Selasa, 09 Juli 2013

You Are My Dream *6


“lo mau pesen apa?” tanya Alvin kepada Rio, Cakka dan Gabriel.

“es jeruk sama mie ayam aja” kata Gabriel. Alvin mengangguk.

“lo Yo, Cak?”

“samain aja” jawab Rio dan Cakka tanpa menatap Alvin. Rio masih menatap Ify yang disebelah nya. Sedangkan Cakka masih dengan mupeng nya godain Agni.

“oke. Iel temenin gue ya” ajak Alvin. Gabriel mengangguk lalu mengikuti Alvin memesan makanan.

Rio masih tak lepas nya memandangi Ify. Hari ini Ify sama seperti biasanya dengan kacamata, behel dan kuncir rambutnya. Namun kali ini Ify berbeda di mata Rio. Bukan Ify yang culun seperti biasanya. Rio memandang Ify kini seperti Ify kemaren waktu di rumah nya.

Para pengunjung kantin yang semula nya tadi sibuk makan, kini berhenti dan menatap penuh keirian kemeja yang di duduki Ify CS dan Rio CS itu. lebih tepatnya mereka menatap tajam kepada Ify CS karena bisa duduk satu meja bersama Rio CS yang semuanya the most wanted boy disekolahan.

Ify CS yang sedari tadi ditatap tajam oleh para pengunjung kaum hawa di kantin pun merasa risih. Terlebih Ify karena Rio ikut-ikutan menatap dia tak hentinya.

“Shil, lo risih ga?” tanya Sivia berbisik. Shilla mengangguk mengartikan ‘iya’.

Shilla berpikir sebentar lalu memberanikan ngomong sama Rio “hmm.. Yo. Sebelum nya maaf nih, kok lo berempat tumben sih mau gabung sama kita disini?” tanya Shilla hati-hati. Mendengar Shilla memanggilnya, Rio langsung tersadar dari lamunan nya dan melepaskan pandangannya dari wajah Ify. Ify merasa lega akhirnya.

“eh mm.. apa Shil?” tanya Rio karena dia tidak terlalu mendengar pertanyaan Shilla tadi.

“lo berempat kok tumben mau gabung sama kita disini?” kata Shilla.

“oh itu.. ga boleh ya?”

“eh hmm.. bukan itu sih sebenernya. Boleh sih boleh aja. Malahan kita seneng. Tapi…”

“tapi apa?”

“it..itu…”

“itu apa?” Rio mengernyitkan dahi nya tak mengerti.

“ck.. lama lo Shil. Rio, kita berempat itu risih ditatap kayak gitu sama cewek-cewek di kantin. Tuh, lo liat aja sendiri” tunjuk Agni kea rah cewek-cewek yang sedang menatap kea rah meja mereka. Rio mengikuti arah tunjuk tangan Agni.

Rio hanya melihat sebentar lalu kembali beralih pandangan lagi dengan ekspresi santainya. Sivia, Shilla, Agni dan Ify menatap Rio bingung “kok lo nyantai sih Yo? Risih nih kita” protes Sivia.

“udah.. biarin aja mereka. kalian harus biasain pemandangan kayak gini” jawab Rio santai. Ify CS semakin bingung. Dahi nya semakin berkeriput (?). Cakka yang juga mendengar pun tak kalah bingung nya.

“maksud lo?” tanyaIfy CS serentak beserta Cakka.

Rio menghela nafas sebentar “mulai hari ini, gue sama Alvin, Cakka, Gabriel bakalan gabung sama kalian berempat” jawab Rio.

“HAAAHHH?!” kaget Ify CS. Cakka pun juga kaget. Sebelumnya Rio belum ada menceritakan tentang ini kepada dia, Alvin dan Gabriel. ini mendadak.

“kenapa?” tanya Rio enteng.

“lo serius Yo?” tanya Shilla memastikan. Rio hanya mengangguk dengan mantap menjawab pertanyaan Shilla.

“ada angin apa lo mau gabung sama kita berempat?” tanya Agni.

“ga ada. Mau aja. Ga salah kan kita berempat jadi temen lo berempat?”

Ify CS hanya diam saja karena masih mencerna perkataan Rio tadi. Ify tadi juga ikutan kaget waktu dengar Rio mau gabung sama dia dan sahabat-sahabatnya, tapi kini Ify kembali diam. Rio kini beralih melihat kea rah Ify “kenapa diem? Fy, gue sama sahabat-sahabat gue boleh gabung kan sama lo berempat?” tanya Rio kini kepada Ify.

Ify balik menatap Rio. Dia berpikir sebentar lalu mengangguk pelan. Terlihat raut senang di wajah Rio.

“ada yang ga beres nih” batin Cakka.

“duh.. gimana nih? Kalo tiap hari gue sama Rio terus, bisa-bisa gue mati berdiri nih gara-gara salting sendiri. Mampus gue. lo kenapa sih Yo tumben banget? Dari kelas X gue kenal elo, baru kali ini lo minta gabung sama gue” batin Ify.

“Yo, temenin gue ke toilet yuk” ajak Cakka sambil berdiri. Rio langsung menggeleng menolak ajakan Cakka “ga. Males gue. lo aja pergi sendiri, udah gede kali” tolak Rio.

Cakka berpikir sebentar “ayo lah Yo temenin gue… ntar kalo ada fans-fans gue di depan toilet gimana?” Cakka langsung menarik tangan Rio. Sempat Rio memberontak tak ingin ikut, namun akhirnya pasrah juga untuk menemani Cakka ke toilet.

@ depan toilet cowok

“udah sampe kan? Masuk gih lo sana. Gue tunggu disini” kata Rio. Cakka menggaruk-garuk kepala nya sebentar.

“emm.. Yo” panggil Cakka ragu.

“hmm” gumam Rio.

“gini..  emm..” Cakka masih ragu-ragu untuk bertanya soal ini kepada Rio. Takut Rio akan mengamuk nantinya.

“apaan sih? katanya lo kebelet. Udah sono masuk” kata Rio memotong perkataan Cakka. Rio mendorong badan Cakka agar segera masuk ke toilet. Namun Cakka membalikan badan nya sehingga sekarang berhadapan dengan Rio dan Rio pun berhenti mendorong badannya.

Rio mengernyitkan dahi nya ketika melihat ekspresi wajah Cakka yang serius “gue ga kebelet. Oke? Gue sengaja ngajak lo kesini. Gue mau nanya sesuatu sama lo” ujar Cakka.

“nanya apaan? Serius banget tampang lo. biasanya juga tablo” jawab Rio tak serius.

Cakka menghela nafas sebentar “gue lagi ga becanda Yo. Gue serius. Kenapa tiba-tiba lo mau duduk semaja di kanting bareng Ify sama sahabat-sahabatnya dan tiba-tiba juga lo minta gabung sama Ify?” tanya Cakka.

Rio menelan ludah. Dia bingung harus jawab apa karena dia sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia melontarkan perkataan itu.

“kenapa diem? Jujur Yo. Lo suka sama Ify?” tanya Cakka telak.

Rio semakin terbelalak. Dia sendiri bingung dengan perasaan nya “gue? gu.. gue su.. suka sama If.. I.. Ify? He.. he.. he ya engga lah. Gila kali ya lo Cak. Ify itu temen gue dari kelas X. lo sendiri kan tau gue dari kelas X ga akrab sama cewek-cewek disini kecuali Ify” alibi Rio.

Cakka berpikir sebentar lalu mengangguk-angguk dan kembali mengeluarkan senyum autis nya._. *maaf Cluvers. Cuma cerita kok._.v*

“eh iya ya Yo? Gue kok bego sih? hah ague kirain elo suka sama Ify” kata Cakka nyengir sambil memukul-mukul pundak Rio pelan. Rio ikutan nyengir seperti Cakka dan bernafas lega.

“untung si Cakka oon. Jadi gampang gue kibulin” batin Rio.

“udah kan nanya nya? udah yuk balik ke kantin lagi” ajak Rio lalu diangguki Cakka. Mereka berdua pergi meninggalkan toilet kembali ke kantin.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar