Selasa, 09 Juli 2013

Sahabat Jadi Cinta *15






Gabriel menggeleng dan tersenyum. Perlahan kedua tangan Gabriel menyentuh pipi Shilla. Dengan lembut, dia hapus air mata yang sudah membasahi pipi Shilla. Shilla masih menatap Gabriel tak percaya.

Tanpa sadar, Shilla langsung menghamburkan badannya ke dalam pelukan Gabriel “lo ga salah Iel, lo ga salah. Gue yang salah. Gue yang udah marah-marah ga jelas sama lo. gue yang udah ngejauhin lo tanpa sebab. Gue yang…” Shilla sudah tidak bisa membendung air matanya.

“ssttt..” bisik Gariel menghentikan perkataan Shilla.

“lo ga usah segitunya Shil. Gue ga pernah marah sama lo. tanpa lo minta maaf pun gue udah maafin lo kok” kata Gabriel lembut tepat disamping telinga Shilla. Tangan Gabriel mengelus lembut rambut indah Shilla. Gadis ini merasa nyaman dalam pelukan Gabriel. merasa hangat. Begitu juga Gabriel.

DEGGG

Jantung mereka berdua berdetak cepat. Terlebih Gabriel. dia tidak biasanya deg-degan seperti ini jika bersentuhan dengan Shilla. Kalau Shilla, jangan ditanya. Jangankan bersentuhan, bertatapan dengan Gabriel saja dia selalu deg-degan.

“gue kenapa sih? tiba-tiba kok jadi deg-degan gini? Ga biasanya gue deg-degan kalo meluk cewek. Ga biasanya jug ague ngerasa senyaman dan sehangat ini kalo dipeluk cewek. Biasanya jug ague nolak kalo dipeluk Angel” batin Gabriel.

Rio dan Ify yang melihat adegan dramatis seperti itu pun saling kode-kodean dan saling tersenyum melihat kedua sahabat mereka bahagia. Ify kini sudah kembali duduk. Rio dan Ify senang akhirnya rencana mereka berhasil juga.

“ehem ehem.. kacang goring kacang goring. Kacang rebus juga ada kacang rebus. Ini kacang ku. kacang telur garuda” teriak Rio dan Ify. Tepatnya mereka berdua menyindir Shilla dan Gabriel yang sedang hangat-hangat nya berpelukan.

Mendengar sindiran Ify dan Rio, sontak Gabriel dan Shilla melepaskan pelukan mereka. mereka berdua menjadi salting sendiri. Gabriel sibuk garuk-garuk kepala nya, sedangkan Shilla sibuk memainkan jari-jarinya menghilangkan kesaltingannya.

“kayaknya ada yang lagi butuh berduaan nih Fy. cabut aja yuk?” ajak Rio.

“iya nih Yo. Gerah gue disini ngeliatin adegan begituan. Kan gue juga pengen tuh dipeluk” kata Ify menyindir Gabriel dan Shilla. Yang disindir hanya tersipu malu saja.

“cini aku peyuk” Rio mengembangkan kedua tangannya ingin memeluk Ify. Namun di tolak Ify mentah-mentah.

“apa sih lo” tolak Ify.

“katanya mau dipeluk. Sini gue peluk” Rio kembali mengembangkan kedua tangannya ingin memeluk Ify. Lagi-lagi Ify menolak.

“mancungin dulu tuh hidung lo, baru boleh peluk gue. udah ah cabut” Ify langsung berdiri keluar rumah Shilla.

Shilla dan Gabriel tertawa melihat tingkah konyol Ify dan Rio “eh Iel, Shil. Gue sama Ify cabut dulu ya” pamit Rio dan berlalu pergi menyusul Ify yang sudah duduk manis di mobil.

*

Rio dan Ify sedang makan di Café dekat rumah Shilla. Ddari tadi Rio mendesak Ify agar untuk menceritakan semuanya. Semua tentang alasan Shilla kenapa menjauh dari Gabriel kemaren. Awalnya Ify tidak mau memberitahu Rio, tapi akhirnya Ify pasrah juga karena dia pikir, pada akhirnya Rio juga akan tahu.

“jadi gimana Fy?” tanya Rio tak sabaran.

Ify menghela nafas sebentar “lo harus janji dulu, setelah gue ceritain ini lo ga boleh nanya yang macem-macem sama Shilla, ga boleh kasih tau siapa-siapa termasuk Gabriel. janji?”

“janji” jawab Rio yakin.

“oke, jadi gini. Lo inget kan kejadian di kantin tadi? Yang Shilla marah-marah sama Gabriel?” tanya Ify. Rio mengangguk.

“nah, kan Shilla pergi tuh. Katanya sih ke toilet, padahal engga. Gue sengaja ngikutin Shilla. Ternyata dia pergi ke taman belakang sekolahan. Disana Shilla nangis sejadi-jadi nya. gue denger kalo Shilla itu ngejauhin Gabriel gara-gara….” Perkataan Ify terputus. Dia tidak sanggup jika menceritakan semuanya.

“gara-gara apa?” tanya Rio heran.

Sedikit demi sedikit bulir bening dari mata Ify mulai jatuh “gue. gara-gara gue, Shilla ngejauhin Gabriel. gara-gara gue, Shilla marah-marah ga jelas sama Gabriel. ternyata selama ini Shilla sadar kalo gue itu punya rasa sama Gabriel. maka dari itu Shilla berusaha ngejauhin Gabriel demi gue. demi gue biar gue bisa deket sama Gabriel” Ify mulai teriak dalam tangisnya.

Kini Rio mengerti kenapa Shilla melakukan semua ini. Shilla bermaksud baik, tapi cara dan waktu nya salah. Rio semakin mendekatkan duduk nya dengan Ify lalu menyeka air mata Ify di kedua pipi tirus Ify dengan lembut.

“udah ya Fy jangan nangis lagi. Shilla Cuma bermaksud baik kok, tapi caranya aja yang salah” kata Rio lembut.

“iya gue tau Shilla pengen gue bahagia. Bukan caranya dia aja yang salah, tapi penempatan waktu dia melakukan semua ini juga salah” kata Ify masih sesenggukan.

“maksud lo?”

“jujur, semenjak elo jujur tentang perasaan lo ke gue, perlahan gue udah mulai bisa ngelupain Iel. Perasaan gue ke Iel semakin lama semakin menipis dan perasaan itu berpindah ke… ke.. ke elo Yo” Ify menundukan kepala nya ketika mengucapkan kalimat terakhirnya karena malu. Baru kali ini dia jujur terhadap perasaan nya ke seorang cowok.

Rio begitu sangat bahagia ketika mendengar kalimat terakhir Ify. Akhirnya perasaan dia selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Tidak sia-sia selama ini dia menunggu Ify.

“lo beneran Fy?” tanya Rio memastikan pendengaran nya. Ify masih menunduk dan hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rio.

“thanks Fy.. thanks banget. Akhirnya cinta gue ga bertepuk sebelah tangan” Rio langsung menghamburkan badannya ke dalam pelukan Ify.

“jadi sekarang.. kita pacaran?” tanya Rio dengan nada ngarepnya.

“emang tadi gue nembak lo?” tanya Ify polos.

“jadi tadi lo ga nembak gue Fy?” Ify menggeleng.

“sial. Bego banget gue” rutuk Rio dalam hati. Dia melepaskan pelukannya dari Ify lalu menggenggam kedua tangan Ify dengan lembut dan menatap mata Ify lekat-lekat.

“would you be my mine Nona Alyssa?” kata Rio kini serius. Hati Ify berdegup kencang, pipi nya memerah, bibir nya tak henti-henti nya mengembangkan senyum.

“Yes, I’m Yours” jawab Ify yakin “tapi jangan liatin gue kayak gitu dong. Kan gue salting” kata Ify seraya menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.

“hahaha” Rio tertawa melihat tingkah lucu Ify. Dia langsung memeluk gadis berdagu tirus yang baru saja sudah resmi menjadi kekasih nya.

Bersambung…

Aseek dah RiFy akhirnya jadian juga euy. RFM mana RFM? Wajib nih baca part ini hahaha follow ya twitter aku @elviraeryos (: thxbfr. Dan thanks juga udah mau luangin waktu kalian buat baca cerbung aku hihi maap kalo ngebosenin, ceritanya makin ga jelas, tiap post next part dikit terus. Maklum.. kan masih anak sekolahan ;;) jadi waktu nya ke bagi-bagi deh huhu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar