Minggu, 20 April 2014

Rival In Love *27



Dua pasang muda-mudi itu kini tengah menikmati santapan malamnya di Korea tepatnya Seoul. Memang makanan disini tidak ada yang sesuai selera mereka. tapi mau bagaimana lagi.
                        
“besok rencananya kita kemana?” tanya Ify membuka pembicaraan.

“belum tau sih, belum dapet kabar dari guide” jawab Gabriel.

“emang kita disini berapa lama?” tanya Shilla. Dalam hati dia merutuki mengapa dia bisa menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu. jelas-jelas dari Jakarta sudah diberi tahu bahwa mereka di Korea selama seminggu.

“paling Cuma seminggu” jawab Gabriel lagi. Huftt.. Shilla bernafas lega karena Gabriel tidak menggubris pertanyaan bodohnya itu.

Rio yang sedari tadi diam tiba-tiba langsung meletakkan jari nya pada sudut bibir Ify –duduk disebelah Rio-. Ify kaget melihatnya. Salting. Sedangkan Gabriel dan Shilla hanya senyum-senyum melihat kedua orang itu.

Ify masih ternganga menatap Rio, sedangkan Rio dengan santainya menyapu sisa makanan yang ada disudut bibir mungil Ify.

“sorry tadi ada saus” ucap Rio setelah selesai membersihkannya lalu dengan santainya kembali melanjutkan kegiatan makannya.

“i.. i.. ya gapapa. Thanks” balas Ify gugup.

‘duuh gue kenapa jadi gini sih?! ah bego. inget Fy ini Cuma sandiwara aja jangan sampe lo beneran suka sama dia lagi’ batin Ify.

Sedangkan Rio…

‘lucu’ batin Rio. sebenarnya Rio ingin tersenyum lepas, tertawa lepas melihat ekspresi Ify yang menurutnya lucu itu, tapi dia tetap menjaga wibawa stay cool nya.

“ehem.. Iel gue udah kenyang nih. Kita balik yuk” ucap Shilla kepada Iel, tepatnya dia ingin memberikan waktu berdua untuk Rio dan Ify.

Gabriel dapat menangkan kode mata –kedip- dari Shilla dan untungnya dia bisa mengikuti jalan pikir Shilla.

“eh iya nih Shil gue juga udah kenyang. Yaudah Yo, Fy kita balik duluan ya kayaknya kalian makannya lama” sindir Gabriel yang melihat makan Ify jadi lama karena malu akibat kejadian tadi.

“yaudah bareng aja gue juga udah siap kok” baru Rio ingin ikut berdiri, sudah ditahan oleh Gabriel.

“udah lo disini aja temenin Ify makan, dia masih lama tuh. Kasian kalo ditinggal sendiri” cegah Gabriel.

“iya Yo. Ngga kasian apa lo sama Ify? ini tuh Korea bukan di Jakarta, kalo dia kesasar gimana? Ntar kalo Ify diculik gimana? Aduuh.. bis….” Shilla.

“iya iya. Dah sekarang lo berdua balik aja sana. Sana sana hush hush” Rio.

“uuuh yang udah ngga sabar pengen berduaan hihi” goda Shilla. Gabriel sudah senyum-senyum sendiri, sedangkan Ify hanya bisa menunduk sambil melanjutkan makannya. Suhu badannya kini sudah naik turun tak menentu. Tidak biasanya Ify merasa canggung seperti ini.

“gue timpukin sepatu nih” ancam Rio. karena ingin hidup, Shilla dan Gabriel langsung berlari meninggalkan Rio dan Ify berdua.

*

TOK TOK TOK

CKLEK

“eh Vin, nyari Prissy ya?” Febby.

“iya Feb, gimana keadaannya? Udah baikan?” Alvin.           

“lo liat sendiri aja deh. Masuk aja dulu, gapapa kok” Febby.

Alvin masuk ke dalam kamar Hotel Blink. Berhubung Shilla dan Ify sedang keluar, jadilah dikamar hanya ada Sivia dan Febby yang menjaga Pricilla yang masih sakit.

“Pris..” sapa Alvin lembut.

Pricilla yang tadinya baru ingin tertidur, jadinya terbangun mendengar sapaan itu. dia menoleh dan didapatinya Alvin yang kini sudah duduk disampingnya. Dia tersenyum “hai Vin” sapa Pricilla.

“gimana keadaan lo? udah baikan?”

“masih sama kayak tadi Vin”

“lo udah minum obat nya belum?” Pricilla menggeleng.

“lo sih dibilangin ngeyel, gue suruh minum obat eh malah ngga diminum. Kalo besok keadaan lo makin parah gimana? Kan lo nya juga yang ngga bisa senang-senang disini. Kan gue jadi khawatir, Pris” celoteh Alvin.

Pricilla terdiam mendengar celotehan Alvin yang menurutnya sangat menampakkan kepeduliannya kepada dirinya. Pricilla menatap Alvin yang sedang menyiapkan obat untuk Pricilla dengan diam. Jika sedang seperti ini, Alvin terlihat sangat berwibawa, memiliki sifat bertanggung jawab dan kepemimpinan.

“duduk dulu, diminum obatnya” Alvin membimbing Pricilla untuk duduk.

“makasih” ucap Pricilla ketika selesai meminum obatnya.

“yaudah lo tidur lagi aja, gue temenin”

“trus.. Via sama Febby tadi mana?”

“mereka pergi keluar katanya mau cari angin” Pricilla mengangguk dan kembali tidur ditemani Alvin yang duduk disampingnya.

Ternyata dari luar pintu kamar, sedari tadi ada yang memperhatikan Alvin dan Pricilla. Dia tersenyum kecut menyaksikan kemesraan antara Alvin dan Pricilla.

‘Pricilla beruntung bisa dapetin Alvin yang cinta banget sama dia’

*

“Iel.. tungguinnnn” teriak Shilla.

“lo sih jalannya lelet amat. Buruan kek” Gabriel menghentikan langkahnya dan berbalik badan kebelakang menunggu Shilla yang jauh dibelakang sana tertinggal.

“hah.. hh.. hah.. lo yang jalannya cepet banget” protes Shilla ketika sudah bisa mensejajarkan langkahnya dengan Gabriel.

Gabriel diam saja. Dia sedang menikmati angin malam disepanjang jalan ini. setelah selesai makan tadi, mereka tidak berniat untuk kembali ke kamar masing-masing tetapi mereka pergi untuk mencari angin, mengitari jalanan didekat Hotel. Mereka juga ingin melihat bagaimana jalanan di Korea pada malam hari.

“kita kemana nih?” tanya Shilla.

“ikut aja ngga usah banyak tanya” jawab Gabriel.

“kan gue Cuma tanya”

“ya itu dia.. ngga usah nanya”

“ih kok lo ngeselin sih?!”

“ih kok lo lebih ngeselin sih?!”

“lo rese!”

“lo juga”

“lo jelek”

“lo lebih”

“lo ganteng!”

“lo cantik”

“lo item”

“lo….” Gabriel bingung ingin membalas apa lagi.

“hahahaha kenapa lo? kehabisan kata-kata kan lo? apa lo? mau bilang gue lebih item? Atau mau bilang gue putih tapi gengsi? Hahaha” tawa Shilla meledak.

“diem deh lo”

“hahahaha gimana gue bisa diem kalo…” CUUPP

Tawa Shilla terhenti karena Gabriel mencium pipi kanannya begitu tiba-tiba. Shilla mematung, ternganga dengan apa yang dirasakannya beberapa detik yang lalu.

“haha diem kan lo. makanya kalo disuruh diem tuh diem. Kayak belut aja lo ngga bisa diem” ucap Gabriel santai seperti tidak melakukan apa-apa.

Shilla memegangi pipi kanannya yang dicium Gabriel. dia masih terdiam, lalu…

“IH LO JAHAT LO JAHAT! SEENAKNYA AJA CIUM-CIUM PIPI GUE AAAA MAMAAAA TOLONGIN SHILLAAAA PIPI SHILLA UDAH NGGA PERAWAANN *&#(*^(*^($^(^#(“ Gabriel membekap mulut Shilla.

“hmbb..bb.b….hmm.b..b.b”

“lo bisa diem ngga sih?! malu nih diliatin orang-orang. Ntar dikira gue ngapa-ngapain lo lagi”

“hmm..b…h.bnmbm..b”

“huhh… haahh. Hoshh.. gila ya lo. mau buat gue mati lo?!” protes Shilla ketika Gabriel sudah melepaskan bekapan tangannya.

“siapa suruh lo ngga bisa diem”

“siapa suruh lo tiba-tiba nyium pipi gue sembarangan?”

“kalo ngga gitu, lo ngga bakal diem”

“yayaya whatever…” Shilla berjalan duluan meninggalkan Gabriel karena kesalnya.

Bersambung…

Maaf ya ngaret ba-ng-et. Soalnya tugas aku menumpuk jadi waktu buat ngeposting ngga ada. Sebenernya udah siap dari jauh-jauh hari yang lalu. Tapi karena ngga bisa ngeposting, jadinya aku lanjutin terus aja bikinnya dan alhasil skrng aku ngeposting 5 part sekaligus yeaay!!! Jangan lupa tinggalin comment kalian dibawah ya dan juga follow twitter/askfm/instagram aku: @elviraeryos J

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Kak,plis dilanjut dong,pengen tau kelanjutannya sampai abis y kak,semangat nulisnya

    BalasHapus