bermain gitar dan piano. Shilla juga bisa menyanyi walaupun tak sehebat Sivia.

-Sivia-
Gadis ini terkenal gadis imut, manja, chubby namun banyak yang naksir sama dia. Sivia juga terkenal disekolah seperti Shilla karena bakat menyanyi nya yang sangat patut diakui. Sivia juga sering menjuarai lomba menyanyi.

-Agni-
Gadis tomboy dan juga Kapten Basket cewek. Agni juga terkenal di sekolahan karena dia sering menjuarai lomba basket tim cewek. Walaupun tomboy, Agni tak kalah cantiknya dengan cewek-cewek lain. Bahkan Cakka sahabat Rio yang terkenal Playboy sangat tergila-gila dengan Agni. Agni juga jago main gitar dan juga bisa nyanyi.

-Gabriel-
Cowok tinggi, hitam manis dan juga menjadi the most wanted boy sekolahan. Gabriel sama dengan Rio. Sama-sama anak basket, namun Gabriel bukan kapten basket. Gabriel juga bisa main gitar dan nyanyi.

-Alvin-
Cowok tinggi, putih, sipit seperti orang Korea dan juga menjadi the most wanted boy sekolahan seperti Rio dan Gabriel. Alvin juga anak basket tapi ga jadi kapten. Alvin punya suara bagus dan unik. Tak heran Alvin sering menjuarai perlombaan nyanyi.

-Cakka-
Cowok tinggi,putih dengan senyuman mautnya yang mampu membuat semua cewek-cewek teriak histeris. Cakka juga the most wanted boy sekolahan dan juga anak basket. Cakka jago main gitar, piano dan juga bisa nyanyi.

-Defa-
Cowok putih, chubby dan imut-imut ini adik nya Ify. Defa dan Ify beda 3 tahun. Ify kelas XII sedangkan Defa kelas IX. Defa punya sahabat nama nya Ozy. Mereka sudah sahabatan dari SD.

-Ozy-
Cowok berambut gondrong ini sahabat Defa dari SD. Mereka berdua kompak banget. pas kelas VII mereka sekelas dan pas kelas VIII mereka pisah kelas. Saking kompaknya, Ozy minta pindah ke kelas Defa. Jadilah mereka berdua sampai kelas IX sekarang ga bisa dipisahkan. Ozy punya kakak cowok, nama nya Rio. You know lah siapa :p

Sahabat Jadi Cinta *14


Kini Shilla da Ify sudah berada dirumah Shilla. Mereka membaringkan badan dulu di sofa ruang tamu Shilla.

“Fy, ke kamar yuk?” ajak Shilla.

“ngg.. ga usah deh Shil disini aja” jawab Ify sedikit gelagapan. Shilla mengangguk saja.

“ya udah, gue ganti baju dulu Ya. Gerah..” kata Shilla yang diangguki Ify. Lalu Shilla pergi ke kamar nya.

Ify memperhatikan Shilla dengan seksama memastikan Shilla sudah masuk kamar apa belum. Setelah dilihatnya Shilla sudah masuk kamar dan tutup pintu, dengan cepat Ify langsung mengambil handphone nya dan menelfon seseorang.

“hallo.. lo dimana? Buruan kesini. Keburu Shilla tidur nih” kata Ify cepat kepada seseorang disebrang sana.

“……………”

“yaudah, buruan” lalu Ify menutup sambungan telfonnya dengan seseorang disebrang sana.

*

Gabriel sibuk memainkan aplikasi twitter di handphone nya sedangkan Rio masih sibuk konsentrasi mengendarai mobil.

Tiba-tiba handphone Rio berbunyi menandakan ada telfon masuk. Dilihat nya nama yang tertera di layar handphone nya. Agak lama dia mengangkat karena ragu ada di Gabriel disamping nya sekarang.

“berisik. Kenapa ga lo angkat aja?” kata Gabriel yang merasa terganggu dengan bunyi handphone Rio.

“iya iya” jawab Rio.

“……………………..” belum sempat Rio berbicara, suara cempreng disebrang sana sudah lebih dulu ngoceh.

“lo ngomong kayak orang kesurupan aja. Iye sabar aja” jawab Rio.

“……………” lalu sambungan telfonnya langsung berakhir.

“siapa Yo?” tanya Gabriel.

“kepo lo” jawab Rio.

“ck..” desis Gabriel menyesal kenapa dia harus bertanya seperti itu.

*

10 menit setelah Ify menelfon tadi, sebuah mobil datang dan sudah terparkir di halaman rumah Shilla. Shilla sendiri masih di kamar dan nganggurin Ify dari tadi.

Dengan cepat Ify langsung menghampiri dua cowok yang baru keluar dari mobil. Satu tersenyum kepada Ify, yang satu lagi menatap Ify dan Rio bingung. Dua orang cowok yang datang itu tak lain adalah Rio dan Gabriel.

“lama banget lo berdua dateng. Bosen nih gue dari tadi dianggurin si Shilla” kata Ify sambil memanyunkan bibirnya.

“ya maap Fy. lo kayak ga tau Jakarta aja” jawab Rio menghampiri Ify yang berdiri di depan pintu rumah Shilla. Diikuti Gabriel dibelakang Rio yang masih bertanya-tanya kenapa tumben-tumbennya dia dibawa ke rumah Shilla tanpa diberi tahu tempat tujuan dari awal.

“ngapain kesini Yo? Kalo kesini mah ga perlu pake rahasia-rahasiain tempat nya segala kali” kata Gabriel.

“jadi Rio ga kasih tau lo Iel kalo mau kesini?”tanya Ify. Gabriel menggeleng.

“sorry sorry. Emang kalo gue bilang mau kesini, lo mau ikutan dengan keadaan perang dingin gini?” jawab Rio. Gabriel hanya nyengir saja.

“ya udah yuk masuk aja dulu. Tungguin Shilla. Kayaknya dia lagi mandi deh” ajak Ify yang diangguki Gabriel dan Rio. Mereka bertiga memilih duduk di ruang tamu rumah Shilla dulu.

Gabriel menurut saja di ajak duduk. Namun perasaan nya cemas. Takut nanti Shilla akan dingin lagi jika Shilla tahu ada dirinya disini.

*

Shilla baru keluar kamar mandi di kamar nya. Tadi waktu ganti baju, dia langsung kefikiran buat mandi. Karena gerah, Shilla memilih mandi saja. Ketika Shilla melewati jendela kamar nya, dilihatnya ada sebuah mobil yang taka sing lagi bagi nya sudah terparkir di halaman rumahnya.

“loh? Itu mobil Rio kan? Dia ada disini? Kapan dateng nya?” kata Shilla. Segera Shilla bersiap-siap lalu keluar kamar nya dan menuruni tangga berniat menghampiri Ify di ruang tamu.

“Fy.. itu kok ada Mobil Ri…” tanya Shilla berteriak karena belum sampai ke ruang tamu. Tapi perkataan Shilla terputus karena ketika sampai di ruang tamu, kaki Shilla terhenti melihat siapa yang kini sedang duduk di ruang tamu nya.

“Iel? ngapain dia disini? Ada Ify lagi duh gue harus gimana ya? Ngusir? Ga enak juga..” batin Shilla. Dia masih diam mematung berdiri.

“ha.. hai Shil” sapa Gabriel gelagapan. Kini dia pasrah saja apa reaksi Shilla nanti.

Seketika Shilla langsung tersadar dari lamunan nya. Dia hanya mengangguk membalas sapaan Gabriel.

“Fy, sejak kapan Rio ada disini?” tanya Shilla.

“Shilla Cuma nanyain Rio doang? Gue engga?” batin Gabriel.

“baru kok Shil. Dia sama Iel juga” jawab Ify.

Shilla hanya membulatkan mulutnya ber O ria. Shilla memilih duduk di samping kiri Ify menjauh dari Gabriel. disamping kanan Ify ada Rio, lalu Gabriel. suasana ruang tamu hanya sunyi senyap tanpa suara. Ify yang merasa sekarang waktu yang tepat, menyenggol siku Rio.

Rio menatap Ify seakan-akan bertanya “apaan?”.

Ify memberi kode “sekarang”. Rio mengangguk tanda mengerti maksud Ify.

“hmm.. Iel” kata Rio.

“hmm.. Shil” kata Ify.

“apa?” jawab Gabriel dan Shilla barengan.

Rio memilih tidak menjawab pertanyaan Gabriel. dia memberi kesempatan untuk Ify dan Shilla berbicara berdua dan didengar oleh Gabriel.

“gue boleh nanya?” tanya Ify hati-hati. Shilla mengernyitkan dahi nya sebentar lalu dengan ragu mengangguk.

Ify menghela nafas sebentar “hmm… lo sebenernya kenapa sih?” tanya Ify.

“kenapa apanya?” tanya Shilla tak mengerti.

“oke. Gue ga mau basa-basi lagi. lo sebenernya ada problem apa sama Iel sampe-sampe lo ngejauhin dia beberapa hari ini” tanya Ify to the point.

Shilla terdiam. Dia bingung harus jawab apa “mampus gue harus jawab apaan nih? Masa iya gue bilang gue ngejauhin Iel gara-gara Ify? Ga mungkin banget gitu” batin Shilla.

“Shil?” tanya Ify lagi membuyarkan lamunan Shilla.

“eh iya Fy? lo nanya apaan tadi? Gue rada ngantuk dikit nih” alibi Shilla sambil pura-pura menutup mulutnya seperti menguap.

Ify menghela nafas sebentar “jujur Shil. Lo ngejauhin Iel gara-gara gue kan?” telak Ify. Sontak Shilla kaget tak bisa berkata-kata lagi. Ify menatap Shilla tajam dan penuh selidik.

“If.. Ify tau dari mana kalo alasan gue sebenernya itu?” batin Shilla kaget.

Gabriel dan Rio yang mendengar perkataan Ify barusan juga tak kalah kagetnya. Rio sendiri belum tahu apa-apa tentang ini. Ify hanya memberitahu Rio tentang rencana mereka membuat Shilla dan Gabriel akur lagi.

“ma.. maksud lo apa Fy?” tanya Gabriel tak mengerti. Ify tidak menjawab pertanyaan Gabriel. Ify masih terus menatap Shilla tajam.

“jujur Shil” kata Ify lagi agak keras.

“lo ngomong apaan sih Fy? gue ga ngerti” elak Shilla.

Ify berdiri dari duduk nya. Dia sudah emosi kali ini dengan Shilla yang menurutnya tindakan Shilla kali ini sangat bodoh dan tidak masuk akal “lo pura-pura bego atau emang bego?” sinis Ify.

“serius. Gue ga ngerti sama kata-kata lo tad…” perkataan Shilla terputus karena disela Ify.

“lo masih belum jujur Shil? Apa perlu gue sebut semuanya di depan Iel sekarang?” kata Ify. Kini Shilla tertunduk dan perlahan sebulir air mata bening jatuh di pipi Shilla.

“Oke kalo itu mau lo. tadi pas lo pergi dari kantin, gue ngikutin lo sampe taman belakang. Lo nangis kan disana? Dan gue denger sendiri lo bilang…” kini perkataan Ify yang terputus karena disela Gabriel.

“cukup Fy, cukup” bentak Iel. Dia tidak tega melihat Shilla yang kini mulai terisak tangis. Gabriel kini berpindah duduk kesamping Shilla. Rio yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa menyaksikan drama mini gratis ini (?)

“udah Shil, udah jangan nangis ya. Walaupun gue ga tau apa salah gue yang bisa bikin lo ngejauh sama gue, gue minta maaf. Beribu maaf” bisik Gabriel lembut menenangkan Shilla.

Mendengar ucapan tulus Gabriel, Shilla mengangkat kepalanya perlahan lalu menatap Gabriel lemah “lo ga marah sama gue? ga marah gara-gara gue ngejauhin lo? cuekin lo?” tanya Shilla tak percaya. Gabriel menggeleng dan tersenyum. Perlahan kedua tangan Gabriel menyentuh pipi Shilla. Dengan lembut, dia hapus air mata yang sudah membasahi pipi Shilla. Shilla masih menatap Gabriel tak percaya.

Bersambung…