Selasa, 09 Juli 2013

Why Did I Fall In Love With You *8






Dicky, Morgan, Reza, Rangga, Shilla, Sivia, Pricilla dan Febby sedang nikmat-nikmat nya melahap semangkuk bakso di hadapan mereka. mereka makan seperti orang yang belum makan seminggu *bayangan aja deh ya rakus nya*

“enak banget” ujar Sivia dengan mulut masih penuh dengan makanan.

“iya Vi bisa tambah gendut nih badan gue sekolah disini” timpal Shilla dengan mulut masih penuh makanan juga.

“lo semua katrok banget sih. kayak ga pernah makan makanan enak aje. Baru juga bakso” sindir Rangga.

“biarin” jawab Shilla, Sivia, Febby dan Pricilla serentak. Sontak Rangga langsung diam membisu ga mau lanjutin perkataan nya lagi.

*

“dosa apa gue ngebimbing nih anak terkutuk satu” kata Bisma pelan namun cukup terdengar oleh Ify.

“lo anak kecebong” balas Ify.

“lo anak setan”

“lo anak babi”

“Lo anak kucing”

“lo anak anjing”

“lo anak kelinci”

“lo anak gajah”

“lo jelek”

“lo juga”

“elo yang jelek”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“elo”

“ELOOOOOO” teriak Bisma dan Ify.

“apa lo teriak-teriak?

“apa lo melotot-melotot? Gue ganteng? Emang”

“jelek aja sok lo”

“lo jelek”

“lo behel”

“lo juga”

“gue cantik”

“gue ganteng”

“eh stop. Kalo kita lanjutin, nih urusan ga bakalan selesai-selesai kak. Sekarang coba lo lihat ke sebelah lo deh, temen-temen lo kemana?” tanya Ify kini yang sudah sadar bahwa teman-teman Bisma tidak ada disebelah Bisma.

Bisma memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan nya. benar saja, sahabat-sahabatnya sudah tidak ada “eh iya ya? Anak-anak pada kemana?” tanya Bisma balik ke Ify. Ify hanya mengangkat bahu saja.

Mata Bisma kini beralih ke samping kiri-kanan Ify “tunggu. Temen-temen gue kan ga ada nih” kata Bisma, Ify mengangguk “nah temen-temen lo juga pada kemana?” tanya Bisma cengo menunjuk ke sebelah Ify. Perlahan Ify menatap ke samping kiri-kanan nya. benar saja, dia tidak mendapati ke empat teman-teman nya.

“nah loh? Temen-temen gue juga kemana? Eh kak, lo telen ya temen-temen gue? cepetan keluaaariiinnnn” kata Ify dan menggoyang-goyangkan badan Bisma.

“Ify behel yang kata nya cantik padahal engga, otak lo di pake dimana? Se bego-bego nya gue, gue juga kagak nafsu nelen temen-temen lo. ngeliat mereka aja gue udah enek, apalagi nelen mereka. yang ada lidah gue pait” kata Bisma. Mendengar kata Bisma, Ify berpikir sebentar dan berhenti menggoyang-goyang kan badan Bisma.

“bener juga ya? Se bego-bego nya dia kan dia kagak mungkin nelen temen-temen gue. eh? Bego?” batin Ify lalu dia kembali duduk *tadi cerita nya dia berdiri goyangin badan Bisma*

“lo ngaku bego kak?” goda Ify menaik turunkan alisnya.

“bego? siapa? Gue? gue bego? ya engga lah. Ganteng gini dibilang bego” kata Bisma menunjuk dirinya.

“tuh tadi lo bilang gini, ‘Se bego-bego nya gue, gue juga kagak nafsu nelen temen-temen lo. ngeliat mereka aja gue udah enek, apalagi nelen mereka. yang ada lidah gue pait’ nah tuh lo sendiri bilang” cibir Ify.

“apa sih lo bego aja pake dibahas. Sekarang pikirin, temen gue sama temen lo pada kemana?” kata Bisma mengalihkan pemb icaraan. Mereka memutar-mutar kepala ke sekeliling kantin. Mata Bisma terhenti pada satu meja di pojok kantin sana.

“WOY LO SEMUA”teriak Bisma sambil menunjuk ke meja itu. semua pengunjung kantin langsung menatap Bisma heran. Suara Bisma sangat keras dan terdengar diseluruh penjuru kantin(?) sontak segerombolan orang yang diteriaki Bisma itu langsung menatap kea rah Bisma cengo dan dengan posisi tangan memegangi sendok yang berisi satu basko. Mulut menganga, dan sendok hampir masuk ke mulut namun belum sempat masuk ke mulut.

Ify mengikuti arah tunjuk Bisma dan mendapati empat cowok dan empat cewek yang sedang duduk bersama disatu meja dengan posisi mematung, mulut menganga, sendok berisi satu bakso tepat di depan mulut.

Bisma langsung berlari kea rah meja itu dan di ikuti Ify.

“wah parah lo semua ninggalin gue sama si behel berduaan aja. Trus enak-enakan makan lagi disini. Wah parah lo parah. Ga setia kawan lo semua. Wah lo Ky, tadi udah makan semangkok sekarang makan lagi. wah parah lo Ngga, makan bakso lagi. makan bulet tuh pipi lo. wah parah lo Gan, badan aja yang rata tapi lo rakus juga. Wah parah lo Ja, makan lo rakus banget. Kembang kempis tuh idung pesek lo” kata Bisma panjang lebar kepada keempat sahabat-sahabatnya.

Semua ternganga termasuk Ify mendengar kata Bisma yang panjang lebar.

“kak, lo barusan ngomong?” tanya Shilla cengo.

“lo ngomong atau kumur-kumur kak?” tanya Pricilla juga tak kalah cengo nya.

“barusan lo ngomong apa kak?” tanya Febby juga cengo.

“lo ngehina sahabat-sahabat lo ya kak?” tanya Sivia tak kalah cengo.

“awas kak, behel lo lepas” kata Ify terakhr.

PLEETTAAKK

Bisma langsung menoyor kepala Ify xengan sendok yang baru saja diambilnya di meja “aww.. sakit bego” protes Ify.

“ngomong tuh dijaga” kata Bisma lalu dia duduk disamping Dcky dan Ify juga duduk disamping Pricilla.

“kapan nih kita mulai kasih tugas buat anak berlima?” tanya Reza kepada sahabat-sahabatnya.

“sekarang” jawab Dicky tegas lalu berdiri dari duduk nya. SISFP mendongakan kepala nya menatap Dicky.

“kak, lo beneran sekarang?” tanya Sivia memastikan. Dicky mengangguk.

“kita lagi makan loh kak” kata Febby.

“belom habis lagi kak” timpal Pricilla.

“5 menit lagi deh kak” kata Shilla. Dicky menggeleng.

“gue juga belom makan kak. Kan baru sampe” kata Ify.

“gue ga mau tau pokoknya sekarang gue tunggu lo berlima di taman belakang. Ga pake lama” lalu Dicky melangkah pergi meninggalkan meja.

“eh Ky, gue gimana?” tanya Bisma dan Dicky menghentikan langkahnya.

“gimana maksudnya?” tanya Dicky.

“ya… gue gimana? Kan gue juga belom makan” kata Bisma memegangi perutnya dan memasang wajah memelas.

Dicky melengos “ntaran aja makannya. Gue traktir deh. Buruan lo semua sekarang juga ke taman belakang” lalu Dicky benar-benar pergi meninggalkan kantin. SISFP dan keempat sahabat Dicky saling tatap-tatapan pasrah saja.

Morgan memberi kode ke semuanya untuk pergi saja mengikuti perintah Dicky. Semua mengangguk lemas saja dan meninggalkan makanan mereka yang masih bersisa.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar