Selasa, 09 Juli 2013

Dua Hati *6


SKIP

TEEETTT

Bel istirahat pun sudah berbunyi. Murid-murid yang semula nya mengantuk dengan pelajaran yang dihadapinya, seketika langsung menjadi segar bugar ketika mendengar bunyi bel istirahat.

“Fy, ke kantin yuk” ajak Shilla. Ify mengangguk senang karena baru hari pertama saja dia sudah punya tiga teman yang baik-baik.

Kini Ify, Sivia, Shilla dan Angel berjalan berempat menuju kantin. Tak sedikit orang yang melihat mereka berempat berjalan. Ada perasaan iri di hati mereka ketika melihat Sivia, Shilla dan Angel bisa berteman dengan Ify sang Pewaris tunggal Keluarga Burhan.

Sesampai nya dikantin, mereka melihat tidak ada meja yang tersisa satupun untuk mereka. mereka kebingungan karena cacing-cacing diperut mereka meronta-ronta ingin diberi asupan gizi.

“gimana nih, meja udah pada penuh” gumam Angel. Ify, Sivia dan Shilla juga ikutan bingung.

Seketika ide cemerlang pun muncul di otak Sivia, Shilla dan Angel. Serentak mereka menatap penuh harap kepada Ify. Ify langsung mengerti akan tatapan ketiga teman baru nya itu.

“kenapa? Minta gue ngusir mereka biar kita bisa duduk? ga. Gue ga mau manfaatin kekuasaan gue disini. Kita semua sama. Mereka juga punya hak yang sama” tolak Ify mentah-mentah. Seketika raut wajah kekecewaan terlintas di wajah ketiga teman baru Ify.

“lo bener juga Fy. salut gue sama lo yang ga sombong. Tapi sekarang kita mau duduk dimana coba?” kata Shilla.

Ify berpikir sebentar “gue ga mau sih sebenernya manfaatin kekuasaan gue. tapi…. Masa iya dihari pertama sekolah gue ga makan sih?” batin Ify.

“kalian mau duduk dimana?” tanya Ify kepada ketiga temannya.

“lo mau ngapain? Mau ngusir mereka? katanya ga mau manfaatin…” belum selesai Sivia berbicara, Ify langsung berjalan duluan entah kenapa. Sivia, Shilla dan Angel bingung sendiri dan memilih mengikuti Ify saja kenapa Ify pergi.

Ternyata Ify menuju ke meja dimana ada tiga orang cowok duduk. Yap, mereka adalah Rio, Gabriel dan Cakka.

“hai, gue boleh duduk disini?” tanya Ify kepada tiga cowok itu. langsung mereka mendongakan kepala melihat siapa empu nya suara yang menyapa mereka tadi. Gabriel kaget ketika melihat Ify sang pewaris tunggal keluarga Burhan menghampiri meja nya.

Cakka hanya stay cool saja sambil mengaduk-aduk jus jeruk nya. sedangkan Rio menatap Ify tajam seperti tidak suka akan keberadaan Ify.

“lo.. lo.. lo..” Gabriel gagap seketika sambil menunjuk Ify.

“iya. Gue Ify. Gimana? Boleh?” tanya Ify lagi. kini dibelakang Ify sudah berdiri Sivia, Shilla dan Angel yang sedang merutuki Ify. Kenapa harus ke meja Rio CS sih? Rio CS adlaah the most wanted boy di SMA International High School dan juga Papa Rio adalah penyumbang terbesar di sekolah ini.

“lo ga bisa cari tempat duduk lain?” sinis Rio. Seketika Ify terdiam. Ketiga teman Ify langsung menghembuskan nafas. Benar dugaan mereka, Ify akan kena sinisan Rio.

“lo ga liat tempat duduk pada penuh semua. Dan Cuma meja lo yang penghuni nya dikit” jawab Ify tak kalah sinis.

“duduk aja” kata Cakka akhirnya membuka suara. Namun masih menatap gelas jus nya. Ify tersenyum penuh kemenangan kepada Rio. Ketiga teman Ify tak percaya bahwa Cakka yang terkenal dingin kepada cewek mau mengizinkan mereka duduk satu meja dengan Rio CS? Selama ini menurut mereka Impossible.....

Ify langsung duduk dan disusul ketiga temannya. Gabriel bersiap-siap berdiri untuk pergi dari meja itu “loh? Elo kenapa pergi?” tanya Ify heran melihat Gabriel ingin berdiri.

“eh.. ngg.. itu… anu.. gue udah kenyang. Iya udah kenyang” alibi Gabriel seraya menggaruk-garuk tengkuk nya yang tak gatal. Ify mengerti bahwa Gabriel sebenarnya hanya mematuhi perintah Miss Winda tadi. ‘dimana pun Ify mau duduk, terserah dia. Kalian harus siap-siap pindah jika Ify ingin duduk dibangku kalian”. Dan Ify meyakini itu.

“kenyang? Yakin lo kenyang? Tuh makanan belom abis” kata Ify menunjuk mangkok mie ayam Gabriel yang masih sisa setengah lagi.

“beneran kok udah kenyang. Ga nafsu lagi” jawab Gabriel kekeuh.

Ify menarik tangan Gabriel “udah.. mending sekarang lo duduk lagi, makan lagi tuh mie ayam lo. duduk aja disini, gapapa kok. Ga masalah juga sama gue mau duduk sama siapa pun. Emang ada gitu Cuma karena kedudukan semuanya dibeda-bedain?” kata Ify.

Mendengar perkataan Ify yang begitu rendah hati, Rio, Gabriel dan Cakka menatap Ify penuh tanya. Tak percaya bahwa Ify benar-benar penerus dari keluarga Burhan. Biasanya cewek seumuran Ify dan sekaya Ify itu sifatnya sombong, angkuh, sok kecantikan, suka beda-bedain teman.

Sivia, Shilla dan Angel yang sudah tahu sifat rendah hati Ify hanya senyum-senyum saja melihat ekspresi Rio CS yang menganga tak percaya itu.

Ify menatap heran kepada Rio CS “lo bertiga ngapain ngeliatin gue gitu? Kenapa? Gue cantik? Biasa aja kali ngeliatinnya. Gue emang cantik” kata Ify kepedean. Mendengar kata-kata Ify yang terlalu kepedean lamunan Rio CS langsung terbuyarkan.

“gila ya. Penerus keluarga Burhan pede nya tinggi banget. Ga yakin gue lo beneran penerus dari Om Burhan” sinis Rio. Om Burhan?

“Om Burhan? Maksud lo.. lo kenal Papi gue?” tanya Ify.

“kenal lah. Emang lo ga tau? Papi lo sama bokap gue itu sahabatan dari SMA” jelas Rio singkat dan masih dengan nada dingin nya. Ify manggut-manggut saja.

Cakka jadi senyum-senyum sendiri melihat tingkah Ify yang ceria dan periang “baru kali ini gue liat cewek ga jaiman kayak dia. Walaupun dia pewaris sah dari keluarga Burhan, tapi dia ga sombong sama sekali” batin Cakka.

“Fy, lo beneran pewaris sah dari keluarga Burhan?” tanya Gabriel tanpa berpikir-pikir dulu jika dia bertanya, si empu yang ditanya akan tersinggung atau tidak. Sivia yang duduk berhadapan dengan Gabriel, langsung menendang kaki Gabriel dari bawah meja.

Entah kenapa, Ify tidak marah sama sekali jika ditanya seperti itu. dia merasa Pak Restu dan Buk Rini adalah orang tua kandung nya “emang kenapa? Kalo iya, lo bakalan macarin gue gitu? Trus lo mau morotin gue minta beliin ini-itu? trus ntar udah dapet semuanya, lo mutusin gue. gitu?” kata Ify ceplas-ceplos.

“ya kagak gitu juga kali. Tapi kalo boleh sih, gue juga mau kali dapet pacar kayak gitu” jawab Gabriel enteng. Lagi-lagi dia mendapat tendangan dari Sivia.

“udah lah Fy, orang sarap kayak Gabriel aja lo ladenin. Lo mau pesen apa?biar gue sama Shilla yang pesen” kata Angel. Ify berpikir sebentar. Dia tidak tahu apa saja makanan yang ada di kantin.

“terserah lo berdua deh. Gue dikasih apa aja juga gue makan. Yang enak aja. Kan lo berdua yang tau makanan yang enak disini apa aja” jawab Ify.

“gue kasih makan sisa kucing gue mau juga lo?” canda Shilla.

“ya kagak lah. Makan apa aja tuh maksud nya ga ada pantangan makanan gitu” jawab Ify. Shilla manggut-manggut saja.

“lo Vi, mau makan apa?” tanya Shilla kini kepada Sivia.

“samain sama lo berdua aja deh” jawab Sivia lalu Shilla dan Angel pergi memesan makanan untuk mereka berempat.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar