@
ruang rapat
Semua para guru sudah dikumpulkan dalam ruangan
yang dikhusus untuk rapat disekolah. Diruang rapat sudah ada Pak Restu Burhan,
Buk Rini Burhan beserta Ify dan semua staf guru. Semua sudah siap duduk dikursi
rapat masing-masing. Rapat dipimpin oleh Pak Restu dan Buk Ira.
Rapat diadakan membahas tentang keberadaan Ify
disekolah ini. rapat berjalan lancer hingga sampai pada pengujung rapat “baik.
Cukup sampai disini rapat kita kali ini. saya harap semua para guru ingat apa
perkataan saya tadi. Saya minta para guru menjaga Ify dengan baik, membimbing
Ify. Jika Ify ada keperluan atau ada keinginan APAPUN harap dikabulkan. Karena
saya tidak ingin Ify kecewa dengan semuanya. Mengerti?” ujar Pak Restu. Semua
guru yang ada diruang rapat mengangguk tanda mengerti.
Pak Restu memberi kode kepada Buk Ira agar
membubarkan rapat.
“baik, semua guru silahkan masuk ke kelas
masing-masing dan untuk Miss Winda, anda mengajar dikelas XI IPA 1 bukan?”
tanya Buk Ira kepada Miss Winda.
“iya buk. Kenapa ya?” jawab dan tanya Miss
Winda.
“nah, sekalian saja Miss ajak Ify ke kelas nya.
Ify juga di kelas XI IPA 1” kata Buk Ira. Miss Winda mengangguk lalu beralih
menatap Ify.
Miss Winda tersenyum melihat Ify “ayuk Fy, Miss
antar ke kelas kamu” ujar Miss Winda ramah. Ify mengangguk lalu mengikuti Miss
Winda dari belakang menuju kelas nya.
@ XI
IPA 1
Suasana kelas ribut karena guru sedang rapat.
Namun keributan itu bukan keributan karena murid-murid yang sibuk dengan
aktifitas masing-masing. Melainkan mereka sibuk membicarakan Ify sang pewaris
tunggal dari Keluarga Burhan. Mereka tidak bisa membayangkan berapa banyak
saham dan hak waris yang diserahkan kepada Ify. Secara keluarga Burhan terkenal
Orang terkaya no. 4 di Indonesia.
“gila tuh si Ify. Enak banget ya jadi dia. Kalo
bisa gue terlahir kembali nih, gue mau dah dilahirin sama emak nya Ify” ceplos
Gabriel yang langsung dapat sorakan dari teman-teman kelasnya. Rio dan Cakka
hanya mendengar perbincangan teman-teman kelas nya saja. Tidak terlalu suka
menggosip kan orang.
Gossip seru siswa-siswi keas XI IPA 1 terpaksa
terhenti karena guru yang paling menakutkan bagi mereka datang. Miss Winda dan
dibelakang nya diikuti…. Ify. Pewaris tunggal keluarga Burhan yang baru saja di
bincangkan para murid. Dengan sigap mereka langsung kembali duduk ke bangku
masing-masing.
“kalian pasti sudah tau kan siapa yang sekarang
berdiri disamping saya?” tanya Miss Winda dingin kepada para murid. Mereka
hanya mengangguk saja tak berani membuka suara jika sudah belajar dengan Miss
Winda.
“bagus. Ify, silahkan kamu pilih dimana saja
kamu mau duduk” ujar Miss Winda lembut dan ramah kepada Ify beserta senyuman
manis nya. semua murid terperangah melihat Miss Winda yang begitu ramah dan
lembut kepada Ify.
Mereka jarang sekali melihat Miss Winda seperti
tadi. Bahkan bisa dibilang TIDAK PERNAH Miss Winda seperti tadi.
“dimana aja Miss?” tanya Ify memastikan bahwa
dia tidak salah dengar. Miss Winda mengangguk dan kembali tersenyum ramah.
Seketika raut wajah Miss Winda langsung berubah
seperti semula lagi “dengar ya, dimana pun Ify mau duduk, terserah dia. Kalian
harus siap-siap pindah jika Ify ingin duduk dibangku kalian. Mengerti?” kata
Miss Winda lagi kepada para murid XI IPA 1. Semua hanya menjawab dengan
anggukan lagi.
Raut wajah Miss Winda kembali cerah. Dengan
senyum yang merekah dibibirnya, dan sorotan mata yang indah. Dia tersenyum
ramah kepada Ify “bagaimana Ify? Kamu mau duduk dimana” tanya Miss Winda lagi.
Ify tampak berpikir sebentar.
Ify melihat ke sekeliling kelas mencari-cari
dimana dia mau duduk. Mata Ify terhenti pada gadis berambut sebahu, badan yang
tidak terlalu kurus, dan mata rada sipit. Di bangku sebelahnya kebetulan
kosong. Ify berniat ingin duduk disana saja.
“saya disana aja deh Miss. Boleh?” kata Ify
seraya menunjuk bangku kosong disebelah gadis berambut sebahu itu. semua mata
kini tertuju pada bangku kosong yang ditunjuk Ify. Gadis yang duduk disebelah
bangku kosong itu pun kaget ketika melihat Ify menunjuk bangku disebelahnya.
Berarti itu artinya dia akan sebangku dengan Ify? Sang Pewaris tunggal Kelurga
Burhan? Oh God!
“dimana pun kamu duduk, boleh Ify. Yaudah kamu
duduk disana aja ya” jawab Miss Winda. Ify mengangguk dan pergi menuju bangku
kosong yang ditunjuk nya tadi.
Ketika sampai dibangku itu, Ify tidak langsung
duduk. Dia malah menatap gadis yang duduk dimeja itu. Ify tersenyum ramah
kepada gadis itu “gue boleh duduk disini?” tanya Ify.
Gadis itu mengangguk ragu. Bukan karena dia
merasa keberatan Ify duduk disana, tapi karena masih tak percaya bahwa dia
sekarang duduk dengan Pewaris tunggal Keluarga Burhan.
Melihat anggukan gadis itu, Ify dengan senang
hati duduk dibangku nya. Ify mengulurkan tangannya kea rah gadis itu “gue Ify.
Nama lo siapa?” tanya Ify membuyarkan lamunan gadis itu.
“eh gue Sivia. Panggil aja Via hehe” jawab
gadis itu yang bernama Sivia lalu membalas uluran tangan Ify.
Ify mengangguk lalu mulai mengeluarkan buku
dari tas nya. namun Ify merasa seseorang dari belakang ada yang mentuh pundak
Ify. Sontak Ify langsung menoleh ke belakang. Dilihat nya ada dua orang cewek
berambut panjang sedang tersenyum kepada nya.
Ify balik membalas senyuman dua cewek itu
“kenalin gue Shilla” kata cewek yang berbehel lalu mengulurkan tangannya. Ify
balik menjabat tangan Shilla “gue Ify” jawab Ify ramah.
“hai gue Angel” kata cewek yang satu lagi dan
juga ikut menjabat tangan kepada Ify “gue Ify” balas Ify.
“mereka berdua sahabat gue Fy” timpal Sivia.
Ify mengangguk saja “semoga kita bisa jadi sahabat juga hehe” kata Ify. Sivia,
Shilla dan Angel tidak percaya dengan sikap ramah Ify. Semula mereka mengira
Ify anak yang sombong, centil, suka membanggakan-banggakan harta dan
membeda-bedakan teman. Ternyata perkiraan mereka berbanding terbalik dengan
kenyataan. Ify jauh lebih ramah dan baik.
“Ify, ada apa itu? focus ke belajar dulu ya.
Kenalan nya nanti saja” tegur Miss Winda dari depan kelas namun dengan nada
lembut nya. tidak seperti biasa jika Miss Winda menegur murid-murid yang lain
dengan mata melotot nya dan nada tinggi nya.
Sontak Ify kaget dan langsung membalikan
badannya menoleh ke depan “iya Miss” jawab Ify lalu pelajaran hari pertama
disekolah barunya di lalui Ify dengan senang hati. Pasal nya Miss Winda
mengajar pelajaran IPA. Pelajaran kesukaan Ify dari SD.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar