Selasa, 09 Juli 2013

Dua Hati *5


@ ruang rapat

Semua para guru sudah dikumpulkan dalam ruangan yang dikhusus untuk rapat disekolah. Diruang rapat sudah ada Pak Restu Burhan, Buk Rini Burhan beserta Ify dan semua staf guru. Semua sudah siap duduk dikursi rapat masing-masing. Rapat dipimpin oleh Pak Restu dan Buk Ira.

Rapat diadakan membahas tentang keberadaan Ify disekolah ini. rapat berjalan lancer hingga sampai pada pengujung rapat “baik. Cukup sampai disini rapat kita kali ini. saya harap semua para guru ingat apa perkataan saya tadi. Saya minta para guru menjaga Ify dengan baik, membimbing Ify. Jika Ify ada keperluan atau ada keinginan APAPUN harap dikabulkan. Karena saya tidak ingin Ify kecewa dengan semuanya. Mengerti?” ujar Pak Restu. Semua guru yang ada diruang rapat mengangguk tanda mengerti.

Pak Restu memberi kode kepada Buk Ira agar membubarkan rapat.

“baik, semua guru silahkan masuk ke kelas masing-masing dan untuk Miss Winda, anda mengajar dikelas XI IPA 1 bukan?” tanya Buk Ira kepada Miss Winda.

“iya buk. Kenapa ya?” jawab dan tanya Miss Winda.

“nah, sekalian saja Miss ajak Ify ke kelas nya. Ify juga di kelas XI IPA 1” kata Buk Ira. Miss Winda mengangguk lalu beralih menatap Ify.

Miss Winda tersenyum melihat Ify “ayuk Fy, Miss antar ke kelas kamu” ujar Miss Winda ramah. Ify mengangguk lalu mengikuti Miss Winda dari belakang menuju kelas nya.

@ XI IPA 1

Suasana kelas ribut karena guru sedang rapat. Namun keributan itu bukan keributan karena murid-murid yang sibuk dengan aktifitas masing-masing. Melainkan mereka sibuk membicarakan Ify sang pewaris tunggal dari Keluarga Burhan. Mereka tidak bisa membayangkan berapa banyak saham dan hak waris yang diserahkan kepada Ify. Secara keluarga Burhan terkenal Orang terkaya no. 4 di Indonesia.

“gila tuh si Ify. Enak banget ya jadi dia. Kalo bisa gue terlahir kembali nih, gue mau dah dilahirin sama emak nya Ify” ceplos Gabriel yang langsung dapat sorakan dari teman-teman kelasnya. Rio dan Cakka hanya mendengar perbincangan teman-teman kelas nya saja. Tidak terlalu suka menggosip kan orang.

Gossip seru siswa-siswi keas XI IPA 1 terpaksa terhenti karena guru yang paling menakutkan bagi mereka datang. Miss Winda dan dibelakang nya diikuti…. Ify. Pewaris tunggal keluarga Burhan yang baru saja di bincangkan para murid. Dengan sigap mereka langsung kembali duduk ke bangku masing-masing.

“kalian pasti sudah tau kan siapa yang sekarang berdiri disamping saya?” tanya Miss Winda dingin kepada para murid. Mereka hanya mengangguk saja tak berani membuka suara jika sudah belajar dengan Miss Winda.

“bagus. Ify, silahkan kamu pilih dimana saja kamu mau duduk” ujar Miss Winda lembut dan ramah kepada Ify beserta senyuman manis nya. semua murid terperangah melihat Miss Winda yang begitu ramah dan lembut kepada Ify.

Mereka jarang sekali melihat Miss Winda seperti tadi. Bahkan bisa dibilang TIDAK PERNAH Miss Winda seperti tadi.

“dimana aja Miss?” tanya Ify memastikan bahwa dia tidak salah dengar. Miss Winda mengangguk dan kembali tersenyum ramah.

Seketika raut wajah Miss Winda langsung berubah seperti semula lagi “dengar ya, dimana pun Ify mau duduk, terserah dia. Kalian harus siap-siap pindah jika Ify ingin duduk dibangku kalian. Mengerti?” kata Miss Winda lagi kepada para murid XI IPA 1. Semua hanya menjawab dengan anggukan lagi.

Raut wajah Miss Winda kembali cerah. Dengan senyum yang merekah dibibirnya, dan sorotan mata yang indah. Dia tersenyum ramah kepada Ify “bagaimana Ify? Kamu mau duduk dimana” tanya Miss Winda lagi. Ify tampak berpikir sebentar.

Ify melihat ke sekeliling kelas mencari-cari dimana dia mau duduk. Mata Ify terhenti pada gadis berambut sebahu, badan yang tidak terlalu kurus, dan mata rada sipit. Di bangku sebelahnya kebetulan kosong. Ify berniat ingin duduk disana saja.

“saya disana aja deh Miss. Boleh?” kata Ify seraya menunjuk bangku kosong disebelah gadis berambut sebahu itu. semua mata kini tertuju pada bangku kosong yang ditunjuk Ify. Gadis yang duduk disebelah bangku kosong itu pun kaget ketika melihat Ify menunjuk bangku disebelahnya. Berarti itu artinya dia akan sebangku dengan Ify? Sang Pewaris tunggal Kelurga Burhan? Oh God!

“dimana pun kamu duduk, boleh Ify. Yaudah kamu duduk disana aja ya” jawab Miss Winda. Ify mengangguk dan pergi menuju bangku kosong yang ditunjuk nya tadi.

Ketika sampai dibangku itu, Ify tidak langsung duduk. Dia malah menatap gadis yang duduk dimeja itu. Ify tersenyum ramah kepada gadis itu “gue boleh duduk disini?” tanya Ify.

Gadis itu mengangguk ragu. Bukan karena dia merasa keberatan Ify duduk disana, tapi karena masih tak percaya bahwa dia sekarang duduk dengan Pewaris tunggal Keluarga Burhan.

Melihat anggukan gadis itu, Ify dengan senang hati duduk dibangku nya. Ify mengulurkan tangannya kea rah gadis itu “gue Ify. Nama lo siapa?” tanya Ify membuyarkan lamunan gadis itu.

“eh gue Sivia. Panggil aja Via hehe” jawab gadis itu yang bernama Sivia lalu membalas uluran tangan Ify.

Ify mengangguk lalu mulai mengeluarkan buku dari tas nya. namun Ify merasa seseorang dari belakang ada yang mentuh pundak Ify. Sontak Ify langsung menoleh ke belakang. Dilihat nya ada dua orang cewek berambut panjang sedang tersenyum kepada nya.

Ify balik membalas senyuman dua cewek itu “kenalin gue Shilla” kata cewek yang berbehel lalu mengulurkan tangannya. Ify balik menjabat tangan Shilla “gue Ify” jawab Ify ramah.

“hai gue Angel” kata cewek yang satu lagi dan juga ikut menjabat tangan kepada Ify “gue Ify” balas Ify.

“mereka berdua sahabat gue Fy” timpal Sivia. Ify mengangguk saja “semoga kita bisa jadi sahabat juga hehe” kata Ify. Sivia, Shilla dan Angel tidak percaya dengan sikap ramah Ify. Semula mereka mengira Ify anak yang sombong, centil, suka membanggakan-banggakan harta dan membeda-bedakan teman. Ternyata perkiraan mereka berbanding terbalik dengan kenyataan. Ify jauh lebih ramah dan baik.

“Ify, ada apa itu? focus ke belajar dulu ya. Kenalan nya nanti saja” tegur Miss Winda dari depan kelas namun dengan nada lembut nya. tidak seperti biasa jika Miss Winda menegur murid-murid yang lain dengan mata melotot nya dan nada tinggi nya.

Sontak Ify kaget dan langsung membalikan badannya menoleh ke depan “iya Miss” jawab Ify lalu pelajaran hari pertama disekolah barunya di lalui Ify dengan senang hati. Pasal nya Miss Winda mengajar pelajaran IPA. Pelajaran kesukaan Ify dari SD.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar