Selasa, 09 Juli 2013

Rival In Love *15


@mobil Gabriel

Tangan kiri Shilla menggenggam bb nya dan tangan kiri Shilla sibuk menggenggam iPhone nya. Shilla sudah seperti orang super sibuk dari tadi sampai-sampai dia tidak sadar bahwa Gabriel duduk disamping nya.

Di bb Shilla sibuk membalas bbm dari teman-teman nya sedangkan di iPhone Shilla sibuk membuka aplikasi twitter dan membalas mention-mention dari Shivers *fans Shilla* dan juga Shilla baru mengupdate foto di instagram. Kadang raut wajah Shilla berubah senang kadang berubah sedih membaca comment-comment foto di instagram nya.

“sibuk banget lo” sindir Gabriel.

“hmm..” jawab Shilla acuh.

“lagi ngapain sih lo?” tanya Gabriel sedikit mengintip ke iPhone Shilla.

“apa sih.. kepo”

“ye…”

Lalu Gariel meraih handphone nya yang bergetar. Dia membaca pesan dari Rio.

“Shil..”

“hmm”

“kita ga langsung pulang ya”

“kenapa?”

“si Rio ngajak jalan nih”

“oh yaudah”

Gabriel lama-lama kesal juga dengan sikap cuek Shilla. Dia merasa keberadaan nya tidak dianggap.-.

*

Rio menghentikan mobilnya di pinggir pantai. Dilirik nya Ify yang sudah terlelap sedari tadi karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh *jangan tanya ini dipantai mana*

Rio memandang wajah Ify sebentar dan menyunggingkan senyum nya “lucu juga lo kalo lagi diem gini” gumam Rio.

“Fy.. udah sampe” panggil Rio lembut membangunkan Ify. Ternyata tidak susah membangunkan Ify tidur, baru dibangunkan begitu saja dia sudah bangun.

“eh udah sampe ya, Yo?” tanya Ify masih mengucek-ngucek mata nya memperjelas pemandangannya. Rio mengangguk.

“ini dima… na.. pantai? Kita di pantai? Ngapain?” baru Ify ingin bertanya ini dimana, dia langsung sadar bahwa kini mereka berada di pantai.

“ntar juga lo tau. Udah.. mending sekarang kita turun aja” Rio keluar mobil duluan dan di ikuti Ify. Mereka berjalan menuju ke tepi pantai. Ify mengembangkan kedua tangannya menikmati sejuk nya angin pantai.

“indah banget, Yo” kata Ify. Rio hanya tersenyum melihat Ify yang begitu senang.

“eh iya, yang lain ga ikutan?” tanya Ify.

“ikut kok. Paling bentar lagi dateng. Mending kita duduk disana aja yuk sekalian liatin matahari tenggelam” ajak Rio. Ify mengangguk lalu mengikuti langkah Rio ke tempat yang ditunjuk Rio tadi. Tepatnya di bawah pohon yang ada di tepi pantai.

Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari mereka berdua selama duduk di bawah pohon.

“menurut lo kontrak ini freak ga sih?” tanya Rio membuka pembicaraan.

“freak? Maksud lo?” tanya Ify tak mengerti.

“iya. Satu sekolahan kan pada tau gimana redbag sama blink sehari-hari nah tiba-tiba aja ada kabar redbag sama blink pacaran. Ga masuk akal banget kan?”

“iya juga sih. ditambah lagi kalo pas kita konferensi pers nanti ada wawancara yang nanya ‘kok pacaran nya bisa serentak? Kenapa pas lima pasang gitu?’ pasti ada yang nanya gitu. Wartawan kan pada rese”

“iya ya? Udah ah ga usah dipikirin begituan. Serahin aja sama leader redbag. Buat apa ada Gabriel coba? Haha” jawab Rio enteng.

“dasar lo” kata Ify ikut sedikit tertawa seraya memukul pundak Rio pelan.

“Hayooo lo berdua pada mesraan disini” kaget Cakka begitu dia dan Febby datang dan mendapati Ify dan Rio sedang asik berbincang berdua di bawah pohon.

“sialan lo ngangetin aja” gerutu Rio.

“eh yang lain belum pada dateng ya? Kok Cuma kalian berdua aja yang keliatan?” tanya Febby.

“iya nih. Yang lain pada ngaret” jawab Ify. Lalu mereka berbincang berempat dibawah pohon tempat Ify dan Rio duduk tadi. Mereka berbincang seperti sahabat lama, bukan seperti musuh yang karena paksaan bersikap baik.

“wes ma bro Rio, ma bro Cakka” sapa Alvin dan Debo barengan.

“eh lo berdua udah dateng? Cewek-cewek lo pada kemana?” tanya Cakka.

“cewek? Oh.. tuh beli minum dulu kata di warung” jawab Debo.

“kayaknya ada yang kurang ya? Gabriel sama Shilla belom dateng?” tanya Alvin.

Rio, Cakka, Ify dan Febby menggeleng “tau tuh anak berdua lama banget” kata Rio.

“pacaran dulu kali” timpal Ify.

“hai hai semua”  teriak Sivia dan Pricilla dari kejauhan menghampiri Rio, Cakka, Alvin, Debo, Ify, dan Febby.

“please deh Pris, Vi, suara kalian itu cempreng. Jangan teriak-teriak dong” protes Febby sambil menutup kuping nya. Pricilla dan Sivia memanyunkan bibir mereka.

“ah elo Feb. suara indah gini dibilang cempreng” bela Pricilla.

“bener tuh. Suara gue kan lembut selembut hatiku” kata Sivia genit.

“hati lo lembut? Lembek yang ada” sinis Alvin.

“ih apa sih lo. jangan cari ribut lagi deh” balas Sivia.

“Vi, Pris, kalian ga beliin minum buat gue, Febby sama Shilla nih” tanya Ify.

“ada dong. Nih Fy” kata Sivia memberikan sebotol minuman segar kepada Ify.

“aku?” tanya Febby menunjuk dirinya.

“buat lo ga ada. Wleek” canda Pricilla.

“ih Prissy” Febby memasang wajah cemberut.

“haha jelek lo kayak gitu Feb. ini nih buat lo” akhirnya Pricilla memberikan sebotol minuman kepada Febby.

“eh Shilla belum dateng ya?” tanya Sivia entah kepada siapa. Yang penting dia mendapat jawaban.

“belum” jawab Rio, Cakka, Alvin, Debo, Ify dan Febby serentak. Sivia dan Pricilla hanya manggut-manggut saja.

Bersambung…


2 komentar: