@
taman belakang sekolah
“oke. Sekarang kegiatan bebas” kata Dicky
memberitahu kepada SISFP. Raut wajah SISFP sudah berseri-seri karena mereka
pikir untuk hari ini mereka akan terlepas dari lima cowok ngeselin ini. tapi
ternyata…
“jangan seneng dulu. Kegiatan bebas bukan
berarti kalian free. Bebas dalam artian buat kakak pembimbing masing-masing.
Buat kakak-kakak pembimbing bebas mau lakuin apa aja sama adik bimbing nya”
lanjut Dicky.
SISFP melengos saja. Ternyata bukan mereka yang
bebas, tapi kakak pembimbing.
“bentar kak. Tadi kan kakak bilang kakak-kakak
pembimbing bebas mau lakuin apa aja sama adik bimbing nya, nah.. kalo mereka
ngapa-ngapain kita gimana?” tanya Sivia polos.
“dodol lo pelihara. Dodol tuh dimakan oneng… ya
ga bakalan lah kita apa-apain kalian berlima. Nafsu juga kagak” jawab Reza.
“ye.. kan mana tau ada setan yang bisikin ke
elo kak. Kan lo temennya setan” jawab Sivia enteng.
“wah parah lo ngatain gue. iblis aja belagu lo”
balas Reza tak mau kalah.
“lo tuh anak jin” balas Sivia.
“lo anak makhluk halus”
“gue anak peri”
“gue anak malaikat”
“najis amat lo anak malaikat. Pesek lo”
“sipit lo”
“gue cantik”
“gue ganteng”
“iye ganteng. Dari atas monas noh”
“wah ngajak ribut lo”
“lo duluan ngatain gue”
“elo duluan”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“ELOOOOOOOOOOOO”
“STOOOOOOPPPPPPP” teriak Dicky, Bisma, Morgan,
Rangga, Shilla, Ify, Febby dan Pricilla melerai pertengkaran konyol antara Reza
dan Sivia. Sontak Reza dan Sivia langsung terdiam.
“gila ya lo berdua. Masih sempat-sempat nya
debat masalah sepele doang. Udah.. sekarang elo, lo, lo dan lo bawa adik
bimbing masing-masing. Terserah kalian mau kasih peraturan apa kek ke mereka
atau mau suruh apa kek. Bebas dah” kata Dicky kepada keempat sohibnya. Bisma,
Reza, Morgan dan Rangga. Mereka berempat mengangguk tanda mengerti.
“oke. Eh behel, ikut gue” kata Bisma ke Ify.
Kali ini Ify tidak mau nyari ribut. Dia pasrah saja mengikuti langkah Bisma
dari belakang.
“woy behel pipi buntel. Ikut gue” kata Rangga
kepada Pricilla. Pricilla sama dengan Ify, tidak mau cari ribut. Dia hanya
mengikuti langkah Rangga dari belakang saja.
“lo, ikut gue” kata Morgan kepada Febby.
“lo juga sipit, ikut gue” kata Reza kepada
Sivia. Semuanya sudah pergi. Kini tinggal Dicky dan Shilla yang tersisa di
taman belakang sekolah.
“lah trus gue gimana kak?” tanya Shilla kepada
Dicky sambil menunjuk dirinya sendiri.
“gimana apa nya?” tanya Dicky dengan gaya cool
nya.
“ya nasib gue gimana? Yang lain udah pada
pergi, nah gue ga pergi juga?”
“mau pergi kemana lo? coba gue tanya deh, kakak
pembimbing lo siapa?”
“elo kan?”
“nah tuh tau. Sekarang kita lagi dimana?”
“di taman belakang sekolah kan?”
“nah tuh bener. Trus ngapain lagi kita mesti
pergi kayak mereka, oneng… disini aja udah” kata Dicky seraya menoyor kepala
Shilla pelan dengan jari telunjuknya.
*
Bisma membawa Ify ke kelas XI.3. sepertinya
kelas itu sedang tidak dipakai oleh para penghuni nya (?). Bisma duduk diatas
meja guru dengan gaya sok berkuasanya dan Ify berdiri dihadapannya. Semacam
kayak murid yang lagi kena marah sama guru nya gitu._.
“sebelum nya, gue mau kasih peraturan selama lo
jadi adik asuh gue” kata Bisma.
“adik asuh? Dih.. ogah gue jadi adik asuh lo
kak. Amit-amit dah.. sampe monyet jadi presiden pun gue kagak mau”
“ternyata lo ga sepinter yang gue pikirin. Bego
lo. maksud gue adik asuh itu jadi adik bimbing gue”
“oh.. ngomong yang jelas dong kak” Ify
manggut-manggut saja.
“oke. Yang pertama, yang paling penting banget.
Lo ga boleh terpesona sama kegantengan gue”
“najis ogah amit-amit jijik ga bakal”
“yakin lo?” goda Bisma sambil menaik turunkan
alisnya.
“yakin” jawab Ify yakin.
Bisma memajukan wajahnya sehingga kini wajah
Bisma dan Ify berada tak kurang dari 30cm. wajah Ify memanas begitu mendapati
wajah nya dengan wajah Bisma bertaut tak kurang dari 30cm.
“beneran lo ga kepelet sama pesona gue?” tanya
Bisma lagi. cepat-cepat Ify menepis malu nya demi gengsi. Langsung Ify
mendorong wajah Bisma sehingga jarak wajah mereka kini kembali seperti semula.
“beneran. Suer deh. Buruan apa peraturan
selanjut nya?”
‘hebat juga nih anak ga kecantol sama pesona
gue. tantangan nih’ batin Bisma.
“oke. Yang kedua, selama mos lo harus patuh
sama perintah gue”
“hmm”
“ketiga, lo harus bersikap sopan sama gue.
keempat, selama mos panggil gue dengan sebutan Kak Bisma. kalo lo ngelanggar
semua peraturan tadi, siap-siap lari keliling lapangan 10 kali”
“WHAATT??!! Lo gila kak lari keliling lapangan
10 kali? Gue cewek kali. Ga punya perasaan ya lo? protes Ify dengan nada tinggi
nya.
“wah parah.. ga cukup 5 menit gue kasih tau
peraturan udah ngelanggar aja lo. mau langsung aja nih lari nya?” ancam Bisma.
“ngancem aja lo. iya deh iya” kata Ify pasrah.
Bisma tersenyum menang. Akhirnya Ify bisa patuh juga kepada nya.
“tugas pertama lo…”
Bersambung…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar