Selasa, 09 Juli 2013

Dua Hati *8


S
K
I
P

Ify sedang menunggu jemputan nya di koridor sekolah. Sudah hampir setengah jam dia menunggu mobil jemputannya, namun belum datang juga. Seketika telinga Ify mendengar jelas suara alunan petikan gitar yang sangat merdu. dari… dari ruang music. Yap, Ify yakin suara itu dari ruang music.

Dengan langkah pelan tapi pasti Ify menyusuri koridor sekolah menuju ruang music di pojok koridor sana. Semakin dekat Ify berjalan, semakin terdengar jelas suara petikan gitar itu. sesampainya di depan pintu ruang music yang sedikit terbuka, Ify melihat ada seorang siswa cowok yang duduk membelakangi pintu masuk ruang music dan kedua tangannya sedang memegangi gitar.

Perlahan Ify membuka pintu ruang music. Ify sengaja masuk dengan pelan-pelan agar si pemetik gitar tidak sadar akan kehadirannya. Namun prasangka Ify salah. Si pemetik gitar ternyata sadar ada seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu.

Ketika mendengar suara pintu terbuka, langsung si pemetik gitar menoleh ke belakang. Dia kaget ketika mendapati seorang Ify tengah berdiri di depan pintu sekarang.

“Ify?” kaget cowok itu ketika melihat Ify tengah berdiri di depan pintu masuk ruang music. Tepatnya berdiri dibelakang dia duduk.

“Cak.. Cakka? Tadi itu.. beneran elo yang main?” tanya Ify tak kalah kaget. Cakka hanya tersenyum dan mengangguk menandakan ‘iya’.

Cakka menepuk-nepuk kursi sebelahnya menandakan dia meminta Ify duduk disamping nya. Ify yang mengerti maksud permintaan Cakka perlahan berjalan mendekati bangku Cakka “beneran?” tanya Ify. Cakka mengangguk saja. Melihat anggukan Cakka, Ify memilih untuk menerima ajakan Cakka, duduk.

Cakka memain-mainkan senar gitar nya membentuk sebuah melodi. Entah lagu apa itu “permainan gitar lo bagus” puji Ify.

“thanks. Lo bisa main gitar?” jawab dan tanya Cakka masih tak mengalihkan pandangan kea rah Ify. Dia masih memain-mainkan senar gitarnya.

Ify menggeleng. Walaupun Cakka tidak melihat Ify, namun dia bisa merasakan bahwa Ify menggeleng dan menjawab ‘engga’

“mau gue ajarin?” tawar Cakka yang kini sudah berhenti memainkan senar gitarnya dan beralih menatap Ify.

“ngg… mau sih. tapi....” belum sempat Ify menyelesaikan jawabannya, Cakka langsung memberikan gitar nya tadi ke Ify.

“kalo mau belajar itu, ga ada tapi-tapi an. Langsung aja” tanpa minta izin dari Ify, Cakka langsung meraih kedua tangan Ify. tangan kiri diatur Cakka menggenggam kunci gitar. Tangan kanan Ify diatur Cakka untuk bersiap memetik senar.

DEGGG

Ify kaget melihat tindakan Cakka. belum pernah ada cowok yang memegang tangannya selain Bapak dan Papi nya. Cakka adalah cowok pertama yang memegang tangannya. Hati Ify berdegup kencang ketika Cakka meraih tangannya.

“hati gue? jantung gue? eh ini kenapa? Kok rasa nya mau copot?” batin Ify bertanya-tanya.

Cakka sadar bahwa Ify sedang salting karena dia memegang tangan Ify. Di lihatnya pipi Ify memerah karena malu “lucu lo Fy kalo salting gitu. Muka lo makin gemesin” batin Cakka. Cakka hanya menyunggingkan senyum manis nya.

Lagi-lagi Cakka meraih tiga jari tangan kiri Ify. Diletakan nya jari Ify sesuai dengan letak jari kunci C “nah kalo yang ini kunci C. lo harus teken kuat-kuat biar bunyi nya bagus” kata Cakka. tangannya masih memegangi tangan kiri Ify. Ify mencoba menuruti kata Cakka. ditekan nya kuat-kuat.

“trus ngapain lagi?” tanya Ify.

“nah, tangan kanan lo mulai deh metik senar-senar nya” kembali Cakka menggenggam tangan kanan Ify. Jantung mereka berdua berdetak cepat tak karuan. Namun mereka sama-sama saling menyembunyikan perasaan masing-masing.

*

FYI

Rio terkenal dengan cowok ganteng, keren, pintar dalam segala hal. Selalu juara dibidang akademik maupun non akademik. Rio kapten Basket dan juga Ketua Osis. Rio terkenal dingin sama cewek. Bahkan para fans nya yang tergabung dalam RISE pun juga dicuekin sama Rio.

Gabriel. cowok ganteng yang terkenal ramah sama semua fans nya yang tergabung dalam gabfc. Gabriel juga anggota Osis dan anggota Basket. Gabriel juga dikenal dengan ke oon-an dan ke bego-an nya. bukan karena dia bodoh dalam pelajaran, tapi Gabriel selalu LOLA dalam mencerna kata-kata orang dan juga selalu bertingkah konyol.

Cakka. the most wanted boy satu ini terkenal sangat sangat dan sangat dingin sama cewek. Cakka cowok paling cool satu sekolahan. Dia memiliki pesona tersendiri walaupun jarang senyum. Cakka juga punya fans yang tergabung dalam CLuvers. Cakka terkenal cuek sama yang nama nya cewek bahkan bisa dibilang tidak ada satupun cewek di sekolah yang dekat dengan Cakka.

*

Rio baru saja keluar dari toilet cowok di dekat ruang music. Ternyata Rio belum pulang karena tadi ada rapat Osis dulu. Ketika lewat di depan ruang music, dilihat nya pintu ruang music terbuka. Berniat ingin menutup pintu, tapi tanpa sengaja dia melihat ada dua orang yang sedang duduk membelakangi pintu di dalam ruangan. Yang satu cewek dan satu cowok.

Sepertinya Rio mengenali suara cowok itu. tapi siapa ya? Rio semakin penasaran. Dia semakin memperjelas penglihatannya ke dalam.

“itu Cakka bukan sih?” tanya Rio sendiri. “tapi sama siapa?”

Rio makin mempertajam penglihatannya. Dia kaget ketika mendapati Cakka bersama…. Ify. Pewaris tunggal keluarga Burhan.

“Cakka? sama Ify? Ngapain tuh anak berdua disini? Pake pegangan tangan lagi” sinis Rio. Dia memilih untuk pulang saja. Tidak mau terlalu memikirkan Cakka dan Ify.

Bersambung…

Dua Hati *7


“Fy, mending lo minta buatin aja sama Papi lo ruangan khusus buat lo sama temen-temen lo makan pas istirahat. Atau tempat khusus buat lo ngumpul-ngumpul gitu bareng temen-temen lo” usul gila dari otak Gabriel muncul.

“gila. Engga ah. Nanti yang ada orang-orang pada bilang gue sombong lagi. engga” tolak Ify.

“lo bener-bener rendah hati Fy. salut gue. jarang banget gue ketemu cewek kayak lo” batin Cakka.

“halah.. sok-sokan rendah hati lo. Muna” gumam Rio sinis namun cukup terdengar oleh Ify.

Mendengar sindiran Rio, telinga Ify merasa memanas “gue ga muna dan sama sekali ga sok-sokan rendah hati” tegas Ify.

Rio hanya mengerlingkan mata nya “muna ya tetep aja muna”

“gue ga muna” kata Ify semakin memperkeras suaranya seraya berdiri. Seketika semua murid yang ada di kantin langsung beralih menatap Ify. Sivia yang tadinya duduk disebelah Ify kini ikutan berdiri dan hanya bisa menyabarkan Ify dengan mengelus-elus pundak Ify lembut. Sedangkan Shilla dan Angel yang tadinya sedang memesan makanan pun langsung menoleh ke meja Ify.

“jangan mentang-mentang lo anak dari pemilik sekolahan ini, lo bisa seenak udel lo. asal lo tau, gue juga punya hak atas sekolah ini” kata Rio yang juga ikutan berdiri dihadapan Ify.

Ify mengernyitkan dahi tak mengerti “ma.. maksud lo, lo juga punya hak atas sekolah ini apaan?” kini suara Ify sudah lebih pelan.

Rio tersenyum sinis “ck.. katanya lo anak pemilik sekolahan. Tapi masa itu aja ga tau?” jawab Rio sinis.

“beneran, gue ga tau. Papi sama mami pun ga pernah cerita sama gue” jawab Ify.

“lo tanya aja tuh sama temen lo” tunjuk Rio kepada Sivia.

“atau lo tanya langsung aja sama Papi Mami lo itu” sambung Rio lalu melangkah pergi meninggalkan meja.

Setelah menatap kepergian Rio dengan penuh pertanyaan, Ify beralih menatap kepada Sivia lalu kepada Gabriel yang sedang memasang wajah cengo nya dan terakhir menatap Cakka yang masih stay cool nya.

“kalian bisa jelasin apa maksud cowok rese tadi?” tanya Ify kepada Sivia, Gabriel dan Cakka.

Ketiga nya hanya mengangkat bahu saja “mending lo tanya langsung aja sama Papi Mami lo, Fy. biar jelas” jawab Sivia yang diangguki Gabriel dan Cakka.

Ify memilih untuk duduk kembali dan diikuti Sivia. Tak lama, Shilla dan Angel balik membawa dua nampan yang berisi pesanan mereka berempat tadi. Baru Shilla dan Angel duduk, mereka berdua langsung melontarkan beribu pertanyaan kepada Ify.

“Fy, lo tadi kenapa sama si Rio?” tanya Shilla.

“kok bisa Fy lo ribut sama Rio?” tanya Angel.

“lo bisa marah juga Fy?” tanya Shilla.

“kok lo berani ngelawan dia sih Fy?” tanya Angel.

“mimpi apaan lo Fy semalem bisa berantem gitu sama si Rio?” tanya Shilla.

Ify yang mendengar rentetan pertanyaan dari Shilla dan Angel semakin pusing. Ify menghela nafas sebentar lalu menjawab satu per satu pertanyaan dari Shilla dan Angel tadi.

“Shilla, Angel. Gini ya, kalian kalo mau nanya itu satu-satu dulu” kata Ify sedikit dipaksakan lembut sebelum menjawab pertanyaan kedua temannya itu.  Shilla dan Angel hanya nyengir saja. Sedangkan Sivia, Gabriel dan Cakka hanya geleng-geleng kepala saja.

“oke. Gue jawab. Tadi si Rio yang mulai duluan. Kenapa gue bisa ribut sama Rio? Ya bisa lah. Gue bisa marah? ya bisa lah. Manusia juga punya batas kesabaran kali. kenapa gue berani? Buat gue, ga ada kata takut. Apalagi sama Rio. And last, gue ga mimpi apa-apa semalem. Udah kan?” jawab Ify panjang lebar. Shilla dan Angel hanya melongo saja mendengar jawaban Ify. Author sendiri ga tau mereka berdua ngerti apa engga jawaban Ify itu(?)

Setelah Ify dan Sivia menceritakan semuanya kepada Shilla dan Angel, mulai dari usul gila Gabriel tadi hingga kenapa Ify bisa bertengkar dengan Rio tadi. Shilla dan Angel hanya manggut-manggut saja.

“tapi ya Fy, bener juga tuh kata Gabriel. kenapa ga lo minta buatin aja sama Papi lo ruangan khusus buat lo istirahat?” kata Angel.

“iya Fy. jadi kan lo ga perlu pusing-pusing nyari meja di kantin lagi” timpal Shilla. Gabriel yang merasa ide nya diterima banyak orang pun merasa bangga dan menyisir rambut nya sedikit(?)

“bener Fy, gue setuju. Lagian kalo pun lo dibuatin ruangan khusus, ga bakalan ada juga yang bilangin lo sombong atau semacam nya. karena emang pantes. Kan lo yang punya nih sekolahan” kata Cakka akhirnya membuka suara. Ify mengangguk-angguk saja sambil mencerna kata teman-teman nya.

“nanti deh gue coba omongin sama Papi” kata Ify akhirnya. Tampak raut wajah senang di wajah Gabriel, Cakka, Sivia, Shilla dan Angel. Tau dong kenapa?

“gue boleh ga Fy ikutan istirahat di ruangan lo aja nanti?” seru Via dengan wajah mupeng nya dan menaik-turunkan alisnya.

Ify sudah tahu pasti teman-teman nya juga akan ikut menikmati ruangan itu. tapi Ify tidak keberatan jika teman-teman nya juga menikmati ruangan itu nanti nya “ya boleh lah. Khusus kalian bertiga boleh” jawab Ify. “kalo jadi ye” sambung Ify lagi dengan senyum meledek nya.

Wajah Sivia, Shilla dan Angel yang semula seperti anak kecil mendapat mainan pun seketika berubah manyun “hahaha” Ify hanya tertawa melihat ekspresi manyun teman-teman nya itu.

“gue boleh ga Fy?” tanya Gabriel kini yang juga dengan wajah mupeng nya.

Ify menatap Gabriel heran sebentar “emang kita kenal?” tanya Ify polos.

“HUAAKAKAKAKAKAKAHAHAHA” seketika tawa Sivia, Cakka, Shilla dan Angel pecah.

“yah.. elo Fy. masa ga kenal gue sih? kan kita sekelas” kata Gabriel sambil memanyunkan bibirnya.

“hah? Iya ya? Masa sih? hehe maap maap. Gue ga tau” jawab Ify dengan cengiran nya.

“jadi gimana? Boleh ga?” tanya Gabriel lagi yang langsung mendapat toyoran dari Cakka.

“apasih lo Cak” protes Gabriel sambil mengelus puncak kepala nya yang sakit.

“enak banget lo numpang diruangan Ify. Kenal aja kagak” kata Cakka.

“yaudah kenalan dulu deh” jawab Gabriel santai lalu mengulurkan tangannya kepada Ify. Dengan cepat Ify juga ikut mengulurkan tangannya.

“Gabriel” kata Gabriel.

“Ify”

“nah, kalo ini nama nya Cakka, Fy. kalo yang marah sama lo tadi…. Udah tau kan nama nya?” kata Gabriel.

Ify hanya mengangguk malas saja mengingat kejadian tadi.

“ya udah, khusus lo berlima boleh deh ikutan istirahat di ruangan gue. itung-itung tempat ngumpul kita hehe” jawab Ify. Gabriel langsung bertos ria dengan Cakka. Melihat Cakka yang seriang itu, Ify tidak percaya ternyata Cakka yang dari tadi terlihat sangat cool bisa tersenyum seperti itu juga.

Melihat senyuman Cakka, seketika hati Ify berdebar kencang. Entah kenapa, dia sangat terpesona dengan senyum manis Cakka.

Bersambung…

Dua Hati *6


SKIP

TEEETTT

Bel istirahat pun sudah berbunyi. Murid-murid yang semula nya mengantuk dengan pelajaran yang dihadapinya, seketika langsung menjadi segar bugar ketika mendengar bunyi bel istirahat.

“Fy, ke kantin yuk” ajak Shilla. Ify mengangguk senang karena baru hari pertama saja dia sudah punya tiga teman yang baik-baik.

Kini Ify, Sivia, Shilla dan Angel berjalan berempat menuju kantin. Tak sedikit orang yang melihat mereka berempat berjalan. Ada perasaan iri di hati mereka ketika melihat Sivia, Shilla dan Angel bisa berteman dengan Ify sang Pewaris tunggal Keluarga Burhan.

Sesampai nya dikantin, mereka melihat tidak ada meja yang tersisa satupun untuk mereka. mereka kebingungan karena cacing-cacing diperut mereka meronta-ronta ingin diberi asupan gizi.

“gimana nih, meja udah pada penuh” gumam Angel. Ify, Sivia dan Shilla juga ikutan bingung.

Seketika ide cemerlang pun muncul di otak Sivia, Shilla dan Angel. Serentak mereka menatap penuh harap kepada Ify. Ify langsung mengerti akan tatapan ketiga teman baru nya itu.

“kenapa? Minta gue ngusir mereka biar kita bisa duduk? ga. Gue ga mau manfaatin kekuasaan gue disini. Kita semua sama. Mereka juga punya hak yang sama” tolak Ify mentah-mentah. Seketika raut wajah kekecewaan terlintas di wajah ketiga teman baru Ify.

“lo bener juga Fy. salut gue sama lo yang ga sombong. Tapi sekarang kita mau duduk dimana coba?” kata Shilla.

Ify berpikir sebentar “gue ga mau sih sebenernya manfaatin kekuasaan gue. tapi…. Masa iya dihari pertama sekolah gue ga makan sih?” batin Ify.

“kalian mau duduk dimana?” tanya Ify kepada ketiga temannya.

“lo mau ngapain? Mau ngusir mereka? katanya ga mau manfaatin…” belum selesai Sivia berbicara, Ify langsung berjalan duluan entah kenapa. Sivia, Shilla dan Angel bingung sendiri dan memilih mengikuti Ify saja kenapa Ify pergi.

Ternyata Ify menuju ke meja dimana ada tiga orang cowok duduk. Yap, mereka adalah Rio, Gabriel dan Cakka.

“hai, gue boleh duduk disini?” tanya Ify kepada tiga cowok itu. langsung mereka mendongakan kepala melihat siapa empu nya suara yang menyapa mereka tadi. Gabriel kaget ketika melihat Ify sang pewaris tunggal keluarga Burhan menghampiri meja nya.

Cakka hanya stay cool saja sambil mengaduk-aduk jus jeruk nya. sedangkan Rio menatap Ify tajam seperti tidak suka akan keberadaan Ify.

“lo.. lo.. lo..” Gabriel gagap seketika sambil menunjuk Ify.

“iya. Gue Ify. Gimana? Boleh?” tanya Ify lagi. kini dibelakang Ify sudah berdiri Sivia, Shilla dan Angel yang sedang merutuki Ify. Kenapa harus ke meja Rio CS sih? Rio CS adlaah the most wanted boy di SMA International High School dan juga Papa Rio adalah penyumbang terbesar di sekolah ini.

“lo ga bisa cari tempat duduk lain?” sinis Rio. Seketika Ify terdiam. Ketiga teman Ify langsung menghembuskan nafas. Benar dugaan mereka, Ify akan kena sinisan Rio.

“lo ga liat tempat duduk pada penuh semua. Dan Cuma meja lo yang penghuni nya dikit” jawab Ify tak kalah sinis.

“duduk aja” kata Cakka akhirnya membuka suara. Namun masih menatap gelas jus nya. Ify tersenyum penuh kemenangan kepada Rio. Ketiga teman Ify tak percaya bahwa Cakka yang terkenal dingin kepada cewek mau mengizinkan mereka duduk satu meja dengan Rio CS? Selama ini menurut mereka Impossible.....

Ify langsung duduk dan disusul ketiga temannya. Gabriel bersiap-siap berdiri untuk pergi dari meja itu “loh? Elo kenapa pergi?” tanya Ify heran melihat Gabriel ingin berdiri.

“eh.. ngg.. itu… anu.. gue udah kenyang. Iya udah kenyang” alibi Gabriel seraya menggaruk-garuk tengkuk nya yang tak gatal. Ify mengerti bahwa Gabriel sebenarnya hanya mematuhi perintah Miss Winda tadi. ‘dimana pun Ify mau duduk, terserah dia. Kalian harus siap-siap pindah jika Ify ingin duduk dibangku kalian”. Dan Ify meyakini itu.

“kenyang? Yakin lo kenyang? Tuh makanan belom abis” kata Ify menunjuk mangkok mie ayam Gabriel yang masih sisa setengah lagi.

“beneran kok udah kenyang. Ga nafsu lagi” jawab Gabriel kekeuh.

Ify menarik tangan Gabriel “udah.. mending sekarang lo duduk lagi, makan lagi tuh mie ayam lo. duduk aja disini, gapapa kok. Ga masalah juga sama gue mau duduk sama siapa pun. Emang ada gitu Cuma karena kedudukan semuanya dibeda-bedain?” kata Ify.

Mendengar perkataan Ify yang begitu rendah hati, Rio, Gabriel dan Cakka menatap Ify penuh tanya. Tak percaya bahwa Ify benar-benar penerus dari keluarga Burhan. Biasanya cewek seumuran Ify dan sekaya Ify itu sifatnya sombong, angkuh, sok kecantikan, suka beda-bedain teman.

Sivia, Shilla dan Angel yang sudah tahu sifat rendah hati Ify hanya senyum-senyum saja melihat ekspresi Rio CS yang menganga tak percaya itu.

Ify menatap heran kepada Rio CS “lo bertiga ngapain ngeliatin gue gitu? Kenapa? Gue cantik? Biasa aja kali ngeliatinnya. Gue emang cantik” kata Ify kepedean. Mendengar kata-kata Ify yang terlalu kepedean lamunan Rio CS langsung terbuyarkan.

“gila ya. Penerus keluarga Burhan pede nya tinggi banget. Ga yakin gue lo beneran penerus dari Om Burhan” sinis Rio. Om Burhan?

“Om Burhan? Maksud lo.. lo kenal Papi gue?” tanya Ify.

“kenal lah. Emang lo ga tau? Papi lo sama bokap gue itu sahabatan dari SMA” jelas Rio singkat dan masih dengan nada dingin nya. Ify manggut-manggut saja.

Cakka jadi senyum-senyum sendiri melihat tingkah Ify yang ceria dan periang “baru kali ini gue liat cewek ga jaiman kayak dia. Walaupun dia pewaris sah dari keluarga Burhan, tapi dia ga sombong sama sekali” batin Cakka.

“Fy, lo beneran pewaris sah dari keluarga Burhan?” tanya Gabriel tanpa berpikir-pikir dulu jika dia bertanya, si empu yang ditanya akan tersinggung atau tidak. Sivia yang duduk berhadapan dengan Gabriel, langsung menendang kaki Gabriel dari bawah meja.

Entah kenapa, Ify tidak marah sama sekali jika ditanya seperti itu. dia merasa Pak Restu dan Buk Rini adalah orang tua kandung nya “emang kenapa? Kalo iya, lo bakalan macarin gue gitu? Trus lo mau morotin gue minta beliin ini-itu? trus ntar udah dapet semuanya, lo mutusin gue. gitu?” kata Ify ceplas-ceplos.

“ya kagak gitu juga kali. Tapi kalo boleh sih, gue juga mau kali dapet pacar kayak gitu” jawab Gabriel enteng. Lagi-lagi dia mendapat tendangan dari Sivia.

“udah lah Fy, orang sarap kayak Gabriel aja lo ladenin. Lo mau pesen apa?biar gue sama Shilla yang pesen” kata Angel. Ify berpikir sebentar. Dia tidak tahu apa saja makanan yang ada di kantin.

“terserah lo berdua deh. Gue dikasih apa aja juga gue makan. Yang enak aja. Kan lo berdua yang tau makanan yang enak disini apa aja” jawab Ify.

“gue kasih makan sisa kucing gue mau juga lo?” canda Shilla.

“ya kagak lah. Makan apa aja tuh maksud nya ga ada pantangan makanan gitu” jawab Ify. Shilla manggut-manggut saja.

“lo Vi, mau makan apa?” tanya Shilla kini kepada Sivia.

“samain sama lo berdua aja deh” jawab Sivia lalu Shilla dan Angel pergi memesan makanan untuk mereka berempat.

Bersambung…

Dua Hati *5


@ ruang rapat

Semua para guru sudah dikumpulkan dalam ruangan yang dikhusus untuk rapat disekolah. Diruang rapat sudah ada Pak Restu Burhan, Buk Rini Burhan beserta Ify dan semua staf guru. Semua sudah siap duduk dikursi rapat masing-masing. Rapat dipimpin oleh Pak Restu dan Buk Ira.

Rapat diadakan membahas tentang keberadaan Ify disekolah ini. rapat berjalan lancer hingga sampai pada pengujung rapat “baik. Cukup sampai disini rapat kita kali ini. saya harap semua para guru ingat apa perkataan saya tadi. Saya minta para guru menjaga Ify dengan baik, membimbing Ify. Jika Ify ada keperluan atau ada keinginan APAPUN harap dikabulkan. Karena saya tidak ingin Ify kecewa dengan semuanya. Mengerti?” ujar Pak Restu. Semua guru yang ada diruang rapat mengangguk tanda mengerti.

Pak Restu memberi kode kepada Buk Ira agar membubarkan rapat.

“baik, semua guru silahkan masuk ke kelas masing-masing dan untuk Miss Winda, anda mengajar dikelas XI IPA 1 bukan?” tanya Buk Ira kepada Miss Winda.

“iya buk. Kenapa ya?” jawab dan tanya Miss Winda.

“nah, sekalian saja Miss ajak Ify ke kelas nya. Ify juga di kelas XI IPA 1” kata Buk Ira. Miss Winda mengangguk lalu beralih menatap Ify.

Miss Winda tersenyum melihat Ify “ayuk Fy, Miss antar ke kelas kamu” ujar Miss Winda ramah. Ify mengangguk lalu mengikuti Miss Winda dari belakang menuju kelas nya.

@ XI IPA 1

Suasana kelas ribut karena guru sedang rapat. Namun keributan itu bukan keributan karena murid-murid yang sibuk dengan aktifitas masing-masing. Melainkan mereka sibuk membicarakan Ify sang pewaris tunggal dari Keluarga Burhan. Mereka tidak bisa membayangkan berapa banyak saham dan hak waris yang diserahkan kepada Ify. Secara keluarga Burhan terkenal Orang terkaya no. 4 di Indonesia.

“gila tuh si Ify. Enak banget ya jadi dia. Kalo bisa gue terlahir kembali nih, gue mau dah dilahirin sama emak nya Ify” ceplos Gabriel yang langsung dapat sorakan dari teman-teman kelasnya. Rio dan Cakka hanya mendengar perbincangan teman-teman kelas nya saja. Tidak terlalu suka menggosip kan orang.

Gossip seru siswa-siswi keas XI IPA 1 terpaksa terhenti karena guru yang paling menakutkan bagi mereka datang. Miss Winda dan dibelakang nya diikuti…. Ify. Pewaris tunggal keluarga Burhan yang baru saja di bincangkan para murid. Dengan sigap mereka langsung kembali duduk ke bangku masing-masing.

“kalian pasti sudah tau kan siapa yang sekarang berdiri disamping saya?” tanya Miss Winda dingin kepada para murid. Mereka hanya mengangguk saja tak berani membuka suara jika sudah belajar dengan Miss Winda.

“bagus. Ify, silahkan kamu pilih dimana saja kamu mau duduk” ujar Miss Winda lembut dan ramah kepada Ify beserta senyuman manis nya. semua murid terperangah melihat Miss Winda yang begitu ramah dan lembut kepada Ify.

Mereka jarang sekali melihat Miss Winda seperti tadi. Bahkan bisa dibilang TIDAK PERNAH Miss Winda seperti tadi.

“dimana aja Miss?” tanya Ify memastikan bahwa dia tidak salah dengar. Miss Winda mengangguk dan kembali tersenyum ramah.

Seketika raut wajah Miss Winda langsung berubah seperti semula lagi “dengar ya, dimana pun Ify mau duduk, terserah dia. Kalian harus siap-siap pindah jika Ify ingin duduk dibangku kalian. Mengerti?” kata Miss Winda lagi kepada para murid XI IPA 1. Semua hanya menjawab dengan anggukan lagi.

Raut wajah Miss Winda kembali cerah. Dengan senyum yang merekah dibibirnya, dan sorotan mata yang indah. Dia tersenyum ramah kepada Ify “bagaimana Ify? Kamu mau duduk dimana” tanya Miss Winda lagi. Ify tampak berpikir sebentar.

Ify melihat ke sekeliling kelas mencari-cari dimana dia mau duduk. Mata Ify terhenti pada gadis berambut sebahu, badan yang tidak terlalu kurus, dan mata rada sipit. Di bangku sebelahnya kebetulan kosong. Ify berniat ingin duduk disana saja.

“saya disana aja deh Miss. Boleh?” kata Ify seraya menunjuk bangku kosong disebelah gadis berambut sebahu itu. semua mata kini tertuju pada bangku kosong yang ditunjuk Ify. Gadis yang duduk disebelah bangku kosong itu pun kaget ketika melihat Ify menunjuk bangku disebelahnya. Berarti itu artinya dia akan sebangku dengan Ify? Sang Pewaris tunggal Kelurga Burhan? Oh God!

“dimana pun kamu duduk, boleh Ify. Yaudah kamu duduk disana aja ya” jawab Miss Winda. Ify mengangguk dan pergi menuju bangku kosong yang ditunjuk nya tadi.

Ketika sampai dibangku itu, Ify tidak langsung duduk. Dia malah menatap gadis yang duduk dimeja itu. Ify tersenyum ramah kepada gadis itu “gue boleh duduk disini?” tanya Ify.

Gadis itu mengangguk ragu. Bukan karena dia merasa keberatan Ify duduk disana, tapi karena masih tak percaya bahwa dia sekarang duduk dengan Pewaris tunggal Keluarga Burhan.

Melihat anggukan gadis itu, Ify dengan senang hati duduk dibangku nya. Ify mengulurkan tangannya kea rah gadis itu “gue Ify. Nama lo siapa?” tanya Ify membuyarkan lamunan gadis itu.

“eh gue Sivia. Panggil aja Via hehe” jawab gadis itu yang bernama Sivia lalu membalas uluran tangan Ify.

Ify mengangguk lalu mulai mengeluarkan buku dari tas nya. namun Ify merasa seseorang dari belakang ada yang mentuh pundak Ify. Sontak Ify langsung menoleh ke belakang. Dilihat nya ada dua orang cewek berambut panjang sedang tersenyum kepada nya.

Ify balik membalas senyuman dua cewek itu “kenalin gue Shilla” kata cewek yang berbehel lalu mengulurkan tangannya. Ify balik menjabat tangan Shilla “gue Ify” jawab Ify ramah.

“hai gue Angel” kata cewek yang satu lagi dan juga ikut menjabat tangan kepada Ify “gue Ify” balas Ify.

“mereka berdua sahabat gue Fy” timpal Sivia. Ify mengangguk saja “semoga kita bisa jadi sahabat juga hehe” kata Ify. Sivia, Shilla dan Angel tidak percaya dengan sikap ramah Ify. Semula mereka mengira Ify anak yang sombong, centil, suka membanggakan-banggakan harta dan membeda-bedakan teman. Ternyata perkiraan mereka berbanding terbalik dengan kenyataan. Ify jauh lebih ramah dan baik.

“Ify, ada apa itu? focus ke belajar dulu ya. Kenalan nya nanti saja” tegur Miss Winda dari depan kelas namun dengan nada lembut nya. tidak seperti biasa jika Miss Winda menegur murid-murid yang lain dengan mata melotot nya dan nada tinggi nya.

Sontak Ify kaget dan langsung membalikan badannya menoleh ke depan “iya Miss” jawab Ify lalu pelajaran hari pertama disekolah barunya di lalui Ify dengan senang hati. Pasal nya Miss Winda mengajar pelajaran IPA. Pelajaran kesukaan Ify dari SD.

Bersambung…