Selasa, 09 Juli 2013

(New Cerbung) Dua Hati


Gadis cantik berdagu tirus sedang melamun di depan jendela kamar nya yang sempit dan kumuh itu. dia sedang melihat setiap rintik-rintik hujan yang turun seperti air matanya saat ini yang dengan deras nya mengalir di kedua belah pipi tirus nya. Pikiran nya melayang memikirkan percakapan orang tua nya dengan sepasang suami istri paruh baya dua hari yang lalu.

[FLASHBACK]

Rumah kecil dan sempit itu hari ini kedatangan tamu special dan sangat di hargai oleh tuan Rumah. Terkecuali gadis cantik berdagu tirus itu. dia tidak tahu siapa tamu special yang dimaksud oleh Ibu dan Bapak nya kemaren. Dia hanya nurut saja membantu Ibu dan Bapak nya mempersiapkan rumah untuk tamu hari ini.

Suaru mobil dari luar rumah itu sudah terdengar. Seperti nya tamu special yang dimaksud sudah datang. Dengan gerak cepat Ibu dan Bapak Ify membuka kan pintu untuk tamu itu. Yap, Ify. Si Gadis cantik berdagu tirus.

“Hallo Buk Rini, Pak Restu” sapa Ibu Ify kepada dua orang tamu special itu ketika mereka sudah turun dari mobil.

“Hallo Buk Romi” sapa Buk Rini balik. Buk Rini dan Pak Restu menghampiri Ibu dan Bapak Ify beserta Ify. Buk Rini dan Buk Romi cipika-cipiki sebelumnya dan bersalaman. Begitu juga Pak Danu –Bapak Ify- dengan Pak Restu.

Buk Rini kini berpindah menatap Ify yang berdiri disamping Buk Romi. Buk Rini tersenyum melihat Ify. Buk Romi yang mengerti maksud tatapan Buk Rini segera membuka suara “oh iya Fy, kenalin ini Buk Rini, ini Pak Restu. Salaman dulu” kata Buk Romi. Ify mengangguk lalu tersenyum dan menyalami Buk Rini dan Pak Restu “Ify Buk, Pak” ujar Ify sopan. Buk Rini dan Pak Restu tersenyum bahagia melihat Ify yang sangat sopan.

“ayo Pak, Buk silahkan masuk. Maaf keadaan nya begini” ujar Pak Danu mempersilahkan kedua tamu itu untuk masuk.

“gapapa lagi Dan. Ga masalah bagi kami” jawab Pak Restu sambil memasuki rumah Ify. Mereka duduk di kursi lapuk dan tidak layak pakai milik Pak Danu dan Buk Romi.

“hmm Rom, gimana? Udah kamu bilang sama Ify tentang rencana kita?” tanya Buk Rini membuka suara. Ify yang merasa nama nya disebut , mengernyitkan dahi tak mengerti.

Buk Romi menatap Ify sebentar dengan wajah cemas lalu balik menatap Buk Rini “be.. b.. belum Buk” jawab Buk Romi gugup.

Pak Restu dan Buk Rini menghela nafas sebentar “biar kami saja yang bilang sama dia” ujar Pak Restu. Buk Romi dan Pak Danu pasrah saja kini.

“Pak, Buk ada apa sih? ngomongin apaan?” tanya Ify heran kepada Bapak dan Ibu nya. Buk Romi dan Pak Danu tidak menjawab.

“begini Ify, Bapak dan Ibu Rini mau langsung ke inti pembicaraan saja ya. Dua hari lagi kamu akan kami jemput untuk tinggal bersama kami” belum Pak Restu selesai menjelaskan maksudnya, Ify langsung menyela.

“ma.. maksud nya apa ini? Buk, Pak ini maksud nya apa?”tanya Ify. Pak Danu dan Buk Romi hanya menggeleng tak menjawab apa-apa.

“Ify, kamu sabar dulu. Kita belum selesai ngomong. Kamu akan kami sekolahkan setinggi mungkin. Sudah satu tahun kan semenjak kamu tamat SMP kamu tidak melanjutkan sekolah? Maka dari itu, kami ingin menyekolahkan kamu. Sebenarnya ini sudah perjanjian kami berempat dari dulu” jelas Buk Rini kini. otak Ify sudah mulai bisa mencerna semua nya.

“apa bener Buk, Pak?” tanya Ify kepada Bapak dan Ibu nya. Bapak dan Ibu nya hanya mengangguk lemah saja.

Kini Ify beralih menatap dua orang kayak dihadapannya kini “hanya sampai Ify selesai sekolah kan? Habis itu Ify bisa balik tinggal disini lagi kan Buk Rini, Pak Restu?” tanya Ify.

Buk Rini dan Pak Restu bertatapan sebentar, lalu mengangguk ragu menjawab pertanyaan Ify. Ify berpikir sebentar “ya udah kalo gitu. Ify terima” jawab Ify lirih.

Buk Rini dan Pak Restu tersenyum senang “kalo gitu, dua hari lagi kamu siap-siap ya nak. Kami berdua akan jemput kamu. Bawa semua keperluan kamu” ujar Buk Rini senang. Ify hanya mengangguk lemah saja.

“ya udah kalo gitu. Romi, Danu kami berdua pamit dulu. Ingatkan Ify ya dua hari lagi kami akan jemput dia” pinta Pak Restu seraya berdiridan diikuti Buk Rini juga yang ikut berdiri.

“baik Pak, baik. Terimakasih sebelumnya” kata Pak Danu ikut berdiri dan diikuti Buk Romi dan Ify.

“ga perlu berterimakasih Dan, seharus nya kita yang bilang makasih sama kamu” kata Pak Restu. Ify tidak mengerti maksud Pak Restu barusan. tapi dia tidak terlalu ambil pusing. Kini yang ada dipikiran nya hanya rencana tadi. Dia tidak percaya dengan gampang nya Buk Rini dan Pak Restu ingin menyekolahkan nya dan dengan gampang nya juga Ibu dan Bapak nya rela begitu saja Ify tinggal bersama dua orang kaya itu.

Buk Rini dan Pak Restu kini sudah pergi meninggalkan rumah kecil Ify. Setelah melihat kepergian Buk Rini dan Pak Restu, Ify langsung berlari ke kamar nya mencerna semua perbincangan tadi. Dia masih tidak percaya dengan semua ini. semua nya seperti mimpi. Tapi ini bukan lah mimpi, ini kenyataan. Ify tidak tahu harus bagaimana sekarang.

Apa dia harus senang? Atau… sedih? Di sisi lain dia senang akhirnya dia bisa bersekolah lagi. di sisi lain, dia sedih harus jauh dengan kedua orang tua nya. Selama ini dia tidak pernah jauh dari orang tua nya. Pernah, tapi hanya 1 atau 2 hari jika Ify menginap dirumah tetangga. Tidak bertahun-tahun seperti nanti.

[END]

“apa mungkin gue bisa jauh dari Bapak sama Ibu sampai gue sarjana nanti?” gumam Ify lirih masih sambil menatap ke luar jendela nya.

“Ify, kamu udah siap nak? Ayo keluar, Buk Romi sama Pak Restu udah nunggu tuh” kata Ibu Ify ketika masuk ke dalam kamar Ify. Dengan cepat Ify menyeka aiar mata nya agar tidak ketahuan oleh Ibu nya.

“eh iya Buk, udah kok udah” kata Ify lalu mengambil tas-tas nya dan keluar kamar menghampiri Buk Rini dan Pak Restu.

“sudah siap Fy? berangkat sekarang?” kata Buk Rini ketika mendapati Ify sudah datang. Ify mengangguk saja.

“Pa, angkatin barang-barang Ify dong. Masa Ify yang bawa sih?” kata Buk Rini kepada suami nya. Pak Restu mengangguk lalu mengambil barang-barang Ify dan menaiki nya ke dalam bagasi mobil mewah nya.

“Buk, Pak. Ify pamit dulu ya” Ify pamit kepada Ibu dan Bapak nya. Ibu nya mengangguk dan memeluk Ify “kamu hati-hati ya Fy. sekolah yang rajin” lirih buk Rini. Terdengar jelas oleh Ify bahwa Ibu nya kini sedang menangis.

Ify melepaskan pelukannya lalu menyeka air mata Ibu nya dengan kedua tangannya “Ibu jangan nangis dong. Ify bakalan balik kok. Ify bakalan sering-sering main kesini. Janji deh” Buk Rini dan Bapak Ify hanya menyaksikan drama Ify dan Buk Romi itu.

Ify kini beralih berpelukan dengan bapak nya “kamu yang rajin ya nak. Harus patuh sama Buk Rini sama Pak Restu nanti. Karena mulai sekarang mereka yang jadi orang tua kamu. Yang akan jaga kamu” kata Pak Restu. Ify mengangguk mengerti lalu melepaskan pelukan nya dengan bapak nya itu.

Ify kini tinggal di Bandung dan akan pindah ke Jakarta bersama orang tua baru nya. Pak Restu dan Buk Rini.

“Ify, udah yuk berangkat sekarang. Nanti macet loh” ujar Buk Rini. Ify mengangguk lalu pergi menuju mobil dimana Pak Restu sudah menunggu.

“terimakasih ya Dan, Rom untuk semuanya. Saya ga tau kalau tidak ada kalian sekarang gimana jadinya” ujar Buk Rini pelan kepada Pak Danu dan Buk Romi ketika dilihatnya Ify sudah masuk ke dalam mobil.

“sama-sama Buk” jawab Pak Danu dan Buk Romi.

“ya udah, saya berangkat dulu ya” pamit Buk Rini. Pak Danu dan Buk Romi mengangguk lalu menatap kepergian mobil Pak Restu dan Buk Rini.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar