S
K
I
P
Ify sedang menunggu jemputan nya di koridor
sekolah. Sudah hampir setengah jam dia menunggu mobil jemputannya, namun belum
datang juga. Seketika telinga Ify mendengar jelas suara alunan petikan gitar
yang sangat merdu. dari… dari ruang music. Yap, Ify yakin suara itu dari ruang
music.
Dengan langkah pelan tapi pasti Ify menyusuri
koridor sekolah menuju ruang music di pojok koridor sana. Semakin dekat Ify
berjalan, semakin terdengar jelas suara petikan gitar itu. sesampainya di depan
pintu ruang music yang sedikit terbuka, Ify melihat ada seorang siswa cowok
yang duduk membelakangi pintu masuk ruang music dan kedua tangannya sedang
memegangi gitar.
Perlahan Ify membuka pintu ruang music. Ify
sengaja masuk dengan pelan-pelan agar si pemetik gitar tidak sadar akan
kehadirannya. Namun prasangka Ify salah. Si pemetik gitar ternyata sadar ada
seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu.
Ketika mendengar suara pintu terbuka, langsung
si pemetik gitar menoleh ke belakang. Dia kaget ketika mendapati seorang Ify
tengah berdiri di depan pintu sekarang.
“Ify?” kaget cowok itu ketika melihat Ify
tengah berdiri di depan pintu masuk ruang music. Tepatnya berdiri dibelakang
dia duduk.
“Cak.. Cakka? Tadi itu.. beneran elo yang
main?” tanya Ify tak kalah kaget. Cakka hanya tersenyum dan mengangguk
menandakan ‘iya’.
Cakka menepuk-nepuk kursi sebelahnya menandakan
dia meminta Ify duduk disamping nya. Ify yang mengerti maksud permintaan Cakka
perlahan berjalan mendekati bangku Cakka “beneran?” tanya Ify. Cakka mengangguk
saja. Melihat anggukan Cakka, Ify memilih untuk menerima ajakan Cakka, duduk.
Cakka memain-mainkan senar gitar nya membentuk
sebuah melodi. Entah lagu apa itu “permainan gitar lo bagus” puji Ify.
“thanks. Lo bisa main gitar?” jawab dan tanya
Cakka masih tak mengalihkan pandangan kea rah Ify. Dia masih memain-mainkan
senar gitarnya.
Ify menggeleng. Walaupun Cakka tidak melihat
Ify, namun dia bisa merasakan bahwa Ify menggeleng dan menjawab ‘engga’
“mau gue ajarin?” tawar Cakka yang kini sudah
berhenti memainkan senar gitarnya dan beralih menatap Ify.
“ngg… mau sih. tapi....” belum sempat Ify
menyelesaikan jawabannya, Cakka langsung memberikan gitar nya tadi ke Ify.
“kalo mau belajar itu, ga ada tapi-tapi an.
Langsung aja” tanpa minta izin dari Ify, Cakka langsung meraih kedua tangan
Ify. tangan kiri diatur Cakka menggenggam kunci gitar. Tangan kanan Ify diatur
Cakka untuk bersiap memetik senar.
DEGGG
Ify kaget melihat tindakan Cakka. belum pernah
ada cowok yang memegang tangannya selain Bapak dan Papi nya. Cakka adalah cowok
pertama yang memegang tangannya. Hati Ify berdegup kencang ketika Cakka meraih
tangannya.
“hati gue? jantung gue? eh ini kenapa? Kok rasa
nya mau copot?” batin Ify bertanya-tanya.
Cakka sadar bahwa Ify sedang salting karena dia
memegang tangan Ify. Di lihatnya pipi Ify memerah karena malu “lucu lo Fy kalo
salting gitu. Muka lo makin gemesin” batin Cakka. Cakka hanya menyunggingkan
senyum manis nya.
Lagi-lagi Cakka meraih tiga jari tangan kiri
Ify. Diletakan nya jari Ify sesuai dengan letak jari kunci C “nah kalo yang ini
kunci C. lo harus teken kuat-kuat biar bunyi nya bagus” kata Cakka. tangannya
masih memegangi tangan kiri Ify. Ify mencoba menuruti kata Cakka. ditekan nya
kuat-kuat.
“trus ngapain lagi?” tanya Ify.
“nah, tangan kanan lo mulai deh metik
senar-senar nya” kembali Cakka menggenggam tangan kanan Ify. Jantung mereka
berdua berdetak cepat tak karuan. Namun mereka sama-sama saling menyembunyikan
perasaan masing-masing.
*
FYI
Rio terkenal dengan cowok ganteng, keren,
pintar dalam segala hal. Selalu juara dibidang akademik maupun non akademik.
Rio kapten Basket dan juga Ketua Osis. Rio terkenal dingin sama cewek. Bahkan
para fans nya yang tergabung dalam RISE pun juga dicuekin sama Rio.
Gabriel. cowok ganteng yang terkenal ramah sama
semua fans nya yang tergabung dalam gabfc. Gabriel juga anggota Osis dan
anggota Basket. Gabriel juga dikenal dengan ke oon-an dan ke bego-an nya. bukan
karena dia bodoh dalam pelajaran, tapi Gabriel selalu LOLA dalam mencerna
kata-kata orang dan juga selalu bertingkah konyol.
Cakka. the most wanted boy satu ini terkenal
sangat sangat dan sangat dingin sama cewek. Cakka cowok paling cool satu
sekolahan. Dia memiliki pesona tersendiri walaupun jarang senyum. Cakka juga
punya fans yang tergabung dalam CLuvers. Cakka terkenal cuek sama yang nama nya
cewek bahkan bisa dibilang tidak ada satupun cewek di sekolah yang dekat dengan
Cakka.
*
Rio baru saja keluar dari toilet cowok di dekat
ruang music. Ternyata Rio belum pulang karena tadi ada rapat Osis dulu. Ketika
lewat di depan ruang music, dilihat nya pintu ruang music terbuka. Berniat
ingin menutup pintu, tapi tanpa sengaja dia melihat ada dua orang yang sedang
duduk membelakangi pintu di dalam ruangan. Yang satu cewek dan satu cowok.
Sepertinya Rio mengenali suara cowok itu. tapi
siapa ya? Rio semakin penasaran. Dia semakin memperjelas penglihatannya ke
dalam.
“itu Cakka bukan sih?” tanya Rio sendiri. “tapi
sama siapa?”
Rio makin mempertajam penglihatannya. Dia kaget
ketika mendapati Cakka bersama…. Ify. Pewaris tunggal keluarga Burhan.
“Cakka? sama Ify? Ngapain tuh anak berdua
disini? Pake pegangan tangan lagi” sinis Rio. Dia memilih untuk pulang saja.
Tidak mau terlalu memikirkan Cakka dan Ify.
Bersambung…