Selasa, 09 Juli 2013

Rival In Love *13


@ parkiran sekolah

“mas, kok tumben nyuruh kita cabut sekolah? Kenapa lagi sama si big bos?” tanya Debo.

“big bos nyuruh kalian segera langsung pulang ke rumah, ganti baju dan langsung ke air port” jawab salah satu dari anak buah big bos itu.

“hah? Ngapain ke air port? Kan katanya hari ini ga ada jadwal manggung di luar kota” tanya Gabriel.

Kedua anak buah itu menggeleng “bukan buat pergi manggung mas, tapi buat jemput anak-anak blink. Kalian disuruh big bos buat jemput pasangan kalian masing-masing karena mulai hari ini, semuanya akan dimulai” jelas anak buah itu.

“HAAAH” serentak semua personil redbag kaget dan menganga.

“bu.. bukannya mereka balik masih 2 hari lagi ya?” tanya Alvin.

“engga mas. Satu acara mereka sengaja di cancel karena kata big bos semua acting kalian secepatnya harus dimulai. Makanya satu acara blink di cancel dan mereka pulang dipercepat”

“tap.. tapi mas” baru saja Rio ingin protes, langsung kedua anak buah itu menyeret personil redbag satu per satu ke dalam mobil mereka masing-masing. Redbag tidak bisa berkata apa-apa lagi. mereka harus menjalankan perintah dari big bos mereka. jika tidak…. Hancur semuanya.

@ air port

Blink sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Mereka datang tanpa big bos dan kru lainnya karena mereka di pesawat lain. Blink datang dengan tampang sangat lesu. Mereka berlima memakai kaca mata hitam agar tidak dikenali para penggemar mereka.

Ketika mereka sedang berdiri menunggu jemputan dari management, seperti biasanya. Tiba-tiba ada lima cowok datang menghampiri mereka dan kini tengah berdiri di hadapan mereka masing-masing. Perlahan mereka melihat mulai dari ujung kaki sampai pada akhirnya tatapan mereka berhenti tepat lurus kedepan.

Mereka kaget ketika mendapati redbag tengah berdiri di hadapan mereka dengan gaya stay cool.

“ngapain kalian disini?” tanya Ify sinis menatap tajam kea rah Rio.

“lo semua ga usah berisik. Semua kabar tentang kita pacaran udah kesebar. Jadi mulai sekarang semuanya dimulai. Ini perintah big bos. Nurut aja. Kita harus semua harus keliatan mesra” jawab Gabriel pelan namun cukup terdengar oleh Blink.

Blink kaget tak percaya semuanya dimulai sekarang. Selama mereka diluar kota, semua rencana ini bahkan tidak ingat sama sekali dibenak mereka.

“kok cepet banget mulai nya?” tanya Pricilla juga ikutan pelan.

“ntar kita jelasin” jawab Debo singkat. Dengan sigap dan serentak langsung redbag mengambil koper pasangan masing-masing.

Gabriel mengambil koper Hijau milik Shilla, Rio mengambil koper Orange milik Ify, Alvin mengambil koper Ungu milik Pricilla, Cakka mengambil koper Biru milik Febby dan terakhir Debo mengambil koper Pink milik Sivia.

Sontak blink kaget melihat tindakan redbag barusan. baru saja mereka membuka mulut bermaksud ingin protes, pasangan mereka masing-masing langsung merangkul pundah mereka. sontak mereka kaget. Baru juga mereka ingin menepis tangan yang kini bertengger dipundak mereka, langsung pasangan masing-masing berbisik “inget. Ini tuntutan dan kita harus keliatan mesra” seketika blink langsung saja pasrah.

Gabriel membuka kan pintu untuk Shilla dan dengan senyuman Shilla masuk ke dalam mobil Gabriel. sesampai nya di dalam mobil, Shilla langsung merutuki keadaan sekarang. Begitu juga dengan personil blink lainnya. Redbag juga melakukan hal yang sama kepada pasangan masing-masing seperti Gabriel tadi.

Melihat pemandangan yang sangat hangat seperti itu, semua orang-orang di air port langsung mengabadikan kejadian itu. banyak mereka yang foto dan video kejadian itu dan langsung mengupload ke social media.

*

Sekarang kita liat dulu ya perbincangan masing-masing pasangan di mobil masing-masing. Mulai dari couple hmm.. RiFy deh ya :p RFM merapaaaaattt.

Ify hanya diam saja sepanjang perjalanan sambil memanyunkan bibirnya. Dia sebenarnya tidak terima dengan semua kontrak ini. tapi mau bagaimana lagi. ini tuntutan pekerjaan nya. ini lah resiko yang harus ditanggung nya.

“normalin bibir lo” gumam Rio masih konsentrasi menyetir dan menatap lurus ke jalan.

Ify yang merasa tersindir pun langsung menormal kan bibir nya “jelek lo manyun gitu” gumam Rio lagi. Ify hanya menghela nafas sebentar saja tanpa menjawab sepatah kata pun perkataan Rio. Dia sedang tidak mau ribut dulu sekarang. Dia sangat capek.

“biarin” jawab Ify pelan dan tanpa semangat. Rio heran, mengernyitkan dahi nya.

“kenapa nih si Ify? Ga biasanya hidup pasrah kayak begono. Biasanya juga kalo gue sindir tuh anak langsung nyolot” batin Rio heran.

“kenapa lo?” tanya Rio kini dengan nada biasanya, bukan nada sinis seperti biasa dia berbicara dengan Ify. Kini Rio sudah beralih menatap Ify lalu kembali lagi konsen pada jalanan setelah dilihatnya Ify hanya menggeleng saja.

“capek lo? stres sama kerjaan? Frustasi? Bosen sama semuanya?” tebak Rio. Sontak Ify kini langsung menoleh kea rah Rio seakan-akan Rio bisa membaca fikirannya.

Rio terkekeh pelan “ga usah liatin gue kayak gitu kali. Tenang aja, gue Cuma nebak aja kok. See? Bener kan?” tanya Rio lagi yang langsung diangguki Ify. Rio sangat paham sekali dengan semua kondisi ini. dia pun juga merasa hal yang sama dengan Ify jika dia sudah ada jadwal manggung di luar kota.

“sekarang lo mau kemana?” tanya Rio. Ify menatap bingung kepada Rio menandakan dia tidak mengerti maksud pertanyaan Rio barusan.

“ck.. lo mau ngehibur diri kemana? Gue anter” jelas Rio lagi. namun tetap saja Ify tak mengerti.

“masih ga ngerti juga nona Alyssa? Perlu gue jelasin lebih detail?” sinis Rio. Ify hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Rio.

“gini, lo lagi suntuk kan? Capek kan? Butuh hiburan kan? Nah sekarang gue tanya, lo mau pergi kemana buat ngehibur diri lo? biar gue anterin” jelas Rio kini lebih detail.

Ify mencerna sebentar lalu HAH? Ify melotot menatap Rio seakan tak percaya mendengar penjelasan Rio barusan “lo.. lo.. lo.. ma.. mau..” belum selesai Ify bertanya kepastiannya, Rio langsung berdecis dan mengambil handphone nya lalu mengetik sesuatu. Seperti mengirim pesan.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar