@
parkiran sekolah
“mas, kok tumben nyuruh kita cabut sekolah?
Kenapa lagi sama si big bos?” tanya Debo.
“big bos nyuruh kalian segera langsung pulang
ke rumah, ganti baju dan langsung ke air port” jawab salah satu dari anak buah
big bos itu.
“hah? Ngapain ke air port? Kan katanya hari ini
ga ada jadwal manggung di luar kota” tanya Gabriel.
Kedua anak buah itu menggeleng “bukan buat
pergi manggung mas, tapi buat jemput anak-anak blink. Kalian disuruh big bos
buat jemput pasangan kalian masing-masing karena mulai hari ini, semuanya akan
dimulai” jelas anak buah itu.
“HAAAH” serentak semua personil redbag kaget
dan menganga.
“bu.. bukannya mereka balik masih 2 hari lagi
ya?” tanya Alvin.
“engga mas. Satu acara mereka sengaja di cancel
karena kata big bos semua acting kalian secepatnya harus dimulai. Makanya satu
acara blink di cancel dan mereka pulang dipercepat”
“tap.. tapi mas” baru saja Rio ingin protes,
langsung kedua anak buah itu menyeret personil redbag satu per satu ke dalam mobil
mereka masing-masing. Redbag tidak bisa berkata apa-apa lagi. mereka harus
menjalankan perintah dari big bos mereka. jika tidak…. Hancur semuanya.
@ air
port
Blink sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta.
Mereka datang tanpa big bos dan kru lainnya karena mereka di pesawat lain.
Blink datang dengan tampang sangat lesu. Mereka berlima memakai kaca mata hitam
agar tidak dikenali para penggemar mereka.
Ketika mereka sedang berdiri menunggu jemputan
dari management, seperti biasanya. Tiba-tiba ada lima cowok datang menghampiri
mereka dan kini tengah berdiri di hadapan mereka masing-masing. Perlahan mereka
melihat mulai dari ujung kaki sampai pada akhirnya tatapan mereka berhenti
tepat lurus kedepan.
Mereka kaget ketika mendapati redbag tengah
berdiri di hadapan mereka dengan gaya stay cool.
“ngapain kalian disini?” tanya Ify sinis
menatap tajam kea rah Rio.
“lo semua ga usah berisik. Semua kabar tentang
kita pacaran udah kesebar. Jadi mulai sekarang semuanya dimulai. Ini perintah
big bos. Nurut aja. Kita harus semua harus keliatan mesra” jawab Gabriel pelan
namun cukup terdengar oleh Blink.
Blink kaget tak percaya semuanya dimulai
sekarang. Selama mereka diluar kota, semua rencana ini bahkan tidak ingat sama
sekali dibenak mereka.
“kok cepet banget mulai nya?” tanya Pricilla
juga ikutan pelan.
“ntar kita jelasin” jawab Debo singkat. Dengan
sigap dan serentak langsung redbag mengambil koper pasangan masing-masing.
Gabriel mengambil koper Hijau milik Shilla, Rio
mengambil koper Orange milik Ify, Alvin mengambil koper Ungu milik Pricilla,
Cakka mengambil koper Biru milik Febby dan terakhir Debo mengambil koper Pink
milik Sivia.
Sontak blink kaget melihat tindakan redbag
barusan. baru saja mereka membuka mulut bermaksud ingin protes, pasangan mereka
masing-masing langsung merangkul pundah mereka. sontak mereka kaget. Baru juga
mereka ingin menepis tangan yang kini bertengger dipundak mereka, langsung
pasangan masing-masing berbisik “inget. Ini tuntutan dan kita harus keliatan
mesra” seketika blink langsung saja pasrah.
Gabriel membuka kan pintu untuk Shilla dan
dengan senyuman Shilla masuk ke dalam mobil Gabriel. sesampai nya di dalam
mobil, Shilla langsung merutuki keadaan sekarang. Begitu juga dengan personil
blink lainnya. Redbag juga melakukan hal yang sama kepada pasangan
masing-masing seperti Gabriel tadi.
Melihat pemandangan yang sangat hangat seperti
itu, semua orang-orang di air port langsung mengabadikan kejadian itu. banyak
mereka yang foto dan video kejadian itu dan langsung mengupload ke social
media.
*
Sekarang kita liat dulu ya perbincangan
masing-masing pasangan di mobil masing-masing. Mulai dari couple hmm.. RiFy deh
ya :p RFM merapaaaaattt.
Ify hanya diam saja sepanjang perjalanan sambil
memanyunkan bibirnya. Dia sebenarnya tidak terima dengan semua kontrak ini.
tapi mau bagaimana lagi. ini tuntutan pekerjaan nya. ini lah resiko yang harus
ditanggung nya.
“normalin bibir lo” gumam Rio masih konsentrasi
menyetir dan menatap lurus ke jalan.
Ify yang merasa tersindir pun langsung menormal
kan bibir nya “jelek lo manyun gitu” gumam Rio lagi. Ify hanya menghela nafas
sebentar saja tanpa menjawab sepatah kata pun perkataan Rio. Dia sedang tidak
mau ribut dulu sekarang. Dia sangat capek.
“biarin” jawab Ify pelan dan tanpa semangat.
Rio heran, mengernyitkan dahi nya.
“kenapa nih si Ify? Ga biasanya hidup pasrah
kayak begono. Biasanya juga kalo gue sindir tuh anak langsung nyolot” batin Rio
heran.
“kenapa lo?” tanya Rio kini dengan nada
biasanya, bukan nada sinis seperti biasa dia berbicara dengan Ify. Kini Rio
sudah beralih menatap Ify lalu kembali lagi konsen pada jalanan setelah
dilihatnya Ify hanya menggeleng saja.
“capek lo? stres sama kerjaan? Frustasi? Bosen
sama semuanya?” tebak Rio. Sontak Ify kini langsung menoleh kea rah Rio
seakan-akan Rio bisa membaca fikirannya.
Rio terkekeh pelan “ga usah liatin gue kayak
gitu kali. Tenang aja, gue Cuma nebak aja kok. See? Bener kan?” tanya Rio lagi
yang langsung diangguki Ify. Rio sangat paham sekali dengan semua kondisi ini.
dia pun juga merasa hal yang sama dengan Ify jika dia sudah ada jadwal manggung
di luar kota.
“sekarang lo mau kemana?” tanya Rio. Ify
menatap bingung kepada Rio menandakan dia tidak mengerti maksud pertanyaan Rio
barusan.
“ck.. lo mau ngehibur diri kemana? Gue anter”
jelas Rio lagi. namun tetap saja Ify tak mengerti.
“masih ga ngerti juga nona Alyssa? Perlu gue
jelasin lebih detail?” sinis Rio. Ify hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan
Rio.
“gini, lo lagi suntuk kan? Capek kan? Butuh
hiburan kan? Nah sekarang gue tanya, lo mau pergi kemana buat ngehibur diri lo?
biar gue anterin” jelas Rio kini lebih detail.
Ify mencerna sebentar lalu HAH? Ify melotot
menatap Rio seakan tak percaya mendengar penjelasan Rio barusan “lo.. lo.. lo..
ma.. mau..” belum selesai Ify bertanya kepastiannya, Rio langsung berdecis dan
mengambil handphone nya lalu mengetik sesuatu. Seperti mengirim pesan.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar