Minggu, 20 April 2014

I Love U Before I Meet U *3



Di sekolah, tak henti-hentinya teman-teman Shilla menanyakan perihal tentang SM*SH kepadanya terlebih tentang Dicky. Berita tentang foto instagram Shilla di like Dicky dan Rangga, bahkan berita bahwa twitter Shilla di follback Dicky sudah tersebar seantero sekolah.

“gila Shil lo makin terkenal aja. Azek” ucap Pricilla ketika Shilla, Pricilla, Ify dan Febby berada dikantin pada jam istirahat.

“lo emang lucky fans banget” sambung Febby.

“HALLO KAKAK-KAKAK YANG CANTIK TAPI MASIH CANTIKAN GUEEE” tiba-tiba Sivia datang kemeja mereka dengan suara menggema yang tidak biasa.

“SIVIA DIEEEEMMM” teriak Shilla, Ify, Pricilla dan Febby kompak. Mendengar teriakan dari kakak-kakak kelasnya ini, Sivia langsung kicep dan memilih diam saja. Dia langsung duduk disamping kakaknya.

“lagi ngomongin apa nih kakak-kakak?” tanya Sivia sok akrab walaupun memang akrab.

“ngomongin artis seleb twitter yang baru-baru ini terkenal Vi gara-gara Dicky sama Rangga smash” sindir Ify.

“oh iya dia. Siapa sih nama nya? Ashilla bukan sih kak? Oh ya Ashilla. Dia itu ya kak, sok ngartis banget kalo di twitter. Apalagi kalo ada yang bilang dia cantik, dia langsung bales sok ramah gitu. Trus dia suka sok misterius gitu kalo ngemention Dicky. Ih apa banget deh” ucap Sivia panjang lebar seakan orang yang dimaksudnya tidak ada.

“ih bener banget Vi. Semenjak di follback Dicky smash, si Ashilla Ashilla itu makin sering online twitter” sambung Pricilla ikut-ikutan. Shilla yang mendengar merasa panas karena disindir oleh adiknya dan temannya sendiri.

“trus ya kak… blablabla”

“SHUT UP!” lama-lama Shilla risih juga.

“apaan sih kak? Lagi asik nih” ucap Sivia pura-pura kesal karena acara bergosip ria nya terganggu.

“lo ngomong kayak gitu kayak gue ngga ada aja ya?”

“lah? Emang gue ngomongin lo? engga kok. Gue ngomongin Ashilla bukan elo” jawab Sivia dengan tampang innocent nya.

“gue Ashilla, Sivia sayaaaang”geram Shilla.

“loh? Elo kan Shilla kak bukan Ashilla. SHIL-LA, ASHIL-LA. Beda kan?”

“SIVIAAAA MATI LO DIRUMAAH” alhasil Shilla dan Sivia pun berkejar-kejar di kantin. dua kakak beradik ini tidak perduli dengan tatapan para pengunjung kantin. mereka menganggap ini dirumah. Jika dirumah mereka memang sering seperti ini. seperti kucing dan anjing.

Pengunjung kantin pun sudah terbiasa akan hal ini. kakak beradik yang setiap hari selalu kejar-kejaran di kantin, di koridor sekolah di taman, lapangan, atau dimanapun disekitar pekarangan sekolah.

“gue ngga tau apa yang ada diotak kakak beradik itu sampe ngga malu lari-larian kayak gitu” gumam Ify sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seraya melihat dua kakak beradik itu berkejaran.

“mereka dua saudara yang sama-sama aneh” sambung Febby.

*

Dirumah, Shilla dan Sivia sedang berbincang-bincang tentang quiz yang akan diadakan SM*SH. Acara itu akan diadakan satu bulan lagi. dan kini Shilla dan Sivia sedang mempersiapkan segalanya. Mulai dari menyiap barang-barang koleksi SM*SH untuk difoto, hingga mempersiapkan mental untuk minta izin kepada Papa mereka. 

“pertama, kita mesti foto dulu barang-barangnya” ucap Sivia bak seorang komandan. Shilla mengangguk dan langsung menyusun barang-barang koleksinya. Lalu meraih kamera nya dan mulai membidik. KLIK! Satu foto sudah jadi untuk Shilla.

Kemudian barang-barang koleksi itu dipindahkan, disusun kembali dan difoto kembali. Tujuannya agar tidak ketahuan bahwa mereka memakai barang yang sama jadi lah mereka membedakan  background foto nya.

“selanjutnya, kita minta izin sama mama buat keacara itu”

“trus papa?”

“kita mulai mengerjakan sesuatu itu dari yang termudah kak. Kalo minta izin sama papa itu masalah tersulit, makanya itu terakhir aja” ucap Sivia sok pintar.

“oh yaya. Yuk kebawah”

Sesampainya dibawah, mereka mendapati mama yang sedang sibuk sendiri di dapur. Mereka langsung menghampiri mama nya. Sivia langsung bergelayut manja di pergelangan tangan mama nya, sedangkan Shilla malah sok-sok membantu.

“loh loh? Ada apa nih? Tumben banget ke dapur. Kalian mau apa?” Mama mereka sudah bisa menebak jika anaknya sudah seperti ini, pasti ada maunya.

“hehe mama tau aja. Ma kita boleh ikut dinner bareng idola kita ngga ma?” ucap Shilla manja.

“emang kapan?” tanya mamanya lembut namun tangannya masih sibuk memotong wortel.

“sebulan lagi sih ma. Dia acara nya itu di pilih gitu ma. Jadi, syaratnya cukup foto barang-barang koleksi kita yang bersangkutan sama smash, trus kirim deh ke alamatnya. Nanti kita tunggu pengumumannya dan bakal dipilih 6 orang yang beruntung” jelas Shilla.

“kita berdua boleh ikut ya ma? Yaya ma” pinta Sivia.

“emang kalian udah kepilih buat dinner bareng smash itu?”

“belum sih ma hehe tapi kan siapa tau aja kita berdua beruntung” jawab Shilla.

“mama sih ngebolehin aja tapi ngga tau deh sama papa kalian. Nanti biar mama coba ngomong sama papa kalian ya”

Mendengar kalimat terakhir mama, Shilla dan Sivia senang bukan main. Tugas terakhir mereka terasa agak ringan dengan bantuan mama.

“makasih mama” sorak kedua kakak beradik itu dan mencium pipi mama nya kiri dan kanan bergantian lalu mereka langsung kabur keatas. Buk Wiwid –mama Shilla Sivia- menatap kepergian kedua buah hatinya dengan gelengan kepala.

*

Malamnya, ketika Shilla dan Sivia sibuk berbincang banyak hal dikamar, terdengar suara teriakan Mama dari bawah yang meminta mereka untuk turun segera.

“kenapa Ma?” tanya Shilla menghampiri Mama nya yang berada diruang keluarga sedang menonton TV dan ternyata ada Papa nya juga.

“eh ada Papa juga” sahut Sivia dan mereka berdua langsung duduk disofa dihadapan orang tuanya.

“ehem.. bener kalian mau ikut acara boyband itu?” tanya Papa membuka topik pembicaraan.

Shilla dan Sivia sudah berpikir bahwa mama mereka pasti sudah berbicara dengan papa. Dengan harap-harap cemas Shilla dan Sivia mengangguk.

“kapan acaranya?”

“bulan depan pa. jadi, nanti itu kita ikut syarat acaranya dulu. Kirim foto koleksi kita tentang smash. Trus kita kirim. Trus….” Shilla berceloteh panjang lebar dengan semangatnya.

“yaudah papa izinin”

Mendengar 3 kata dari mulut papa nya itu, Shilla dan Sivia ternganga tidak percaya bisa mendapat izin. Biasanya mereka tidak pernah dapat izin jika sudah bersangkutan dengan ARTIS.

“beneran pa?” tanya Sivia tidak percaya.

“ngga. Papa lagi becanda! Kalo kalian ngga mau yaudah papa sih malah seneng kalo kalian ngga ikut” ucap Papa dengan tenang.

“ngga ngga ngga ngga! Iya kita jadi ikut” teriak Shilla dan Sivia kompak.

“tapi.. ada syaratnya”

“apa?” sahut Shilla dan Sivia cepat.

“kalian ngga boleh terlalu memperlihatkan fanatic kalian didepan mereka”

“loh? Kenapa pa?” tanya Sivia yang pastinya juga mewakilkan pertanyaan diotak Shilla kini.

“terkadang ada artis yang memanfaatkan kefanatic-an fans mereka. mereka seperti mendapat tambang emas ketika mereka tau ada fans yang terlalu fanatic dengan mereka. mereka memanfaatkan itu sebagai mata pencaharian nya”

“maksud papa?” tanya Sivia yang terkadang memang susah untuk menangkap perkataan seseorang.

“mereka ngga kayak gitu kok pa. malahan nih ya, smash itu paling ngga suka kalo punya fans fanatic. Kita berdua juga ngga bakal sefanatic yang papa kira kok kalo ketemu smash. Mereka itu ngga suka sama fans yang fanatic karena itu merugikan dia dan juga merugikan si fans nya juga. Mereka rugi karena kehidupan pribadi mereka diurusin sama fans-fans fanatic mereka. kemana-mana mereka pergi selalu diikutin. Dan juga rugi sama fans itu sendiri karena mereka terlalu royal untuk beli ini-itu hanya untuk membeli semua yang berhubungan dengan sang idola. Padahal mereka bisa nabung uang itu untuk masa depan mereka” ucap Shilla panjang lebar.

Sivia menganga. Mendengar ucapan Shilla, Sivia sedikit-sedikit mengerti dengan maksud perkataan papa nya tadi.

“yaya papa iyain aja biar kamu ngga ngambek. Berarti kamu juga rugi” ucap papa nya mengalah.

“rugi? Kenapa?” tanya Shilla bingung.

“kan kamu selalu beli barang-barang yang berhubungan dengan smash. Papa bisa tebak kalo koleksi barang smash kamu itu banyak dikamar. Berarti kamu ru….gi”


“hehehehehe” Shilla hanya bisa cengengesan.

*

Sebaliknya mereka berdua ke kamar, mereka berdua senang bukan main. Mereka sedang berbaring dikasur dengan pemikiran yang sudah melayang-layang membayangkan apa saja yang terjadi jika nanti mereka bertemu dengan SM*SH.

Walaupun Sivia bukan SMASHBLAST, tapi dia juga ikut senang dengan izin papa nya tersebut. Siapa yang tidak senang jika bertemu dengan seorang artis? Terlebih dengan artis seterkenal SM*SH yang fans nya sudah mencapai Korea, Malaysia, Brunei, Singapore dan lainnya.

Bersambung…

Maaf kalo part yang ini lebih pendek. Soalnya aku udah ngga ada ide lagi buat nyambung part yang ini haha follow twitter/instagram/askfm aku ya @elviraeryos J kalo mau tanya-tanya tentang cerbung atau lainnya, ask aku aja di askfm so

Tidak ada komentar:

Posting Komentar