Gadis cantik berdagu tirus sedang melamun di
depan jendela kamar nya yang sempit dan kumuh itu. dia sedang melihat setiap
rintik-rintik hujan yang turun seperti air matanya saat ini yang dengan deras
nya mengalir di kedua belah pipi tirus nya. Pikiran nya melayang memikirkan
percakapan orang tua nya dengan sepasang suami istri paruh baya dua hari yang
lalu.
[FLASHBACK]
Rumah
kecil dan sempit itu hari ini kedatangan tamu special dan sangat di hargai oleh
tuan Rumah. Terkecuali gadis cantik berdagu tirus itu. dia tidak tahu siapa
tamu special yang dimaksud oleh Ibu dan Bapak nya kemaren. Dia hanya nurut saja
membantu Ibu dan Bapak nya mempersiapkan rumah untuk tamu hari ini.
Suaru
mobil dari luar rumah itu sudah terdengar. Seperti nya tamu special yang
dimaksud sudah datang. Dengan gerak cepat Ibu dan Bapak Ify membuka kan pintu
untuk tamu itu. Yap, Ify. Si Gadis cantik berdagu tirus.
“Hallo
Buk Rini, Pak Restu” sapa Ibu Ify kepada dua orang tamu special itu ketika
mereka sudah turun dari mobil.
“Hallo
Buk Romi” sapa Buk Rini balik. Buk Rini dan Pak Restu menghampiri Ibu dan Bapak
Ify beserta Ify. Buk Rini dan Buk Romi cipika-cipiki sebelumnya dan bersalaman.
Begitu juga Pak Danu –Bapak Ify- dengan Pak Restu.
Buk
Rini kini berpindah menatap Ify yang berdiri disamping Buk Romi. Buk Rini
tersenyum melihat Ify. Buk Romi yang mengerti maksud tatapan Buk Rini segera
membuka suara “oh iya Fy, kenalin ini Buk Rini, ini Pak Restu. Salaman dulu”
kata Buk Romi. Ify mengangguk lalu tersenyum dan menyalami Buk Rini dan Pak
Restu “Ify Buk, Pak” ujar Ify sopan. Buk Rini dan Pak Restu tersenyum bahagia
melihat Ify yang sangat sopan.
“ayo
Pak, Buk silahkan masuk. Maaf keadaan nya begini” ujar Pak Danu mempersilahkan
kedua tamu itu untuk masuk.
“gapapa
lagi Dan. Ga masalah bagi kami” jawab Pak Restu sambil memasuki rumah Ify.
Mereka duduk di kursi lapuk dan tidak layak pakai milik Pak Danu dan Buk Romi.
“hmm
Rom, gimana? Udah kamu bilang sama Ify tentang rencana kita?” tanya Buk Rini
membuka suara. Ify yang merasa nama nya disebut , mengernyitkan dahi tak
mengerti.
Buk
Romi menatap Ify sebentar dengan wajah cemas lalu balik menatap Buk Rini “be..
b.. belum Buk” jawab Buk Romi gugup.
Pak
Restu dan Buk Rini menghela nafas sebentar “biar kami saja yang bilang sama
dia” ujar Pak Restu. Buk Romi dan Pak Danu pasrah saja kini.
“Pak,
Buk ada apa sih? ngomongin apaan?” tanya Ify heran kepada Bapak dan Ibu nya.
Buk Romi dan Pak Danu tidak menjawab.
“begini
Ify, Bapak dan Ibu Rini mau langsung ke inti pembicaraan saja ya. Dua hari lagi
kamu akan kami jemput untuk tinggal bersama kami” belum Pak Restu selesai
menjelaskan maksudnya, Ify langsung menyela.
“ma..
maksud nya apa ini? Buk, Pak ini maksud nya apa?”tanya Ify. Pak Danu dan Buk
Romi hanya menggeleng tak menjawab apa-apa.
“Ify,
kamu sabar dulu. Kita belum selesai ngomong. Kamu akan kami sekolahkan setinggi
mungkin. Sudah satu tahun kan semenjak kamu tamat SMP kamu tidak melanjutkan
sekolah? Maka dari itu, kami ingin menyekolahkan kamu. Sebenarnya ini sudah
perjanjian kami berempat dari dulu” jelas Buk Rini kini. otak Ify sudah mulai
bisa mencerna semua nya.
“apa
bener Buk, Pak?” tanya Ify kepada Bapak dan Ibu nya. Bapak dan Ibu nya hanya
mengangguk lemah saja.
Kini
Ify beralih menatap dua orang kayak dihadapannya kini “hanya sampai Ify selesai
sekolah kan? Habis itu Ify bisa balik tinggal disini lagi kan Buk Rini, Pak
Restu?” tanya Ify.
Buk
Rini dan Pak Restu bertatapan sebentar, lalu mengangguk ragu menjawab
pertanyaan Ify. Ify berpikir sebentar “ya udah kalo gitu. Ify terima” jawab Ify
lirih.
Buk
Rini dan Pak Restu tersenyum senang “kalo gitu, dua hari lagi kamu siap-siap ya
nak. Kami berdua akan jemput kamu. Bawa semua keperluan kamu” ujar Buk Rini
senang. Ify hanya mengangguk lemah saja.
“ya
udah kalo gitu. Romi, Danu kami berdua pamit dulu. Ingatkan Ify ya dua hari
lagi kami akan jemput dia” pinta Pak Restu seraya berdiridan diikuti Buk Rini
juga yang ikut berdiri.
“baik
Pak, baik. Terimakasih sebelumnya” kata Pak Danu ikut berdiri dan diikuti Buk
Romi dan Ify.
“ga
perlu berterimakasih Dan, seharus nya kita yang bilang makasih sama kamu” kata
Pak Restu. Ify tidak mengerti maksud Pak Restu barusan. tapi dia tidak terlalu
ambil pusing. Kini yang ada dipikiran nya hanya rencana tadi. Dia tidak percaya
dengan gampang nya Buk Rini dan Pak Restu ingin menyekolahkan nya dan dengan
gampang nya juga Ibu dan Bapak nya rela begitu saja Ify tinggal bersama dua
orang kaya itu.
Buk
Rini dan Pak Restu kini sudah pergi meninggalkan rumah kecil Ify. Setelah
melihat kepergian Buk Rini dan Pak Restu, Ify langsung berlari ke kamar nya
mencerna semua perbincangan tadi. Dia masih tidak percaya dengan semua ini.
semua nya seperti mimpi. Tapi ini bukan lah mimpi, ini kenyataan. Ify tidak
tahu harus bagaimana sekarang.
Apa
dia harus senang? Atau… sedih? Di sisi lain dia senang akhirnya dia bisa
bersekolah lagi. di sisi lain, dia sedih harus jauh dengan kedua orang tua nya.
Selama ini dia tidak pernah jauh dari orang tua nya. Pernah, tapi hanya 1 atau
2 hari jika Ify menginap dirumah tetangga. Tidak bertahun-tahun seperti nanti.
[END]
“apa mungkin gue bisa jauh dari Bapak sama Ibu
sampai gue sarjana nanti?” gumam Ify lirih masih sambil menatap ke luar jendela
nya.
“Ify, kamu udah siap nak? Ayo keluar, Buk Romi
sama Pak Restu udah nunggu tuh” kata Ibu Ify ketika masuk ke dalam kamar Ify.
Dengan cepat Ify menyeka aiar mata nya agar tidak ketahuan oleh Ibu nya.
“eh iya Buk, udah kok udah” kata Ify lalu
mengambil tas-tas nya dan keluar kamar menghampiri Buk Rini dan Pak Restu.
“sudah siap Fy? berangkat sekarang?” kata Buk
Rini ketika mendapati Ify sudah datang. Ify mengangguk saja.
“Pa, angkatin barang-barang Ify dong. Masa Ify
yang bawa sih?” kata Buk Rini kepada suami nya. Pak Restu mengangguk lalu
mengambil barang-barang Ify dan menaiki nya ke dalam bagasi mobil mewah nya.
“Buk, Pak. Ify pamit dulu ya” Ify pamit kepada
Ibu dan Bapak nya. Ibu nya mengangguk dan memeluk Ify “kamu hati-hati ya Fy.
sekolah yang rajin” lirih buk Rini. Terdengar jelas oleh Ify bahwa Ibu nya kini
sedang menangis.
Ify melepaskan pelukannya lalu menyeka air mata
Ibu nya dengan kedua tangannya “Ibu jangan nangis dong. Ify bakalan balik kok.
Ify bakalan sering-sering main kesini. Janji deh” Buk Rini dan Bapak Ify hanya
menyaksikan drama Ify dan Buk Romi itu.
Ify kini beralih berpelukan dengan bapak nya
“kamu yang rajin ya nak. Harus patuh sama Buk Rini sama Pak Restu nanti. Karena
mulai sekarang mereka yang jadi orang tua kamu. Yang akan jaga kamu” kata Pak
Restu. Ify mengangguk mengerti lalu melepaskan pelukan nya dengan bapak nya
itu.
Ify kini tinggal di Bandung dan akan pindah ke
Jakarta bersama orang tua baru nya. Pak Restu dan Buk Rini.
“Ify, udah yuk berangkat sekarang. Nanti macet
loh” ujar Buk Rini. Ify mengangguk lalu pergi menuju mobil dimana Pak Restu
sudah menunggu.
“terimakasih ya Dan, Rom untuk semuanya. Saya
ga tau kalau tidak ada kalian sekarang gimana jadinya” ujar Buk Rini pelan
kepada Pak Danu dan Buk Romi ketika dilihatnya Ify sudah masuk ke dalam mobil.
“sama-sama Buk” jawab Pak Danu dan Buk Romi.
“ya udah, saya berangkat dulu ya” pamit Buk
Rini. Pak Danu dan Buk Romi mengangguk lalu menatap kepergian mobil Pak Restu
dan Buk Rini.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar