Dicky, Morgan, Reza, Rangga, Shilla, Sivia,
Pricilla dan Febby sedang nikmat-nikmat nya melahap semangkuk bakso di hadapan
mereka. mereka makan seperti orang yang belum makan seminggu *bayangan aja deh
ya rakus nya*
“enak banget” ujar Sivia dengan mulut masih
penuh dengan makanan.
“iya Vi bisa tambah gendut nih badan gue
sekolah disini” timpal Shilla dengan mulut masih penuh makanan juga.
“lo semua katrok banget sih. kayak ga pernah
makan makanan enak aje. Baru juga bakso” sindir Rangga.
“biarin” jawab Shilla, Sivia, Febby dan
Pricilla serentak. Sontak Rangga langsung diam membisu ga mau lanjutin
perkataan nya lagi.
*
“dosa apa gue ngebimbing nih anak terkutuk
satu” kata Bisma pelan namun cukup terdengar oleh Ify.
“lo anak kecebong” balas Ify.
“lo anak setan”
“lo anak babi”
“Lo anak kucing”
“lo anak anjing”
“lo anak kelinci”
“lo anak gajah”
“lo jelek”
“lo juga”
“elo yang jelek”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“elo”
“ELOOOOOO” teriak Bisma dan Ify.
“apa lo teriak-teriak?
“apa lo melotot-melotot? Gue ganteng? Emang”
“jelek aja sok lo”
“lo jelek”
“lo behel”
“lo juga”
“gue cantik”
“gue ganteng”
“eh stop. Kalo kita lanjutin, nih urusan ga
bakalan selesai-selesai kak. Sekarang coba lo lihat ke sebelah lo deh,
temen-temen lo kemana?” tanya Ify kini yang sudah sadar bahwa teman-teman Bisma
tidak ada disebelah Bisma.
Bisma memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan
nya. benar saja, sahabat-sahabatnya sudah tidak ada “eh iya ya? Anak-anak pada
kemana?” tanya Bisma balik ke Ify. Ify hanya mengangkat bahu saja.
Mata Bisma kini beralih ke samping kiri-kanan
Ify “tunggu. Temen-temen gue kan ga ada nih” kata Bisma, Ify mengangguk “nah
temen-temen lo juga pada kemana?” tanya Bisma cengo menunjuk ke sebelah Ify.
Perlahan Ify menatap ke samping kiri-kanan nya. benar saja, dia tidak mendapati
ke empat teman-teman nya.
“nah loh? Temen-temen gue juga kemana? Eh kak,
lo telen ya temen-temen gue? cepetan keluaaariiinnnn” kata Ify dan
menggoyang-goyangkan badan Bisma.
“Ify behel yang kata nya cantik padahal engga, otak
lo di pake dimana? Se bego-bego nya gue, gue juga kagak nafsu nelen temen-temen
lo. ngeliat mereka aja gue udah enek, apalagi nelen mereka. yang ada lidah gue
pait” kata Bisma. Mendengar kata Bisma, Ify berpikir sebentar dan berhenti
menggoyang-goyang kan badan Bisma.
“bener juga ya? Se bego-bego nya dia kan dia
kagak mungkin nelen temen-temen gue. eh? Bego?” batin Ify lalu dia kembali
duduk *tadi cerita nya dia berdiri goyangin badan Bisma*
“lo ngaku bego kak?” goda Ify menaik turunkan
alisnya.
“bego? siapa? Gue? gue bego? ya engga lah.
Ganteng gini dibilang bego” kata Bisma menunjuk dirinya.
“tuh tadi lo bilang gini, ‘Se bego-bego nya
gue, gue juga kagak nafsu nelen temen-temen lo. ngeliat mereka aja gue udah
enek, apalagi nelen mereka. yang ada lidah gue pait’ nah tuh lo sendiri bilang”
cibir Ify.
“apa sih lo bego aja pake dibahas. Sekarang
pikirin, temen gue sama temen lo pada kemana?” kata Bisma mengalihkan pemb
icaraan. Mereka memutar-mutar kepala ke sekeliling kantin. Mata Bisma terhenti
pada satu meja di pojok kantin sana.
“WOY LO SEMUA”teriak Bisma sambil menunjuk ke
meja itu. semua pengunjung kantin langsung menatap Bisma heran. Suara Bisma
sangat keras dan terdengar diseluruh penjuru kantin(?) sontak segerombolan
orang yang diteriaki Bisma itu langsung menatap kea rah Bisma cengo dan dengan
posisi tangan memegangi sendok yang berisi satu basko. Mulut menganga, dan
sendok hampir masuk ke mulut namun belum sempat masuk ke mulut.
Ify mengikuti arah tunjuk Bisma dan mendapati
empat cowok dan empat cewek yang sedang duduk bersama disatu meja dengan posisi
mematung, mulut menganga, sendok berisi satu bakso tepat di depan mulut.
Bisma langsung berlari kea rah meja itu dan di
ikuti Ify.
“wah parah lo semua ninggalin gue sama si behel
berduaan aja. Trus enak-enakan makan lagi disini. Wah parah lo parah. Ga setia
kawan lo semua. Wah lo Ky, tadi udah makan semangkok sekarang makan lagi. wah
parah lo Ngga, makan bakso lagi. makan bulet tuh pipi lo. wah parah lo Gan,
badan aja yang rata tapi lo rakus juga. Wah parah lo Ja, makan lo rakus banget.
Kembang kempis tuh idung pesek lo” kata Bisma panjang lebar kepada keempat
sahabat-sahabatnya.
Semua ternganga termasuk Ify mendengar kata
Bisma yang panjang lebar.
“kak, lo barusan ngomong?” tanya Shilla cengo.
“lo ngomong atau kumur-kumur kak?” tanya
Pricilla juga tak kalah cengo nya.
“barusan lo ngomong apa kak?” tanya Febby juga
cengo.
“lo ngehina sahabat-sahabat lo ya kak?” tanya
Sivia tak kalah cengo.
“awas kak, behel lo lepas” kata Ify terakhr.
PLEETTAAKK
Bisma langsung menoyor kepala Ify xengan sendok
yang baru saja diambilnya di meja “aww.. sakit bego” protes Ify.
“ngomong tuh dijaga” kata Bisma lalu dia duduk
disamping Dcky dan Ify juga duduk disamping Pricilla.
“kapan nih kita mulai kasih tugas buat anak
berlima?” tanya Reza kepada sahabat-sahabatnya.
“sekarang” jawab Dicky tegas lalu berdiri dari
duduk nya. SISFP mendongakan kepala nya menatap Dicky.
“kak, lo beneran sekarang?” tanya Sivia
memastikan. Dicky mengangguk.
“kita lagi makan loh kak” kata Febby.
“belom habis lagi kak” timpal Pricilla.
“5 menit lagi deh kak” kata Shilla. Dicky
menggeleng.
“gue juga belom makan kak. Kan baru sampe” kata
Ify.
“gue ga mau tau pokoknya sekarang gue tunggu lo
berlima di taman belakang. Ga pake lama” lalu Dicky melangkah pergi
meninggalkan meja.
“eh Ky, gue gimana?” tanya Bisma dan Dicky
menghentikan langkahnya.
“gimana maksudnya?” tanya Dicky.
“ya… gue gimana? Kan gue juga belom makan” kata
Bisma memegangi perutnya dan memasang wajah memelas.
Dicky melengos “ntaran aja makannya. Gue traktir
deh. Buruan lo semua sekarang juga ke taman belakang” lalu Dicky benar-benar
pergi meninggalkan kantin. SISFP dan keempat sahabat Dicky saling tatap-tatapan
pasrah saja.
Morgan memberi kode ke semuanya untuk pergi
saja mengikuti perintah Dicky. Semua mengangguk lemas saja dan meninggalkan
makanan mereka yang masih bersisa.
Bersambung…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar