Ify sudah berada di dalam mobil bersama Mami
dan Papi nya. kini Mang Trisno sudah menjalankan mobil menuju ke sekolah baru
Ify. Tepatnya sekolah milik Papi dan Mami Ify. Ify sendiri heran mengapa Papi
dan Mami nya ikut mengantar nya ke sekolah
“Fy, nanti kamu harus yang ramah ya di depan
semuanya. Mami sama Papi sengaja ikut nganterin kamu soalnya guru-guru
disekolah udah diminta sama Papi buat ngadain upacara buat nyambut kedatangan
kamu” ujar Mami.
Ify kaget. “upacara? Nyambut kedatangan gue?
segitu special nya kah?” batin Ify.
“nanti Papi sama Mami bakalan ngenalin kamu ke
murid-murid disana kalau kamu satu-satu nya penerus dari keluarga Burhan” ujar
Papi.
“tapi Pi, Mi. Ify takut, gugup. Ga tau harus
ngapain nanti” kata Ify menatap ke Papi dan Mami nya.
“tenang aja Fy. mulai dari sekarang kamu harus
belajar ngomong di depan umum. Karena kamu adalah penerus papi” jawab Papi. Ify
pasrah saja. Dia deg-degan bagaimana nanti upacara untuk menyambut
kedatangannya.
*
Mobil Alphard hitam milik keluarga Burhan sudah
mulai memasuki pekarangan sekolah SMA International High School. Mobil Aphard
hitam itu tepat berhenti di lapangan upacara sekolah itu. murid-murid sudah
berbaris rapi di pekarangan sekoah. Semuanya menatap penuh tanya ke mobil itu.
Ada apa mereka disuruh upacara mendadak seperti
ini? biasanya mereka disuruh upacara mendadak seperti ini jika pemilik sekolah
datang. Apa pemilik sekolah benar-benar datang? Hanya itu yang ada di benak
para siswa-siswi SMA International High School.
Pintu mobil Alphard hitum mulai di buka. Benar
saja dugaan para siswa-siswi, pemilik sekolah datang. Pertama Pak Restu Burhan
turun dari mobil Alphard hitamnya, disusul sang Istri Buk Rini Burhan dan satu
lagi…. seorang gadis cantik berdagu tidur dengan rambut terurai turun dari
mobil Alphard hitam itu. dia mengenakan seragam sekolah yang sama dengan murid
yang lain.
Yap benar, gadis cantik itu adalah Ify. Wajah
Ify sangat asing bagi para siswa-siswi SMA International High School. Bagi para
kaum adam, mata mereka terbelalak melihat gadis cantik yang baru saja turun
dari mobil itu. mereka seperti melihat Bidadari Jatuh dari surga *putar lagu
eaa CJR._.*
Bagi kaum hawa hanya menatap bingung Ify.
Pasalnya mereka sama sekali tidak kenal dengan Ify. Namun lain hal nya dengan 3
orang cowok yang kini tengah berdiri di samping mobil itu. mereka hanya menatap
Ify dengan tatapan biasa, tidak menarik baginya.
“Yo, lumayan tuh” gumam salah seorang dari 3
cowok itu kepada sahabat nya yang bernama Rio.
“mata lo juling? Yang begono lo bilang
lumayan?” jawab cowok yang bernama Rio itu kepada sahabatnya, Gabriel yang
bergumam tadi. Sedangkan sahabat mereka yang satu lagi hanya berdiri dengan
kedua tangan dimasukan ke dalam saku celana. Stay cool.
“ye.. lo aja yang selera nya rendah” ledek
Gabriel.
“lo ngeledek gue?”
“kagak”
“kalo gue bisa dapetin tuh cewek, lo kasih
apa?” tantang Rio.
“ga kasih apa-apa” jawab Gabriel santai.
PLETAK
Satu toyoran dari tangan Rio mulus mendarat
dikepala Gabriel.
“sstt… lo berdua berisik banget. Ga liatin tuh
Miss Winda udah melotot ke kalian berdua?” kata sahabat Rio dan Gabriel yang
bernama Cakka yang sedari tadi berdiri dengan stay cool nya.
Mendengar nama Miss Winda, Rio dan Gabriel
langsung terdiam. Pasal nya, Miss Winda terkenal guru paling killer di sekolah.
Cari masalah dikit aja, langsung ditelen hidup-hidup (?). Rio dan Gabriel
memilik diam saja dan kembali ke barisan nya.
Kini di depan sudah berdiri tiga orang yang
tadi baru saja datang. Mereka adalah sepasang suami istri pemilik sekolah
beserta gadis cantik itu.
“selamat pagi anak-anak” kata Buk Ira selaku
Kepala Sekolah.
“pagi buk” koor para murid.
“ibu sengaja mengadakan upacara mendadak pagi
ini. kalian pasti sudah tahu alasannya kan? Namun kali ini berbeda, Pak Restu
Burhan bersama Ibu Rini Burhan datang tidak hanya berdua. Melainkan bersama
anak mereka. penerus satu-satu nya dari keluarga Burhan” jelas Buk Ira.
Mendengar kata-kata terakhir Buk Ira ‘penerus
satu-satu nya dari keluarga Burhan’ semua para siswa-siswi ternganga hebat.
Mereka tak percaya ternyata keluarga Burhan memiliki keturunan dan ahli waris
satu-satu nya. karena setahu mereka, keluarga Burhan tidak mempunyai keturunan.
Rio, Gabriel dan Cakka yang tadi tidak terlalu
menghiraukan perkataan Buk Ira, kini malah terbelalak dan ternganga mendengar
kata terakhir Buk Ira tadi.
“silahkan Pak Restu Burhan untuk menyampaikan
sesuatu” kata Buk Ira mempersilahkan Pak Restu Burhan untuk berpidato. Papi Ify
mengangguk lalu meraih mic yang diberi Buk Ira.
“seperti yang sudah disampaikan oleh Buk Ira
tadi, saya dan istri saya sengaja meminta semua staf guru untuk mengumpulkan
kalian semua dilapangan pada pagi hari ini. pasalnya saya akan memperkenalkan
putrid tunggal saya. Ify, ayo kesini” ujar Pak Restu dan seraya memanggil Ify
untuk berdiri disamping nya.
Ify sangat gugup untuk diajak berdiri disamping
Papi nya. dia melirik sebentar ke Mami nya yang kini tengah berdiri disamping
nya dan merangkul pundak nya. dilihatnya Mami Rini mengangguk memberi kode
kepada Ify. Ify menghela nafas sebentar lalu melangkahkan kaki nya menuju ke
tempat Papi nya berdiri kini.
Sesampainya disamping Pak Restu, pundak Ify
langsung dirangkul oleh nya “ini Putri saya. Nama nya Alyssa Saufika Umari.
Panggil saja Ify. Ify satu-satu nya penerus dan ahli waris sah dari keluarga
Burhan. Bahkan sekolah ini sudah saya wariskan untuk Ify. Saya harap
siswa-siswi dan para guru disini bisa membimbing Ify dengan baik. Ada yang mau
kamu ucapkan Ify?” ujar dan tanya Pak Restu. Ify berpikir sebentar. Dilihatnya
Papi memberi kode agar Ify menyampaikan sepatah dua kata.
Ify menghela nafas sebentar lalu meraih mic
yang diulurkan Papi nya “Pa..gi semua” sapa Ify.
“pagi..” koor para murid.
“Perkenalkan saya Ify. Alyssa Saufika Umari.
Semoga kita bisa jadi teman yang baik dan bisa saling membimbing. Terimakasih”
kata Ify singkat. Lalu dia menyerahkan mic nya lagi kepada Papi nya.
“baik. Cukup segitu yang saya dan Ify
sampaikan. Semuanya silahkan kembali ke kelas masing-masing. Untuk 1 jam
pelajaran pertama, kelas dikosongkan karena para guru akan rapat sebentar
dengan saya” kata Pak Restu terakhir. Semua para siswa-siswi bersorak-sorai
karena 1 jam pelajaran pertama mereka akan kosong dan bebas.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar