Sesampai nya di kamar, Ify semakin terbelalak
tak percaya melihat kamar baru nya. Kamar baru nya yang berwarna putih diberi
wallpaper pink pulkadot di dua sisi dinding kamar nya. Di dalam kamar nya ada
meja belajar berwarna putih. Diatas meja terdapat sebuah laptop berwarna pink.
Disebelah pintu masuk terdapat sebuah lemari
besar berwarna pink putih dengan pintu dorong dan dipintu terdapat cermin
besar.
“Mi, Pi. Ini kamar Ify?” tanya Ify tak percaya.
Mami dan Papi mengangguk mantap “iya sayang. Ini kamar kamu. Gimana? Suka?”
tanya Mami.
Ify mengangguk mantap “suka Mi. suka banget.
Warna kesukaan Ify juga. Ini lebih dari cukup lagi Mi kamar nya. Gede banget”
kata Ify. Dia berjalan perlahan menyusuri kamar baru nya dan diikuti Mami dan
Papi.
“ini belum seberapa Ify. Masih ada lagi loh”
kata Mami lalu memberi kode kepada dua orang pelayan yang sedari tadi sudah
berdiri di kamar Ify.
Ify melihat rekasi kedua pelayan itu. kedua
pelayan itu menuju sebuah ruangan lain di dalam kamar. Ternyata sebuah
perpustakaan. Ify kaget tak percaya ada perpustakaan di dalam kamar nya ini.
selama ini saja jangankan perpustakaan, kamar mandi saja tidak ada di kamar
nya.
“i.. ini perpustakaan Mi, Pi?” tanya Ify heran.
Mami dan Papi mengangguk.
“Masih ada lagi Fy” ujar Papi. Ify hanya
mengikuti saja kemana dua orang pelayan itu pergi.
Kedua pelayan itu kembali membuka sebuah pintu
menuju sebuah ruangan lagi. ternyata sebuah ruangan yang isi nya dua buah
lemari besar. Tak kalah besar dengan lemari di kamar nya tadi.
“ini ruangan apa Mi, Pi?” tanya Ify.
“Surti, Ijah buka” suruh Papi kepada dua
pelayan itu.
Dengan sigap mereka berdua membuka lemari besar
itu. Surti membuka lemari berwarna putih. Isi nya boneka-boneka, accessories
warna-warni, berbagai sepatu mulai dari sepatu sekolah yang bermerk dan
bermodel, flat shoes dengan berbagai warna dan high heels. Ify ternganga
melihat semua bvarang-barang yang memenuhi lemari itu.
Lemari yang dibuka oleh Ijah isi nya baju-baju
model zaman sekarang, kacamata, gadget seperti laptop dengan berbagai merk,
handphone mulai dari yang qwerty hingga ke touchscreen, SLR dengan berbagai
merk, dan ada 5 kunci yang tergantung di dalam lemari. Ify bertanya-tanya kunci
apa itu?
“i.. ini buat Ify semua Mi, Pi?”
“iya sayang. Ini buat kamu. Gimana? Ada yang
kurang? Kamu mau apa? kita shopping nanti? Atau.. ke salon? Atau apa? bilang
sama Mami kamu mau apa?” jawab dan tanya Mami.
Ify menggeleng “engga Mi engga. Ini malahan
udah lebih dari cukup Mi. itu kunci buat apa?” tanya Ify menunjuk 5 kunci yang
ada di dalam lemari yang dibuka Ijah.
“oh itu. Itu kunci mobil buat kamu sayang. Kita
ke garasi sekarang aja yuk? Kita lihat mobil nya” ajak Mami. Ify menganga tak
percaya bisa mendapatkan semua ini. dia tidak pernah membayangkan semua ini.
lalu Ify mengangguk mengiyakan lalu mengikuti langkah Mami dan Papi nya menuju
garasi mobil.
*
Ify semakin menganga tak percaya melihat 5
mobil sport yang bertengger di garasi itu. semuanya kinclong-kinclong.
“mobil buat Ify, Mi? yang mana?” tanya Ify.
“semuanya” jawab Mami dan Papi Ify serentak.
Mata Ify membelalak, mulutnya menganga. Dia tidak percaya ke lima mobil itu
miliknya.
“semuanya?” tanya Ify memastikan. Mami dan Papi
mengangguk. Ify sudah tahu pasti jumlah mobil itu. ada 5.
“trus buat Mami sama Papi mobil yang mana?”
tanya Ify lagi.
“ada di garasi satu lagi sayang. Ini garasi
sengaja khusus buat mobil-mobil kamu aja. Dan kunci nya yang tadi kegantung di
lemari kamu” jelas Papi. Ify mengangguk tanda mengerti.
“tapi Ify ga bisa bawa mobil Mi, Pi”
“itu gampang. Papi udah telfon guru mengemudi
buat kamu. Guru yang handal. Minggu depan dia baru bisa datang dari Paris. Jadi
menjelang guru kamu datang, kamu kesekolah nanti akan diantar-jemput sama Mang
Trisno” jelas Papi.
Ify mengangguk tanda mengerti. Dia masih
mencerna semua nya di otak. Masih tak percaya walau ini sebenarnya memang
kenyataan, bukan mimpi.
*
Keluarga Burhan sedang makan malam special
dirumah nya kini. mereka merayakan kedatangan Ify malam hari ini. walaupun
makan malam special yang dimaksud hanya mereka bertiga saja. Pak Restu Burhan,
Buk Rini Burhan beserta Ify.
“enak Fy?” tanya Mami kepada Ify. Dia melihat
Ify makan dengan sangat kahap. Seperti orang tidak makan seminggu (?)
Ify mengangguk saja karena masih sibuk dengan
makanan lezat dihadapannya ini. Ify makan dengan semangat 45 (?)
“oh iya, kamu jangan sungkan-sungkan ya dirumah
ini. mulai sekarang, ini rumah kamu Fy. dan kalau kamu butuh apa-apa, tinggal
panggil Bi Inah, Bi Surti, Bi Ijah, Bi Sumi. Dan kalau kamu mau kemana-mana,
kamu tinggal minta anter aja sama Mang Trisno, Mang Karyo, Mang Tarno. Mereka
bertujuh udah Mami utus buat ngurus dan jagain kamu. Dan ada juga 4 bodyguard
yang udah Mami utus buat ngejagain kamu dari segala kebahayaan” jelas Mami.
Mendengar semua deretan nama dan penjelasan
Mami tadi, Ify tersedak “uhuk… uhuk..” dengan sigap Ify meraih segelas air
putih disebelah nya.
“kamu gapapa Fy?” tanya Mami cemas.
“ga.. gapapa kok Mi. Ify Cuma keselek aja”
jawab Ify setelah tenggorokan nya sudah baikan.
“makanya, kamu tuh makan hati-hati. Besok Mami
masukin kamu ke sekolah kewanitaan. Biar kamu ga kayak tadi lagi” ujar Mami.
Papi hanya geleng-geleng kepala saja melihat istri dan anak nya seperti itu.
Ify hanya memanyunkan bibir saja. Tidak pernah terbayangkan dibenak nya masuk
sekolah kewanitaan.
*
Pagi ini Ify sudah bersiap-siap berangkat ke
sekolah baru nya. Kini Ify sedang mematut dirinya di depan cermin kamar nya.
Dia memandangi dirinya dengan seragam barunya.
“gue ga mimpi kan?” tanya Ify sendiri kepada
cermin. Bodohnya Ify, dia bertanya kepada cermin. Sudah jelas tidak akan ada
jawaban.
TOK TOK TOK
Pintu kamar Ify diketuk seseorang dari luar.
Sedikit-sedikit Ify mengerti. Dia pernah melihat di sinetron-sinetron jika ada
yang mengetuk pintu kamar, maka si empu nya kamar akan menjawab ‘masuk’ dan
yang mengetuk pun akan masuk.
“Masuk..” kata Ify. Benar saja dugaan nya.
Seseorang yang mengetuk pintu kamar Ify pun membuka pintu kamar Ify dan masuk.
Ternyata seorang pelayan yang di duga Ify Bi Sumi.
“Bi.. Sumi ya?” tanya Ify memastikan. Wanita
paruh baya itu mengangguk.
“iya nyonya, saya Bi Sumi”
“ada apa Bi?”
“Nyonya besar sudah menunggu di mobil. Katanya
Nyonya muda diminta segera ke mobil sekarang”
“kok cepet banget Bi? Bukannya kata Mami tadi
jam tujuh kurang 15? Ini baru setengah enam loh Bi”
“saya ga tau Nyonya, tadi Nyonya besar yang
bilang gitu”
“ya udah Bi. Bilang ke Mami ya, bentar lagi aku
turun” Bibi mengangguk patuh lalu keluar dari kamar Ify dan menutup pintu kamar Ify.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar