Selasa, 09 Juli 2013

Dua Hati *4


Ify sudah berada di dalam mobil bersama Mami dan Papi nya. kini Mang Trisno sudah menjalankan mobil menuju ke sekolah baru Ify. Tepatnya sekolah milik Papi dan Mami Ify. Ify sendiri heran mengapa Papi dan Mami nya ikut mengantar nya ke sekolah

“Fy, nanti kamu harus yang ramah ya di depan semuanya. Mami sama Papi sengaja ikut nganterin kamu soalnya guru-guru disekolah udah diminta sama Papi buat ngadain upacara buat nyambut kedatangan kamu” ujar Mami.

Ify kaget. “upacara? Nyambut kedatangan gue? segitu special nya kah?” batin Ify.

“nanti Papi sama Mami bakalan ngenalin kamu ke murid-murid disana kalau kamu satu-satu nya penerus dari keluarga Burhan” ujar Papi.

“tapi Pi, Mi. Ify takut, gugup. Ga tau harus ngapain nanti” kata Ify menatap ke Papi dan Mami nya.

“tenang aja Fy. mulai dari sekarang kamu harus belajar ngomong di depan umum. Karena kamu adalah penerus papi” jawab Papi. Ify pasrah saja. Dia deg-degan bagaimana nanti upacara untuk menyambut kedatangannya.

*

Mobil Alphard hitam milik keluarga Burhan sudah mulai memasuki pekarangan sekolah SMA International High School. Mobil Aphard hitam itu tepat berhenti di lapangan upacara sekolah itu. murid-murid sudah berbaris rapi di pekarangan sekoah. Semuanya menatap penuh tanya ke mobil itu.

Ada apa mereka disuruh upacara mendadak seperti ini? biasanya mereka disuruh upacara mendadak seperti ini jika pemilik sekolah datang. Apa pemilik sekolah benar-benar datang? Hanya itu yang ada di benak para siswa-siswi SMA International High School.

Pintu mobil Alphard hitum mulai di buka. Benar saja dugaan para siswa-siswi, pemilik sekolah datang. Pertama Pak Restu Burhan turun dari mobil Alphard hitamnya, disusul sang Istri Buk Rini Burhan dan satu lagi…. seorang gadis cantik berdagu tidur dengan rambut terurai turun dari mobil Alphard hitam itu. dia mengenakan seragam sekolah yang sama dengan murid yang lain.

Yap benar, gadis cantik itu adalah Ify. Wajah Ify sangat asing bagi para siswa-siswi SMA International High School. Bagi para kaum adam, mata mereka terbelalak melihat gadis cantik yang baru saja turun dari mobil itu. mereka seperti melihat Bidadari Jatuh dari surga *putar lagu eaa CJR._.*

Bagi kaum hawa hanya menatap bingung Ify. Pasalnya mereka sama sekali tidak kenal dengan Ify. Namun lain hal nya dengan 3 orang cowok yang kini tengah berdiri di samping mobil itu. mereka hanya menatap Ify dengan tatapan biasa, tidak menarik baginya.

“Yo, lumayan tuh” gumam salah seorang dari 3 cowok itu kepada sahabat nya yang bernama Rio.

“mata lo juling? Yang begono lo bilang lumayan?” jawab cowok yang bernama Rio itu kepada sahabatnya, Gabriel yang bergumam tadi. Sedangkan sahabat mereka yang satu lagi hanya berdiri dengan kedua tangan dimasukan ke dalam saku celana. Stay cool.

“ye.. lo aja yang selera nya rendah” ledek Gabriel.

“lo ngeledek gue?”

“kagak”

“kalo gue bisa dapetin tuh cewek, lo kasih apa?” tantang Rio.

“ga kasih apa-apa” jawab Gabriel santai.

PLETAK

Satu toyoran dari tangan Rio mulus mendarat dikepala Gabriel.

“sstt… lo berdua berisik banget. Ga liatin tuh Miss Winda udah melotot ke kalian berdua?” kata sahabat Rio dan Gabriel yang bernama Cakka yang sedari tadi berdiri dengan stay cool nya.

Mendengar nama Miss Winda, Rio dan Gabriel langsung terdiam. Pasal nya, Miss Winda terkenal guru paling killer di sekolah. Cari masalah dikit aja, langsung ditelen hidup-hidup (?). Rio dan Gabriel memilik diam saja dan kembali ke barisan nya.

Kini di depan sudah berdiri tiga orang yang tadi baru saja datang. Mereka adalah sepasang suami istri pemilik sekolah beserta gadis cantik itu.

“selamat pagi anak-anak” kata Buk Ira selaku Kepala Sekolah.

“pagi buk” koor para murid.

“ibu sengaja mengadakan upacara mendadak pagi ini. kalian pasti sudah tahu alasannya kan? Namun kali ini berbeda, Pak Restu Burhan bersama Ibu Rini Burhan datang tidak hanya berdua. Melainkan bersama anak mereka. penerus satu-satu nya dari keluarga Burhan” jelas Buk Ira.

Mendengar kata-kata terakhir Buk Ira ‘penerus satu-satu nya dari keluarga Burhan’ semua para siswa-siswi ternganga hebat. Mereka tak percaya ternyata keluarga Burhan memiliki keturunan dan ahli waris satu-satu nya. karena setahu mereka, keluarga Burhan tidak mempunyai keturunan.

Rio, Gabriel dan Cakka yang tadi tidak terlalu menghiraukan perkataan Buk Ira, kini malah terbelalak dan ternganga mendengar kata terakhir Buk Ira tadi.

“silahkan Pak Restu Burhan untuk menyampaikan sesuatu” kata Buk Ira mempersilahkan Pak Restu Burhan untuk berpidato. Papi Ify mengangguk lalu meraih mic yang diberi Buk Ira.

“seperti yang sudah disampaikan oleh Buk Ira tadi, saya dan istri saya sengaja meminta semua staf guru untuk mengumpulkan kalian semua dilapangan pada pagi hari ini. pasalnya saya akan memperkenalkan putrid tunggal saya. Ify, ayo kesini” ujar Pak Restu dan seraya memanggil Ify untuk berdiri disamping nya.

Ify sangat gugup untuk diajak berdiri disamping Papi nya. dia melirik sebentar ke Mami nya yang kini tengah berdiri disamping nya dan merangkul pundak nya. dilihatnya Mami Rini mengangguk memberi kode kepada Ify. Ify menghela nafas sebentar lalu melangkahkan kaki nya menuju ke tempat Papi nya berdiri kini.

Sesampainya disamping Pak Restu, pundak Ify langsung dirangkul oleh nya “ini Putri saya. Nama nya Alyssa Saufika Umari. Panggil saja Ify. Ify satu-satu nya penerus dan ahli waris sah dari keluarga Burhan. Bahkan sekolah ini sudah saya wariskan untuk Ify. Saya harap siswa-siswi dan para guru disini bisa membimbing Ify dengan baik. Ada yang mau kamu ucapkan Ify?” ujar dan tanya Pak Restu. Ify berpikir sebentar. Dilihatnya Papi memberi kode agar Ify menyampaikan sepatah dua kata.

Ify menghela nafas sebentar lalu meraih mic yang diulurkan Papi nya “Pa..gi semua” sapa Ify.

“pagi..” koor para murid.

“Perkenalkan saya Ify. Alyssa Saufika Umari. Semoga kita bisa jadi teman yang baik dan bisa saling membimbing. Terimakasih” kata Ify singkat. Lalu dia menyerahkan mic nya lagi kepada Papi nya.

“baik. Cukup segitu yang saya dan Ify sampaikan. Semuanya silahkan kembali ke kelas masing-masing. Untuk 1 jam pelajaran pertama, kelas dikosongkan karena para guru akan rapat sebentar dengan saya” kata Pak Restu terakhir. Semua para siswa-siswi bersorak-sorai karena 1 jam pelajaran pertama mereka akan kosong dan bebas.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar